
Akhirnya tugas membuat topi dan papan namanya selesai juga. Kenzo dan kedua sahabatnya tidak menuliskan nama lengkap mereka. Mereka hanya menuliskan nama panggilan saja.
" Kalau kita pake topi kek begini berasa kek lagi ngerayain tahun baru" kata Gian.
" Bukannya ulang tahun " kata Kenzo.
" Bisa juga" kata Gian.
" Ntar pas pesta ulang tahun gue, kita pake topi beginian" kata Tristan.
" Boleh juga tuga tu ide lo. Tapi pestanya jangan dirumah dong, kita bikin di luar" kata Gian.
" Terus dimana?"
" Ya di hotel kek, di restoran kek"
" Ntar gue pikirkan"
" O iya, besok sarapan untuk Ketos, kita bungkus pake daun pisang aja gimana?" usul Kenzo.
" Setuju" kata Gian dan Tristan.
" Telornya besok kalian ceplok ya, kapan perlu agak gosong sedikit" kata Kenzo.
Mereka bertiga pun tertawa bersama.
" Gue nggak bisa bayangkan gimana murkanya tu Ketos" kata Tristan.
" Nggak sabar nunggu besok" kata Gian.
Mereka bertiga menghabiskan waktu sorenya dengan mengobrol dan sesekali diselingi dengan candaan. Saat mau magrib Gian dan Tristan pun pamit pulang.
Kenzo juga masuk kedalam rumah dengan membawa topi dan papan nama yang sudah dia bikin bersama para sahabatnya tadi.
" Wah.. apakah itu topi ulang tahun?" tanya Kiran pada abangnya.
" No "
" Topi untuk tahun baru?"
" No "
" Terus topi untuk apa?"
" Ini topi untuk tugas sekolah abang"
Kiran hanya mengganggukkan kepalanya. Walaupun dia sepenuhnya tidak mengerti apa yang dibicarakan abangnya.
Apa abang akan memakai topi itu saat upacara.
Kiran senyum-senyum sendiri membayangkan abangnya itu memakai topi kerucut saat upacara bendera di sekolah, pasti terlihat lucu.
Malam hari.
Selesai makan malam keluarga kecil Vandy sedang berkumpul di ruang keluarga. Mereka mengistirahatkan perut yang baru selesai diisi.
" Dad" panggil Kenzo.
" Hhhmm"
" Mengenai permintaan daddy kemarin, abang akan penuhi" kata Kenzo.
" Benarkah"
" Hhhmm"
" Kapan kamu akan pergi keperusahaan?"
" Besok siang "
" Ok, daddy akan tunggu kamu di perusahaan besok"
Anggun hanya mendengarkan ayah dan anak itu. Anggun berusaha menjadi pendengar yang baik. Sedangkan Kiran, dia tidak peduli dengan obrolan daddy dan abangnya. Dia sibuk dengan boneka pokemonnya.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, mereka pun memutuskan untuk beristirahat. Mereka berjalan menuju kamar masing-masing.
Sebelum tidur Kenzo dan Kiran menggosok gigi mereka terlebih dahulu. Ya itu aktivitas rutin yang harus di lakukan sebelum tidur. Setelah itu mereka langsung tidur.
__ADS_1
Vandy merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya. Anggun yang baru selesai menggosok gigi, langsung berbaring di samping suaminya.
Vandy memeluk istrinya, begitu juga dengan Anggun. Anggun merasa nyaman berada dalam pelukan suaminya itu. Anggun mengirup wangi tubuh sang suami. Aroma tubuh sang suami membuatnya candu.
" Sayang"
" Hhmm"
" Bikin dedek untuk Kenzo dan Kiran yuk"
Sontak Vandy mendapatkan cubitan keras dari sang istri.
" Awww, sakit sayang"
" Makanya jangan ngomong sembarangan"
" Kan nggak ada salahnya sayang. Lagi pula Kenzo dan Kiran sudah besar"
" Ingat umur Mas. Kamu pikir umur kamu masih muda"
" Tentu saja masih muda"
" Mudaan apaan udah 39 tahun"
" Umur boleh 39 tahun, tapi wajah dan tenaga masih kek 20 tahun"
" Itukan kata kamu"
" Emang menurut kamu Mas sudah tua?, tenaga Mas juga nggak hot lagi begitu?"
" Kurang lebih seperti itu"
" Kamu meremehkan Mas, sayang"
Anggun yang mencium aroma-aroma kelelahan pun segera melepaskan pelukan sang suami. Tapi usahanya itu gagal, Vandy justru mempererat pelukannya.
" Mari kita buktikan kekuatan Mas, sayang"
" A-aku ngantuk"
Vandy pun memulai asiknya itu. Malam itu menjadi malam yang sangat panjang untuk mereka berdua. Vandy membuktikan ucapannya dengan terus menggempur sang istri.
Anggun merutuki dirinya. Gara-gara omongannya tadi, suaminya itu terus menggempurnya tanpa henti. Anggun berjanji tidak akan meremehkan kekuatan suaminya lagi.
Akhirnya Vandy pun menyudahi permainannya, dengan tumbang di samping sang istri. Vandy mengecup kening istrinya.
" Makasih sayang"
" Hhhmm"
Anggun pun terlelap karena kelelahan. Vandy menutup tubuh polos istrinya dengan selimut.
Vandy memeluk tubuh istrinya, tak berapa Vandy pun menyusul sang istri ke alam mimpi.
Pagi hari.
Semua penghuni rumah Anggun sudah bangun, kecuali sang empunya sendiri. Akibat gempuran suaminya semalam, jadi Anggun masih betah di alam mimpi.
Vandy sengaja tidak membangukan sang istri. Karena dia tau, istrinya itu sangat kelelahan. Vandy turun kebawah untuk sarapan bersama kedua anaknya.
" Morning kesayangan daddy" sapa Vandy setelah duduk di kursinya.
" Morning daddy " balas Kenzo dan Kiran.
" Daddy sendiri, mommy mana?" tanya Kenzo.
" Masih tidur"
" Tumben mommy masih tidur. Apa mommy sakit?"
" Nggak, mommy cuma kelelahan karena semalam berolahraga "
Kenzo hanya menganggukkan kepalanya.
Vandy mengambilkan nasi dan lauk untuk kedua anaknya itu. Mereka pun mulai sarapan tanpa Anggun.
Selesai makan Kenzo minta tolong Bik Mirna untuk membungkus nasi pake daun pisang.
__ADS_1
" Kenapa nggak sama kotak nasi aja Bang?" tanya Vandy.
" Pake daun pisang lebih enak Dad"
" Iya si, aroma dari daun pisang itu menambah selera makan kita. Tapi kenapa lauknya cuma pake telor ceplok?" tanya Vandy.
" Nggak apa-apa Dad, sekali-kali"
Bik Mirna memberikan nasi bungkusnya pada tuan mudanya.
" Ni Den nasi nya"
" Makasih ya Bik"
" Sama-sama Den"
Setelah itu Mirna pun pamit untuk melanjutkan pekerjaannya.
" Daddy jadi kangen sama nasi padang "
" Karena melihat bangkus nasinya ya Dad"
" Hhhmm"
" Abang berangkat dulu ya Dad" kata Kenzo sambil mencium punggung tangan Daddy nya.
" Hati-hati dijalan" pesan Vandy pada Kenzo.
" Siap Dad, Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
Kenzo memakai helm nya, setelah itu dia melajukan motornya meninggalkan rumahnya.Tak berapa lama Vandy pun menyusul di belakang.
Seperti biasa kedua sahabat Kenzo sudah menunggu di persimpangan. Bukan hal baru juga Gian selalu mengomel ketika Kenzo datang terlambat.
Ketiga motor itu pun melaju beriringan. Suasana jalan di pagi itu cukup rame sama kendaraan yang berlalu lalang. Beruntung mereka berangkat pake motor, jadi bisa menyalip-nyalip di antara kendaraan lain.
Ketiga cowok tampan itu sudah sampai di gerbang sekolah. Seperti biasa mereka selalu menjadi pusat perhatian. Ya pamor mereka mengalahkan pamornya sang Ketos.
Kenzo cs memarkirkan motor mereka di tempat biasa. Mereka bertiga berjalan dengan gaya coolnya menuju kelas.
Semua gadis seperti terhipnotis melihat ketampan mereka bertiga. Walupun Ketos juga tampan, tapi pesona mereka bertiga itu sungguh di luar angkasa, ralat diluar dugaan.
Para gadis-gadis itu mengikuti Kenzo cs sampai kedalam kelas mereka. Itu membuat Kenzo dan kedua sahabatnya risih. Sampai di dalam kelas mereka duduk ditempat masing-masing.
Teeet..
Bunyi bel sekolah, membuat para gadis-gadis itu tersadar. Mereka semua pun bergegas kekelas masing-masing. Kecuali anak kelas satu, mereka akan berbaris dilapangan untuk mengikuti MOS.
Semua anak kelas satu sudah berkumpul di lapangan, termasuk Kenzo dan kedua sahabatnya.
" Selamat Pagi adek-adek" sapa Rizki.
" Selamat Pagi Kak" jawab mereka semua.
" Sekarang bebaris menurut kelompok masing-masing" kata Rizki.
Mereka pun berpencar mencari kelompok masing-masing. Setelah mereka berbaris menurut kelompok masing-masing, Rizki pun membawa kelompoknya masuk kedalam kelas. Di ikuti kelompok lain.
Sekarang yang tinggal hanya kelompok Kenzo. Mereka bigung kenapa Ketos dan sekretarisnya belum datang. Mereka pun memutuskan untuk duduk, di atas rumput lapangan itu.
" Hei!"
To be continue..
Hai Readers ku tersayang, Author mau kasih informasi ni?,Untuk kalian yang mau memberikan dukungan untuk Author kesanyangan kalian caranya tidak seperti dulu lagi ya.
Supaya poin kalian tidak terbuang percuma, Kalian harus update NT/MT kalian ke versi terbaru, itupun kalau kalian mau 😉😉.
Author ucapkan Gomawo untuk kalian yang sudah mensuport karya Author yang receh ini.
Saranghaeee.. 😘😘
Happy Reading.. 😉😉
__ADS_1