
Pagi hari Anggun sudah bangun dan menyiapkan segala keperluan suaminya. Anggun memasukan pakain Vandy kedalam koper. Ya hari ini Vandy dan Aldi akan pergi keluar kota. Setelah semua selesai Anggun turun kebawah menyiapkan sarapan buat suaminya.
Didapur Bik Mirna sedang memasak sarapan buat majikannya.
" Serius amat Bik masaknya."
" Eh nona bikin kaget Bibik aja."
" Bibik masak apa."
" Cumi krispy, udang balado sama kangkung saus tiram non."
" Enak itu Bik."
Anggun duduk dimeja sambil memakan buah kelengkeng. Tanpa terasa Anggun sudah menghabiskan 1 kantong buah kelengkeng.
" Ya habis."
" Apa yang habis sayang" kata Vandy yang tiba-tiba muncul entah darimana.
" Buah lengkengnya Mas."
" Nanti kita beli ya."
Vandy tau akhir-akhir ini istrinya sangat suka makan buah dan cake, tapi Vandy juga khawatir karena beberapa minggu ini istrinya juga tidak pengen makan nasi.
Bik Mirna menghidangkan masakannya diatas meja. Anggun mengambilkan nasi serta lauk buat suaminya. Vandy baru akan memasukan suapan pertamanya tiba-tiba diganggu sama bunyi HPnya.
" Lo ganggu aja sih" kesal.
" Buset sewot amat jawabnya. Baca salam dulu kek."
" Assalamualaikum."
"Wa'alaikum salam. Nah gitu dong kan cakep."
" Berani lo ngajarin gue. Mau gue pecat?!."
" Jangan dong Van lo mah ngancamnya parah banget."
" Ada apa lo nelpon gue."
" Gue cuma mau bilang kalau gue sudah didepan pintu rumah lo."
" Aldiii!!."
Sontak Aldi menjauhkan HP dari kupingnya. Karena mendengar teriakan Vandy tadi.
" Aldi kenapa Mas" tanya Anggun.
" Nggak kenapa-kenapa sayang."
" Terus kenapa Mas berteriak."
Belum sempat Vandy menjawab biang rusuh pun sudah datang.
" Pagi Nggun" sapa Aldi sambil duduk dikursi yang kosong.
" Siapa yang kasih izin lo duduk" tutur Vandy.
" Nggak apa-apa Mas."
" Anggun aja bilang nggak apa-apa."
Anggun mengambilkan nasi dan lauk buat Aldi.
" Makasih Nggun."
Anggun hanya membalas dengan senyuman. Mereka pun melanjutkan sarapan mereka. Selesai sarapan Anggun mengantarkan suaminya kedepan pintu.
__ADS_1
" Mas berangkat dulu ya sayang."
" Hati-hati ya Mas."
Anggun mencium tangan suami nya. Vandy mencium kening istrinya dan Vandy mecium bibir istrinya.
" Ehem. Jangan kotori mata suci gue Van."
Vandy pun melepaskan ciumannya. Anggun menutup wajahnya yang memerah karena malu.
" Makanya buruan nikah biar lo nyobain rasanya."
" Ck.. sombong banget."
" Sudah-sudah buruan berangkat" ucap Anggun.
" Kamu ngusir Mas sayang."
" Iya" Anggun pun masuk kedalam rumah meninggalkan dua lelaki konyol itu.
Vandy masuk kedalam mobil dan diikuti oleh Aldi. Mobil Vandy pun pergi meninggalkan kediamannya.
Setelah suaminya pergi Anggun pun bersiap untuk pergi kekantor. Anggun mengambil kunci mobilnya.
" Bik. Anggun pergi kerja dulu ya."
" Iya non hati-hati dijalan."
Anggun melajukan mobilnya menuju perusahaan Dwipangga Group. Sampai dikantor Anggun memakirkan mobilnya dan langsung menuju ruangannya. Seperti biasanya setiap melalui para karyawan lain mereka pasti memberi hormat kepada Anggun dan itu membuat Anggun risih.
Anggun sampai diruang kerjanya. Para sahabat Anggun sudah menunggu kedatangannya.
" Aduh yang nanti malam tidur sendiri" ledek Sinta.
" Apaan sih lo Sin."
" Lo nggak tau kalau sekarang Vandy sama Aldi keluar kota" jawab Sinta.
" Waah bobok sama guling dong ntar malam" ledek Sisil.
" Ya sekali-kali sama kayak kalian tidur sama guling."
" Balas dia Sin" ucap Sisil.
Mereka pun tertawa bersama.
" O iya dengar-dengar ada karyawan baru di divisi kita" ucap Sisil.
" Siapa?" tanya Anggun dan Sinta barengan.
" Gue juga nggak tau" jawab Sisil.
Tak berapa lama Gio datang membawa dua orang wanita dengan gaya yang cukup sexy.
" Perhatian semuanya. Minta waktu kalian sebentar.Perkenalkan ini teman satu divisi kita. Silakan perkenalkan diri kalian."
" Saya Lira."
" Saya Cindy."
" Sekarang kalian duduk ditempat duduk yang kosong disana. Terimakasih buat waktu kalian dan selamat bekerja" ucap Gio.
Gio pun meninggalkan ruang kerja desain dan kembali keruangannya. Cindy menatap Anggun dengan tatapan tidak suka. Anggun yang melihat tatapan tidak suka dari Cindy pun hanya cuek. Anggun melanjutkan kerjaannya kembali.
Kerjaan Anggun dan kedua sahabatnya sangat banyak. Sehingga mereka melewatkan waktu makan siang mereka. Saat Sinta melirik jam tangannya.
" Ya ampun udah lewat jam makan siang guys" ucap Sinta.
" Waah gimana dong" kata Sisil.
__ADS_1
" Ya udah kita minta izin sama Gio aja" ucap Anggun."
" Ide bagus Nggun."
Ketiga cewek cantik itu pun pergi keruangan Gio untuk meminta izin keluar sebentar. Setelah mendapatkan izin ketiga cewek cantik itu langsung pergi kekantin kantor. Sesampainya dikantin mereka pun memesan makanan mereka. Sinta dan Sisil heran melihat Anggun cuma bawa buah.
" Nggun lo cuma makan buah doang." tanya Sinta."
" Iya" jawab Anggun sambil tersenyum.
" Nggun kayak nya lo hamil deh" ucap Sinta.
" Uhuk uhuk dengan cepat Anggun menyedot jusnya. Bercanda lo nggak lucu Sin."
" Gue nggak lagi bercanda Anggun? bulan ini lo udah datang bulan belum" tanya Sinta.
" Belum Sin. Malahan udah lewat dari tanggal dapatnya" jawab Anggun.
" Bearti benar dugaan gue. Coba nanti pas pulang kerja lo mampir diapotek dan beli test pack."
" Ntar gue coba deh Sin" ucap Anggun.
Mereka pun menikmati makan siang mereka dengan lahap. Selesai makan siang ketiga cewek cantik itu kembali keruang kerja mereka.
Sore hari seperti apa yang dibilang Sinta. Sepulang dari kantor Anggun mampir ke Apotek untuk membeli test pack. Selesai membili test pack Anggun langsung pulang kerumahnya.
Mobil Anggun pun sampai dirumahnya. Anggun memakirkan mobilnya. Setelah itu dia masuk kedalam rumah. Anggun berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Sampai dikamar Anggun langsung menuju kamar mandi.
Anggun membenamkan tubuhnya dibathtub. Sambil berendam Anggun terus teringat akan ucapan Sinta dikantor tadi. Anggun tidak sabar menunggu besok Pagi untuk mencoba alat yang dia beli diapotek tadi.
Setelah 30 menit berendam Anggun pun memakai handuknya dan keluar dari kamar mandi. Saat Anggun mau mengambil pakainnya tiba-tiba HPnya berbunyi dengan cepat Anggun mengambil HPnya dan menggeser tombol warna hijau.
" Hallo sayang."
" Hallo Mas. Mas udah sampai?."
" Mas baru aja sampai dihotel nih sayang. Kamu lagi apa?."
" Aku baru selesai mandi Mas."
" Waah udah wangi dong. Cium Mas dulu dong."
" Mmuuach udah kan."
" Makasih sayang. Mas istirahat dulu ya. Kamu jangan lupa makan jangan cuma makan buah aja. Mas khawatir sayang."
" Iya Mas nanti aku coba makan nasinya. Selamat istirahat my Hubby."
Sambungan telpon pun beakhir.
Seperti janji Anggun pada suaminya tadi Anggun pun mencoba makan nasi walaupun cuma dua sendok nasi yang masuk dalam mulutnya yang penting dia sudah mencoba.
Selesai makan Anggun pergi kekamarnya. Saat masuk kekamarnya Anggun merasa sepi. Biasanya sebelum tidur suaminya akan membelai-belai rambutnya. Anggun merebahkan tubuhnya diatas kasur. Anggun mencoba memejamkan matanya.
Jam 5 Subuh Anggun sudah bangun dari tidurnya. Anggun mengambil alat yang dia beli diapotek kemarin sore. Anggun melangkahkan kakinya kekamar mandi. Anggun membaca cara pakai alat tersebut. Setelah mengerti Anggun pun mencobanya. Sambil menunggu hasilnya. Anggun melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim yaitu sholat subuh.
Selesai sholat Anggun berdoa meminta kepada Allah supaya diberikan kesempatan untuk memiliki seorang anak. Setelah berdoa Anggun membuka mukenanya dan melihat alat yang dia tinggal dikamar mandi tadi. Tangan Anggun gemeteran memengan test pack tersebut.
Anggun mulai melihat dan hasilnya cuma satu garis dan tidak berapa lama samar-samar muncul garis kedua dan semakin jelas banget.
" Alhamdulillah positif."
To be continue...
Bagaimana keseruan ngidamnya Anggun tunggu besok ya sayang-sayangnya Author..😉😉
Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian buat Author.. Kalau bisa vote nya juga ya...😘😘
Happy Reading Guys... 😉😉
__ADS_1