Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Siang hari.


Para siswi kelas satu sedang sibuk mendekorasi aula sekolah mereka agar terlihat cantik pas acara nanti malam. Sedangkan para siswa laki-laki menyusun kursi-kursi dan juga memasang lampu kelap-kelip di dalam aula.


Kenzo cs dapat bagian memasang lampu untuk menunjang acara nanti malam. Mereka bertiga sangat cekatan memasang lampu-lampu itu.


" Apa kita beralih profesi aja" kata Tristan.


" Jangan ngawur kamu kalau bicara " kata Gian.


" Hentikan!, pegangin ini baik-baik. Awas kalau sampai jatuh" ancam Kenzo.


" Siap bos" kata Gian dan Tristan berbarengan.


Akhirnya semua lampu pun sudah terpasang, Kenzo pun mencoba menyalakan lampu-lampu itu. Kenzo memasukkan steker ke soket,kemudian lampu-lampu itu pun menyala.


" Wow keren, nggak sia-sia kita mengerjakannya" kata Gian.


" Betul sekali, apalagi kalau udah malam pasti lebih indah lagi" kata Tristan.


Setelah tugas mereka selesai, Kenzo cs pun beristirahat sebentar. Mereka duduk di kursi yang ada di pojok.


Siang menjelang sore, semua anak kelas satu baru boleh pulang. Karena semua tugas mereka sudah selesai. Kenzo cs tidak langsung pulang, karena mereka akan melakukan pemotret.


Ya acara pemotretannya di ganti menjadi sore, karena Kenzo cs tadi siang sedang kerja bakti. Jadi pemotretannya dipindahkan sore hari.


Kenzo memasan taxi online lewat aplikasi yang ada di ponselnya. Setelah menunggu beberapa menit taxi pesanan mereka pun datang. Mereka bertiga pun masuk kedalam taxi, taxi pun melaju keperusahaan Lion entertainment.


Mereka bertiga pun sampai di perusahaan Rangga. Kenzo dan kedua sahabatnya turun dari taxi, karena dompet Kenzo tertinggal alhasil ongkos taxi Gian yang bayar. Setelah itu mereka berjalan masuk kedalam kantor.


Sampai di lobi kantor, seperti biasanya semua mata tertuju pada mereka bertiga. Dan seperti biasa juga mereka bertiga menghiraukan tatapan para karyawan itu.


Kenzo, Gian dan Tristan langsung menuju studio pemotretan. Sesampainya di sana merekan disambut sama crew . Kenzo cs langsung masuk keruang ganti.


Setelah semuanya selesai, mereka pun mulai melakukan pemotretannya. Fotografer sudah siap dengan cameranya begitu juga dengan lampu dan lainnya.


Cekrek.. cekrek.. cekrek.


Bunyi kamera memenuhi ruang studio. Seperti biasanya sang fotografer sangat menyukai hasil jepretan mereka bertiga. Mereka bertiga sudah sangat mahir mengenal kamera.


Selesai mengganti pakaian, Kenzo cs langsung pamit pulang. Mereka mau istirahat sebentar, karena nanti malam mereka akan pergi keacara yang di buat anggota OSIS.


" Da..semuanya kami pamit dulu" kata Tristan.


" Da.. hati-hati di jalan " ucap semua crew .


Mereka pulang di antarakan mobil perusahaan. Setelah mereka semua naik, Pak sopir pun melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan itu.


Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit, mobil perusahaan pun sampai di depan rumah Gian dan Tristan. Gian dan Tristan turun dari mobil.


" Makasih Pak" ucap Gian dan Tristan.


" Sama-sama"


Mobil pun melaju menuju rumah Kenzo. Mereka pun sampai di pintu gerbang rumah Kenzo. Pak sopir pun membunyikan klakson mobilnya.


Pak Satpam yang mendengar bunyi klakson mobil pun membukakan pintu gerbang. Mobil pun melaju menuju rumah utama. Kenzo turun dari mobil.


" Makasih Pak"


" Sama-sama "


Mobil itu pun melaju meninggalkan kediaman Vandy, dan kembali keperusahaan. Setelah mobil itu tidak terlihat lagi Kenzo pun melangkahkan kakinya menuju pintu utama.

__ADS_1


" Assalamualaikum "


" Wa'alaikum salam, abang pulang" kata Kiran sambil berlari menghampiri abangnya.


" Princes abang kenapa suka lari-lari, hhmm?"


" Hehehe, biar cepat sampai tempat abang"


Kenzo membelai rambut adik kecilnya itu. " Mommy mana sayang?" tanya Kenzo pada Kiran.


" Memetik kelengkeng di kebun belakang "


" Adek nggak bantuin mommy?"


" Udah, tu buah yang adek petik tadi" tunjuk kiran ke sebuah keranjang kecil yang ada di atas meja.


Kenzo tersenyum pada adiknya. " Boleh abang minta buah lengkengnya"


" Tentu saja, ambil sebanyak yang abang mau"


Kenzo duduk di sofa ruang tamu, diikuti sama Kiran di belakang. Kenzo mencicipi buah yang di petik sama Kiran. Kenzo memang menyukai buah kelengkeng, sama seperti mommy. Sedangkan Kiran lebih suka buah mangga sama seperti daddy nya.


" Adek nggak mau buah lengkengnya"


" Tidak, untuk abang saja"


" Mommy panen banyak ya"


" Iya, tadi di bantuin sama kakek Asep juga"


" Hhmm"


Anggun pun datang diikuti sama kang Tito di belakang. Anggun tersenyum melihat putranya yang sedang asik memakan buah kelengkeng.


" Baru aja mommy"


" Ganti baju seragamnya dulu Bang"


" Hehe, siap mommy"


Kenzo pergi kekamarnya di lantai atas, tapi sebelum itu dia mencuci tangannya dulu kedapur. Setelah itu barulah dia pergi kekamarnya.


Kiran membuang kulit kelengkeng yang di makan abangnya tadi kedalam tong sampah. Setelah itu Kiran membantu mommy nya memasukkan kelengkeng kedalam kulkas.


Sampai di kamarnya, Kenzo langsung membaringkan tubuhnya di atas bednya. Hari ini Kenzo benar-benar lelah. Tak berapa lama Kenzo pun ketiduran dengam seragam sekolah masih menempel di tubuhnya.


Di tempat lain.


Gilang sedang frustrasi, karena orang suruhannya tidak berhasil juga menemukan identitas Kenzo. Dia makin penasaran dengan Kenzo dan keluarganya.


Kenapa susah sekali mencari informasi tentang anak itu!, Apa dia anak dari wanita jal*ng?.


Begitu banyak pertanyaan yang muncul di kepala Gilang. Malam ini Gilang akan mempermalukan Kenzo di depan semua orang. Gilang yakin, Kenzo anak haram dari seoranh wanita penghibur.


Tunggu kehancuran lo Kenzo.


Malam hari.


Kenzo bersiap mau pergi keacara sekolahnya. Dia sudah terlihat tampan dengan memakai kemeja berwarna putih dipadukan dengan jas berwarna hitam.


Setelah di rasa cukup, Kenzo mengambil kunci mobilnya dan turun kebawah. Kenzo berjalan menuruni anak tangga dengan gaya cool nya.


Anggun tersenyum melihat putranya itu. Putranya terlihat tampan dengan memakai pakaian formal seperti itu.

__ADS_1


" Dad, coba lihat putramu" kata Anggun.


Vandy beranjak dari duduknya dan melihat kearah tangga. Vandy tersenyum melihat putranya itu. Kenzo terlihat sangat tampan.


" Abang mau kemana?" tanya Vandy


" Keacara sekolah Dad"


" Abang tampan sekali" puji Kiran.


" Makasih, princes abang juga cantik" puji balik Kenzo.


" Butuh sopir Bang?" tanya Vandy.


" Tidak, abang pergi sama motor"


" Apa!" kaget Vandy.


" Daddy kenapa kaget begitu"


" Kenapa perginya sama motor?, kenapa nggak sama mobil aja?" tanya Vandy.


" Abang nggak mau jadi pusat perhatian anak-anak lain, karena pergi dengan mobil"


" Apa abang sudah mau berangkat?" tanya Anggun.


" Tunggu Gian sama Tristan dulu Mom"


Mereka pun duduk di sofa ruang tamu. Kiran duduk di samping abangnya. Tak berapa lama Gian dan Tristan pun datang.


" Assalamualaikum" ucap mereka berdua.


" Wa'alaikum salam"


" Abang Tian" panggil Kiran sambil berlari kearah Tristan.


" Princesnya abang Tian" kata Tristan sambil mengecup pipi Kiran.


" Ya udah Mom, Dad, abang berangkat dulu" pamit Kenzo.


" Ya elah, buru-buru amat Ken. Kita minum aja belum" kata Gian.


" Iya, nggak sopan banget lo sama tamu" kata Tristan.


" Udah yuk berangkat. Lagi pula air di rumah gue lagi habis" kata Kenzo.


" Ck.. dasar pelit" kata Gian.


Mereka bertiga pun berpamitan sama Anggun dan Vandy. Kenzo mencium kedua tangan orangtuanya bergantian, diikuti sama Gian dan juga Tristan.


" Kita berangkat dulu ya Mom, Dad, dan juga adek" kata Kenzo.


" Hati-hati di jalan" pesan Anggun.


" Assalamualaikum " ucap mereka bertiga.


" Wa'alaikum salam"


Mereka bertiga pun memakai helm, demi keselamatan mereka. Setelah itu mereka bertiga melajukan motor menuju sekolah.


To be continue..


Author nyuci bentar ya guys, ntar baru lanjut lagi.. Saranghaee😘😘

__ADS_1


Happy Reading..


__ADS_2