
Vandy dan rombongannya memutuskan untuk sarapan bubur ayam. Mereka langsung menuju tempat penjual bubur yang ada di dekat taman itu.
Penjual bubur sangat senang, karena warung mereka di datangi sama pebisnis nomor satu di Asia. Tidak hanya penjual, para pembeli pun sangat senang bisa bertemu langsung dengan Anggun dan juga Vandy.
Karena di dalam sudah penuh, jadi Vandy dan yang lain memutuskan untuk duduk di luar. Lagi pula di luar lebih adem, apalagi tempat duduknya di bawah pohon.
" Bukankah mereka bertiga itu model terkenal itu?"
" Iya, nggak menyangka bisa melihat mereka secara langsung"
" Kira-kira boleh minta foto nggak ya"
" Kita coba aja"
Para ibuk-ibuk dan juga remaja menghampiri meja Kenzo cs.
" Boleh minta foto nggak Kak?" tanya remaja cewek pada Kenzo.
" Boleh, tapi fotonya berempat ya?, karena kalau berdua aja ntar pacar kakak ngambek" kata Kenzo.
" Sip kak"
" Yank, tolong fotoin kita dong" kata Kenzo.
Melodi mengambil ahli ponsel gadis itu. Kenzo cs dan gadis itu pun mengambil posisi. Melodi pun mulai mengambil foto mereka. Empat kali jepret dengan berbagai gaya sudah berhasil di abadikan di ponsel gadis remaja itu.
" Makasih Kak" ucap gadis remaja itu.
" Sama-sama"
Karena banyaknya orang yang meminta berfoto. Kenzo cs pun meminta mereka untuk berbaris yang rapi, biar nanti nggak susah. Melodi pun menjadi fotografer dadakan.
" Habis ini kalian bertiga harus bayar gue" kata Melodi.
" Aman Mel " kata Gian.
Vandy bangga pada putranya. Cita-cita yang di inginkan sedari kecil akhirnya tercapai juga. Vandy tidak tau apakah cita-cita putranya itu sudah berubah atau masih tetap sama.
Ibuk-ibuk dan para remaja itu pun pamit undur diri. Mereka sangat senang karena ketiga model tampan itu tidak sombong. Walaupun mereka tidak bisa minta foto berdua, tapi setidaknya mereka bisa berfoto dengan Kenzo cs.
Kenzo cs pun bisa bernafas lega, karena para fans mereka sudah pergi. Terkadang inilah yang membuat ketiga cowok tampan itu malas keluar rumah, karena fans mereka ada dimana-mana.
Mereka semua mulai menyantap bubur ayam yang sudah di pesankan sama Vandy. Tidak ada yang bersuara saat sedang makan. Mereka benar-benar menikmati bubur ayam itu dengan hikmat.
Selesai makan, mereka semua mengistirahatkan perut mereka dulu. Sambil menunggu makanan mereka turun dengan baik kedalam lambung, mereka semua mengobrol santai.
" Kapan nih kita bikin acara barbeque lagi?" tanya Sinta.
" Iya, udah lama kita tidak mengadakan acara barbeque" kata Sisil.
__ADS_1
" Bagaimana kalau pas anak-anak libur sekolah" usul Anggun.
" Setuju" kata Sinta dan Sisil.
" Cuma kalian berdua aja yang setuju, anak-anak kita belum ada yang menjawab" kata Anggun.
" Anak-anak pasti ngikut sama kita para orang tuanya" kata Sinta.
" Bagaimana kalau bikin acara barbeque nya di pantai" usul Dira.
" Good idea " kata Anggun.
" Nyonya Tiara ikut nggak?" tanya Sinta.
" Boleh, tapi bisakah nona manggil saya Tiara saja" kata Tiara.
" Baiklah Tiara. Kamu juga panggil saya Sinta, tampa embel-embel nona di depannya" kata Sinta.
" Iya, lagi pula kita seumuran" kata Sisil.
" Baiklah, jadi Sabtu depan kita pergi ke pantai" kata Anggun.
" Yeey ke pantai" sorak ria Kiran dan Daffin.
" Nanti Kiran ikut mobil Affin ya" kata Daffin.
" Nggak bisa, Kiran ikut mobil Abang Tian" kata Tristan.
" Emang kenapa dengan umur Bang Tian?" tanya Sinta pada putranya.
" Sudah tua, masih saja mau dekat in calon istri aku"
" Eh bocah, sembarangan aja kalau ngomong. Abang ini masih daun muda. Papa kamu noh yang udah daun tua" kata Tristan.
" Apa kamu bilang?, berani sekali kamu bicara seperti itu" protes Aldi.
" Udah Pah, kamu memang udah daun tua. Jadi ngalah sama daun muda" kata Sinta.
" Kok kamu malah belain bocah tengik itu sih" kesal Aldi pada sang istri.
" Terus kamu mau berdebat terus sama anak kecil, begitu" kata Sinta.
" Ya nggak sih" kata Aldi pasrah.
Keynan tersenyum melihat tingkah Aldi. Dia baru tau Aldi juga takut sama istrinya.
" Kenapa kamu senyum-senyum gitu, naksir?" kata Aldi pada Keynan.
" Enak aja, aku masih normal kali" kata Keynan.
__ADS_1
" Terus kenapa kamu senyum-senyum gitu saat melihat aku" kata Aldi.
" Karena ada yang lucu"
" Emang kamu pikir saya badut"
Vandy hanya bisa menghela nafasnya melihat kelakuan para sahabatnya. Anggun melirik suaminya.
" Mas kenapa?" tanya Anggun.
" Nggak apa-apa sayang" jawab Vandy sambil tersenyum pada sang istri.
Karena hari sudah mau siang mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
" Dira, kapan-kapan main ke rumah Tante ya" kata Sisil sebelum masuk kedalam mobil.
" Siap Tante" kata Dira.
" Keyra kapan-kapan juga main ke rumah Tante ya" kata Sinta.
" Insya Allah Tante"
Keyra dan Dira mencium tangan calon mertua mereka masing-masing secara bergantian. Setelah itu Sinta dan Sisil masuk kedalam mobil.
" Sayang, aku pulang dulu ya" pamit Melodi.
" Hhmm, kalau sudah sampe di rumah kasih kabar" kata Kenzo.
" Siap bos"
Melodi masuk kedalam mobilnya. Dira dan Keyra juga berpamitan sama kekasih mereka. Ralat kalau Dira baru calon pacar.
Setelah mereka semua berpamitan, mobil yang di kendarai Keynan pun pergi meninggalkan taman kompleks, kemudian diikuti sama mobil Vandy di belakang.
" Ian, lo pulangnya bareng Tian ya" kata Kenzo.
" Kenapa?, apa kau akan mencampakkan aku begitu saja Roma" kata Gian dengan wajah pura-pura sedih.
" Bukan Ani, aku menitipkan kamu untuk sementara waktu sama Munaroh" kata Kenzo.
" Ck... dikata gue barang kali ah, pake dititip segala" kata Gian.
" Maksud gue, rumah kalian kan berdekatan. Sedangkan rumah gue berseberangan" kata Kenzo.
" Baiklah Roma, aku ikut Munaroh" kata Gian sambil naik ke atas motor Tristan.
Setelah drama yang tidak berfaedah itu selesai. Kenzo dan Tristan melajukan motornya menuju rumah mereka masing-masing.
To be continue..
__ADS_1
Happy Reading 😚😚