Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Pesawat jet milik keluarga Wiguna mendarat dengan selamat di bandara internasional Soekarno-Hatta. Itu artinya Vandy dan rombongannya sudah sampai di tanah air dengan selamat. Mereka semua turun dari pesawat secara bergantian.


Di luar bandara, para supir masing-masing sudah menunggu tuannya. Mereka langsung menuju mobil masing-masing. Melodi ikut mobil keluarga kekasihnya, begitu dengan Keyra dan Dira.


Mobil melaju meninggalkan bandara internasional Soekarno-Hatta. Suasana jalan pada malam itu lumayan rame sama kendaraan yang berlalu lalang. Ketiga mobil mewah itupun menjadi pusat perhatian para pengendara lain.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, mereka sampai di kediaman masing-masing.


Karena sudah larut malam Melodi tidak diperbolehkan pulang sama calon mertua mereka. Jadi dia nginap di rumah kekasihnya itu.


" Dad, tolong gendong adek ke dalam" titah sang istri.


" Siap mommy" kata Vandy.


Anggun masuk kedalam rumah, Diikuti sama Melodi, dan Kenzo. Vandy menggendong putrinya masuk kedalam rumah. Kang Asep membawa barang-barang milik majikannya kedalam rumah.


" Bang tolong antarkan Melodi ke kamar tamu. Jangan sungkan ya, Anggap di rumah sendiri. Tante mau istirahat dulu" kata Anggun.


" Makasih Tante"


" Yuk yank" ajak Kenzo.


Melodi mengikuti langkah kaki kekasihnya. Mereka pun sampai di depan pintu kamar tamu yang akan di tempati Melodi malam ini.


" Kalau kita udah nikah pasti dengan senang hati aku ngajak kamu tidur bareng aku"


" Apaan sih yank" kata Melodi sambil tersenyum malu.


" Ya udah masuk gih, selamat tidur moga mimpi indah" ucap Kenzo.


" Kamu juga"


Cup.


Satu kecupan manis mendarat di kening Melodi. " Kecupan khilaf, selamat tidur yank"


Melodi tersenyum. " Aku masuk dulu ya, yank"


" Hhmm"


Melodi masuk kedalam kamarnya. Setelah itu dia menutup pintu, namun pintunya belum juga di tutup.


" Kenapa pintunya belum di tu--"


Cup.


Melodi mengecup pipi Kekasihnya, setelah itu dia segera menutup pintu kamar dan tak lupa dia menguncinya. Sedangkan Kenzo masih diam mematung di depan pintu kamar Melodi.


Kenzo memegang pipinya yang di cium kekasihnya itu. " Yang tadi itu nyata kan? ah, kamu bikin aku khilaf banyak nanti, yank"


Karena nggak mau khilaf banyak nanti, Kenzo segera meninggalkan kamar tamu yang di tempati kekasih hatinya itu.


" Bang" panggil sang daddy.


Mendengar ada yang memanggil dirinya Kenzo menghentikan langkahnya. Dia menoleh kearah suara.


" Daddy"


" Main sosor aja kamu anak gadis orang" kata sang daddy.


Deg.


Ah kenapa bisa ketangkap basah Daddy sih. Pasti daddy marah nih?.


Ya Vandy melihat Kenzo mencium kening Melodi tadi saat dia akan mengantarkan Kiran ke kamarnya. Seperti tau apa yang di pikirkan putranya.


" Daddy nggak marah, tapi ingat batasannya. Sebelum halal jangan menyentuh lebih"


" Abang tau Dad, lagipula Abang nggak berani melakukan lebih"


" Good boy, Daddy percaya sama kamu. Wanita itu harus di hargai dan di lindungi. Mengerti?!"


" Mengerti Dad"


" Sekarang Abang tidur, Daddy juga mau tidur"

__ADS_1


" Hhmm"


Vandy dan putranya masuk kedalam kamar masing-masing. Anggun menoleh kearah pintu yang terbuka.


" Kamu belum tidur, sayang?"


" Belum Mas, aku mau tidur di peluk kamu"


" Duh manja banget, istri siapa sih"


" Istri Mr. Arrogant"


Vandy terkekeh mendengar jawaban sang istri. Udah lama dia tidak mendengar panggilan itu dari mulut sang istri.


" Sini Mas peluk"


Anggun dengan cepat masuk kedalam pelukan suaminya. Vandy mematikan lampu kamarnya dan mengganti dengan lampu tidur. Mereka pun mulai memejamkan mata, tak berapa lama mereka mulai terlelap. Mungkin efek lelah jadi mereka cepat terlelap.


Kediaman Sinta.


Keyra kagum melihat rumah kekasihnya itu. Ini pertama kali Keyra datang ke rumah kekasihnya itu. Dia merasa kecil saja di keluarga Gian, karena dia berasal dari keluarga sederhana.


" Sayang, kenapa melamun? ayo turun" ajak Sinta pada Keyra.


" Ah, iya Tante"


Sinta turun dari mobil, diikuti sama Gian dan Keyra. Aldi mengekor di belakang dengan menggendong si bungsu Daffin. Pak Joko membawa barang-barang majikannya.


Sesampainya di dalam rumah Gian, Keyra merasa lebih kecil lagi. Rumah Gian sungguh luar biasa, besar dan sangat megah. Apa dia pantas untuk bersanding dengan seorang Gian Putra Hermasyah?.


" Ian, tolong antarkan Key ke tamu"


" Iya Ma"


" Jangan sungkan, anggap rumah sendiri ya sayang" kata Sinta.


" Makasih Tante"


" Yuk honey aku antar ke kamar kamu"


" Bisa tidur sekamar aja nggak sih?" tanya Gian.


" Nggak boleh, harus halal dulu"


" Ke KUA yuk honey" ajak Gian.


" Ngapain?"


" Halal in kamu lha?"


Wajah Keyra seketika bersemu merah. Gian tersenyum melihat rona merah di wajah kekasihnya itu. Entah kenapa Gian merasa gemas melihat ekspresi kekasihnya.


" Masuk gih, aku takut khilaf jika berduaan gini?" kata Gian.


" Emang kamu sering khilaf"


" Iya, kalau saat dekat kamu. Malahan mau khilaf mulu aku"


" Ya udah daripada ntar kamu khilaf aku masuk dulu ya" kata Keyra sambil tersenyum.


" Kamu jangan mancing-mancing aku dong, honey"


" Emang kamu ikan?" tanya Keyra.


Cup.


" Iya, ikan sosor aku" kata Gian setelah mengecup kening Keyra.


Keyra diam membeku setelah mendapatkan kecupan dari kekasihnya. Dia tidak menyangka Gian akan mengecup keningnya.


" Lha malah bengong dia. Honey" panggil Gian.


" A-aku masuk dulu " kata Keyra sambil ngacir kedalam kamar tak lupa dia menutup pintu, kemudian menguncinya.


Gian hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sang kekasih. Setelah memastikan kalau pintu kamar itu tidak akan terbuka lagi, barulah Gian meninggalkan kamar itu. Dia langsung ke kamarnya karena tubuhnya juga sudah lelah karena perjalanan jauh tadi.

__ADS_1


Sesampainya di kamar, Gian langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk yang sudah lama dia tinggalkan. Dia mematikan lampu kamarnya kemudian mengganti dengan lampu tidur. Gian menarik selimut hingga dadanya, setelah itu dia mulai memejamkan matanya.


Kediaman Sisil.


Sama seperti Keyra, Dira juga takjub melihat rumah kekasihnya itu. Rumah itu sangat besar dan juga luas dibandingkan rumahnya.


Dira juga baru pertama kali datang ke rumah kekasihnya. Walaupun Sisil sudah menyuruh dia datang ke sana, tapi karena masih sibuk sama pemotretannya jadi dipending terus mau ke rumah calon mertuanya itu.


" Yuk sayang masuk, jangan bengong di sana?" kata Sisil.


Fira mengikuti langkah kaki calon mertuanya masuk kedalam rumah besar itu. Sampai di dalam rumah itu, Dira terpesona melihat ruang interior setiap ruangan di rumah itu.


" Tian antar Dira ke kamar tamu ya"


" Siap Mami. Yuk Ay" ajak Tristan.


Dira menganggukkan kepalanya, kemudian mengekor di belakang sang kekasih. Saat menaiki tangga, Dira melihat beberapa foto sang kekasih saat dia masih kecil.


" Ternyata dia sudah tampan dari lahir" gumam Dira sambil terkekeh.


" Kamu kenapa?" tanya Tristan yang bingung karena kekasihnya itu tertawa sendiri.


" Ini liat foto kamu waktu kecil " jawab Dira.


" Kenapa dengan foto aku, ada yang lucu sampe kamu ketawa gitu?"


" Nggak, gemas aja"


" Jangan-jangan kamu mikirin hal yang mesum karena melihat foto aku polos kek gitu"


" Nggak ya, mana ada aku mikir kek gitu"


" Ayo ngaku"


" Nggak Ay, sumpah deh" kata Dira sambil memperlihatkan jari berbentuk huruf V.


" Kalau mikir mesum juga nggak apa-apa" kata Tristan.


" Nggak, ntar takut khilaf aku nya" kata Dira.


" Khilaf Ama aku nggak apa kali Ay"


" Ye.. itu maunya kamu"


" Tu tua" kata Tristan sambil tersenyum.


" Buang jauh-jauh pikiran kamu yang mesum itu ya, Ay" kata Dira.


Mereka pun sampai didepan pintu kamar yang akan di tempati Dira malam ini.


" Masuk gih, udah malam"


" Siapa bilang masih siang, Ay" kata Dira.


" Nggak ada, cepat masuk ntar keburu aku khilaf"


Cup.


Tristan mengedip-ngedipkan matanya karena mendapatkan ciuman khilaf dari kekasihnya itu. Setelah tersadar ternyata kekasihnya sudah masuk kedalam kamar.


" Ck.. curi start dia nya" kata Tristan sambil berlalu pergi meninggalkan kamar kekasih hatinya.


Tristan membaringkan tubuhnya di atas kasur. Dia masih terbayang adegan khilaf tadi. Tidak mau membayangkan yang aneh-aneh Tristan pun memilih untuk tidur.


To be continue.


Hai Readers terzayang apa kabar kalian hari ini? mudah-mudahan dalam keadaan sehat ya. Sorry beberapa hari ini Author bisa up 1 bab, itu karena kesibukan Author di real life.


Author ucapkan Gomawo untuk kalian yang masih mau menunggu kelanjutan cerita ini. Mudah-mudahan nanti bisa UP 1 bab lagi.


Saranghaeee 😘😘😘


Kemarin ada yang nanya.


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2