
Pagi ini Vandy masih betah berada didalam selimut. Bukan karena malas, tapi dia lagi demam. Vandy menggambil HPnya, dan menghubungi nomor Aldi.
" Hallo Van"
" Al buruan kekamar gue"
Tut..
Tanpa menunggu jawaban dari Aldi, Vandy sudah mematikan telponnya.
" Ck.. dasar bos nggak ada akhlak " gerutu Aldi.
Setelah menerima telepon dari Vandy tadi, Aldi pun bergegas pergi kekamar bos sekaligus sahabatnya itu.
Sampai didedapan pintu kamar Vandy, Aldi langsung masuk kedalam. Aldi melihat sahabatnya masih tiduran diatas kasurnya. Aldi merasa ada yang aneh, karena tidak biasanya sahabatnya itu masih bermalas-malasan.
" Van "
" Hhhmm"
Aldi berjalan menghampiri bed Vandy.
" Loe kenapa?"
" Demam Al"
" Bisa sakit juga loe"
" Sialan, loe pikir gue robot yang nggak bisa sakit "
" Mana tau, gue telpon telpon resepsionis dulu, minta dokter datang kesini" kata Aldi.
" Hhhmm, minta dokter cowok ya Al"
" Siap bos "
Aldi menelepon petugas resepsionis. Setelah beberapa menit menelepon Aldi kembali menghampiri Vandy. Aldi duduk dikursi disebelah bed Vandy.
" Makanya jangan main hujan-hujanan, demam kan" nasihat Aldi.
" Ck.. loe pikir gue Kenzo " kesal Vandy.
" Gue berasa kek istri loe ya Van"
" Sadar Al, gue yang demam kenapa loe yang kumat"
" Emang loe nggak liat gue lagi nemenin loe disini" kata Aldi.
" Karena emang loe keluarga gue disini"
" Uluh.. uluh so sweet banget sih ucapan loe, jadi pengen cium deh" kata Aldi sambil mendekatkan tubuhnya ke Vandy.
" Aldi!, loe apa-apaan sih!"
Saat bibir Aldi akan menyentuh kening Vandy, tiba-tiba bel kamar Vandy berbunyi.
Alhamdulillah selamat.
" Tolong buka pintunya Al"
" Kok gue"
__ADS_1
" Terus siapa lagi, gue kan lagi sakit"
" O iya lupa"
Aldi berjalan menuju pintu, sampai didepan pintu Aldi langsung menarik handle pintunya.
Ceklek..
Saat pintu terbuka tampaklah seorang wanita bule yang cantik, tinggi, putih, pake jas bewarna putih. Tentunya Jas itu adalah jas kebanggaan cewek itu.
Cantik sih, tapi lebih cantik bini gue.
" Selamat pagi tuan. Apa benar ini kamar yang meminta pelayanan dokter?" tanya wanita itu.
" Benar, silakan masuk Dok"
Dokter itu pun masuk kedalam. Aldi mengantarkan dokter cantik itu ketempat Vandy.
" Van, dokternya sudah datang nih"
Vandy bangun dari tidurnya. Vandy kaget melihat dokter yang datang adalah wanita. Sontak Vandy menatap tajam pada Aldi.
Mamp*s!, kenapa gue bisa lupa gini sih.
Sebelum singa jantan itu mengamuk Aldi langsung menarik tangan dokter wanita itu. Dokter wanita itu mencoba melepaskan tangannya dari Aldi.
" Hei!, kenapa anda menarik tangan saya tuan?" tanya Dokter itu setelah mereka sampai diluar.
" Sorry Dok, teman saya membutuhkan dokter kandungan" jawab Aldi asal.
" What!, bukannya dia laki-laki?" tanya sang Dokter.
" It's ok tuan, kalau gitu saya permisi dulu. Semoga lahiran temannya lancar"
" I-iya, terima kasih Dok"
Dokter itu pun pergi meninggalkan Aldi yang masih mematung didepan pintu. Beberapa detik kemudian Aldi tersadar dan masuk kembali kedalam.
Aldi bergegas menghampiri Vandy. Saat melihat temannya sudah datang Vandy langsung memasang mode on.
" Sorry Van, gue lupa. Lagian dokter itu belum nyentuh loe"
" Huufft, kali ini gue maafkan "
" Makasih Van, gue minta dokter kesini lagi ya. Gue nggak akan ngelakuin kesalahan lagi" kata Aldi.
" Nggak usah, loe beliin gue obat demam di apotek aja"
" Ok, gue belikan sekarang. Tapi loe nggak apa-apa gue tinggal sendiri"
" Nggak apa-apa"
Aldi pun pergi meninggalkan Vandy. Setelah Aldi pergi, Vandy mengambil HP nya. Vandy menekan angka satu agak lama dilayar HPnya dan itu langsung terhubung kepada istrinya.
" Hallo, Assalamualaikum Mas" terdengar suara lembut sang istri.
" Wa'alaikum salam sayang"
" Suara Mas kenapa seperti itu?, Mas sakit?"
Vandy yang mendengar nada khawatir sang istri pun tersenyum.
__ADS_1
" Iya sayang. Tapi kamu jangan khawatir, ada Aldi yang menjaga Mas disini"
" Maaf nggak bisa nemenin disaat Mas sakit"
" Nggak apa-apa sayang, kamu nggak perlu minta maaf gitu"
" Mas harus banyak istirahat, terus obatnya jangan lupa diminum"
" Siap ratuku. Kalau gitu Mas tutup dulu ya telponnya, Mas mau istirahat. Love you my wife "
" Love you more hubby "
Panggilan telepon pun berakhir.
Vandy meletakkan kembali HPnya di atas nakas. Vandy ingin dirawat sang istri, tapi apalah daya dia sedang berada jauh dari sang istri.
Aldi pun kembali dengan membawa obat dan juga sarapan untuk mereka berdua. Aldi pergi kedapur, sampai didapur Aldi memindahkan sarapannya kepiring.
Aldi membawa sarapan untuk dirinya dan Vandy. Aldi meletakkan sarapannya diatas meja dekat sofa.
" Van, loe mau makan diatas kasur atau disofa?"
" Disofa aja deh Al"
Vandy bangun dari tidurnya. Kemudian dia berjalan menghampiri Aldi. Vandy duduk disofa disebelah Aldi.
" Loe mau disuapin atau makan sendiri?" tanya Aldi.
" Loe pikir gue anak kecil pake disuapin segala"
" Ya biasanya loe kan disuapin sama istri loe"
" Iya, tapi loe bukan istri gue"
" Gampang, loe bayangin aja gue Anggun" kata Aldi sambil mengedipkan mata nya.
" Ogah gue, masa istri gue yang cantik bisa berubah kek demit" kata Vandy.
" Wah parah loe, masa gue tampan kek gini loe samain kek demit. Lagian kalau gue pake make up juga cantik"
" Iya cantik. Habis di make up loe langsung aja mangkal di lampu merah"
" Sialan, loe pikir gue cowok apaan!"
" Cowok gemulai " kata Vandy sambil tertawa.
" Ini nih ciri-ciri teman luknut. Bahagia diatas derita temannya"
" Biarin, yang penting bahagia "
Dasar mr. Arrogant
" Jangan coba-coba ngumpatin gue Al, ntar loe kualat"
" Nggak Van, lagian mana berani gue ngumpat loe. Tapi bohong!" kata Aldi sambil berlari menjauhi Vandy.
" Aldii..!!" teriak Vandy.
To be continue..
Happy Reading Guys.. 😉😉
__ADS_1