
Pagi hari.
Bangun tidur Anggun merasakan mual yang hebat dan perutnya seperti diaduk-aduk. Tak lama setelah itu Anggun pun memuntahkan cairan bewarna putih. Anggun merasa bingung padahal kemarin baik-baik aja.
" Apa Dedek kangen sama Daddy. Sabar ya sayang nanti sore Daddy pulang" ucap Anggun pada bayinya.
Anggun membersihkan dirinya. Biasanya Anggun betah berlama-lama dikamar mandi. Sekarang cuma 10 menit Anggun sudah selesai mandi. Selesai mandi Anggun memakai baju santainya karena hari ini dia nggak ingin pergi kekantor.
Anggun berjalan menuruni tangga. Saat melewati ruang keluarga Anggun melihat Aska sedang asik main HPnya. Ya semalam Aska tidur dirumah Anggun.
" Adek lagi main apa?" tanya Anggun.
" Lagi main susun balok Kak" jawab Aska.
Anggun pun duduk disamping Adeknya. Anggun membelai rambut Aska dan sesekali mencium pucuk kepala Adek nya.
" Rambut Adek wangi banget?."
" Tentu kan pake shampo."
Aska menoleh kearah Kakaknya. Aska melihat wajah Kakaknya sangat pucat.
" Kakak sakit?."
" Tidak boy. Kenapa?."
" Wajah Kakak terlihat pucat."
Anggun hanya membalas dengan senyuman. Anggun bangun dari duduknya saat mau berjalan tiba-tiba pandangan mata Anggun buram. Anggun pun tidak sadarkan diri.
" Kakak bangun" menangis.
Aska berlari kedapur mencari Bik Mirna.
" Bibik!!" teriak Aska.
Bik Mirna yang mendengar suara Aska pun langsung mematikan kompor dan menghampiri Aska.
" Aden kenapa?."
" Kakak Anggun pingsan."
Bik Marni langsung berlari keruang keluarga. Bik marni takut terjadi sesuatu sama nonanya.
" Nona bangun" menepuk pipi Anggun pelan.
Bik Mirna pun mengoleskan minyak angin kehidung Anggun. Tak berapa lama Anggun pun siuman. Aska yang melihat Kakaknya bangun pun langsung memeluk Anggun.
" Adek" panggil Anggun pelan.
" Nona nggak apa-apa."
" Anggun nggak apa-apa Bik. Cuma sedikit pusing aja" jawab Anggun.
" Apa perlu Bibik panggilkan Dokter non?."
" Nggak usah Bik. Anggun mau istirahat aja dikamar."
Marni pun membantu memapah Anggun kekamarnya. Sampai dikamarnya Anggun langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur.
" Adek mau nemenin Kakak disini" ucap Aska.
Anggun hanya menganggukan kepalanya. Kemudian Anggun mencoba memejamkan matanya. Anggun pun mulai terlelap.
Dikota J.
Vandy sedang memasukan pakaiannya kedalam koper. Dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istrinya. Selesai mengemaskan pakaiannya Vandy langsung menuju kamar mandi.
Selesai mandi Vandy memakai pakain baju kaos warna hitam tak lupa jaket dan topi dengan warna yang sama yaitu hitam. Vandy melihat penampilannya dicermin. " Perfect" Vandy pun keluar dari kamar tak lupa membawa kopernya.
Aldi dengan setia menunggu didepan pintu bos sekaligus temannya itu. Tak berapa lama Vandy pun keluar dengan membawa kopernya.
" Sudah siap berangkat bro?" tanya Aldi.
" Emang lo nggak liat gaya gue udah keren gini" jawab Vandy.
" Ck pede banget lo. Yuk jalan ntar kita telat lagi."
" Kenapa takut telat kan kita pulangnya pakai pesawat jet" kata Vandy.
" Eeit siapa bilang. Kita itu perginya sama Pesawat biasa."
" Apaa!!! nggak salah lo Al."
" Nggak. Biar kita menikmati perjalanan kita nanti."
" Menikmati kepala lo. Justru yang ada gue tersiksa."
" Udah cepatan jalan."
Mereka pun berjalan menuju lobi hotel. Sampai dilobi Vandy dan Aldi pun check out dari hotel tempat mereka menginap. Didepan hotel mobil jemputan sudah menunggu Vandy dan Aldi. Mobil melaju meninggalkan Hotel.
Didalam mobil Vandy memilih mendengarkan musik yang ada diHP nya. Sedangkan Aldi sibuk mengerjakan kerjaannya. Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit akhirnya mereka pun sampai dibandara. Vandy turun dari mobil.
Saat Vandy turun dari mobil seperti biasa selalu saja menjadi pusat perhatian orang terutama para wanita. Saat Aldi turun dari mobil tidak jauh berbeda dengan Vandy selalu jadi pusat perhatian.
Saat mau melakukan check in Vandy harus menunggu antrian dan itu sangat membosankan menurut Vandy.
( Sama dong Author juga bosan kalau menunggu😁😁).
__ADS_1
Setelah semuanya selesai dan waktu penerbangan mereka 10 menit lagi. Vandy dan Aldi berjalan menuju pesawat yang akan membawa mereka ke Jakarta. Vandy dan Aldi sudah duduk dikursi penumpang.
Semua kursi penumpang pun sudah penuh dan pesawat siap untuk lepas landas. Selama perjalanan Vandy dan Aldi hanya tidur. Setelah 1 setengah jam perjalanan akhirnya pesawat pun mendarat dengan sempurna dibandara Internasional Soekarno Hatta.
Vandy dan Aldi keluar dari pesawat. Kedua cowok tampan itu berjalan dengan cool nya. Menjadi pusat perhatian sudah biasa bagi mereka berdua jadi Vandy dan Aldi tidak mengambil pusing. Vandy sedang menunggu mobil jemputan mereka. Setelah mobil jemputan datang dengan cepat Vandy berjalan menuju mobil.
Vandy dan Aldi duduk dikursi penumpang. Mobil pun melaju meninggalkan bandara.
" Al. lo mau kerumah gue dulu atau langsung keapartemen?."
" Gue kerumah lo aja deh Van."
Mobil sudah masuk kekompleks perumahan tempat tinggal Vandy. Mereka pun sampai dipintu gerbang. Pak Budi pun membunyikan klakson mobilnya. Kang Asep yang sudah hafal bunyi klakson mobil majikannya pun langsung membukakan pintu gerbang.
Mobil melaju memasuki perkarangan rumah Vandy dan setelah itu baru sampai dirumah utama. Vandy langsung turun dari mobil tanpa menunggu Pak budi membukakan pintu untunya. Vandy langsung berlari menuju pintu rumahnya.
" Dasar nggak sabaran" ucap Aldi.
Ting nong
Bik Mirna pun membukakan pintu.
" Aden."
Vandy tidak menghiraukan Bik Mirna. Vandy langsung masuk kedalam rumah. Sampai diruang tamu Vandy baru ingat.
" Assalamualaikum Bik" ucap Vandy.
Mirna hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah tuan mudanya.
Vandy berlari menaiki tangga menuju kamarnya. Sesampainya didepan pintu kamarnya. Vandy membuka pintu kamarnya dengan perlahan. Vandy masuk kedalam kamarnya. Vandy melihat istrinya lagi tidur ditemani Aska.
Vandy berjalan menghampiri tempat tidurnya. Vandy duduk dipinggir tempat tidurnya. Dibelai rambut istrinya setelah itu dikecup kening istrinya itu cukup lama menyalurkan rasa rindunya terhadap sang istri. Vandy mencium bibir istrinya itu sekilas tanpa membangunkan sang istri.
Vandy berjalan menuju kamar mandi membersihkan dirinya. Selesai mandi vandy memakai baju santainya. Vandy menghampiri istrinya kembali. Saat Vandy mau mencium istrinya tiba-tiba Aska bangun.
" Abang" panggil Aska dengan suara serak bangun tidur.
Vandy menoleh kearah Aska. Kemudian Vandy tersenyum pada Aska. " Adek udah bangun."
" Hmmmm."
" Mau langsung mandi?."
" Bentar lagi. Abang kapan nyampe?."
" Baru aja."
" Kakak tadi pingsan."
" Pingsan?! kok bisa" cemas.
Vandy melihat istrinya itu dan benar saja wajah Anggun terlihat pucat. Vandy membelai pipi istrinya.
" Sayang maafkan Mas ya karena nggak ada disamping kamu saat kamu sakit" sedih.
Anggun merasa ada yang membelainya pun mulai terbangun. Anggun melihat suaminya sudah berada disampingnya sambil tersenyum kepadanya. Anggun membelai pipi suaminya dan membalas senyuman suaminya itu.
" Mas sudah pulang."
" Sudah sayang."
Anggun mencoba bangun dari tidurnya. Vandy yang melihat istrinya susah buat bangunpun membantu istrinya untuk duduk.
" Sayang kamu kenapa?."
" Aku nggak apa-apa kok Mas."
" Nggak apa-apa gimana? kamu lemas kayak gini?. Aku telpon Dokter ya sayang."
" Nggak usah Mas nanti juga sehat lagi kok.Mas bantu aku kekamar mandi dong?."
Vandy menggendong istrinya kekamar mandi. Sampai dikamar mandi Vandy mendudukkan istrinya diatas bathtub. Susah payah Vandy menahan hasratnya karena melihat tubuh polos istrinya itu. Kemudian Vandy membantu istrinya mandi.
Setelah mandi Vandy membantu istrinya memakai baju. Vandy menggendong tubuh istrinya kembali ketempat tidur.
" Mas tinggal kedapur sebentar ya sayang."
" Hhmmm."
Vandy pergi kedapur mengambilkan nasi dan buah untuk istrinya. Sampai didapur Vandy melihat Bik Mirna.
" Bik ada buah apa aja dikulkas."
" Kayaknya cuma buah kelengkeng Den."
" Kelengkeng?."
" Iya Den. Mama nya nona yang bawa kemarin."
Vandy mengambil sedikit nasi dan membawa buah kelengkeng kekamarnya. Saat mau menaiki tangga Vandy berpapasan dengan Aldi.
" Lo makan dikamar?."
" Nggak. Ini buat Anggun."
" Kenapa Anggun makan dikamar? apa lo bikin capek dia."
" Sembarangan lo. Istri gue lagi sakit."
__ADS_1
" Anggun sakit."
Belum sempat Vandy menjawab Aldi sudah berjalan duluan kekamar Vandy.
" Aldi?!. Teman nggak ada akhlak lo."
Aldi langsung masuk kekamar pasutri itu.
" Anggun apa bener lo sakit" sambil berlari menghampiri Anggun.
Aldi pun menarok tangganya dikening Anggun, tapi belum sampai tangan itu menyentuh kening Anggun Auman singa seketika menghentikan tangannya itu.
" Berani lo nyentuh istri gue pulang nggak punya tangan lo."
" Ya elah Van gitu banget lo ama gue."
" Siapa yang kasih izin lo duduk disana. Pindah?!."
Dengan cepat Aldi berpindah tempat dari pada singa ngamuk lagi. Vandy duduk disamping istrinya.
" Makan dulu ya."
Vandy menyuapi istrinya dengan telaten. Baru dua suapan Anggun sudah mual lagi.
" Mas udah."
" Baru dua suapan loh sayang. Lagi ya?."
Anggun menggelengkan kepalanya. Vandy menarok nasi di atas nakas dan membantu istrinya untuk minum.
" Mas bawa piring kotor kedapur dulu ya."
Vandy keluar dari kamarnya dan diikuti Aldi dari belakang.
" Lo nggak coba panggil Dokter Van?."
" Istri gue nggak mau Al."
Sampai didapur Vandy meletakkan piring kotor di wastafel dan mencuci bersih piring tadi. Setelah itu Vandy dan Aldi langsung makan malam. Selesai makan Vandy kembali kekamarnya begitu pun dengan Aldi.
Vandy sudah masuk kekamarnya dilihat istrinya sudah tertidur. Vandy membetulkan selimut istrinya. Setelah itu Vandy membaringkan tubuhnya disamping istrinya.
" Good night my Wife" mencium kening istrinya.
Vandy memejamkan matanya. Tak berapa lama Vandy sudah telelap. Tepat pukul 12 malam Vandy terbangun tapi dia tidak mendapati istrinya disampingnya.
" Sayang."
Vandy terus memanggil istrinya tapi nggak ada sahutan dari istrinya. Vandy berjalan kekamar mandi dan mendapati kamar mandi kosong. Vandy keluar kamarnya dan setengah berlari menuruni tangga.
" Sayang. Kamu dimana?" cemas.
Vandy mencoba menghidupkan lampu. Saat lampu hidup didepannya sudah berdiri istrinya serta para sahabatnya.
" Sayang" sambil memeluk istrinya.
"Mesra-mesraannya nanti aja tiup dulu nih lilin" ucap Aldi.
Vandy sangat terharu melihat para sahabatnya juga ada dirumahnya. Setelah Vandy meniup lilin Anggun memberikan sebuah amplop sama suaminya.
" Apa ini sayang. Ini bukan surat ceraikan?."
Semua orang tertawa mendengar ucapan Vandy tadi.
" Buka dulu Mas."
Vandy memcoba membuka amplop yang diberikan istrinya. Saat amplop itu sudah terbuka terlihat sebuat alat kecil dan tipis. Vandy mengeluarkan benda tipis itu. terlihat dua garis merah disana.
" Sayang ini apa" bingung.
" Mas nggak tau itu apa."
" Nggak sayang. Mas baru pertama melihat benda seperti ini."
" Mas liat ada berapa garis disana?."
" Dua."
" Mas tau arti dua garis disana?."
" Nggak sayang."
" Arti garis dua disana adalah kamu akan menjadi seorang Ayah."
" Maksudnya sayang."
Vandy belum bisa juga mencerna ucapan istrinya tadi. Seperkian menit barulah Vandy mengerti.
" Sayang ini beneran" mulai menangis.
Anggun menganggukan kepalanya. Vandy memeluk istrinya sangat erat.
" Terimakasih sayang. Ini hadiah terindah yang pernah Mas dapatkan."
To be continue.
Author udah menuhin janji Author nih buat kalian semua. Author udah UP 3 bab hari ini dan dibab ini lebih kurang 1700 kata 😉😉
Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian dengan cara like, komen dan kalau bisa vote juga ya.. 🙏🙏
__ADS_1
Happy Reading Guys.. 😉😉