
Keesokan harinya kedua keluarga sedang berkumpul di salah satu restoran terkenal di kota itu. Mereka sedang terlibat pembicaraan serius.
Suasana di dalam ruangan VVIP itu juga terasa agak panas bagi Kenzo. Ini kali pertamanya dia merasakan hal seperti ini, biasanya dia tidak akan pernah takut menghadapi apapun. Tapi entah mengapa kali ini melihat papi Melodi membuat nyalinya agak sedikit ciut.
Melodi menggenggam tangan kekasihnya itu. Dia tau kekasihnya lagi tegang. Kenzo membalas genggaman tangan kekasihnya, dia seperti mendapatkan energi yang berlipat ganda.
" Jadi bagaimana keputusan kalian berdua?" tanya Keynan.
" Kami sepakat untuk bertunangan dulu Om" jawab Kenzo tegas.
" Kenapa kamu berubah pikiran. Apa kamu keberatan dengan syarat yang Om berikan?"
" Tentu saja tidak. Aku cuma tidak ingin jika aku melakukan khilaf pada Melodi nanti dan menyebabkan dia hamil sebelum lulus sekolah. Aku akan dipisahkan dari mereka berdua" kata Kenzo sambil melirik papa Melodi.
Ternyata anak ini pintar juga. batin Keynan.
" Baiklah kalau kalian emang sudah setuju untuk bertunangan, maka kita akan lakukan pertunangannya satu bulan lagi. Bagaimana?" tanya Keynan.
" Saya setuju" jawab Vandy.
Kenzo dan Melodi saling lirik, kemudian mereka tersenyum. Dengan bertunangan mereka sedikit lega, karena mereka sudah terikat satu sama lain.
" Baiklah, karena keputusan sudah di ambil. Sekarang kita makan dulu, setelah itu baru kita lanjutkan lagi obrolannya" kata Tiara istri Keynan.
Para pelayan datang dengan membawa makanan favorit yang ada di restoran itu. Ya Keynan sudah memesan menu itu sebelum keluar Vandy datang. Setelah semua makanan tersaji di atas meja. Para pelayan itu pun pamit undur diri.
Sepeninggal pelayan itu, barulah mereka semua mulai menyantap hidangan yang ada di atas meja itu. Mereka menikmati hidangan itu dengan hikmat, tanpa ada yang bersuara sedikitpun.
Di tempat lain.
Kiran dan Daffin sedang pergi berbelanja di supermarket dekat komplek perumahan mewah itu. Ya Kiran tidak ikut pergi bersama kedua orang tua dan abangnya, karena Daffin sudah lebih dulu menjemput Kiran di rumahnya.
Mereka berdua sedang asik memilih camilan yang akan mereka makan nanti. Kiran hanya pergi berdua saja sama Daffin, karena Sinta sedang sibuk masak.
" Princess jangan banyak-banyak makan coklatnya. Ntar giginya sakit dan juga rusak"
" Ia Affin, Kiran ngambilnya cuma dua kok"
" Princess mau ice Cream nggak?" tanya Daffin.
" Boleh, yang rasa strawberry ya"
" Siap, tunggu disini ya"
" Ok"
Sepeninggal Daffin, Kiran melanjutkan memilih Snack yang ada di depannya. Karena Snack nya agak tinggi, Kiran mengambil kayu panjang yang tidak jauh darinya. Kiran mengarahkan kayu panjang itu ke arah Snack yang dia inginkan itu.
Naasnya kayu panjang itu tidak menjatuhkan satu Snack saja, tapi banyak Snack. Alhasil Snack itu berserakan di bawah. Kiran segera memunguti Snack itu satu persatu.
Salah satu karyawan supermarket itu kaget melihat banyaknya Snack yang jatuh. Dia segera menghampiri Kiran yang sedang fokus mengumpulkan snack-snack itu.
" Dasar anak nakal" kata pelayan itu sambil menjewer kuping Kiran.
" Awww, sakit" rintih Kiran.
" Gara-garanya kamu Snack ini jadi rusak!" kata Karyawan itu lagi.
__ADS_1
" Lepasin tangan anda dari telinga saya?!" kata Kiran.
" Tidak akan, kamu itu harus diberi hukuman karena berani merusak disini " kata pelayan itu tambah mengencangkan jewerannya di telinga Kiran.
" Lepaskan!"
Terdengar suara bariton dari belakang mereka. Pelayan itu sontak melihat kearah suara itu, tapi dia tidak melepaskan tangannya dari telinga Kiran.
" Apa kamu tidak dengar, lepaskan tangan gadis kecil itu!"
" Ck..kau siapa anak kecil? apa kau kakak gadis kecil ini?"
" Kau tidak perlu tau siapa aku, tapi yang jelas kau berani menyakiti gadisku!"
Tawa pelayan itu pecah mendengar ucapan anak laki-laki yang ada di hadapannya itu.
" Heh! anak kecil seperti kamu mau sok jadi jagoan, sekolah dulu sana?!"
" Ck..kau hanya seorang pelayan, jadi jangan sombong di depanku!"
Karyawan itu emosi mendengar ucapan anak laki-laki itu. Dia melepaskan tangannya dari telinga Kiran, kemudian berjalan menghampiri anak laki-laki itu.
" Berani sekali kau bicara seperti itu, terima ini" kata pelayan itu, sambil melayangkan tangannya pada anak lelaki itu.
Tapi tangannya menggantung di udara, karena bodyguard anak laki-laki itu menangis tangan pelayan itu.
" Jangan coba-coba menyentuh tuan muda kami, kalau kau tidak mau kehilangan tanganmu" kata bodyguard itu sambil menghempaskan tangan pelayan itu.
Siapa sebenarnya anak laki-laki ini, kenapa orang ini bilang tuan muda.
Manager supermarket itu mendengar ada keributan pun langsung menghampiri mereka semua.
" Ini Buk, gadis kecil ini membuat kerusakan" kata Karyawan itu.
Sang manager toko langsung melihat kearah Kiran yang masih memegang telinganya yang sakit, karena di jewer pelayan toko tadi.
" Apa benar yang dikatakan karyawan saya?" tanya manager supermarket itu.
" Benar saya yang merusak itu, tapi saya tidak sengaja" jawab Kiran tanpa rasa takut.
" Kau tau berapa harga barang yang kau rusak ini?"
" Tidak"
" Harganya sangat mahal, apa kau bisa menggantinya?"
" Aku yang akan mengganti kerugian yang di sebabkan gadis kecil itu"
" Kau siapa?" tanya manager toko itu.
" Anda tidak perlu tau siapa saya. Sebutkan saja berapa saya harus membayarnya?"
Manager toko itu, menatap anak kecil itu dari atas sampai bawah. Barang yang di pakai anak laki-laki itu, barang limited edition semua.
Dia pasti anak orang kaya. Aku akan meminta ganti rugi yang sangat besar, jadi aku bisa dapat untung yang banyak.
" Kau bisa ganti rugi semua kerusakan ini seharga 25 juta"
__ADS_1
Tawa anak kecil itu pecah. Tapi tawanya itu terdengar menyeramkan bagi orang yang mendengarnya, tapi tidak dengan Kiran. Gadis itu tetap tenang, dia akan jadi penonton dan juga korban yang lemah di sini.
" Anda tidak salah menyebutkan nominal uangnya?" tanya anak kecil itu.
" Kenapa? apa kamu tidak mempunyai uang sebanyak itu?"
" Ck..uang segitu tidak ada artinya bagi saya"
" Kalau begitu cepat ganti"
" Anda pikir saya bodoh! harga makan yang di rusak gadis kecil itu idak lebih dari 2 juta"
Deg.
Kenapa anak kecil ini bisa tau.
" Tapi kau tenang saja, aku akan bayar ganti rugi sebanyak yang kau mau" kata anak kecil itu sambil tersenyum smirk.
Manager supermarket itu sangat senang. Karena dia akan mendapatkan uang yang banyak dari anak laki-laki itu.
Anak lelaki itu mengambil kursi kayu yang tidak jauh dari sana. Dia berjalan menuju kaca jendela supermarket itu. Kemudian dia melemparkan kursi kayu itu ke kaca jendela itu.
Pyaaaarrr.
Kaca jendela itupun pecah. Manager supermarket itu kaget melihat aksi anak laki-laki itu. Dia tidak menyangka anak lelaki itu akan melakukan hal seperti itu.
" Serahkan uang sebanyak yang diminta wanita tua itu " titah anak laki-laki itu.
" Baik tuan muda"
Anak laki-laki itu berjalan melewati manager supermarket itu, dia berjalan menghampiri Kiran.
" Apa ini sakit?" tanya anak laki-laki itu pada Kiran.
" Tidak"
" Nggak usah sok kuat gitu gadis kecil. Boleh ku tau nama kamu gadis kecil?"
" Terima kasih bantuannya, saya permisi" kata Kiran sambil berlalu pergi meninggalkan Darren yang mematung karena mendengar ucapan Kiran tadi.
Setelah beberapa menit Darren tersadar, kemudian dia tersenyum. Ya anak laki-laki itu adalah tuan muda Darren.
Menarik! semakin kau menghindari ku, semakin besar keinginanku untuk memilikimu gadis kecil.
To be continue.
Princess yang bikin penasaran.
Daffin.
Tuan muda.
__ADS_1
Happy Reading 😚😚