
Waktu begitu cepat berlalu, sekarang usia kandungan Sinta sudah 9 bulan, tinggal nunggu hari lahiran aja. Anggun sudah kembali kerumah nya bersama baby dan juga suaminya.
Dokter dikota B sudah menyerah untuk kesembuhan Vandy. Maka dari itu Anggun ingin merawat suaminya dirumah dengan membawa peralatan medis yang canggih kesana.
Sekarang baby Kenzo sudah berusia 2 bulan. Anggun tidak memakai jasa pengasuh atau baby sitter, karena dia masih mampu menjaga serta merawat suaminya. Orangtua dan mertua Anggun sering berkunjung kerumah Anggun untuk melihat cucu serta keadaan Vandy.
Aska juga sering membantu kakaknya untuk menjaga ponakannya yang tampan itu. Ya sekarang Aska sudah besar, usia nya sudah 8 tahun. Jadi dia sudah bisa menjaga ponakannya itu ketika kakaknya sedang merawat Abang nya.
Seperti sekarang Aska sedang menjaga keponakan nya itu. Aska sedang membaca kan cerita untuk ponakannya itu. Walaupun bayi itu tidak mengerti apa yang diceritakan Aska.
Anggun sedang membersihkan tubuh suaminya dengan kain yang sudah dibasahi dengan air hangat. Anggun dengan telaten melap seluruh tubuh suaminya itu. Mulai dari wajah, badan, kaki, tangan tak ada yang luput dari pandangan Anggun.
Setelah selesai membersihkan tubuh suaminya, Anggun mengajak suami nya bicara. Walaupun tidak ada jawaban satu pun yang keluar dari mulut sang suami.
Setelah semua selesai Anggun keluar dari kamar sang suami. Anggun kembali kekamarnya untuk melihat baby serta adiknya. Sampai didalami kamar Anggun melihat adiknya tertidur dengan memegang buku cerita.
Anggun meletakkan buku cerita diatas nakas, setelah itu Anggun membetulkan tidur nya Aska. Anggun tersenyum melihat baby nya, wajah nya begitu mirip dengan Daddy nya.
Anggun berjalan kekamar mandi, belum sempat tanggan Anggun meraih handle pintu, tiba-tiba HP nya berbunyi. Anggun mengambil HP nya dan melihat nama yang tertera disana.
" Hallo, Assalamualaikum " ucap Anggun
" Nggun tolongin gue, perut gue sakit banget"
" Ok, gue segera kesana"
Panggilan telpon pun berakhir.
Anggun bergegas turun kebawah, sebelum keluar Anggun meminta tolong bik Mirna untuk menjaga Kenzo. Karena dia akan pergi kerumah Sinta.
Anggun pun sampai dirumah Sinta. Anggun bergegas masuk kedalam rumah Sinta.
" Sin, lo dimana?!"
" Gue dikamar Nggun"
Anggun langsung menuju kamar Sinta. Sampai dikamar Anggun melihat Sinta sedang duduk sambil memegang perutnya.
" Sin"
" Nggun perut gue"
" Lo sendirian aja dirumah?"
" Iya, bik Yum lagi kepasar"
Anggun menelepon kang Dito.
" Hallo Kang, cepatan bawah mobil kerumah Sinta"
Belum sempat kang Dito menjawab Anggun sudah mematikan telponnya.
" Lo bisa jalan nggak?"
" Bisa"
Anggun membantu memapah tubuh Sinta keluar. Tak berselang lama kang Dito pun datang.
" Kang tolong bantu bawa Sinta kemobil" titah Anggun
__ADS_1
Kang Dito pun membantu Sinta naik ke mobil. Kang Dito pun memacu mobilnya kerumah sakit. Sepanjang perjalanan Sinta meringis merasa kan sakit.
" Kang bisa bawa mobil nggak?" tanya Sinta
" Bisa Neng" jawab kang Dito
" Kalau bisa ngebut dikit dong Kang, aku sudah kesakitan nih" racau Sinta
Dito pun menambah kecepatan mobilnya.
" Kang jangan ngebut-ngebut dong, Akang mau kita kecelakaan, karena Akang bawa mobil nya ugal-ugalan" racau Sinta lagi
" Sabar-sabar" gumam Dito
Anggun hanya tersenyum melihat kang Dito jadi sasaran kemarahan Sinta. Tak berselang lama mereka pun sampai dirumah sakit.
Sinta langsung dibawa keruang bersalin, karena ketubannya sudah pecah. Sampai diruang bersalin, Dokter baru melihat pembukaan 6 jadi harus nunggu dulu.
Anggun menghubungi Aldi, karena Sinta pengen didampingi sama suaminya.
" Hallo, Assalamualaikum Nggun"
" Wa'alaikum salam, buruan kerumah sakit, istri lo mau melahirkan"
" Dirumah sakit mana?"
" RS mertua gue"
" Ok, gue segera kesana"
Panggilan pun berakhir.
Setelah mendapatkan telpon dari Anggun tadi, Aldi bergegas pergi kerumah sakit. Aldi memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit Akhirnya Aldi pun sampai.
" Nggun"
" Buruan masuk, temenin istri lo"
" Makasih"
Aldi masuk kedalam ruang bersalin. Disana Aldi melihat istrinya sedang menahan sakit. Aldi langsung menghampiri istrinya.
" Honey"
" Bee"
" Sorry terlambat"
Sinta mengangguk kan kepalanya. Aldi dengan setia mendampingi istrinya.
" Udah pembukaan sepuluh ya Buk"
Dokter memberikan aba-aba kepada Sinta.
" Siap untuk mengejan ya Buk, tarik napas dalam-dalam, dorong!"
" Uurrggggghh!" Sinta mengejan sekuat tenaga
" Ayo terus Buk sedikit lagi" ucap Dokter memberi semangat
__ADS_1
" Bee, aku udah nggak kuat, sakit banget" tangis Sinta
" Kamu pasti bisa Honey, berjuang lah demi anak kita" ucap Aldi memberi semangat
Aldi tidak tega melihat istrinya kesakitan seperti itu, tapi mau gimana lagi ini demi anak mereka. Melihat perjuangan istrinya melahirkan anak mereka Aldi makin menyayangi istrinya.
" Sekali lagi ya Buk, caba mengejannya" instruksi Dokter
Sinta menarik napasnya dan mengejan sekuat tenaga nya yang tersisa." Uurrrggggggghhh!"
Oek... oek.. oek
" Terimakasih Honey" ucap Aldi sambil menitikkan air mata bahagia
" Selamat ya Buk, bayi nya laki-laki yang tampan" ucap sang Dokter
" Terimakasih Dok" ucap Aldi dan Sinta
Aldi dan Sinta merasa bahagia melihat bayi nya yang lahir dengan sempurna, tanpa ada yang kurang dari anggota tubuhnya.
" Kita bersihkan dulu ya Buk"
" Iya Dok"
Setelah bayi Sinta dibersihkan. Aldi mengadzankan ditelinga sebelah kanan dan mengiqomah ditelinga sebelah kiri. Aldi sangat terharu melihat bayinya yang mungil itu.
" Honey, dia kecil sekali" ucap Aldi
Sinta hanya membalas dengan senyum ucapan suaminya itu, karena Sinta sudah kelelahan. Tak berapa lama Sinta pun terlelap.
" Dokter, istri saya kenapa?" tanya Aldi
" Istri Bapak tidak apa-apa dia cuma kelelahan" jawab sang Dokter
Sinta pun dipindahkan keruang rawat VVIP. Anggun melihat baby Sinta setelah Sinta dipindahkan keruang rawat.
" Selamat ya Al, jagoan nya sudah lahir" ucap Anggun
" Makasih Nggun"
" Siapa nama baby nya?" tanya Anggun
" Gian Putra Hermansyah" jawab Aldi
" Nama yang bagus, welcome baby Gian " ucap Anggun
" Makasih Aunty" ucap Aldi sambil menirukan suara anak kecil
" Gue pamit dulu ya Al, kasihan Kenzo dari tadi ditinggal"
" Sekali lagi makasih ya Nggun"
" Sama-sama Al, itulah guna nya keluarga harus saling bantu"
Anggun berlalu pergi meninggal kan keluarga kecil yang sedang berbahagia itu. Anggun berharap suaminya cepat sadar dan mereka bisa berkumpul kembali.
To be continue
Gian Putra Hermansyah
__ADS_1
Happy Reading Guys.. 😉😉