Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Pagi hari.


Ketiga cowok tampan itu masih setia bergelung di dalam selimut tebalnya. Kenzo masih memeluk gulingnya dengan erat, seakan enggan melepaskan guling itu. Sedang Gian dan Tristan asik berpelukan seperti sepasang kekasih.


" Keras amat guling gue" kata Gian sambil meraba-raba tubuh Tristan yang dia sangka guling.


Perlahan Gian membuka matanya. " Aaaa SAROH!"


" Apa sih Ian, pagi-pagi udah menjerit" kata Tristan dengan suara parau-nya.


" Lo perkosa gue tadi malam" kata Gian.


" Apa!" kaget Tristan sambil melihat pakaian.


" Gue nggak perjaka lagi" rengek Gian.


Bug..


Satu bantal melayang ke kepala Gian.


" Eh, kamvret!. Lo nggak liat pakaian gue masih lengkap begini?"


" Pakaian Lo emang lengkap, tapi tadi lo meluk gue erat banget. Jangan-jangan Lo udah curi first kiss gue"


" Ngaco kamu" kata Tristan sambil melap bibirnya.


" Tu, buktinya kamu menghapus jejak ciuman kita" kata Gian.


" Takut infeksi gue"


" Sialan!, emang lo pikir bibir gue virus"


Kenzo pun terbangun dari tidurnya, karena mendengar suara ribut-ribut. Kenzo melihat kedua sahabatnya sedang bermain nipuk bantal.


" Kalian berdua berisik banget sih?!" kata Kenzo.


" Roma, Saroh mencuri first kiss Ani" adu Gian.


" Kalian berdua berciuman?" tanya Kenzo sambil tertawa.


" Kagak, Saroh noh yang main sosor bibir gue" kata Gian.


" Najis!, daripada gue cium Lo, mending gue cium pacar gue" kata Tristan.


" Sekarang bilang najis, tadi pas nyosor nggak bilang gitu. Mama bibir anakmu sudah tidak perjaka lagi" kata Gian.


" Tapi gue nggak merasa cium lo, Ian"


" Gue nggak mau tau, lo harus tanggung jawab"


" Kenapa gue harus tanggung jawab"


" Karena lo udah mencuri first kiss berharga gue, yang seharusnya dimiliki oleh cewek gue" kata Gian.


" Gue nyiumnya dalam keadaan nggak sadar"


" Ya udah kalian Nikah aja" kata Kenzo.


Gian dan Tristan saling lirik. " Tidak!"


" Apa kata dunia gue menikah sama Maisaroh" kata Gian.


" Dunia akan merestui kalian" kata Kenzo.


" Merestui pala lo, bisa-bisa dibikin kambing guling gue sama nyokap gue" kata Gian.


" Tapi gue benaran nggak merasa cium lo, Ian" kata Tristan sambil meraba-raba bibirnya.


" Benarkah?" kata Gian sambil memegang bibirnya juga.


" Benarlah" kata Tristan.


" Alhamdulillah bibir gue masih tersegel " kata Gian.


" Ck..kalian mengganggu waktu tidur gue aja" kata Kenzo sambil menutup matanya kembali.


Gian dan Tristan juga kembali tidur dengan posisi saling membelakangi. Tidak lupa mereka memberi pembatas dengan guling.


Dikamar lain.

__ADS_1


Berbeda dengan ketiga cowok tampan tadi. Ketiga cewek cantik bangun dan sudah bersiap pergi ke rumah sakit untuk membesuk Anggun.


" Kalian berdua sudah siap?" tanya Melodi pada kedua sahabatnya.


" Udah dong" jawab Keyra dan Dira.


" Yuk jalan" ajak Melodi.


Ketiga cewek cantik itu keluar dari kamar hotel itu. Saat keluar kamar, mereka berpapasan dengan Sinta dan juga Sisil.


" Kalian mau ke rumah sakit juga?" tanya Sinta.


" Iya Tante, kalau Tante?" tanya Keyra.


" Sama, Tante juga mau ke rumah sakit" jawab Sinta.


" Kalau gitu kita berangkat bareng aja" usul Sisil.


" Boleh Tante" kata Dira.


Para wanita cantik itu memutuskan untuk pergi bersama-sama ke rumah sakit. Mereka pergi tanpa para cowok-cowok tampan itu. Mereka semua masuk kedalam lift.


Ting.


Pintu lift terbuka. Para cewek cantik itu keluar dari lift, mereka berjalan beriringan keluar hotel itu.


" Kita perginya pake bus, yuk" usul Dira.


" Boleh juga tu" kata Sisil.


Para wanita cantik beda usia itu berjalan menuju halte yang tidak jauh dari hotel itu. Sampai di halte mereka berjumpa dengan beberapa penduduk asli sana.


Tak berselang lama bus yang mereka tunggu datang juga. Para wanita cantik itu naik keatas bus, begitu juga dengan beberapa penduduk asli Korea tadi.


Para penumpang lain, terutama para lelaki terpesona melihat para wanita cantik itu. Para wanita cantik itu duduk di kursi kosong yang ada di bus itu. Bus mulai melaju meninggalkan halte itu.


Melodi cs menikmati perjalanan mereka. Pagi ini sangat cerah di kota Seoul. Para penduduknya juga sudah mulai beraktivitas. Mulai dari pekerja kantor, pedagang, sopir, dan banyak lagi.


Bus berhenti di depan rumah sakit tempat Anggun di rawat. Para wanita itu pun turun dari bus yang mereka tumpangi. Setelah mereka turun, bus melaju kembali.


" Ternyata seru juga ya naik bus" kata Melodi.


" Gimana kalau nanti kita pergi beli oleh-oleh" usul Dira.


" Boleh juga, sekalian kita ajak Kiran" kata Melodi.


" Ok"


Tak terasa mereka semua sampai di depan ruang rawat Anggun.


Tok..


Tok..


Tok...


Vandy yang mendengar pintu diketuk pun membukakan pintu.


Ceklek.


" Kalian sudah datang" kata Vandy.


" Anggun sudah bangun, Van?" tanya Sinta.


" Sudah, mari masuk" ajak Vandy.


Mereka semua masuk kedalam ruang rawat Anggun. Anggun tersenyum melihat sahabat dan juga Melodi cs.


" Bagaimana keadaan lo Nggun?" tanya Sinta.


" Alhamdulillah sudah membaik Sin" jawab Anggun.


Melodi cs bersalaman dan mencium tangan Anggun secara bergantian.


" Tante udah sarapan?" tanya Melodi.


" Baru saja selesai, kalian gimana?" tanya Anggun.


" Belum Tante"

__ADS_1


" Kenapa belum?"


" Rencana habis besuk Tante kita mau cari sarapan, sekalian mau ngajak Kiran jalan-jalan. Boleh nggak Tante?"


" Boleh, tunggu Kiran selesai mandi dulu"


Pintu kamar mandi terbuka, sontak Melodi cs melihat kearah kamar mandi. Tampaklah sosok anak kecil cantik keluarlah dari sana. Melodi berjalan menghampiri Kiran.


" Sini kakak bantu keringkan rambutnya" kata Melodi.


" Terima kasih "


" Sama-sama"


Melodi dengan telaten mengusap rambut Kiran dengan handuk kecil. Setelah itu, Melodi membantu menyisir rambut Kiran.


" Selesai, sekarang adek terlihat sangat cantik" puji Melodi.


" Terima kasih, kak Melodi juga cantik" puji balik Kiran.


" Adek mau ikut kak Melodi jalan-jalan nggak?"


" Mau" jawab Kiran antusias.


" Sebelum pergi adek pamitan sama daddy dan juga mommy dulu" kata Melodi.


Kiran menganggukkan kepalanya. Kemudian dia berjalan menghampiri daddy dan juga mommy-nya.


" Daddy, mommy, adek mau pergi jalan-jalan sama kak Melodi dulu ya" pamit Kiran sambil mencium tangan mommy dan daddy-nya.


" Adek nggak boleh nakal ya nanti" kata Vandy.


" Siap daddy"


" Om, Tante, kita pamit dulu" kata Melodi.


" Kalian hati-hati perginya" pesan Anggun.


" Siap tante, kita jalan dulu. Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam"


Setelah berpamitan Melodi cs dan Kiran berlalu pergi meninggalkan ruangan Anggun. Melodi menggandeng tangan Kiran menuju lift. Mereka pun masuk kedalam lift, setelah pintu terbuka.


" Kita pergi jalan-jalannya naik bus ya" kata Melodi pada Kiran.


" Benarkah?" tanya Kiran antusias.


" Benar dong" jawab Melodi.


" Emang Kiran udah pernah naik bus?" tanya Keyra.


" Belum"


" Apa nanti Kiran nggak takut naik bus?" tanya Dira.


" Tidak, lagi pula Kiran naik busnya sama kakak-kakak cantik, jadi Kiran tidak akan takut" cicit Kiran.


" Anak pinter" puji Melodi cs.


Ting.


Pintu lift terbuka. Mereka semua keluar dari lift, kemudian berjalan keluar hotel. Sampai di luar, mereka langsung berjalan menuju halte bus. Kiran sudah tidak sabar untuk naik bus.


Melodi cs tersenyum melihat Kiran yang sangat antusias mau naik bus.


Bus yang mereka tunggu akhirnya datang juga. Mereka semua masuk kedalam bus. Setelah mereka duduk, barulah bus berjalan mengantarkan para penumpangnya.


To be continue..


Author mengucapkan. SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA untuk para Reader yang menjalankannya๐Ÿ™๐Ÿ™.


Author minta dukungan kalian lagi ya.



Gomawo untuk kalian yang sudah memberikan hadiah, like dan juga vote-nya untuk novel Author yang receh ini. Saranghaeee ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Happy Reading ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š

__ADS_1


__ADS_2