
Rombongan keluarga Vandy sudah sampai di kediaman Agatha. Keynan dan sang istri menyambut kedatangan keluarga besar calon besan mereka.
" Selamat datang calon besan" ucap Keynan sambil memeluk Vandy. Vandy membalas pelukan Keynan.
Keynan mengajak Vandy dan keluarga besarnya ke taman, tempat acara akan dilaksanakan.
Para tamu yang sudah hadir berdiri dari duduknya. Mereka menyambut kedatangan Vandy dan keluarga besarnya.
" Selamat datang tuan" sapa para rekan bisnis Vandy.
" Terima kasih"
Vandy dan keluarga besarnya duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh tuan rumah. Karena calon besannya sudah datang acara pertunangan pun segera di mulai.
Melodi duduk berseberangan dengan Kenzo. Saat MC sudah memulai acaranya dua sejoli itu malah sibuk melirik satu sama lain. Mereka berdua tidak menghiraukan apa yang di ucapkan MC itu.
Acara pertama di mulai dengan penyerahan seserahan lamaran pada pihak keluarga perempuan. Anggun menyerahkan seserahan yang mereka bawa tadi pada calon besannya.
Setelah acara seserahan lamaran selesai. Barulah mereka masuk ke acara inti, yaitu tukar cincin antara Kenzo dan Melodi.
" Bang, yuk naik ke podium" titah sang mommy.
" Ah, ia Mom"
Vandy, istri dan putranya naik keatas podium. Begitu juga dengan Reynan, istri dan putrinya. Sekarang kedua keluarga itu sudah berada di atas podium. MC meminta Kenzo dan Melodi untuk maju ke depan. Kedua sejoli itu pun maju ke depan.
" Sekarang waktunya untuk memasang kan cincin di jari masing-masing"
Tiara maju dengan membawa kotak berwarna merah. Kenzo mengambil cincin yang lebih kecil dari jarinya, kemudian diawali dengan membaca bismillah, Dia mulai menyematkan cincin itu di jari manis sang kekasih.
Prok..prok.
Suara tepuk tangan pun menggema di taman itu. Sekarang giliran Melodi, Dia mengambil cincin yang satunya lagi. Dengan diawali dengan membaca bismillah, dia menyematkan cincin di jari manis sang kekasih.
" Sekarang mereka berdua sudah resmi bertunangan" teriak MC itu.
Prok..prok.
Riuh bunyi tepuk tangan pun mengakhiri acara inti pada malam itu. Para tamu yang hadir dipersilakan untuk mencicipi hidangan yang sudah di sediakan oleh tuan rumah.
Kedua insan yang baru saja bertunangan itu juga mencicipi hidangan yang ada di sana. Mereka bergabung dengan para sahabatnya. Sedangkan orang tua mereka juga berkumpul dengan sahabat mereka.
" Selamat ya untuk kalian berdua" ucap Keyra dan Dira.
" Makasih" balas Melodi sambil memeluk kedua sahabatnya itu.
Gian dan Tristan juga mengungkapkan selamat pada Kenzo. Mereka turut bahagia karena sahabatnya itu sudah mengalami kemajuan dalam hubungannya.
" Doain gue juga secepatnya menyusul lo" kata Gian.
" Menyusul ke mana?" tanya Kenzo.
" Tunangan lha, masa ia ke akhirat"
Pletak..
" Kalau ngomong itu yang bener" kata Kenzo setelah memukul kepala Gian dengan ponselnya.
" Sudah-sudah, kalian berdua berisik sekali. Gue mau makan pun tak bisa" protes Tristan.
" Heh Maisaroh! kalau lo mau makan ya makan aja. Apa urusannya sama kita coba?" kata Gian.
__ADS_1
" Suara kalian berdua itu bikin rasa masakan ini jadi hambar" kata Tristan.
" Wah..wah..udah ngelunjak lo sekarang ya?" kata Kenzo.
" Kita apakan nih bocah, Ken?" tanya Gian.
" Gimana kalau kita ceburkan ke kolam renang yang ada di sana" jawab Kenzo.
" Ide bagus. Yuk kita angkat badannya" kata Gian.
" Berani kalian berdua nyentuh calon suami gue, maka kalian berdua tanggung akibatnya" kata Dira.
" Wih.. di belain sama Satpamnya Ken" kata Gian.
" Ia dong" kata Tristan dengan bangganya.
" Sudahlah yank, sekarang kita makan" kata Melodi pada tunangannya.
" Hhmm"
Akhirnya perdebatan yang tidak berfaedah itu selesai juga. Mereka mulai menyantap makanan yang ada di piring mereka masing-masing.
Kenzo dan Melodi tidak malu-malu menunjukkan kemesraan mereka. Dua sejoli itu makan saling suap-suapan.
" Berhenti pamer kemesraan di sini" kata juga Gian.
" Ia. Bikin selera makan gue ilang aja" kata Tristan.
" Seperti ada yang ngomong, tapi kok nggak ada orangnya" kata Kenzo.
" Ck.. emang lo pikir kita berdua demit apa" kata Gian.
" Ia yank, tapi aku nggak liat ada orangnya" kata Melodi.
" Kalian berdua emang pasangan yang cocok" kata Tristan.
" Ia, pasangan yang nggak ada akhlak" kata Gian.
" Cepat makan yank, suara demit-nya makin serem" kata Kenzo.
" Roma!"
" Apaan sih Ani, Maisaroh"
" Kalian berdua keterlaluan!" kata Gian.
" Bodo amat" kata Kenzo dan Melodi berbarengan.
" Honey, coba liat satu pasang kekasih itu" adu Gian pada sang kekasih.
" Ralat ya, hubungan kita satu level di atas kalian berdua" kata Kenzo.
" Ck..baru tunangan beberapa detik aja udah sok kalian" kata Dira.
" Oh tentu, setidaknya nasib sudah jelas " kata Melodi
" Kalian berdua kok makin ngeselin sih" kata Keyra.
Melodi dan Kenzo saling lirik, lalu mereka tertawa bersama. Sungguh menyenangkan membuat para sahabat mereka kesal dan juga bete.
Sedangkan di sudut lain seorang remaja juga sedang memperhatikan gadis kecil yang dia suka. Dia baru tau kalau gadis yang dia suka anak orang terkaya di Asia. Seulas senyum pun terbit di bibirnya.
__ADS_1
" Daddy benar, gue nggak boleh main-main lagi. Karena gadis yang gue suka, putri dari orang yang berkuasa di Asia"
Darren sudah memutuskan untuk pergi keluar negeri. Dia tidak ingin gadis kecilnya memandang dia lemah dan hanya mengandalkan harta orang tuanya.
Mata Darren membulat besar, melihat siapa yang duduk di sebelah gadis kecilnya. Tiba-tiba aura di sekitar Darren menjadi gelap. Para bodyguardnya bergidik ngeri, karena mereka sudah lama tidak merasakan aura seperti ini lagi.
" T-tuan muda" sapa salah satu bodyguardnya.
" Huuuh! Saya tidak apa-apa"
Dia bilang tidak apa-apa, tapi auranya seperti singa yang akan menerkam mangsanya.
" Jangan coba-coba mengumpat saya" kata Darren pada bodyguardnya.
Mamp*s! kenapa tuan muda bisa tau.
" Say bisa tau semua yang kamu pikirkan" lanjut Darren.
Gleg.
Bodyguard itu susah payah menelan ludahnya mendengar ucapan tuan mudanya. Dia tidak menyangka kalau tuan mudanya bisa membaca apa yang dia pikirkan.
" Apa tuan muda masih mau disini?"
" Saya mau tau nama gadis kecil itu"
" Kenapa tuan muda tidak tanya sama tuan besar yang lagi ngobrol sama ayah gadis itu"
" Dasar bodoh! kalau gue ke sana sekarang, kedua orang tua gadis itu akan tau identitas gue"
" Ma-maaf tuan muda"
Oh Tuhan bantulah aku untuk mengetahui nama gadis kecil itu.
Sepertinya tuhan mendengar doa Darren. Ada seseorang orang yang memanggil nama asli gadis kecil itu.
" Zanna Kirania Dwipangga, maukah kau menjadi kekasihku" ucap anak laki-laki yang ada si sebelah Kiran.
Zanna Kirania Dwipangga, nama yang cantik seperti orangnya. Tunggu aku kembali gadis kecilku.
Darren pun berlalu pergi meninggalkan tempat pesta itu. Diikuti sama bodyguardnya di belakang.
Kiran sedari tadi menyadari ada orang yang memperhatikannya. Dia menoleh ke arah tempat Darren berdiri tadi. Tapi dia tidak melihat siapapun ada di sana.
" Princess kenapa?" tanya Daffin.
" Tadi seperti ada orang di sana?" tunjuk Kiran ke arah tempat Darren berdiri tadi.
Daffin melihat ke arah yang di tunjuk Kiran. Dia tidak melihat siapa-siapa di sana. " Tidak ada orang di sana?"
" Mungkin dia sudah pergi"
Kiran kembali menyantap cake yang ada di hadapannya. Tapi pikirannya masih memikirkan siapa orang yang sudah menatapnya tadi. Kiran juga merasakan aura yang sangat gelap tadi.
Siapa orang yang mempunyai aura sekuat tadi.
To be continue.
Tinggal beberapa bab lagi, cerita ini akan segera tamat. Dan kita akan masuk ke cerita Kiran dan double D, tentunya di buku baru ya Reader terzayang 😉😉
Happy Reading 😚😚
__ADS_1