Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Kehamilan 2


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit akhirnya mobil Vandy sudah sampai dipintu gerbang rumahnya. Vandy pun membunyikan klakson mobil nya.


Tin.. tin..


Mang Diman yang sudah familiar sama suara mobil tuan mudanya pun dengan segera membuka pintu gerbang.


Setelah pintu gerbang terbuka Vandy pun melajukan mobilnya menuju rumah utama. Sepanjang jalan menuju rumah utama, Anggun dibuat takjub dengan halaman rumah Vandy. Walaupun lebih luas halaman rumah Anggun.


Vandy yang melihat ekspresi Anggun pun tersenyum. Akhirnya mereka sampai didepan rumah utama. Vandy pun mempakirkan mobilnya.


Vandy turun dari mobilnya, kemudian mengitari mobil nya untuk membuka pintu mobil buat kekasihnya.


Anggun pun turun dari mobil, kemudian mereka pun berjalan sambil bergandengan tangan. Sebelum Vandy memencet bel, Vandy melihat sekeliling rumahnya. Sejak tiga tahun yang lalu dia meninggalkan rumah dan tidak ada yang berubah dari rumah itu, semuanya masih sama.


Setelah puas memandang sekeliling rumahnya, Vandy pun melihat Anggun.


" Sudah siap ketemu sama camer?."


" Insya Allah siap."


Vandy pun tersenyum mendengar ucapan Anggun, dan mulai memencet bel.


Ting nong...


Diana yang mendengar suara bel berbunyi dengan cepat membukakan pintu.


Ceklek...


Saat pintu terbuka tampaklah putra dan calon mantunya. Diana pun tersenyum kepada putra dan calon mantu nya.


" Assalamualaikum ucap Vandy dan Anggun."


" Wa'alaikum salam, selamat datang calon mantu mama ucap Diana sambil memeluk Anggun."


Dwipangga dan Vanya yang melihat siapa yang datang pun berjalan menghampiri mereka.


" Kak Anggun panggil Vanya sambil memeluk Anggun."


Anggun yang kaget mendapatkan pelukan tiba-tiba dari Vanya pun membalas pelukan Vanya.


" Kakak cantik banget ucap Vanya."


" Vanya juga cantik ucap Anggun."


" Mah masa calon mantu dibiarin berdiri sih, suruh masuk dulu dong ucap Dwipangga."


" O iya saking senangnya sampe lupa pah, yuk sayang kita masuk dan lanjutkan obrolannya didalam."


Vandy yang merasa dicuekin dari tadi pun mulai bersuara.


" Mah, Anggun datang nya kan bareng aku loh, tapi kenapa mama bisa lupa sama aku. Sebenarnya yang anak mama itu siapa ucap Vandy dengan pura-pura sedih."


" Maaf sayang mama lupa, habis melihat calon mantu mama yang cantik jadi bikin lupa deh."


Mereka pun berjalan kedalam dan menuju meja makan. Sampai nya dimeja makan mereka duduk, Kiara mau mengambilkan nasi buat suami nya.

__ADS_1


" Biar Anggun aja mah yang melayani kalian semua."


" Nggak apa-apa sayang biar mama aja, kamu cukup layani calon suami kamu."


Anggun hanya menganggukan kepalanya, setelah itu mereka pun menikmati makanan nya dengan lahap tanpa ada yang bersuara.


Ditempat lain.


Kia yang sudah siuman dan sekarang sedang menikmati bubur yang dibuatkan sama bik Jum.


" Bik, Bryan kemana ya kok daritadi aku nggak liat dia?."


" Tuan Bryan lagi nebus obat sama Vitamin buat nyonya."


" Emang dokter bilang aku sakit apa bik?."


" Dokter bilang nyonya sedang hamil."


Deg


" Ha.. hamil bik?."


" Iya nyonya lagi hamil dan akan jadi seorang ibu ucap bik Jum sambil tersenyum."


" Bik aku udah kenyang dan aku mau kekamar dulu."


" Biar bibik yang ngantarin nyah."


" Nggak usah bik, aku udah nggak apa-apa kok."


" Kenapa kamu ada dirahim aku..!!, aku tidak menginginkan kamu teriak Kia sambil memukul perutnya."


Bryan baru pulang dari Apotek dan berjalan keruang tamu. Bryan tidak melihat Kia disana dan Bryan pun pergi kekamar Kia. Sesampai didepan pintu kamar Kia, Bryan mendengar Kia yang Histeris, dengan cepat Bryan membuka pintu dan beruntung pintunya tidak dikunci.


Saat pintu terbuka, betapa kagetnya Bryan melihat Kia sedang memukul-mukul perutnya. Bryan pun berlari mendekati Kia.


" Sayang apa yang kamu lakukan sambil memegang tangan Kia."


" Lepasin aku, kamu pasti jijik kan melihat aku dan kita nggak usah lanjutkan pernikahan kita ucap Kia sambil mencoba melepaskan tangannya."


" Kamu tenang dulu, kita bicarakan ini baik-baik ya?."


Kia pun berhenti beronta tetapi dia masih tetap menangis. Saat Kia sudah berhenti meronta Bryan pun membawa Kia duduk.


"Apa kamu mau menceritakannya sama aku?."


Kia pun hanya diam, dia belum siap menceritakan kejadian buruk itu kepada Bryan.


" Ya udah kalau kamu belum siap menceritakannya, tapi satu hal yang harus kamu ingat aku tidak akan pernah membatalkan pernikahan kita."


" Kenapa, apa kamu nggak lihat sekarang aku lagi hamil, kalau kamu takut sama orangtua kamu biar aku yang bicara sama mereka."


" Tidak, aku nggak takut sama mereka. Kia dengarin aku. Aku tulus mencintai kamu, jujur waktu dokter bilang kamu hamil aku sedikit shok, tapi karena rasa cinta dan sayang aku besar buat kamu, aku akan terima segala kelebihan dan kekurangan kamu, termaksud menerima bayi yang ada dalam kandungan kamu."


Kia yang mendengar ucapan Bryan pun terharu dan bahagia karena Bryan memberikan cinta yang tulus untuk dirinya.

__ADS_1


Bryan pun membawa Kia kedalam pelukannya dan memberikan kenyamanan buat Kia.


Kia pun merasakan kehangatan pelukan Bryan.


" Terimakasih sudah mau memberikan cinta yang tulus buat perempuan yang kotor seperti aku ucap Kia."


Bryan meletakkan jari telunjuk nya dibibir Kia. " Ssssttt dimata aku, kamu wanita yang baik dan jangan pernah bicara seperti itu lagi."


Kia melihat kedalam mata Bryan mencari kebohongan dari setiap kata yang Bryan ucapkan tetapi Kia tidak menemukannya.


" Aku akan mencoba menceritakan kejadian yang menimpa aku ucap Kia."


" Apa kamu yakin?."


Kia pun menganggukkan kepalanya, dan mulai menceritakan kejadian satu bulan yang lalu.


Flash On.


Kia dan temannya sedang menghadiri acara pesta ulang tahun rekan bisnis mereka disebuah club malam yang terkenal dikota B.


" Lo mau minum Wine tanya Santi sahabat Kia."


" Nggak deh san, gue minuman soda aja jawab Kia."


Sinta pun mengambil minuman soda buat Kia dan Wine buat dirinya. Santi pun kembali dengan membawa dua gelas minuman yang satu minuman soda dan yang satunya lagi Wine.


Kia pun meneguk satu gelas minuman soda yang diberikan Santi tadi kepadanya. Saat minuman itu sudah habis tiba-tiba Kia merasa pusing.


" Minuman ini udah dicampur ucap Kia."


Kia pun melihat Santi, yang sudah terkapar tidak sadarkan diri.


" Sial... san bangun kita harus pergi dari sini ucap Kia sambil menepuk pelan pipi Santi."


Kia yang pun mulai merasakan kenasan dan kesadarannya juga mulai berkurang. Kia pun melihat seorang cowok dan meminta tolong untuk membawa sahabat kekamar yang ada disana. Pria itu pun memanggil sahabatnya untuk membawa Santi dan cowok itu membawa Kia.


Kia tidak tau Santi dibawa kemana. Kia pun sampai dikamar yang ada diclub itu. Cowok itu pun membawa Kia masuk. Kia masih merasa kepanasan ditambah lagi dia juga mabok.


" Sial apa mereka menaruh obat peransang umpat Kia."


Kia pun melihat kearah cowok yang membawa nya, Kia tidak bisa melihat dengan jelas wajah cowok itu karena pengaruh obat dan minuman soda yang udah dicampur dengan alkohol.


Cowok itu pun melihat kearah Kia, dan ternyata cowok itu sudah diberi obat peransang juga, tapi cowok itu masih bisa melihat wajah Kia dengan jelas.


Mereka pun tidak bisa mengendalikan diri mereka lagi, ada sesuatu yang harus mereka tuntaskan, dan terjadilah malam yang panjang buat mereka berdua.


Saat Kia terbangun, dia sudah mendapati dirinya tak memakai sehelai benang pun.


Flash Off.


To be continue..


Hallo readers ku semua nya apa kabar hari ini, mudah-mudahan selalu sehat ya.


Jangan lupa tinggalin jejak sayang kalian buat Author dengan cara Like, Komen dan Vote biar Author semangat buat nulisnya....😉😉😉

__ADS_1


HAPPY READING GUYS... 😉😉


__ADS_2