
Setelah diperiksa Anggun dan dokter Linda kembali duduk. Anggun berharap calon bayi yang ada dalam perutnya baik-baik aja.
" Bagaimana Dok?" tanya Anggun
" Keadaan janinnya agak lemah nona. Untung nona cepat kesini, kalau tidak nona bisa keguguran" jelas Linda.
" Ke-keguguran"
" Iya nona"
" Tapi kenapa bisa janin saya lemah Dok?" tanya Anggun.
" Mungkin nona terlalu banyak pikiran"
" Tidak juga Dok"
" Bukan hanya banyak pikiran, sedih dan shock itu juga bisa jadi pemicu nya nona"
" Saya akan lebih berhati-hati lagi Dok. Tapi apa sekarang janin saya baik-baik aja?"
" Untuk sekarang masih baik nona, saya harap kedepannya nona jangan banyak pikiran lagi.Nanti saya akan beri obat penguat janin"
" Terima kasih Dok. Saya permisi dulu"
" Sama-sama nona"
Setelah berpamitan Anggun pun keluar dari ruangan dokter Linda. Anggun kaget karena suaminya sudah berada didepan pintu ruangan dokter Linda.
Apa Mas Vandy mendengar semuanya.
Vandy memeluk istrinya. " Maafkan Mas sayang"
" Maaf untuk apa?"
" Karena sudah mengabaikan kamu, Kenzo dan juga calon baby kita sayang"
" Mas nguping pembicaraan aku sama dokter Linda"
" Iya sayang, Mas dengar semuanya"
" Aku tau dan ngerti Mas lagi bersedih, aku pun merasakan itu. Tapi aku nggak habis pikir aja Mas mengabaikan aku dan Kenzo"
" Iya sayang, untuk itu Mas minta maaf sama kamu. Mas sungguh-sungguh minta maaf sayang" ucap Vandy sambil menangis.
" Aku udah memaafkan kamu Mas"
" Makasih sayang. Mas janji tidak akan mengulangnya lagi"
" Aku pegang janji Mas"
" Iya sayang"
__ADS_1
Vandy berjongkok pas didepan istrinya, Vandy mengelus perut sang istri. " Maafkan daddy ya sayang. Karena kesalahan daddy, kamu hampir celaka" ucap Vandy.
" Kita kembali ketempat mama yuk Mas" ajak Anggun.
" Hhhmm"
Mereka pun pergi meninggalkan ruangan dokter Linda, dan kembali ruang ICU. Sesampainya diruang ICU mama dan papa Anggun juga sudah ada di sana.
Anggun bersalaman sama mama dan papanya, diikuti sama Vandy.
" Kalian ke toilet lama banget?" tanya Kiara.
" Iya Ma, tadi perut aku mules" jawab Anggun bohong.
Dokter keluar dari ruang ICU.
" Bagaimana keadaan papa saya Dok?" tanya Vandy.
" Keadaan tuan besar baik-baik saja, dia sudah melewati masa kritisnya, sebentar lagi akan dipindahkan keruang rawat" kata Dokter.
" Alhamdulillah" ucap mereka semua.
" Terima kasih dokter" ucap Vandy
" Sama-sama tuan muda. Kalau begitu saya permisi dulu" pamit sang dokter.
" Silakan Dok, sekali lagi terima kasih" kata Vandy.
Sekarang mereka semua sudah berkumpul diruang rawat inap. Mereka tinggal menunggu Dwipangga siuman. Mereka duduk di sofa yang ada di sana.
" Ma kenapa papa bisa kecelakaan?" tanya Vandy.
" Kata saksi yang melihat kecelakaan itu, mobil papa kamu mogok dijalan, saat pak sopir mau melihat mesin mobilnya tiba-tiba datang mobil dari arah belakang dan langsung menabrak mobil papa. 'Orang itu bilang yang mengendarai mobil itu dalam keadaan mabuk" jelas Diana.
" Terus gimana keadaan Pak Diman?" tanya Vandy lagi.
" Pak Diman sudah baik-baik saja, dia hanya mendapatkan luka di keningnya, dan sudah dijahit 3" kata Diana.
" Mommy, abang ngantuk" kata Kenzo.
" Abang mau bobok?" tanya Anggun
Kenzo menganggukkan kepalanya.
" Kalian pulanglah dulu, abang pasti kecapean" kata Diana
" Kalau kami pulang terus papa gimana?" tanya Vandy.
" Papa sudah baik-baik saja. Kamu kan dengar juga apa kata dokter tadi" jawab Diana.
" Baiklah Ma, besok kita kesini lagi" kata Vandy
__ADS_1
" Iya, Kamu juga pulang sama suami kamu" kata Diana pada Vanya.
" Kalau aku pulang, mama disini sama siapa?" tanya Vanya.
" Sama besan mama" jawab Diana.
" Iya, kalian pulanglah, kami akan disini menemani mama kalian" kata Kiara.
" Makasih Ma" ucap Anggun dan Vandy.
Setelah berpamitan Anggun suami dan anaknya pun pergi, diikuti sama Vanya dan Marko.
" Abang sini daddy gendong"
Kenzo pun naik kepunggung daddynya, belum sampai diparkiran Kenzo sudah tertidur. Mungkin karena sudah ngantuk berat, makanya Kenzo cepat terlelap.
Anggun membuka pintu belakang, kemudian dia menyetel kursi dibelakang, supaya Kenzo tidur dengan nyaman. Vandy membaringkan Kenzo di kursi belakang, setelah selesai Vandy masuk kedalam mobil, begitu juga dengan Anggun.
Mobil melaju meninggalkan rumah sakit, menuju kekediaman mereka. Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan didalam mobil. Vandy fokus menyetir, sedangkan Anggun asik dengan lamunannya.
Mereka pun sampai dirumah utama. Vandy memarkirkan mobilnya. Vandy menggendong Kenzo kembali kedalam rumah, sebelum masuk kedalam rumah, Vandy minta tolong kang Tito untuk memasukkan mobilnya kegarasi.
Mereka bertiga langsung menuju kamar. Vandy membawa Kenzo kekamar mereka, Sesampainya dikamar, Vandy membaringkan Kenzo diatas kasur king size nya.
" Mas, aku mau mandi dulu ya"
" Mandi bareng aja yuk sayang"
" Nggak mau, nanti Mas ngerjain aku"
" Nggak sayang, mas janji kita cuma mandi aja"
" Awas ya kalau Mas bohong"
Tanpa menunggu lama, Vandy langsung menggendong sang istri kekamar mandi. Sampai dikamar mandi Vandy membantu istrinya untuk membuka pakaiannya.
Walaupun sudah lama berumah tangga, dan sudah mau punya anak dua, Anggun masih saja malu. Setelah pakaiannya terlepas semua Anggun bergegas masuk kedalam bathtub.
Masih saja malu, padahal aku sudah lihat setiap inci dari tubuhnya.
Vandy mandi dibawah guyuran air shower. Anggun senang karena suaminya menepati janjinya. Setelah 10 menit lamanya, mereka pun menyudahi acara mandi bersamanya.
Vandy memakai jubah handuk, kemudian dia juga memakaikan jubah handuk kepada istrinya. Vandy menggendong Anggun keluar dari kamar mandi.
Setelah mereka memakai baju tidur, Anggun dan Vandy ikut bergabung tidur dengan Kenzo. Anggun memeluk Kenzo, begitu juga dengan Vandy. Mereka pun mulai menyusul Kenzo kedunia mimpi.
To be continue..
Hallo Readers ku semua. Author minta saran dari kalian ya. Kisah cinta Kenzo dan kedua sahabatnya mau lanjut disini atau dibikin judul baru.
Jangan lupa like, komen dan vote nya ya..
__ADS_1
Happy Reading Guys.. 😉😉