
Pagi hari.
Kenzo sudah rapi dengan memakai seragam sekolahnya. Kenzo memeriksa kembali buku yang akan dia bawa. Setelah dirasa tidak ada yang tertinggal, Kenzo menutup kembali tasnya.
Kenzo turun ke bawah untuk sarapan bersama mommy, daddy dan adik kesayangannya. Di ruang makan, kedua orangtua dan adiknya sudah menunggu dirinya.
" Morning Mom, Dad, adek"
" Morning abang" balas Anggun dan Kiran.
Sedangkan Vandy hanya menganggukkan kepalanya. Kenzo duduk di samping adeknya. Anggun mulai melayani suami dan kedua anaknya.
Mereka mulai menyantap makanan mereka masing-masing. Tidak ada yang bersuara, yang terdengar hanya bunyi dentingan sendok yang beradu. Mereka makan dengan sangat hikmat.
Selesai sarapan, seperti biasa Anggun mengantarkan suami dan anaknya ke depan. Kenzo dan Kiran berpamitan sama mommy mereka. Kenzo mencium tangan mommy nya, diikuti sama Kiran.
" Abang jalan dulu ya Mom. Assalamualaikum "
" Wa'alaikum salam, hati-hati di jalan" pesan Anggun.
Kenzo melajukan motornya menuju sekolah. Sampai di persimpangan, Kenzo tidak melihat kedua sahabatnya. Kenzo pun menunggu mereka di sana.
Berapa menit berlalu, yang di tunggu akhirnya datang juga. Gian dan Tristan tersenyum kearah Kenzo.
" Telat lo berdua" kata Kenzo.
" Ya elah yang baru pertama kali nggak telat udah sombong aja" kata Gian.
" Yuk berangkat" ajak Tristan.
Mereka bertiga pun melajukan motornya menuju sekolah, saat akan melewati halte Kenzo sengaja memperlambat laju kecepatan motornya.
Kenzo tidak melihat keberadaan Melodi di sana. Karena Kenzo tidak melihat Melodi, dia pun mempercepat laju kecepatan motornya . Kenzo bisa menyusul kedua sahabatnya.
Saat Motor Kenzo cs memasuki gerbang sekolah, semua siswi histeris melihat ketiga model tampan itu. Kenzo cs tidak menghiraukan teriakan para siswi cewek itu.
Mereka bertiga terus melajukan motor mereka menuju parkiran. Kenzo cs memarkirkan motornya di tempat biasa.
" Ini sepeda siapa?" tanya Gian.
Sontak Kenzo dan Tristan menoleh kearah Gian.
" Iya ya, perasaan nggak pernah ada sepeda terparkir disini" kata Tristan.
" Mungkin sepeda penjaga sekolah" kata Kenzo.
Mereka bertiga pun berjalan menuju kelas. Mereka berjalan menyusuri koridor sekolah. Koridor yang biasa sepi, sekarang di penuhi dengan siswi cewek.
Para siswi cewek itu berjajar rapi disana. Mereka seperti sedang menyambut kedatangan pangeran. Semua siswi berbisik-bisik saat melihat ketiga model tampan itu.
" Kehadiran mereka bagaikan vitamin buat gue"
" Lihat Kenzo, dia tampan sekali memakai hoodie"
" Mereka tambah tampan saja"
" Iya, jadi semangat lagi kesekolahnya"
" Kapan kita bisa bergandengan sama ketiga cowok tampan itu"
Banyak lagi ucapan yang di dengar sama Kenzo cs, tapi mereka tidak menghiraukan. Mereka terus saja berjalan menuju kelas.
Kenzo cs pun sampai di kelas mereka. Siswi cewek yang ada di kelas itu histeris, membuat Kenzo cs menghentikan langkah mereka di depan pintu kelas.
" Kapan mereka akan berhenti menjerit seperti orang kesurupan" kesal Kenzo.
__ADS_1
" Padahal belum kita sentuh, mereka udah menjerit saja" kata Gian.
" Emang lo minat nyentuh mereka?" tanya Tristan.
" Tidak!, gue minatnya nyentuh elo" kata Gian.
" Sorry ya, gue masih normal. Apa kata dunia nanti cowok setampan gue membelok" kata Tristan.
Kenzo menatap tajam kedua sahabatnya itu. Kedua sahabatnya yang di tatap hanya nyengir kuda. Gian dan Tristan emang paling jago bikin emosi seorang Kenzo naik turun.
Karena jeritan para siswi cewek itu tidak juga berhenti, Kenzo cs memutuskan untuk masuk saja, dan mengacuh mereka semua. Mereka bertiga langsung menuju meja mereka.
Kenzo melihat tas Melodi, tapi dia tidak melihat sosok cewek itu. Kenzo duduk di bangkunya dia tidak melihat kalau di laci mejanya sudah di tempati orang lain.
Melodi dan Keyra masuk kedalam kelas. Sepanjang jalan tadi dia mendengarkan semua siswi cewek membicarakan Kenzo cs. Untuk itulah dia bergegas kekelasnya.
Melodi tersenyum melihat sosok yang 3 hari ini menghilang tanpa ada kabar. Sosok itu sedang fokus melihat pada ponselnya. Melodi berjalan menghampiri Kenzo.
" Hei itu tempat duduk aku" ucap Keyra.
Kenzo mendongakkan kepalanya melihat lawan bicaranya. Setelah itu dia kembali fokus pada ponselnya.
" Apa kamu nggak dengar, ini tempat duduk aku"
Kenzo menyimpan ponselnya kedalam saku celananya, karena dia sudah tidak mood bermain game lagi.
" Lo bilang apa tadi?" tanya Kenzo pada Keyra.
" Itu tempat duduk aku" kata Keyra.
" Sejak kapan tempat duduk gue jadi tempat duduk lo!" kata Kenzo.
" Sejak 3 hari yang lalu. Kamu anak baru ya?" tanya Keyra.
" Lo tanya sama dia, gue anak baru atau bukan" tunjuk Kenzo ke Melodi.
" Lo dengarkan apa yang dia bilang. Sekarang pindahkan tas lo dari laci meja gue" kata Kenzo.
" Terus aku duduk dimana dong?" kata Keyra.
" Terserah lo, mau duduk dimana" kata Kenzo.
" Dasar cowok nyebelin"
Keyra pun pindah ke bangku dekat Gian dan Tristan. Keyra terus saja menggerutu, Gian yang mendengar ucapan Keyra tersenyum, cewek itu sangat lucu menurut dia.
Lucu banget sih ni cewek.
" Lo kenapa senyum-senyum gitu, kesambet?" tanya Tristan pada Gian.
" Kepo banget sih lo, kek ibuk-ibuk kontrakan" kata Gian.
" Habisnya lo senyum-senyum nggak jelas" kata Tristan.
" Berisik amat sih lo Tian"
Melodi duduk di bangkunya. Dia sesekali melirik Kenzo yang sedang bermain game di ponselnya.
" Ken"
" Hhhmm"
" Kalian bertiga kemana aja?"
" Kerja"
__ADS_1
" Oh" Melodi hanya beroh ria.
Kenzo mengambil paper bag yang ada di dalam tasnya. " Buat Lo" kata Kenzo sambil memberikan paper bag pada Melodi.
" Bu-buat aku?"
" Hhhmm"
" Apa ini? " tanya Melodi.
" Buka aja"
" Nggak bom kan?"
" Buka aja"
Melodi membuka paper bag yang di berikan Kenzo tadi. Melodi mengambil isi yang ada di dalam paper bag itu. Melodi tersenyum melihat isi paper bag itu.
" Suka?" tanya Kenzo.
" Suka"
Melodi memakai gantungan kunci itu di tas nya. " Makasih Ken"
" Hhmm"
Melodi terus saja memandangi gantungan kunci itu. Senyumannya tidak pernah pudar dari tadi.
Mimpi apa beruang madu, sehingga dia kasih gantungan kunci sebagus ini sama gue.
Cantika mengepalkan tangannya menahan emosi, dia tidak suka melihat Kenzo dan Melodi dekat. Dia harus mencari cara untuk segera menyingkirkan Melodi.
Apa yang dilihat Kenzo dari cewek dekil itu.
Cantika harus berusaha dengan keras lagi untuk bisa menarik perhatian Kenzo. Hanya dia yang pantas bersama Kenzo.
Teeeett
Bel sekolah pun berbunyi. Semua murid duduk di dengan rapi menunggu kedatangan guru mereka. Tak berapa lama guru pun masuk kedalam kelas.
" Selamat Pagi anak-anak"
" Pagi Buk"
" Seperti biasa sebelum mulai pelajaran, Ibuk akan mengambil absen dulu"
Guru itu pun mulai mengambil absen satu persatu. Setelah itu, proses belajar mengajar pun segera di mulai.
To be continue..
Abang Kenzo.
Abang Gian.
Abang Tristan.
Author ucapkan Gomawo untuk kalian semua para Readers yang sudah mau menunggu kelanjutan kisah Kenzo cs.
Saranghaeeeee.. 😘😘
__ADS_1
Happy Reading..