
Anggun dan kedua sahabatnya menatap tajam ke tiga rumput liar itu. Anggun tau mereka sekarang sedang berada di negeri orang jadi tidak bisa sembarangan.
Anggun berjalan menghampiri tempat duduk singa jantannya itu. Kemudian dia duduk di paha sang suami.
" Mas, kamu nggak mau ngenalin aku sama rumput liar ini?" tanya Anggun dengan nada manja.
Vandy hanya diam saja, dia ingin melihat sejauh mana istrinya itu mampu menggodanya di depan umum.
" Kalau mau kenalan, ya kenalan aja " kata Vandy.
" Apa kamu nggak takut kalau mereka berkenalan dengan aku tangan mereka akan lenyap" kata Anggun sambil menggesek-gesekkan kepalanya ke dada bidang suaminya.
Vandy susah payah menahan hasratnya. Tingkah istrinya yang seperti kucing minta di manja itu, mampu membangunkan sesuatu yang berbahaya.
Anggun tersenyum melihat ekspresi suaminya. Dia tau suaminya sedang bersusah payah menahan hasratnya.
" Mari kita lihat, sampai dimana kamu bisa bertahan" bisik Anggun di telinga suaminya.
Ketiga wanita yang berpakaian minim itu muak melihat tingkah Anggun yang bermanja-manja dengan cowok tampan incaran mereka. Salah satu dari mereka, atau lebih tepatnya, cewek yang duduk di sebelah Vandy, menarik tangan Anggun.
" Berani sekali kau menggoda lelaki ku!" teriak wanita itu, setelah dia berhasil menjauhkan Anggun dari Vandy.
Vandy mengepal tangannya menahan emosi melihat istrinya diperlakukan kasar sama cewek yang di beri gelar rumput liar sama istrinya itu. Semua pengunjung juga menatap ke arah Anggun dan wanita itu.
" Bukankah itu putri dari tuan Fulton dari kota X" kata salah pengunjung.
" Benar, gadis itu berada dalam masalah besar"
" Iya, bisa di pastikan dia tidak bisa selamat"
Anggun hanya tersenyum mendengar ucapan para pengunjung itu. Wanita itu tambah geram melihat Anggun tersenyum. Cewek itu menarik tangan Anggun keluar dari cafe itu.
Vandy sudah tidak bisa membiarkan istrinya di perlakukan seperti itu, apalagi itu di depan umum. Aldi dan Gio tidak menahan sahabatnya itu, karena sudah lama mereka tidak melihat amukan kedua singa itu.
" Asik kita akan melihat amukan singa jantan yang sudah lama menghilang" kata Aldi antusias.
" Benar itu, yuk kita lihat dari dekat" kata Gio.
" Teman kalian sudah mencari lawan yang salah" kata teman wanita itu.
" Heh!, justru teman kalian yang sudah salah cari lawan" kata Sinta.
" Apa kalian tidak tau siapa wanita itu?" tanya teman wanita itu.
" Kami nggak tau, dan tak ingin tau" jawab Sisil.
" Walaupun kalian tidak mau tau, tapi saya akan kasih tau"
" Nggak usah repot-repot" kata Sinta.
__ADS_1
" Wanita itu adalah anak orang terkaya di kota X"
" Ck..baru orang kaya di kota kecil udah belagu" kata Sisil.
" Kalian tau wanita cantik itu. Negara Asia berada dalam genggamannya" kata Sinta.
Kedua wanita itu kaget mendengar ucapan Sinta. Mereka tidak menyangka kalau wanita itu orang paling berpengaruh di Asia.
" Omong kosong!" kata teman wanita itu.
" Terserah kalian kalau tidak percaya. Tapi jangan harap kalian berdua bisa lari dari sini" kata Sinta.
" Seharusnya kami yang bicara itu. Kalian tidak akan ada yang selamat" kata teman wanita itu.
" Baiklah kita lihat saja nanti" kata Sisil.
" Kami harap kalian tidak akan menangis darah nanti" kata Sinta.
Aldi dan Gio keluar dari cafe itu, diikuti sama Sinta, Sisil dan juga kedua rumput liar itu. Mereka duduk di kursi panjang yang ada di luar cafe.
Wanita itu memanggil para bodyguard yang di perintahkan keluarganya untuk menjaganya. Tidak lama 10 orang berbadan kekar keluar dari persembunyiannya.
" Ikat wanita itu" titah wanita itu.
Dua orang laki-laki berbadan kekar itu berjalan menghampiri Anggun. Belum sempat tangan mereka menyentuh Anggun, tiba-tiba mereka dikagetkan sama suara bariton.
" Berhenti!"
" Mas"
" Sayang" kata Vandy sambil mencium pucuk kepala istrinya.
Anggun teringat kejadian di dalam restoran tadi. " Ngapain kamu kesini dan cium-cium aku lagi"
" Aku khawatir sama kamu sayang"
" Nggak perlu khawatir, sana pergi bermesraan dengan rumput liar itu" kata Anggun.
" Nggak, aku jijik sama dia" kata Vandy.
" Ck..jijik, tadi kamu pegang-pegang tangan dia, sekarang baru bilang jijik"
" Benar sayang, kalau tidak percaya liat tangan aku habis megang tangan cewek itu" kata Vandy sambil melihatkan tangannya.
Anggun kasihan melihat tangan suaminya yang banyak dipenuhi bintik-bintik merah. Tapi dia masih kesal sama sama suaminya itu.
" Rasain, makanya jangan gatel" kata Anggun.
" Ini karena kamu, tau nggak?!" kata Vandy.
__ADS_1
" Kenapa aku"
" Karena kamu yang mulai ganjen-ganjen sama Oppa-Oppa gaje kamu itu" kata Vandy.
" Oh, jadi kamu mau balas dendam gitu?"
" Tentu sa--" kata Vandy sambil menutup mulutnya.
" Durhaka kamu Mas"
" Enak aja, yang ada kamu tu yang durhaka"
Wanita itu merasa geram dan juga kesal, karena dia merasa di acuhkan. " Kalian tunggu apalagi, cepat bunuh wanita itu" titah cewek itu.
Para pria berbadan kekar itu langsung menyerang Anggun. Untuk Anggun dengan sigap menghindar, jadi dia tidak kena pukulan para lelaki berbadan kekar itu.
" Sepertinya urusan kita nanti kita sambung lagi Mas"
" Sepertinya begitu sayang"
" Kamu duduk manis di sana ya"
" Baiklah" kata Anggun pasrah.
Anggun berjalan menuju tempat para sahabatnya, tapi sebelum itu dia memberikan tendangan tornado pada dua orang laki-laki bertubuh kekar itu. Alhasil kedua lelaki itu tersungkur ke lantai.
Wanita itu kaget melihat dua orang bodyguard nya langsung tumbang karena tendangan Anggun. Bukan hanya wanita itu, kedua teman wanita itu juga kaget.
" Ayo Mas. Hwaiting!" teriak Anggun sambil memberikan kiss jarak jauh.
" Ah singa betina gue kenapa berubah jadi manis begitu" kata Vandy.
Vandy meregangkan otot-otot tangannya. Sudah lama dia tidak melakukan adegan seperti ini.
" Baiklah, ayo kita mulai" kata Vandy.
Delapan laki-laki berbadan kekar itu langsung memberikan pukulan bertubi-tubi pada Vandy. Namun dengan sigap dan licah-nya Vandy bisa menghidari semua pukulan itu.
Semua orang di sana ikut tegang melihat perkelahian itu. Tapi tidak dengan Aldi dan Gio, mereka sangat antusias. Karena sudah lama tidak melihat singa jantan mengamuk.
" Van buruan, jangan kelamaan main-mainnya" teriak Aldi.
" Berisik Lo ah" kata Vandy.
Walaupun agak kesal mendengar ucapan Aldi, tapi Vandy mengikuti saran sahabatnya itu. Dia memberi tendangan tornado pada delapan laki-laki itu. Semua bodyguard itu terkapar di lantai, karena mendapatkan tendangan tornado dari Vandy.
Saat semua orang fokus melihat Vandy, dua orang bodyguard yang tumbang karena Anggun tadi menggunakan kesempatan itu untuk mencelakai Anggun.
" Mommy!" teriak Kenzo dan Kiran.
__ADS_1
To be continue..
Happy Reading 😚😚