Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Indahnya Kebersamaan


__ADS_3

Sore hari jet pribadi milik keluarga Wiguna mendarat dengan selamat di bandara internasional Soekarno Hatta. Itu artinya dua pasang pengantin baru itu sudah sampai di tanah air.


" Alhamdulillah akhirnya sampai juga" kata Sinta.


Mereka berempat berjalan menuju pintu keluar. Saat mereka sudah sampai diluar semua keluarga mereka sudah menunggu kedatangan mereka.


" Mama" panggil Sinta dan diikuti suaminya.


Sinta mencium punggung tangan kedua orangtua nya dan diikuti oleh suaminya. Tak jauh beda dari Aldi dan Sinta. Pasangan Gio dan Sisil pun melakukan hal yang sama pada kedua orangtua dan mertua mereka.


Mobil kedua keluar besar itu pergi meninggalkan bandara dan menuju kerumah baru Sinta dan Sisil.


" Anggun nggak ikut menjemput kalian?" tanya Rahman.


" Nggak Pa soalnya Vandy habis jatuh" jawab Aldi.


" Jatuh dimana" kata Rahman.


" Jatuh dari pohon mangga Pa waktu mau ngambil mangga muda buat istrinya" ucap Anggun.


" Terus gimana keadaannya."


" Kaki nya terkilir Pa."


" Ya udah nanti kita semua pergi kesana untuk melihat keadaan Vandy" kata Ririn mama Sinta.


" Iya Ma rencana nya nanti malam kami juga mau bikin acara Barbeque" kata Aldi.


" Waah bagus itu."


Tak terasa mobil kedua keluarga besar itu pun sampai. Sinta dan keluarganya turun dari mobil, begitu juga dengan keluarga Sisil. Mereka masuk kerumah masing-masing.


" Ma, Pa ntar Malam nginap disini aja" kata Aldi.


" Iya, ntar kita sama-sama pergi kerumah Vandy" ucap Sinta.


" Papa sih terserah sama kalian aja" kata Rahman.


" Gimana Ma?" tanya Aldi.


" Ya Mama mau."


Sinta dan Aldi memutuskan untuk istirahat, begitu juga dengan kedua orangtua mereka. Karena nanti malam mereka akan berkumpul dirumah Vandy.


Dirumah Anggun.


Selesai diurut kaki Vandy sudah bisa dibawa jalan. Vandy dan mertuanya sedang berada ditaman. Mereka sedang melihat persiapan buat acara Barbeque nanti malam.


" Mas" panggil Anggun.


" Iya sayang."


" Aku mau makan rujak."


" Minta tolong beliin sama Bibik ya?."


" Nggak mau."


" Terus."


" Mas yang bikinin."


" Kaki belum sembuh total malah dikasih tugas lagi. Kamu punya dendam ya Baby sama Daddy kok kamu tega nyiksa Daddy terus."


" Mas nggak mau."


" Mau sayang, yuk kita bikin."


Anggun berjalan kedapur diikuti suaminya dari belakang. Sesampainya didapur Anggun menyiapkan buah segar untuk rujaknya nanti.


" Mas duduk disini dan tolong kupaskan mangga mudanya."


Vandy mengikuti instruksi dari istrinya itu. Vandy mengupas kulit buah mangga dengan sangat telaten. Anggun menyiapkan cabe dan bumbu lainya. Anggun mulai mengulek cabe, gula merah dan bumbu lainnya.


" Sayang Mas udah selesai nih ngupas kulitnya."


" Tolong potong-potong Mas sama buah yang ada didekat kamu juga?."


Vandy memotong semua buah yang disiapkan istrinya tadi. Anggun sudah selesai mengulek bumbu rujaknya. Anggun memasukan buah yang sudah dipotong-potong sama suaminya tadi.


" Selesai" ucap Anggun.

__ADS_1


" Waah keliatannya enak ni sayang."


" Mudah-mudahan ya Mas."


Anggun duduk disamping suaminya dan menikmati rujak yang sudah dia bikin tadi. Vandy menelan salivanya melihat istrinya begitu lahap memakan mangga muda.


" Sayang apa rasanya nggak asam."


" Nggak. Ini enak banget malah Mas mau coba?."


" Buat kamu aja sayang."


Anggun menikmati kembali rujaknya. Vandy tersenyum melihat tingkah istrinya itu. Tak berapa lama rujak tadi sudah masuk keperut Anggun.


" Udah kenyang" tanya Vandy.


" Belum" jawab Anggun.


" Mau makan apalagi?."


" Mau makan udang crispy buatan Mama Diana?."


" Mama belum datang sayang."


" Yah terus gimana dong?" mulai sedih.


" Jangan sedih gitu ntar lagi Mama pasti datang" ucap Vandy menenangkan istrinya.


Anggun menganggukkan kepalanya.


" Kita ketaman lagi yuk liat persiapan nanti malam."


Anggun pun bangun dari duduknya. Saat mereka mau berjalan tiba-tiba Diana datang menghampiri anak dan mantunya.


" Anggun sayang" panggil Diana.


" Mama" jawab Anggun.


" Kebetulan Mama udah dateng" kata Vandy.


" Kenapa kalau Mama udah datang?."


" Nggak kenapa-napa Ma cuma tadi Anggun pengen dibuatin udang crispy sama Mama?" ucap Vandy.


" Benar Ma" jawab Anggun malu.


" Ya udah kamu duduk manis disini biar mama buatin udang crispy nya."


" Sayang Mas tinggal ketaman dulu ya. Kamu disini sama Mama."


" Hhhmm."


Vandy mencium kening serta bibir istrinya sekilas. Setelah itu Vandy pergi meninggalkan dua wanita cantik yang beda usia itu.


Malam hari.


Kedua keluarga besar macan Asia sudah berkumpul ditaman. Mereka sedang asik bercengkerama. Sedangkan Anggun dan Vandy belum turun dari kamar mereka.


Tak berapa lama keluarga Rahman dan Revanof pun datang. Wiguna dan Dwipangga pun menyambut kedatangan para sahabat mereka.


Sinta dan Aldi mencium punggung tangan kedua orangtua Anggun dan Vandy. Kemudian diikuti oleh Gio dan Sisil. Mereka duduk dikursi yang sudah disediakan.


" Om Vandy sama Anggun mana?" tanya Aldi pada Wiguna.


" Masih dikamar Al."


" Gil* si Vandy masih aja nyempatin bercocok tanam."


Mereka melanjutkan mengobrol sambil menunggu Vandy dan Anggun datang.


Dikamar Anggun.


Vandy entah sudah berapa kali berggonta-ganti pakain dari tadi.Tapi belum ada juga yang cocok menurut istrinya itu.


" Sayang ini gimana?" tanya Vandy yang baru mengganti pakaiannya.


" Kurang cocok Mas. Ganti."


Walaupun kesal tapi Vandy tetap menuruti keinginan istrinya itu. Vandy menganti bajunya kembali. Tak berapa lama Vandy pun keluar.


__ADS_1


Anggun terpesona melihat ketampanan suaminya itu.


" Perfect. Mas terlihat sangat tampan" puji Anggun.


" Makasih sayang pujiannya. Istri Mas juga sangat cantik."


" Kita turun yuk Mas kasian yang lain udah nunggu kita."


Anggun dan suaminya berjalan menuruni tangga. Vandy merangkul pinggang istrinya itu. Sampai ditaman Anggun melihat para sahabatnya sudah datang.


" Hai Guys udah lama ya nunggu nya" kata Anggun sambil memeluk kedua sahabatnya itu.


" Kita baru nyampe kok Nggun" ucap Sinta.


" Parah lo Van" bisik Vandy.


" Maksud lo?."


" Iya masa lagi rame gini lo masih sempat ninaena."


Pletak..


Satu pukulan mendarat dikepala Aldi.


" Kok lo mukul kepala gue."


" Biar pikiran lo nggak jorok mulu."


" Kalau bukan karena ninaena terus kenapa lo telat datang."


" Itu karena istri gue nyuruh gue gonta-ganti baju jadi telat deh."


" O iya gimana kaki lo."


" Alhamdulillah udah baikan Al."


" Itu akibat lo suka nindas gue tu. Kualat kan lo" kata Aldi.


Pletak


Pletak


Vandy memukul lengan Aldi dua kali.


" Lo kok mukul gue lagi sih Van" kesal Aldi.


" Salah sendiri ngapain lo ngumpat gue."


" Kalian kenapa sih kalau ketemu berantem terus" ucap Anggun.


" Suami lo tu Nggun nyiksa gue."


" Nggak sayang dia ngumpat Mas duluan."


" Sudah-sudah kalian berdua sama saja" kata Anggun.


" Sayang mana mungkin Mas sama kek dia."


" Sekarang Mas sama Aldi panggang daging yang ada disana?."


" Awww kaki Mas masih sakit sayang jadi nggak kuat berdiri lama-lama."


" Alasan lo Van" kata Aldi.


" Tu kan sayang dia yang mulai duluan."


" Aldi kaki suami gue memang sakit. Jadi loe sama Gio aja yang bakar dagingnya ya."


" Baiklah Nggun" kata Aldi


Vandy tersenyum penuh kemenangan pada Aldi.


" Awas lo Van gue balas lo nanti."


Mereka pun memulai acara Barbeque nya. Aldi dan Gio memanggang daging sapi yang sudah disediakan oleh keluarga besar Anggun.


Anggun sangat senang karena semua orang yang disayang semuanya berkumpul dirumahnya mulai dari suami, orangtua, dan sahabatnya. Anggun berharap semoga persahabatan mereka akan tetap terjaga sampai akhir waktu nanti.


To be continue...


Jangan lupa tinggalkan jejak saya kalian buat Author ya. Dengan cara Like, Komen dan Vote nya kalau bisa ya guys... 😉😉

__ADS_1


Happy Reading guys.. 😉😉


__ADS_2