Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Liburan


__ADS_3

Pagi hari Anggun sudah sibuk memasak dibantu sama Bik Mirna. Anggun masak sangat banyak, karena teman-temannya akan sarapan dirumahnya.


" Akhirnya selesai juga. Bik tolong tata diatas meja ya, Anggun mau kekamar dulu"


" Baik non"


Anggun berlalu pergi meninggalkan Bik Mirna. Anggun berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Anggun masuk kedalam kamar dan melihat suaminya masih asik dengan mimpi nya.


Anggun berjalan kekamar mandi, dan membersihkan dirinya. Selesai mandi Anggun memakai pakaiannya. Setelah itu Anggun membangun kan sang suami.


" Mas, bangun"


Tidak ada jawaban dari sang suami. Anggun mulai mencium kening, mata, hidung, pipi dan terakhir dibibir sang suami.


Vandy membuka matanya, Vandy tersenyum karena mendapatkan ciuman yang bertubi-tubi dari sang istri. Karena jarang istrinya mau membangunkan nya dengan cara seperti itu. Jadi nggak salah kalau Vandy berpura-pura tidur dari tadi.


" Buruan mandi"


" Mandiin dong sayang"


" Aku udah siap mandi Mas"


" Nggak apa-apa mandi lagi, ya ya"


" Bener ya cuma mandi aja"


" Bener sayang "


Belum sempat Anggun menjawab Vandy sudah menggendong tubuh istrinya kekamar mandi. Sampai dikamar mandi, Vandy membantu membuka pakaian istrinya.


Awalnya emang mandi seperti biasa, tapi lama kelamaan mandi nya berubah menjadi mandi yang disuka sama Vandy. Acara mandi yang seharusnya cuma sebentar, berubah menjadi 1 jam.


" Bilang nya cuma mandi doang, tapi nyata nya ngambil kesempatan" gerutu Anggun


" Kan mandi juga nama nya sayang, beda nya cuma di durasi nya aja"


" Ck.. dasar suami mesum"


" Tapi kamu suka kan, buktinya kamu mendesah sangat merdu tadi"


" Nggak!!"


Anggun pun pergi meninggalkan suaminya yang mesum itu. Anggun berjalan menuruni tangga dengan kesalnya.


Tawa Vandy pun pecah, dia sangat senang karena bisa mengerjai sang istri. Hasrat yang dia tahan dari semalam akhirnya tersalurkan juga.


" Lucu banget sih kamu sayang"


Vandy pun menyusul sang istri yang sudah pergi dari tadi.


Anggun menunggu sahabat nya diruang tamu, Vandy duduk disamping sang istri. Tak berapa lama para sahabat nya pun datang.


" Assalamualaikum " ucap Aldi, Sinta, Gio dan Sisil


" Wa'alaikum salam" jawab Anggun dan Vandy


Anggun mengajak sahabatnya masuk. Mereka duduk disofa ruang tamu.


" Lo kenapa Nggun? kek kesal gitu?" tanya Sinta

__ADS_1


" Biasa Honey, singa jantannya pasti membuat ulah lagi" jawab Aldi.


Sontak Sinta dan Sisil menatap tajam Vandy.


" Kanapa kalian liatin gue kek gitu" kata Vandy


" Lo apain sahabat kita?" tanya Sisil


" Nggak gue apa-apain kok, malahan gue bikin enak" jawab Vandy


Aldi menggelengkan kepala nya mendengar jawaban Vandy tadi.


" Sarapan dulu yuk" tawar Anggun


Mereka langsung menuju meja makan. Dimeja makan sudah tersedia berbagai macam-macam lauk dan sayuran.


" Ini semua lo yang masak Nggun?" tanya Sinta


" Berdua sama Bik Mirna" jawab Anggun


Para istri melayani suami mereka masing-masing, para istri melayani suami mereka dengan telaten, mulai dari mengambil kan nasi, lauk dan air minum.


Mereka pun menikmati sarapan mereka dengan hikmat. Tak berapa lama semua masakan yang ada dimeja sudah berpindah kedalam perut mereka. Selesai makan para istri membawa piring kotor kedapur dan mencuci bersih semua nya.


Para suami duduk santai disofa ruang tamu. Mereka istirahat sebentar, sebelum berangkat ke puncak.


" Lo mau bawa buah nggak Al?" tanya Vandy


" Boleh deh Van" jawab Aldi.


Vandy meminta tolong pada Mang Dito untuk memetikan beberapa buah-buah dikebun belakang.


Selesai mencuci piring para istri pun bergabung dengan suami mereka. Anggun duduk agak jauhan dari suaminya.


Anggun tidak menjawab, karena dia masih kesal dengan suaminya itu.


Vandy tau istrinya masih kesal kepadanya. Vandy menghampiri istrinya.


" Sayang sudah dong ngambek nya, Mas nggak kuat dicuekin sama kamu" ucap Vandy sedih


Aldi dan yang lain menahan tawa mereka mendengar ucapan manja Vandy. Bos yang terlihat ganas diluar ternyata mempunyai sisi kekanak-kanakan juga.


" Janji nggak akan ngulangin lagi?" tanya Anggun


Dengan cepat Vandy mengangguk kan kepalanya.


Anggun tersenyum melihat tingkah suaminya yang kayak anak kecil itu. Anggun mencubit pipi suaminya.


" Gemesin banget sih kamu Mas"


Para sahabat Vandy ikut bahagia melihat rumah tangga Vandy yang selalu harmonis, dan mereka berharap hubungan mereka juga akan harmonis seperti Anggun dan Vandy. Mereka asik mengobrol dan sesekali bercanda.


Mang Dito datang dengan membawa beberapa jenis buah-buahan yang dia petik dari kebun belakang.


" Habis panen Mang?" tanya Sinta


" Iya non Sinta" jawab Mang Dito.


" Tolong masukin kekantong kresek ya Mang" ucap Vandy

__ADS_1


" Iya Den"


Mang Dito pergi kedapur, sampai didapur Mang Dito mencari kantong kresek. Setelah ketemu Mang Dito memasukan semua buah-buahan tadi kedalam kantong kresek.


Selesai memasukan buah-buahan itu kedalam kantong kresek, Mang Dito menyerah kan kantong kresek itu kepada Aden nya.


" Makasih ya Mang" ucap Vandy


" Sama-sama Den. Ada lagi yang Aden butuhkan?" tanya Mang Dito


" Nggak ada Mang" jawab Vandy


" Kalau gitu saya pamit kebelakang dulu Den"


" Iya Mang, silakan"


Mang Dito pun berlalu dari ruang tamu. Sisil Melihat jam tangannya sudah menunjukkan jam 9 pagi.


" Udah jam 9 nih, berangkat yuk" ajak Sisil


" Yuk" jawab yang lain


Vandy dan Aldi membawa kantong kresek isi buah tadi. Mereka memasukan semua barang mereka dibagasi mobil. Ya mereka akan pergi dengan satu mobil saja.


Setelah semua barang-barang masuk kedalam bagasi, mereka pun masuk kedalam mobil. Pasangan Vandy dan Anggun duduk dikursi penumpang, begitu juga dengan pasangan Sinta dan Aldi. Jadi pasangan Gio dan Sisil duduk dikursi depan. Ya Gio dapat kursi kemudi dan Sisil duduk disamping suaminya.


" Ready guys" ucap Gio


" Ready " jawab semuanya.


Mobil pun berangkat meninggalkan kediaman Vandy. Mobil pun melaju dengan mulus dijalan raya. Mereka beruntung karena kendaraan tidak begitu rame berlalu lalang.


Baru 15 menit perjalanan Sinta sudah lapar lagi. Aldi menyuruh Gio memcari minimarket terdekat. Setelah menemukan minimarket, Gio memakirkan mobilnya didepan minimarket.


Sinta dan Aldi turun, langsung masuk kedalam minimarket. Sinta mengambil snack dan juga beberapa kue serta minuman. Selesai belanja mereka menuju kasir dan membayar semua belanjaan mereka.


Sinta dan Aldi masuk kembali kedalam mobil. Gio melajukan mobilnya kembali dan melanjutkan perjalanan mereka.


Didalam mobil Sinta asik memakan snack yang dia beli tadi. Aldi hanya menggelengkan kepalanya melihat nafsu makan istrinya. Tapi Aldi juga bersyukur karena istrinya nggak mual-mual lagi.


Mobil yang dikendarai Gio pun sudah masuk kekawasan puncak. Disepanjang jalan menuju penginapan banyak para pedagang menjajakan hasil kebun mereka.


Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam, akhirnya mereka sampai dipenginapan. Gio memakirkan mobilnya. Setelah mobil terpakir dengan baik, mereka pun turun dari mobil.


Anggun sangat takjub melihat pemandangan ditempat mereka menginap. Udara nya sangat sejuk, jauh dari polusi. Anggun tak henti-hentinya memuji kebesaran sang pencipta.


" Subhanallah, indah banget" ucap Anggun


" Kamu suka sayang?"


" Banget Mas"


Tak jauh berbeda dengan Anggun, Sinta dan Sisil juga takjub melihat keindahan alam yang ada disana.


" Sekarang kita istirahat dulu, nanti sore kita baru jalan-jalan" ucap Vandy


Mereka pun masuk kedalam kamar mereka masing-masing untuk beristirahat. Karena nanti sore mereka akan pergi jalan-jalan.


To be continue

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian untuk Author, dengan cara Like, Komen dan kalau bisa Vote juga ya... 🙏🙏🙏


Happy Reading Guys 😉😉


__ADS_2