
Karena Melodi lagi sakit, mereka pun menunda sesi latihannya, mereka berempat pun memutuskan kembali kekelas. Karena sebentar lagi bel berbunyi.
Kenzo cs langsung duduk di bangku mereka masing-masing, begitu juga dengan Melodi. Melodi mengambil buku tulisnya dan menulis sesuatu.
Setelah menulis dua kata di buku itu, Melodi memberikannya pada Kenzo. Kenzo mengerutkan alisnya. Dia melirik Melodi menanyakan maksud cewek itu.
" Baca aja"
Kenzo membuka buku tulis itu. 'Terima kasih', itulah kata yang tertulis di buku itu.
Kenzo mengambil pulpen dalam tasnya, kemudian dia juga menulis di buku tulis Melodi. Setelah itu dia memberikan buku tulis itu kembali pada Melodi.
Melodi membuka buku yang tulis itu, Dia mengerucutkan bibirnya setelah melihat tulisan yang di buat Kenzo. ' Hmmm' , itulah kata yang ditulis Kenzo.
Dasar beruang madu.
Bel berbunyi, semua murid pun masuk kedalam kelas.Tak berselang lama guru pun masuk kedalam kelas. Semua murid yang tadi riuh diam seketika.
" Siang anak-anak"
" Siang Buk"
" Karena Ibuk ada urusan yang mendadak, kalian Ibuk kasih aja tugas, dan kerjakan berkelompok. Mengerti?!"
" Mengerti Buk"
" Anggota kelompoknya kalian bisa cari sendiri"
" Siap Buk"
Guru itu pun menulis di papan tulis, soal-soal yang akan mereka kerjakan. Ada 30 soal yang akan mereka kerjakan, semua murid itu pun kaget karena banyaknya soal yang di berikan guru mereka.
" Buk apa soalnya nggak bisa di kurangi?" tanya siswa cowok.
" Ini sudah Ibuk kurangi. Rencananya tadi Ibuk mau kasih 50 soal"
" Hah! " kaget mereka semua.
" Baiklah, kalian catat semua soalnya. Kalau sudah selesai kalian boleh pulang. Ibuk permisi dulu, selamat siang anak-anak"
" Siang Buk "
Guru itu pun pergi meninggalkan kelas. Setelah guru mereka pergi, semua murid pun sibuk mencari anggota kelompok mereka masing-masing.
" Ken, aku kelompok sama kamu ya" kata Cantika.
" Kelompok gue, anggotanya sudah cukup" kata Kenzo.
" Mel, bolehkan gue satu kelompok sama lo?" tanya Cantika pada Melodi.
" Boleh kok" kata Melodi.
" Makasih Mel" ucap Cantika.
" Lo apa-apaan si" kata Kenzo pada Melodi.
" Kasihan dia, jadi boleh ya Cantika masuk di kelompok kita" pinta Melodi dengan mata puppy eyes nya.
Imut banget sih ni cewek, siapa yang bisa menolak kalau melihat dia seimut ini.
" Baiklah" pasrah.
" Makasih Ken"
" Hhmm"
" Oh ya, kapan kita kerjakan soal-soalnya?" tanya Gian.
" Sekarang aja " kata Kenzo.
" Disini?" tanya Cantika.
__ADS_1
" Hhhmm"
" Gimana kalau kita ke rumah aku aja" usul Cantika.
" Nggak, di sini aja" tolak Kenzo.
Seketika wajah Cantika berubah murung. Dia tidak mengerti kenapa Kenzo selalu menolak dia. Apa kurangnya dia dari cewek dekil itu.
" Nggak apa-apa Ken, sekali-kali ya" bujuk Melodi.
Kenzo melirik Melodi. Melodi yang sadar di lirik Kenzo pun tersenyum pada Kenzo.
Deg.
Jantung Kenzo berdetak lebih cepat dari biasanya.
Oh God, kenapa dengan jantung gue.
" Ken, kenapa diam?" tanya Melodi.
" Ya udah "
Kenapa Kenzo dengan mudahnya menyetujui ucapan Melodi. batin Cantika.
Karena kesepakatan sudah di ambil, kalau mereka akan membuat tugas kelompoknya di rumah Cantika. Mereka semua pun keluar kelas dan pergi ke parkiran.
" Ken gue nebeng sama lo ya" kata Cantika.
" Sorry, gue sama Melodi. Lo nebeng sama Gian aja" kata Kenzo.
" Kok gue sih, Tristan aja" protes Gian.
" Motor gue cuma boleh di naikin princes Kiran " tolak Tristan.
" Gian ayolah kali ini aja bonceng Cantika, ya" pinta Melodi.
" Hah!, baiklah" Pasrah.
Walaupun sedikit kecewa, karena tidak bisa boncengan sama Kenzo.Tapi setidaknya dia bisa sama Gian. Cantika pun naik keatas motor Gian.
Saat di perjalanan ponsel Kenzo berbunyi. Kenzo pun terpaksa menepikan motornya sebentar. Gian dan Tristan pun ikut-ikutan berhenti.
Kenzo mengambil ponsel yang ada di dalam saku celananya. Kenzo tersenyum menatap layar ponsel, dan itu tidak luput dari penglihatan Melodi.
Manis banget dia kalau lagi senyum kek gitu. batin Melodi.
Kenzo menggeser tombol hijau yang ada di layar ponselnya.
" Hallo abang" terdengar suara di seberang sana.
" Ucap salam dulu sayang "
" Hehe, Assalamualaikum abang"
" Wa'alaikum salam"
" Abang lagi dimana?"
" Lagi di jalan, mau kerumah teman. Princes lagi apa?"
" Lagi di jalan juga"
" Mau kemana?"
" Mau kerumah Oma. Abang Tian mana?"
Kenzo memberikan ponselnya pada Gian.
" Hallo Princes"
" Hallo abang Tian"
__ADS_1
" Princes lagi apa?"
" Lagi di jalan"
" Mau kemana?, kok nggak ngajak abang Tian"
" Mau kerumah Oma. Abang Tian kan sekolah"
Kenzo merebut ponselnya dari Tian, karena kalau di biarkan mereka akan ngobrol sampai sore. Bisa-bisa nggak jadi bikin tugas sekolahnya.
" Ya udah, hati-hati dijalan ya sayang. Abang tutup dulu teleponnya. Assalamualaikum "
" Abang juga. Wa'alaikum salam"
Kenzo menyimpan kembali ponselnya di dalam saku celananya. Tristan sangat kesal sama Kenzo, karena mengganggu obrolannya sama Kiran.
" Lo jahat banget si Ken" kata Tristan.
" Diam, cepat jalan"
" Ck.. dasar muka datar" gumam Gian, tapi masih bisa di dengar oleh Kenzo.
" Apa lo bilang?!"
" Nggak ada. Yuk jalan"
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka kembali menuju rumah Cantika. Di sepanjang jalan, Melodi masih memikirkan siapa yang menelepon Kenzo tadi. Kenapa Kenzo memanggilnya dengan sebutan sayang.
Apa Kenzo sudah punya kekasih.
Akhirnya mereka pun sampai di rumah Cantika. Satpam yang melihat nona mudanya pulang pun membukakan pintu gerbang.
Mereka pun masuk menuju rumah utama.Rumah Cantika besar, walaupun tak sebesar rumah Kenzo.
" Yuk masuk" ajak Cantika.
" Kita mengerjakan tugasnya di taman aja" kata Kenzo.
" Ide bagus" kata Gian dan juga Tristan.
" Kalian duluan aja ya, aku mau bilang sama Bibik untuk membuatkan minuman dulu" kata Cantika.
Kenzo cs dan Melodi langsung menuju taman. Ditaman itu juga ada gazebo, mereka berempat pun duduk di kursi yang ada di sana.
" Rumah Cantika besar juga ya" kata Melodi.
" Lumayan" kata Gian dan juga Tristan.
" Mel, lo tinggal dimana sih?" tanya Tristan.
" G-gue tinggal di kontrakan, blok c" jawab Melodi bohong.
" Lo tinggal sendiri?, orangtua lo kemana?" tanya Gian.
" Orangtua gue di kampung" jawab Melodi.
(Author: " Di kampung mana Melππ").
(Melodi: " Kampung halaman thorππ").
" Hebat banget lo ya, masih kecil sudah bisa hidup mandiri" puji Gian.
Melodi hanya tersenyum mendengar pujian yang diberikan Gian tadi.
Tuhan maafkan Melodi karena sudah berbohong.
Cantika pun datang, diikuti sama bibik di belakang. Bibik itu pun meletakkan minuman dan juga camilan di atas meja. Setelah itu dia pamit undur diri.
" Silakan di minum" kata Cantika.
Mereka pun meminum jus yang di buatkan bibik tadi untuk mereka. Setelah itu mereka pun mulai mengerjakan tugas yang di berikan guru mereka tadi.
__ADS_1
To be continue..
Happy Reading..