Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Kabar Baik


__ADS_3

Setelah satu jam perjalanan akhirnya pesawat yang ditumpangi Vandy pun mendarat dengan selamat dibandara Soekarno Hatta. Vandy dan Aldi langsung turun dari pesawat dan menuju pintu keluar.


Vandy dan Aldi naik taxi dari bandara kerumah sakit. Karena kalau menunggu mobil jemputan itu akan memakan waktu yang lama. Didalam taxi Vandy tidak bisa tenang, dia benar-benar khawatir dengan keadaan istri dan calon anaknya.


" Pak bisa ngebut dikit nggak?!" kesal Vandy.


" Tenangkan diri lo" kata Aldi.


" Gimana gue bisa tenang Al, anak sama istri gue sedang berjuang dirumah sakit, Bapak nya malah pelan banget bawa mobilnya?!" emosi.


Akhirnya sopir taxi pun menambah kecepatan mobilnya. Beruntung jalan raya belum ramai oleh kendaraan yang berlalu lalang, kalau tidak pasti sopir taxi itu sudah banyak mendapatkan makian dari pengendara lain.


Mereka pun sampai dirumah sakit. Vandy langsung keluar meninggalkan Aldi dengan sopir taxi, Vandy masuk kedalam rumah sakit dan berlari menuju ruang ICU. Vandy tidak mempedulikan tatapan orang-orang, dia terus berlari dan akhirnya Vandy sampai diruang ICU.


Sampai diruang ICU Vandy menghentikan langkahnya. Kakinya mulai terasa tidak ada tulang. Tubuhnya yang tadi begitu kuat tiba-tiba saja tidak bertenaga, seketika tubuh Vandy jatuh kelantai.


" Van" panggil Gio.


Gio berjalan menghampiri sahabatnya itu. Gio ikut merasa sakit melihat sahabatnya seperti itu. Vandy yang biasanya terlihat kuat dan tangguh sekarang terlihat seperti orang tak bernyawa. Gio memeluk sahabatnya itu, dan memberikan semangat buat sahabatnya.


"Hiks.. hiks istri gue Yo."


" Lo harus kuat, Anggun akan marah melihat lo kayak gini?."


" Lo benar, gue harus kuat demi mereka."


Gio memapah Vandy ke kursi yan ada disana. Sinta memberikan minum untuk Vandy.


" Makasih Sin" ucap Vandy.


Vandy meminum air mineral yang diberikan Sinta tadi. Sekali teguk air mineral itu pun langsung habis. Vandy meremas botol air mineral itu.


Aldi pun sampai diruang ICU. Aldi menghampiri istrinya dan duduk disaping istrinya.


" Bee, Anggun?."


Aldi memeluk istrinya. Sinta menangis didalam pelukan suaminya.


" Anggun pasti baik-baik aja, dia wanita yang kuat" ucap Aldi menenangkan istrinya.


" Yo kenapa istri gue bisa masuk rumah sakit? " tanya Vandy.


" Gue juga belum tau kejadiannya, gue nemuin istri lo didepan pintu toilet" jawab Gio.


" Toilet?."


" Iya, karena setelah makan siang Anggun pamit ketoilet" kata Sinta.


" Apa toilet itu lantainya licin?" tanya Vandy.


" Setau gue sih nggak, karena cleaning service selalu membersihkan toilet" jawab Gio.


Saat mereka sedang mengobrol pintu ruang ICU pun terbuka, sontak mereka melihat kearah pintu, tampak Dokter keluar dari ruang ICU. Vandy menghampiri sang Dokter.


" Bagaimana keadaan istri dan anak saya dok? apa mereka baik-baik aja?" tanya Vandy.


" Istri anda sudah melewati masa kritisnya dan bayi anda juga baik-baik saja tuan."


" Alhamdulillah" ucap mereka bersama.

__ADS_1


" Ini seperti keajaiban, karena jarang dalam kasus ini bayi bisa selamat" ucap sang Dokter.


" Terimakasih Dok."


" Setelah ini saya harap anda lebih menjaga istri anda tuan."


" Pasti Dok. Apa saya sudah bisa melihat istri saya Dok?" tanya Vandy.


" Boleh, tapi setelah kami pindahkan keruang perawatan. Kalau begitu saya permisi dulu."


" Baik Dok, sekali lagi terimakasih Dok."


" Sama-sama tuan itu sudah menjadi kewajiban saya."


Sepeninggalan Dokter, Vandy dan para sahabatnya masuk kedalam ruang inap Anggun. Ya Anggun sudah dipindahkan keruang rawat VVIP.


Vandy membuka pintu ruangan itu dan saat pintu terbuka tampaklah tubuh istrinya terbaring diatas tempat tidur dengan selang infus ditangannya. Vandy berjalan menghampiri bed istrinya. Vandy menangis melihat tubuh istrinya yang pucat itu.


" Sayang maafkan Mas, karena belum bisa menjadi suami yang baik buat kamu."


Aldi dan Gio menghampiri Vandy. Mereka memberikan semangat untuk sahabatnya itu.


" Yo, Al, tolong cek rekaman CCTV yang ada dikantor, gue yakin ada orang yang mencelakai istri gue."


" Baik Van" kata Gio dan Aldi.


" Karena dia sudah berani melukai istri dan calon anak gue, maka gue akan berikan pelajaran yang tidak akan pernah bisa dia lupakan" kata Vandy sambil tersenyum licik.


Aldi, Gio dan Sinta begidik ngeri melihat senyum dan tatapan membunuh Vandy. Mereka sangat menyayangkan tindakan bodoh orang tersebut.


" Kalau gitu kita pamit kekantor dulu" kata Aldi.


" Hmmmm."


" Sayang kapan kamu bangunnya."


Vandy naik keatas bed dan membaringkan tubuhnya disamping istrinya. Bed yang ada diruangan itu cukup besar. Vandy mencoba memejamkan matanya. Mungkin karena capek Vandy pun terlelap.


Perusahaan Dwipangga Group.


Sisil yang baru mendengar kabar kalau Anggun masuk rumah sakit pun mencoba menghubungi Sinta.


" Hallo Sil."


" Sin apa benar Anggun masuk rumah sakit? Gimana keadaannya?."


" Iya, Alhamdulillah Anggun dan calon bayi nya baik-baik aja."


" Lo masih dirumah sakit?."


" Gue lagi dijalan mau kekantor."


" Ok, lo hati-hati dijalan."


Sambungan telpon pun berakhir.


Para karyawan satu divisi sama Anggun pun kaget mendengar kabar tersebut.


" Gue dengar sih Anggun jatuh saat keluar dari toilet" kata karyawan A.

__ADS_1


" Kok bisa, gue rasa lantai disana nggak licin deh" ucap karyawan B.


" Gue rasa ada yang sengaja membuat lantai itu licin" kata karyawan C.


" Kalau benar, bearti orang itu mengali kuburannya sendiri" ucap karyawan A.


" Benar, CEO pasti tidak akan tinggal diam karena istrinya dilukai" kata karyawan C.


Cindy yang tidak sengaja mendengar ucapan teman satu divisinya pun kaget dan takut. Cindy mencoba bertanya kepada teman satu divisi nya itu.


" Maaf tadi aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian. Siapa istri CEO yang kalian maksud?" tanya Cindy.


" Apa kamu tidak tau, o iya aku lupa kamu kan karyawan baru. Maksud kita itu Anggun" jawab Eka.


" Anggun yang satu divisi sama kita?" tanya Cindy lagi.


" Iya" jawab Eka.


Duaaaaarr...


Bagai disambar petir Cindy mendengar ucapan Eka tadi.


Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan sekarang?.


" Cindy, lo nggak apa-apa?" tanya Eka.


" A-aku nggak apa-apa kok" jawab Cindy gugup.


Cindy kembali kemeja kerjanya. Cindy memikirkan gimana cara untuk menghilang bukti kejahatannya.


Aldi, Gio dan Sinta baru sampai dikantor. Mereka langsung menuju ruang CCTV. Petugas kaget melihat atasan mereka datang.


" Selamat Sore Pak" ucap petugas.


" Sore. Tolong putar rekaman tadi Siang" kata Aldi.


Petugas itu memutar rekaman CCTV dari jam 12 Siang tadi. Mereka semua fokus melihat layar yang ada didepan. Sampai direkaman Anggun menuju toilet. Saat Anggun masuk kedalam toilet, tiba-tiba ada seorang wanita yang menuangkan minyak kelantai.


" Pasti dia pelakunya. Coba zoomin Pak " ucap Aldi.


" Cindy" ucap Sinta.


" Kamu kenal sama wanita itu Honey?" tanya Aldi.


" Kenal baik sih nggak Bee. Dia itu teman satu divisi sama aku" jawab Sinta.


" Pak saya minta rekaman yang ini" kata Aldi.


Petugas itu pun mengambil rekaman yang diminta Aldi. Setelah semuanya selesai mereka pun meninggalkan ruangan itu.


" Yo, lo urus wanita itu. Gue mau balik kerumah sakit" kata Aldi.


" Siap Bro" ucap Gio.


" Honey, aku pergi dulu ya" pamit Aldi.


" Iya. Hati-hati dijalan ya Bee" ucap Sinta.


Aldi mencium kening istrinya. Setelah itu dia pun berlalu pergi. Gio dan Sinta kembali keruangan mereka.

__ADS_1


To be continue...


Happy Reading Guys.. 😉😉


__ADS_2