
Pagi Hari.
Waktu libur sudah selesai, kini saatnya kembali kerutinitas seperti biasanya. Seperti Pagi ini Marko yang sudah siap dengan pakaian kantornya. Marko sarapan dulu sebelum dia berangkat kekantor.
Selesai sarapan Marko mengambil kunci mobilnya dan pergi keparkiran. Marko memacu mobilnya menuju perusahaan. Selama diperjalanan Marko teringat ucapan Vanya kepadanya. " Ck.. aku tidak akan pernah bucin sama anak kecil kayak kamu."
Marko Sampai diperusahaan Wiguna Group. Sepanjang jalan keruangan kerjanya mata karyawan cewek tidak henti-hentinya memandang Marko.
" Hy bro, tumben loe telat?" tanya Aryo.
" Telat darimana, justru gue datang tepat waktu" jawab Marko.
" Gimana kencan loe sama Adeknya Vandy?" tanya Ardian.
" Kencan dari hongkong?!, malahan gue kesal banget sama tu anak" jawab Marko.
" Kesal kenapa?" tanya Aryo.
" Iya, masa dia bilang gue calon imamnya dia" jawab Marko.
" Emang dia bilang langsung kalau loe itu imamnya" kata Aryo.
" Hhmmm."
" Bagus dong Mar" ucap Aryo.
" Bagus gundul mu?!."
Aryo dan Ardian pun tertawa mendengar jawaban Marko. Mereka nggak nyangka Vanya bisa membuat Marko kesal.
Dwipangga Group.
Aldi sedang sibuk mengerjakan berkas-berkas yang akan ditanda tangani oleh Vandy. Karena Vandy akan pulang besok, dan kemungkinan tidak akan bisa langsung datang kekantor. Saat Aldi sedang fokus memeriksa dokumen kerja sama tiba-tiba Aldi dikagetkan sama bunyi HPnya.
Aldi melihat layar HPnya, dan tertera Vandy is calling, Aldi tidak menjawab telpon dari Vandy. Aldi melanjutkan kerjanya kembali. Tak berapa lama HP Aldi berbunyi kembali dan pelakunya tetap sama, dengan cepat Aldi menggeser tombol hijau.
Aldi: " Hallo, lo kenapa sih ganggu gue kerja terus."
Vandy: " Eh!! seharusnya yang marah itu gue bukan nya elo?!."
Aldi: " Kenapa bisa gitu."
Vandy: " Ya bisalah, gue kan bosnya disini, dan lo berani-beraninya cuekin telpon gue, mau gue pecat lo?!." Mulai emosi.
Aldi: " Jangan dong bro, gue lagi ngumpulin dana buat nikah ni?."
Vandy: " Makanya lo jangan macam-macam, berani lo cuekin telpon dari gue lagi habis lo."
Aldi: " Gue cuma satu macam Van, kenapa lo telpon gue?."
Vandy: " Lo udah jadi cari yang gue suruh kemarin."
Aldi: " Udah, semuanya sudah beres dan sesuai dengan yang lo mau."
Vandy: " Nah gitu dong, kalau lo udah nikah ntar gue kasih hadiah buat lo."
Aldi: " Beneran Van, lo mau kasih gue apa emang?."
Vandy: " Rahasia dong, gue yakin lo nggak bakal nolak hadiah dari gue."
Aldi: " Ok, gue tunggu hadiah dari lo."
Panggilan berakhir.
Aldi melanjutkan kerjaannya kembali. Saat Aldi baru mau memulai kerjanya HPnya kembali berbunyi. Aldi tidak melihat nama yang tertera dilayar HPnya.
__ADS_1
Aldi: " Apaan lagi sih?!."
Sinta: " Kok kamu bentak aku si Bee."
Matilah gue ternyata Ibu negara, bisa berabe nih.
Aldi: " Sorry Honey, aku kirain tadi Vandy, soalnya aku nggak liat namanya."
Sinta: " Awas ya Bee kalau kamu bohong."
Aldi: " Aku nggak bohong Honey, sumpah."
Sinta: " Iya, nanti kamu mau makan siang dimana?."
Aldi: " Belum tau Honey, soalnya kerjaan aku masih banyak."
Sinta: " Nanti aku bawain makanan aja kesana ya?."
Aldi: " Thank's Honey, kamu memang yang terbaik."
Sinta: " Ya udah sekarang kamu lanjut kerja lagi, Fighting Bee. Love You."
Aldi: " Love You More Honey."
Panggilan pun berakhir.
Paris Prancis.
Anggun dan Vandy sedang berada dimall terbesar di Paris. Mereka akan membeli ole-oleh buat keluarga dan para sahabat mereka.
" Sayang mau beli oleh-oleh apa?."
" Kita ketoko jam tangan dulu yuk Mas."
" Selamat datang ditoko kami nona, silakan masuk." Pramuniaga.
Anggun dan Vandy pun masuk kedalam toko itu.
Pramuniaga itu menunjukkan koleksi jam tangan terbaik yang ada ditoko mereka. Ya Anggun akan membelikan jam tangan untuk Papa dan Papa mertuanya. Setelah mereka mendapatkan jam tangan yang mereka cari,Vandy membayar jam tersebut dan pergi ketoko yang lain.
Semua oleh-oleh sudah mereka beli, sekarang Anggun dan Vandy beristirahat sebentar karena capek dari tadi keliling mencari oleh-oleh.
" Sayang ni minum dulu" ucap Vandy sambil memberikan minuman sama Anggun.
" Makasih Mas."
Anggun meminum minuman yang diberikan Vandy kepadanya.
" Sayang, Mas ketoilet bentar ya?."
Anggun menganggukan kepalanya. Setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya Vandy pun berlalu pergi ketoilet. Sambil menunggu suaminya datang Anggun membeli makanan.
Kota C.
Kia dan Bryan sedang berbelanja disalah satu mall terbesar dikota itu. Kia sangat bahagia bisa mengenal laki-laki sebaik Bryan. Walaupun Bryan tau Kia sedang hamil tapi dia tidak tetap memilih Kia untuk menjadi calon istrinya. Karena Bryan juga Kia bisa melupakan Vandy, sekarang Kia sudah mulai mencintai Bryan.
" Sayang coba liat, lucukan" ucap Bryan sambil melihatkan baju baby Perempuan.
" Iya, tapi kitakan belum tau jenis kelamin babynya, lagian usia kandungan aku baru dua bulan."
" Harus nunggu berapa bulan dulu baru bisa lihat jenis kelaminnya?."
" Mungkin 4 atau 5 bulan gitulah" jawab Kia.
" Ya masih lama dong?, O iya sayang kamu kok nggak minta hal yang aneh-aneh sama aku dan kamu juga nggak mual-mual seperti wanita hamil pada umumnya."
__ADS_1
" Aku juga nggak tau, tapi aku bersyukur babynya nggak rewel, mungkin dia nggak mau nyusahin kamu."
Bryan mengelus perut Kia dengan lembut.
" Baby apa bener kamu nggak mau lihat Papa susah karena ulah kamu?."
" Iya Papa, karena Baby sayang sama Papa" jawab Kia sambil menirukan suara anak kecil.
Kia dan Bryan sama-sama tersenyum dan mereka melanjutkan berbelanja kembali.
Ditempat lain
Reno yang dari tadi bolak-balik kekamar mandi karena perutnya mual, sampai dikamar mandi Reno memuntahkan kembali isi perutnya, tapi anehnya yang keluar cuma cairan putih saja. Wajah Reno terlihat sangat pucat.
Bik Romlah merasa kasihan melihat majikannya yang bolak-balik dari tadi kekamar mandi. Bik Romlah membuatkan teh hangat untuk mengurangi rasa mual Reno.
" Minum dulu Den tehnya, biar mual Aden berkurang."
" Makasih ya Bik."
Reno meminum teh yang dibuatkan Bik Romlah sampai habis, dan benar rasa mualnya agak berkurang sedikit.
" Apa Aden mau makan sesuatu, biar Bibik ambilkan."
" Aku mau rujak yang ada diseberang jalan itu Bik."
Bik Romlah merasa ada yang aneh dengan majikannya. Karena setau dia Reno paling nggak suka dengan yang namanya rujak, tapi sekarang tuan mudanya itu pengen makan itu.
" Bik kenapa Bibik diam aja."
" Nggak apa-apa Den, Bibik belikan dulu ya."
Bik Romlah pun membelikan pesanan Reno yang agak aneh menurutnya. Sepanjang jalan Bik Romlah masih memikirkan tingkah aneh Reno.
" Apa aku harus telpon dokter ya."
Bik Romlah sampai juga ditempat orang jualan rujaknya.
" Bang pesan satu porsi ya."
" Baik."
Abang itu pun dengan cepat membuatkan pesanan Bik Romlah.
" Ini Buk."
" Berapa Bang."
"Biasa 15 ribu saja"
Bik Romlah membayar rujak yang dia beli tadi. Sampai dirumah Bik Romlah melihat Reno tertidur diatas sofa.
" Den bangun, nih rujak pesanan Aden tadi."
Mendengar nama rujak Reno pun cepat bangun.
" Mana Bik."
Bik Romlah memberikan rujak yang dia beli tadi pada tuannya. Reno mulai memakan rujak itu dengan lahapnya. Bik Romlah yang melihat Reno makan rujak dengan lahap pun hanya menggelengkan kepalanya.
To be continue.
Jangan lupa tingglkan jejak sayang kalian buat Author ya Guys...😉😉😉
happy Reading Guys... 😉😉😉
__ADS_1