Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Vanya baru bangun dari tidurnya. Vanya kaget melihat jam yang ada di dinding kamarnya. Ya jarum jam sudah menunjukkan jam 10 pagi. Vanya bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Ini gara-gara kak Marko, jadi kesiangan deh gue.


Sampai dikamar mandi Vanya tidak masuk kedalam bathtub nya, Marko mandi dibawah shower. Karena kalau mandi di bathtub akan memakan waktu yang lama.


Setelah 5 menit Vanya menyudahi acara mandinya. Ya hari ini adalah rekor mandi tercepat Vanya. Vanya berjalan menuju walk in closet nya.


Setelah selesai memakai pakaiannya Vanya turun kebawah untuk pergi sarapan. Ya sarapan menjelang siang. Sampai dimeja makan Vanya tidak menemukan masakan apapun, yang ada cuma roti tawar sama selai. Alhasil Vanya hanya bisa memakan roti.


" Apes benget sih hari ini, sudah bangun kesiangan, sarapan juga hanya tinggal roti saja. Malang banget dah nasib gue" gerutu Vanya.


Setelah menghabiskan 3 roti tawar, perut Vanya juga belum kenyang. Vanya berjalan menuju kulkas melihat bahan masakan. Vanya membuka pintu kulkasnya.


Wajah Vanya seketika menjadi lesu, karena


melihat isi kulkas. Ya di kulkas cuma ada minuman kaleng, sama jus.


" Aigo, kenapa isi kulkas cuma minuman doang?, apa keluarga gue udah jatuh miskin?"


Vanya berjalan dengan lesunya menuju kamarnya. Saat mau menaiki tangga, Vanya berpapasan dengan kang Asep.


" Non Vanya kenapa?" tanya Asep


" Lapar kang" jawab Vanya


" Kalau lapar makan atuh non?" kata kang Asep


" Itu masalahnya Kang, dimeja makan sudah tidak ada makanan"


" Kok bisa, bukannya tadi masih banyak" kata Asep


" Mana Vanya tau Kang" kata Vanya


" Apa nona mau akang belikan bakso didekat lampu merah sana" usul Asep


" Boleh Kang, tolong ya" kata Vanya


" Siap non"


Vanya mengambil uang dalam dompetnya. Vanya menyerahkan uang kertas 100 ribu kepada kang Asep.


" Nggak ada uang kecil non?" tanya Asep


" Nggak ada Kang"


" Kalau gitu pake uang Akang dulu non"


" Nggak usah Kang pake uang Vanya aja, nanti Akang beliin aja semua uang nya. Hari ini semuanya Vanya traktir makan bakso" kata Vanya.


" Makasih Non, kalau gitu Akang jalan dulu"

__ADS_1


" Ok Kang"


Setelah berpamitan Asep langsung menuju mobilnya. Asep melajukan mobilnya menuju tempat penjual bakso. Beruntung suasana jalan lagi sepi.


Mobil yang dikendarai Asep pun sampai ditempat penjual bakso, Asep memarkirkan mobilnya.


" Kang pesan baksonya 5 bungkus, cabe nya dipisah ya"


" Siap Sep"


Tak berapa lama pesanan Asep pun sudah siap. Asep membayar bakso pesanannya. Setelah selesai membayar Asep pun kembali pulang.


Asep pun sampai di rumah, Asep memasukkan mobilnya kedalam garasi. Setelah itu Asep masuk kedalam rumah dengan menenteng kantong kresek yang berisikan bakso.


" Non Vanya" panggil Asep setelah sampai didalam rumah.


" Wah cepat juga Akang membelinya. Akang nggak ngebut-ngebutan kan?" selidik Vanya


" Ya kagak atuh Non. Ini bakso pesanan nona" kata Asep sambil menyerahkan kantong kresek.


Vanya mengambil satu bungkus baksonya. " Ini tolong Akang bagi sama yang lainnya ya" kata Vanya.


" Siap non"


Vanya pun pergi ke dapur untuk menikmati baksonya. Saat pengikat baksonya terbuka, tercium aroma wangi baksonya, membuat air liur Vanya menetes. Perut Vanya tambah keroncongan.


Tanpa menunggu lama, Vanya memasukkan baksonya kedalam mangkok. Setelah itu Vanya duduk dimeja makan. Vanya pun mulai nyantap bakso nya tadi.


"Alhamdulillah kenyang"


Vanya mencuci mangkok tempat baksonya tadi. Selesai mencuci mangkok, Vanya kembali ke kamarnya. Vanya akan bersiap pergi ke rumah sakit.


Selesai bersiap Vanya turun kebawah. Vanya masuk kedalam kamar mamanya, untuk mengambil baju ganti untuk mamanya.Karena kemarin mama nya nggak sempat membawa baju ganti.


Vanya memasukkan baju ganti kedalam paper bag. Setelah itu Vanya mengambil kunci mobilnya. Vanya melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


" Pasti mama marah deh, karena gue telat datang ke rumah sakit"


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, Vanya pun sampai di rumah sakit milik keluarga nya. Vanya memarkirkan mobilnya ditempat parkir yang sudah disediakan di sana.


Vanya masuk kedalam rumah sakit dengan menenteng paper bag ditangannya. Sepanjang jalan banyak yang menatap kagum pada Vanya.


Vanya masuk kedalam lift. Vanya menekan angka tombol angka 3. Lift pun mulai bergerak naik menuju lantai 3.


Ting


Pintu lift terbuka. Vanya keluar dari lift, kemudian berjalan menuju ruang rawat papa nya. Vanya pun sampai didepan pintu ruang rawat papa nya.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


Anggun yang mendengar suara pintu diketuk pun membukakan pintu.


Ceklek


Anggun tersenyum melihat adik iparnya.


" Pagi kakak ipar" sapa Vanya


" Udah siang kali Dek"


" Ah iya, maksud aku siang"


" Yuk masuk"


Baru akan melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan itu, Vanya sudah dikagetkan sama suara mama nya.


" Mama pikir kamu nggak bakal ingat mama lagi" kata Diana.


" Ingat dong Ma, aku kan anak mama yang paling berbakti"


" Berbakti apaan datangnya siang" kata Diana


" Maaf Ma, tadi aku kesiangan bangunnya" kata Diana.


" Apa kamu semalam bergadang?" tanya Diana.


" Hhhhmm"


" Bagus, mama nggak sabar nunggu kabar baik dari kamu" kata Diana.


" Kita duduk dulu yuk Ma, kasihan Vanya dari tadi masih berdiri didepan pintu" kata Anggun


" Oh iya hampir lupa" kata Diana


Mereka duduk disofa yang ada diruangan itu. Karena Dwipangga lagi tidur, mereka bertiga pun mengobrol.


Jarum jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, Anggun pun pamit kepada mertua dan adik iparnya, karena dia akan menjemput Kenzo kesekolah.


Disekolah Kenzo menunggu mommy nya ditaman sekolah, begitu juga dengan Gian dan Tristan. Mereka menunggu sambil bermain seluncuran.


Dari kejauhan ada seorang pria yang memperhatikan mereka bertiga dari tadi. Pria itu tersenyum melihat ketiga anak lelaki tampan itu.


Sepertinya mereka bertiga cocok.


To be continue..


Jangan lupa like, komen, dan vote nya..


Happy Reading Guys.. 😉😉

__ADS_1


__ADS_2