Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Akhirnya Baikan


__ADS_3

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 12 Siang. Itu tandanya waktu istirahat untuk para karyawan. Para karyawan pun langsung menyerbu kantin kantor. Tapi tidak dengan Anggun dan kedua sahabatnya. Mereka akan makan siang diruangan Vandy.


Anggun dan kedua sahabatnya masuk kedalam lift dan menuju lantai 30.


" Sil, lo kenapa?" tanya Anggun


" Gue lagi ada masalah sama Gio Nggun" jawab Sisil.


" Lo berantem sama suami lo?" tanya Sinta


" Iya" jawab Sisil sedih.


" Coba ceritain ke kita" ucap Anggun.


Sisil pun mulai menceritakan perihal yang membuat dia berantem sama Gio. Anggun dan Sinta mendengarkan Sisil bercerita. Anggun dan Sinta kaget mendengar cerita Sisil.


" Kenapa lo bicara seperti itu" kata Anggun


" Habis aku bingung Nggun" ucap Sisil.


" Lo nggak boleh putus asa gitu dong, lagian pernikahan kalian masih baru" kata Anggun.


" Iya Sil, lagian diluar sana banyak yang menikah sudah lama belum dikasih momongan" tutur Sinta.


Ting


Pintu lift pun terbuka. Anggun dan kedua sahabatnya keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan Vandy.


" Habis makan siang kita bahas masalah ini lagi" kata Anggun.


Mereka bertiga pun masuk kedalam ruangan Vandy.


" Udah lama ya nunggu nya?" tanya Anggun.


" Nggak kok sayang, Aldi sama Gio juga baru nyampe" jawab Vandy.


Para istri pun bergabung dengan para suami mereka. Seperti biasa para istri melayani suami mereka dengan telaten.


" Sayang, Mas mau disuapin sama kamu" ucap Vandy.


" Manja amat lo" kata Aldi.


" Iri bilang bro" kata Vandy.


" Sudah-sudah, kita mau makan siang kesini bukan mau mendengarkan perdebatan kalian" tutur Anggun.


Vandy dan Aldi pun diam, daripada singa betina ngamuk.


Anggun mulai menyuapi suaminya itu. Setelah Anggun menyuapi suaminya, barulah dia menyuapi dirinya sendiri. Begitulah seterusnya.


Aldi dan yang lain hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat tingkah manja Vandy. Mereka tidak menyangka Vandy mempunyai sifat manja juga.


Aldi tersenyum melihat nafsu makan istrinya. Ya porsi makan Sinta lebih banyak dari biasanya. Sinta yang melihat suaminya senyam-senyum sendiri pun bertanya.


" Kamu sakit Bee?" tanya Sinta


" Nggak Honey" jawab Aldi.


" Terus kenapa kamu senyam-senyum gitu" ucap Sinta


" Liat nafsu makan kamu" kata Aldi.


" Emang ada yang salah dengan nafsu makan aku?" tanya Sinta.


Aldi menjawab dengan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Semua makanan yang ada diatas meja pun habis tak bersisa. Yang paling banyak makan tentu saja Anggun dan Sinta. Selesai makan para istri membereskan piring kotor ke wastafel yang ada diruangan Vandy, dan mencuci bersih piring tersebut.


Selesai mencuci piring, mereka bertiga kembali bergabung bersama suami mereka. Vandy mulai membahas masalah Sisil dan Gio. Karena Gio sudah menceritakan semuanya kepada Vandy dan Aldi.


" Gue pengen kalian menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin, dan tidak membiarkan masalah ini berlarut-larut" ucap Vandy.


" Kami tinggal kalian berdua saja diruangan ini, dan gue berharap kalian cepat menyelesaikan masalah kalian" ucap Aldi.


Mereka berempat pun keluar dari ruangan Vandy dan memberikan waktu buat Gio dan Sisil untuk menyelesaikan masalah mereka.


Sepeninggal para sahabat mereka hanya ada keheningan diantara mereka. Tidak ada yang mau memulai percakapan duluan.


" Kok mereka belum ada yang ngomong sih" kesal Sinta.


" Tunggu sebentar lagi" ucap Anggun.


Ya mereka berempat menguping didepan pintu ruangan Vandy. Karena jiwa kepo mereka sedang meronta-ronta.


Setelah seperkian menit belum juga ada yang memulai pembicaraan.


" Sweety"


" Oppa"


Gio dan Sisil pun tersenyum.


" Maaf"


" Maaf"


Mereka barengan lagi.


" Maafkan aku, Oppa" ucap Sisil tulus


Sisil pun terharu mendengar ucapan suaminya.


" Aku juga minta maaf karena tadi Pagi sudah cuekin kamu" ucap Gio


Air mata Sisil pun tidak bisa ditahan lagi. Sisil pun menangis, karena dia benar-benar sedih karena mengingat sikap suaminya tadi Pagi.


Gio memeluk istrinya, membelai rambut sang istri, dan berusaha menenangkan istrinya itu. Gio mencium pucuk kepala istrinya.


" Jangan pernah bicara cerai lagi" ucap Gio


Sisil mengangguk kan kepalanya.


" Kalau kamu belum hamil mungkin belum rezeki kita. Jadi kamu nggak boleh berputus asa, kita akan berusaha lebih keras lagi" ucap Gio


" Iya Oppa"


" Sekarang kita baikan?" tanya Gio


Sisil mengangguk kan kepalanya kembali.


Gio menghapus air mata sang istri. Saat Gio akan mencium bibir istrinya, tiba-tiba teman-temannya datang.


Ck mengganggu saja


Vandy dan Aldi tersenyum melihat ekspresi Gio. Vandy memang sengaja masuk ketika Gio akan mencium Sisil tadi.


" Lo kalau mau mesum jangan diruangan gue dong" ucap Vandy.


" Tau lo, disinikan banyak anak dibawah umur" tambah Aldi.


" Siapa yang kamu bilang anak dibawah umur Bee?" tanya Sinta

__ADS_1


" Ng-nggak ada Honey" jawab Aldi gugup


" Nah gitu dong baikan" ucap Anggun.


" Makasih ya Nggun, Sin" ucap Sisil


" Itulah gunanya sahabat" ucap Anggun


" O iya gimana acara liburan kita? Jadi atau batal?" tanya Sinta


" Jadi dong" jawab Anggun


Mereka pun menghabiskan waktu dengan mengobrol, setelah jam istirahat selesai Anggun dan kedua sahabatnya kembali keruangan mereka. Begitu juga dengan Aldi dan Gio.


Sore hari.


Semua karyawan bersiap untuk pulang. Tak terkecuali Anggun dan kedua sahabatnya. Anggun membereskan meja kerjanya. Setelah semua selesai mereka bertiga pun pergi menuju parkiran.


Sampai diparkiran Anggun dan Sinta masuk kedalam mobil Sisil. Ya Anggun dan Sinta tidak membawa mobil, jadi mereka nebeng sama Sisil.


Sisil melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan. Saat melewati pedagang rujak Sinta meminta Sisil berhenti.


" Kenapa berhenti disini?" tanya Anggun


" Gue mau makan rujak Nggun" jawab Sinta.


" Ok kita beli" kata Anggun


Sisil menepikan mobilnya. Setelah mobil terparkir mereka bertiga pun keluar dari dalam mobil.


" Kang pesan 3 porsi rujak " ucap Sisil


" Baik Neng"


Akang itu pun mulai membuatkan pesanan Anggun dan kedua sahabatnya. Tak berapa lama pesanan mereka pun datang.


Ketiga cewek cantik itu pun mulai menyantap rujak yang ada didepan mereka. Suapan pertama masuk dengan begitu mulusnya kedalam mulut mereka.


Suapan demi suapan masuk kedalam mulut mereka dan tak berselang lama rujak pesanan mereka pun habis tak bersisa.


" Ya habis" ucap Sinta


" Lo mau nambah lagi?" tanya Anggun


" Iya Nggun" jawab Sinta


Anggun pun memesan satu porsi rujak lagi buat Sinta.


" Makasih Nggun, lo memang best lah" ucap Sinta


Rujak pesanan Sinta pun datang, tanpa menunggu lama, Sinta langsung menyantap rujak keduanya. Tak butuh waktu lama rujak itu pun ludes tak bersisa.


" Masih mau lagi?" tanya Anggun


" Udah cukup Nggun" jawab Sinta


Anggun pun membayar 4 porsi rujak tadi. Setelah membayar pesanan, mereka pun masuk kedalam mobil dan Sisil melajukan mobilnya kembali menuju rumah mereka.


To be continue


Up nya segitu dulu ya Readers, Insya Allah ntar sore aku Up 1 bab lagi.


Jangan lupa mampir ke novel Author yang 1 lagi ya.. 🙏🙏


Happy Reading Guys.. 😉😉

__ADS_1


__ADS_2