
Vandy dan Aldi baru sampai dinegara L. Mereka berdua langsung menuju hotel tempat mereka akan menginap. Mobil pun melaju meninggalkan bandara.
Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit mereka pun tiba dihotel. Vandy dan Aldi membawa koper mereka masuk kedalam hotel. Mereka berdua berjalan menghampiri meja resepsionis untuk check in.
Selesai check in, mereka berjalan menuju kamar mereka masing-masing. Vandy pun sampai didepan kamarnya. Vandy menempelkan card yang ada ditangannya, kemudian pintu pun terbuka.
Vandy memandangi sekeliling kamar yang akan ditempatinya selama satu minggu kedepan. Vandy membongkar isi kopernya, kemudian menata pakaiannya kedalam lemari yang ada dikamar itu.
Selesai menata pakaian dan barang-barangnya yang lain, Vandy pun merebahkan tubuhnya diatas kasur. Dia sangat lelah karena diperjalanan tadi dia tidak istirahat.
Vandy teringat akan sesuatu, dia belum menghubungi istrinya. Vandy mencari HPnya, setelah ketemu, dia segera menghubungi istrinya.
" Hallo, Assalamualaikum Mas" terdengar suara lembut milik istrinya.
" Wa'alaikum salam sayang"
" Mas udah sampai?"
" Udah sayang, ni baru selesai menata pakaian kedalam lemari. Abang mana sayang?"
" Lagi nonton Mas, sekarang Mas istirahat ya, Mas pasti lelahkan setelah perjalanan jauh?"
" Iya sayang, kamu memang istri yang pengertian. Mas istirahat dulu ya sayang, love you my W**ife "
" Love you more Hubby"
Panggilan pun berakhir.
Setelah menelepon sang istri, Vandy meletakkan HPnya diatas nakas. Vandy merasa bahagia mempunyai istri seperti Anggun. Sudah cantik, lembut, baik dan juga pengertian. Tapi kadang juga bisa berubah jadi singa betina yang sangat menakutkan.
Vandy tersenyum-senyum sendiri mengingat istrinya kalau dalam mode on. Vandy mulai memejamkan matanya, tak berapa lama Vandy pun mulai terlelap.
***
Anggun lega karena suaminya sudah sampai dihotel dengan selamat. Dengan begitu dia tidak khawatir lagi, jujur dari tadi dia gelisah karena belum mendapatkan kabar dari suaminya.
" Mommy" panggil Kenzo
" Iya sayang "
" Abang lapar"
" Uh kasihan anak mommy, bentar ya mommy ambilkan nasi dulu"
Anggun berjalan kedapur untuk mengambil nasi untuk anaknya. Sampai didapur Anggun langsung mengambil nasi, minum dan tak lupa juga buah.
Anggun kembali ketempat Kenzo dengan membawa nampan ditangannya. Anggun meletakkan nampannya diatas meja.
" Abang mau mommy suapin?" tanya Anggun
" Makasih mommy, abang makan sendiri aja"
Anggun menyerahkan buah terlebih dahulu kepada Kenzo. Karena makan buah lebih dulu baru bagus, daripada makan buah setelah makan. Itulah yang selalu Anggun terapkan untuk keluarganya.
Selesai makan buah, barulah Kenzo makan nasi. Tak lupa dia berdoa dulu sebelum makan. Suapan demi suapan masuk kedalam mulut Kenzo. Tak berselang lama nasi tadi pun habis tak bersisa.
" Alhamdulillah habis"
" Pintar anak mommy" puji Anggun.
Saat Anggun akan membawa piring kotor kedapur, namun ditahan oleh Kenzo.
" Abang aja yang bawa piring kotornya Mom" kata Kenzo.
__ADS_1
" Emang abang bisa?"
" Bisa dong, abang kan sudah gede Mom"
" Ya sudah, hati-hati bawa nya ya"
" Siap mommy"
Kenzo membawa nampan yang berisi piring kotor kedapur. Kenzo membawanya dengan sangat hati-hati. Sampai disapur, Kenzo meletakkan piringnya diatas wastafel.
Kerena wastafelnya agak tinggi, Kenzo mencari kursi kecil untuk berdiri. Kenzo mencuci bersih piring kotor tadi. Setelah selesai mencuci piring Kenzo kembali ketempat mommy nya.
Kenzo kaget melihat mommy nya membaca majalah tempat dia bekerja. Kenzo takut ketahuan kalau dia menjadi model. Kenzo berjalan menghampiri mommy nya.
" Mommy nggak bosan lihat majalah terus?" tanya Kenzo.
" Tidak, mommy malah suka. Karena dari majalah ini mommy bisa tau pakaian, sepatu sama tas apa yang lagi trend" kata Anggun.
" Tapi abang nggak pernah lihat mommy belanja barang-barang yang ada dimajalah itu"
" Walaupun mommy nggak suka, tapi mommy nggak boleh ketinggalan info juga kan" kata Anggun sambil menutup majalah yang dia baca.
" Huufftt" Kenzo merasa lega karena mommy nya tidak melanjutkan membaca majalah.
Anggun mendengar putranya membuang napas pun bertanya. " Abang kenapa?"
" Nggak apa-apa mommy. Abang cuma capek karena cuci piring tadi" jawab Kenzo sambil tersenyum.
" Masa cuma cuci piring satu aja abang udah capek"
" Abang cucinya tiga loh mommy"
" Kok bisa tiga"
Anggun tersenyum mendengar ucapan putranya itu. " Anak mommy sudah besar" kata Anggun sambil membelai rambut putranya itu.
Ting nong
Bel dirumah Anggun pun berbunyi.
" Abang aja yang buka pintu nya Bik" kata Kenzo yang melihat Bik Mirna berjalan menuju pintu.
Belum sempat Mirna menjawab, Kenzo sudah berlari menuju pintu utama.
Ceklek
Saat pintu terbuka, tampaklah Oma, Opa, dan paman kecilnya.
" Assalamualaikum" ucap mereka bertiga.
" Wa'alaikum salam " balas Kenzo.
Kenzo mengajak Oma, Opa dan paman kecilnya keruang keluarga. Kenzo sangat senang karena nanti dia bisa pergi jalan-jalan sama pamannya.
" Mommy coba lihat siapa yang datang" kata Kenzo.
Anggun pun menoleh kearah suara. " Mama, papa, adek, kalian datang" kata Anggun sambil menyalami kedua orangtuanya.
Aska bersalaman sama kakak yang paling dia sayangi. Mereka semua duduk disofa yang ada disana.
" Adek kakak sudah besar sekarang" kata Anggun.
" Tentu saja, mana mungkin aku akan kecil seperti Kenzo terus" kata Aska.
__ADS_1
" Abang sudah besar, paman yang masih kecil" protes Kenzo karena dibilang masih kecil.
" Iya..iya abang sudah besar. Kak aku ajak Ken ke mall bentar, boleh ya" Kata Aska
" Boleh, tapi kalian harus hati-hati ya" kata Anggun.
" Siap bos" kata Aska sambil memberi hormat pada kakaknya itu.
" Asik ke mall" kata Kenzo
" Abang ganti baju dulu " titah Anggun pada Kenzo.
" Ya mommy"
Kenzo bergegas kekamarnya untuk mengganti baju nya.
" Coba lihat cucu kamu Ma, dia kegirangan karena diajak pergi jalan-jalan sama pamannya" kata Wiguna.
" Iya Pa, mungkin karena sering dikurung sama mommy nya, jadi dia jarang pergi main keluar" kata Kiara.
" Bukan dikurung Ma, lagian bukan cuma Kenzo yang jarang keluar, aku pun juga gitu. Mas Vandy juga sibuk dikantor, jadi kami jarang pergi keluar" kata Anggun.
" Besok kalau suami kamu sudah pulang, papa akan ceramahin dia habis-habisan" kata Gunawan.
Kenzo pun kembali dengan pakain dan rambut yang rapi. Semua orang disana tersenyum melihat Kenzo. Kenzo memang mirip dengan daddy nya dalam semua hal. Gaya rambut, pakaian pokoknya semuanya.
" Tampan sekali cucu Oma" puji Kiara.
" Makasih Oma, Oma juga cantik" puji balik Kenzo.
" Kalian perginya sama apa?" tanya Anggun pada Aska.
" Sama motor, pinjam motor abang ya Kak" kata Aska
" Ambil kuncinya didalam laci meja itu Dek" tunjuk Anggun kelaci meja dekat guci"
Aska mengambil kunci motornya. Setelah kunci motor didapat, Aska pun berpamitan.
" Kita pergi dulu semuanya. Assalamualaikum " pamit Aska.
" Wa'alaikum salam, hati-hati dijalan" kata Anggun.
Aska memasangkan helem kekepala Kenzo. Aska. menghidupkan motornya. Kenzo naik keatas motor, kemudian Aska pun melajukan motornya menuju salah satu mall milik keluarganya.
Aska dapat melihat kegembiraan dia wajah keponakannya itu. Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, mereka pun sampai di mall milik Wiguna.
Aska memarkirkan motornya. Setelah itu dia membuka helem yang ada dikepala Kenzo. Aska menitipkan helem mereka ditempat penitipan helem.
Mereka berdua masuk kedalam mall. Saat memasuki mall semua mata tertuju pada mereka. Para pengunjung terpesona melihat ketampanan mereka.
Aska menyadari ada dua orang yang sedang mengikuti mereka, sejak dari parkiran tadi. Namun Aska bersikap tenang, dia tidak ingin membuat Kenzo takut. Aska yakin orang itu tidak akan berani menyakiti ditempat yang rame.
Siapa orang-orang ini sebenarnya. Mereka mau apa?
To be continue...
Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian untuk Author ya guys..
Jangan lupa vote nya..
Happy Reading Guys.. 😉😉😉
__ADS_1