Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Pagi hari Vandy dan Kenzo sudah bersiap. Vandy sudah terlihat rapi dan tampan dengan kemeja dan jas kantornya, sedangkan Kenzo terlihat tampan dengan seragam sekolahnya.


Kedua lelaki beda usia itu turun kebawah untuk sarapan bersama dengan Anggun. Saat Vandy mau keruang makan, dia berpapasan dengan kang Tito.


" Kang gimana kencannya?" tanya Vandy


" Kencan apaan Aden, cuma SMS an aja Den"


" Sama aja Kang. Itu kencan online namanya"


" Tau ah Den. Seperti wanita ini tergila-gila sama Aden"


" Biar aja dia yang gila sendiri Kang, asal kita jangan"


" Iya Den. Wanita itu ngajak ketemuan sabtu besok"


" Terus"


" Akang iya in saja"


" Seharusnya Akang tolak atuh"


" Kata nona apapun yang dibilang wanita itu Akang harus iya in"


" Iya, tapi nggak semuanya juga Akang. Seandainya Akang disuruh loncat dari atas jembatan, Akang mau"


" Ya tidak atuh"


" Makanya jangan main iya in aja"


" Nggak apa-apa supaya meyakinkan" kata Anggun yang datang tiba-tiba.


" Sayang, kamu ngagetin Mas aja" kata Vandy


" Olahraga jantung Mas" kata Anggun


" Nona ini isi pesan wanita itu" kata Tito sambil menyerahkan ponselnya ke Anggun


Anggun ingin tertawa membaca isin pesan Laura, apalagi melihat emoticon yang terakhir itu. Anggun tidak menyangka Laura akan senekat itu, bahkan ngajak makan bareng.


" Bagus Kang, lanjutkan" kata Anggun


" Siap nona"


" Sabtu besok kita akhiri permainannya"


" Ok nona. Saya permisi dulu"


" Makasih ya Kang bantuannya"


" Sama-sama nona"


Setelah kang Tito pergi, Anggun dan Vandy pergi keruang makan, Disana Kenzo sudah menunggu dengan cemberut.


" Tampannya mommy kenapa?"


" Mommy lama sekali ngobrolnya"


" Sorry sayang" ucap Anggun sambil mencium kedua pipi Kenzo


Mereka pun mulai sarapan. Seperti biasa Kenzo makan dengan lahap. Kenzo selalu menghabiskan sarapannya. Setelah sarapannya habis, Kenzo meminum segelas susu coklat yang dibuatkan mommy nya.


Hari ini Anggun akan ikut mengantarkan Kenzo kesekolah. Anggun ingin melihat wajah wanita yang ingin menggoda suaminya.


Vandy melajukan mobilnya menuju sekolah Kenzo. Sepanjang jalan menuju sekolah Kenzo bernyanyi. Itu merupakan hal yang menyenangkan untuk Vandy dan juga Anggun.


Tak terasa mobil yang dikendarai Vandy pun sampai di sekolah Kenzo. Vandy memarkirkan mobilnya. Mereka bertiga keluar dari mobil.



Dari kejauhan Laura menatap Anggun dengan penuh rasa benci. Laura merasa cemburu melihat kemesraan Anggun dan Vandy. Seharusnya dia yang berada disana sekarang.

__ADS_1


Sebentar lagi aku yang akan berada disana, dan kau akan segera tersingkir.


Laura berjalan menghampiri keluarga kecil itu. Laura mencoba tersenyum kepada Anggun. Walaupun senyumnya itu terkesan dipaksa.


Anggun membalas senyuman Laura dengan senyuman yang sangat manis. Anggun melihat jelas tatapan kebencian dari mata Laura.


" Hai Ken" sapa Laura pada Kenzo


" Hai Buk guru"


Kok dia masih bersikap cuek sih? apa karena ada istrinya?.


" Oh, jadi kamu gurunya Kenzo" kata Anggun


Suara Anggun seketika membuyarkan lamunan Laura. " Maaf, anda bilang apa tadi nona, saya nggak dengar" kata Laura


" Apakah Ibuk guru melamun, sampai-sampai nggak dengar saya ngomong" kata Anggun


" Maaf nona, saya tadi melamun"


" Hati-hati loh, ayam tetangga saya kemarin mati karena melamun" ledek Anggun.


Sialan!, kamu tunggu aja nanti, setelah aku sudah bersama suami kamu. Maka saat itu juga aku akan melempar kamu kejalanan!.


" Ah nona bisa aja"


Laura melirik Vandy sekilas, setelah itu dia memalingkan wajahnya. Dia tidak ingin Vandy melihat wajahnya yang sekarang memerah. Dia selalu tidak bisa mengkondisikan perasaannya setiap melihat Vandy.


" Yuk Ken kita kekelas" ajak Laura


" Mommy, daddy, Ken kekalas dulu ya" pamit Kenzo


" Iya sayang, belajar yang rajin ya" kata Anggun


" Siap mommy"


Laura dan Kenzo pun pergi meninggalkan Anggun dan Vandy.


" Belum saatnya, tunggu sampai besok"


" Apa kita jodohkan saja dia sama Vandy KW"


" Vandy KW?" tanya Anggun


" Iya, kang Tito sayang" jawab Vandy


" Hahaha, bisa mati perlahan dia nanti melihat karena melihat kemesraan kita" kata Anggun


" Iya juga sih, kang Tito kayaknya nggak suka sama wanita kek dia"


" Nggak tau juga sih, yuk pulang" ajak Anggun


" Kok pulang, Mas kan mau kekantor sayang"


" O iya ya, ya udah aku pulang naik ojek aja"


" Eeeitts, Mas nggak izinin kamu pulang naik ojek"


" Kenapa?"


" Karena Mas nggak mau kamu nempel-nempel sama cowok lain"


" Mas pikir aku cicak"


" Ikut Mas kekantor aja ya sayang"


" Boleh deh"


Vandy membukakan pintu untuk ratunya itu.Mobil Vandy melaju meninggalkan sekolah Kenzo. Mobil Vandy melaju dengan kecepatan sedang.


" Sayang"

__ADS_1


" Hhmm"


" Kapan pergi periksa lagi?"


" Bulan depan Mas. Kenapa?"


" Nggak apa-apa sayang"


" O iya Mas, ntar mampir ke kios buah dulu ya"


" Siap sayang"


Tak berapa lama Vandy melihat kios buah. Vandy menepikan mobilnya. Vandy memarkirkan mobilnya tidak jauh dari kios buah.


Mata Anggun berbinar melihat buah segar yang ada dihadapannya. Ingin rasanya memborong semua buah yang ada disana. Pilihan Anggun jatuh pada buah mangga, jeruk, semangka, melon dan juga buah naga.


Setelah membayar buah yang istrinya pilih. Mereka pun kembali kemobil. Vandy melanjutkan perjalanannya kembali menuju perusahaannya.


Mereka pun sampai didepan perusahaan Dwipangga. Vandy membukakan pintu untuk sang istri. Setelah itu Vandy memberikan kunci mobilnya kepada security.


" Tolong parkirkan mobil saya"


" Baik Pak"


Vandy dan Anggun berjalan menuju lobi hotel. Sampai dilobi seperti biasa, semua karyawan membungkuk kan badan mereka memberi hormat.


Anggun hanya membalas dengan senyum. Vandy seperti biasa, dia tidak mempedulikan orang lain. Dia hanya fokus pada istrinya saja. Anggun menghampiri meja resepsionis.


" Ini untuk kalian" kata Anggun


" U-untuk kami Buk"


" Iya"


Karyawan itu masih ragu dan takut mengambil buah yang diberikan Anggun. Gimana mereka nggak takut CEO mereka ada disana.


Anggun melirik suaminya. " Mas kamu menakuti mereka" kata Anggun


" Emang nya aku demit sayang, sampe bikin mereka takut"


" Iya, lebih seram malah" kata Anggun


Karyawan resepsionis itu pun susah payah menahan tawa melihat bos mereka dibilang seram sama sang istri.


" Siapa suruh kalian tertawa!" sinis Vandy


Para karyawan itu pun menundukkan kepala mereka. Anggun menatap tajam sang suami.


" Mereka ngeledek Mas sayang"


Anggun membawa suaminya pergi dari sana. Kalau tidak bisa-bisa karyawan tadi dipecat sama suaminya itu.


" CEO nyeremin amat ya "


" Iya, beda banget sama nona Anggun"


" Nona Anggun itu seperti malaikat"


"Jarang ada istri bos mau kasih makanan kebawahannya"


Mereka terus memuji kebaikan Anggun. Walaupun Anggun sudah tidak ada lagi disana. Mereka sangat suka melihat sifat ramah Anggun.


To be continue...


Visual Laura.



Kalau kalian merasa nggak cocok dengan Visualnya, kalian bisa bayangin sesuai keinginan kalian ya Readers..


Happy Reading Guys... 😉😉

__ADS_1


__ADS_2