
Siang hari.
Kenzo masih berkutat dengan dokumen-dokumen penting perusahaan sang daddy. Namun beberapa detik kemudian, matanya teralihkan karena bunyi ponselnya.
Kenzo mengambil ponselnya yang ada di atas meja kerjanya. Dahi berkerut melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Tidak biasanya mereka melakukan panggilan video grup. Walaupun malas, tapi Kenzo tetap menggeser tombol hijau itu.
" Roma!" teriak kedua lelaki tampan di seberang sana.
" Eh! dua ahli kubur, ucap salam dulu"
" Oh iya lupa, Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam, tumben telpon di gabung kek gini?"
" Nggak usah sok manis, Kita berdua lagi marah sama Lo" kata si bontot Tristan.
" Heh, bisa marah juga ternyata?"
" Bisalah, malahan udah mau meledak ini"
" Bom kali ah meledak"
" Eh, kenapa lo pergi nggak ngajak-ngajak kita" kata Gian.
" Iya betul itu, biasanya kita kemana-mana selalu bertiga" kata Tristan.
" Nggak juga"
" Kok nggak?!"
" Emang nggak, buktinya ke kamar mandi kita nggak bertiga"
" Ah pokoknya kita selalu bertiga dan sekarang lo ninggalin kita berdua. Jadi hubungan kita putus aja"
" Yakin nih mau putus?"
" Ragu gue"
" Ck..nggak konsisten"
" Lo kok nggak ngajak kita ke perusahaan sih?"
" Gue juga nggak ada niat mau ke perusahaan, tapi bokap gue maksa. Jadi mau nggak mau gue harus ikut"
" Emang kerjaan lo masih banyak"
Kenzo mengarahkan kameranya pada setumpuk dokumen yang ada didepannya itu.
" Banyak juga kerjaan lo"
" Kapan kelarnya tu"
" Gimana mau kelar kalau kalian berdua ganggu gue terus"
" Kita itu bukan ganggu tapi nemenin lo kerja"
" Ya udah, gue mau lanjutin kerjaan gue dulu nih"
" Ok, kerjanya yang rapi dan juga bagus ya, kalau nggak, gue pecat!"
Panggilan video pun berakhir.
Kenzo melanjutkan kembali pekerjaannya yang tertunda tadi. Targetnya kerjaannya harus selesai sore ini. Karena besok dia mau istirahat total.
" Bang" panggil sang daddy.
" Hhhmm"
" Mau makan siang sama apa?"
" Terserah Daddy aja, Abang ngikut"
" Ok, Daddy pesankan dulu"
Vandy memesan makanan lewat aplikasi yang ada di ponselnya. Setelah memesan makanan dia menyimpan kembali ponselnya.
__ADS_1
" Daddy pesan steak tak apa kan?"
" Hhmm "
Vandy kembali fokus pada pekerjaannya. Dia berharap putranya itu berubah pikiran, jadi dia bisa menghabiskan waktu bersama sang istri di rumah. Tapi dia butuh waktu yang lama untuk membujuk sang putra supaya mau menggantikan posisinya di perusahaan.
Tok.
Tok.
Tok.
" Masuk!"
" Permisi Pak, apa bapak memesan makanan?"
"Iya, apa pesanannya sudah datang?"
" Sudah Pak"
" Bawa masuk"
Sekretaris Vandy membawa makanan pesanan sang bos, dia meletakkan makanan itu di atas meja yang ada di dekat sofa. Setelah itu dia pamit dan keluar dari ruangan bosnya.
" Makan dulu Bang"
" Iya Dad"
Ayah dan anak itu menghentikan pekerjaan mereka untuk sementara waktu. Karena mereka akan mengisi tenaga yang terkuras tadi.
Sore hari.
Tiara sedang sibuk memasak di bantu sama beberapa pelayannya. Dia sedang memasak masakan untuk acara makan malam nanti.
" Mel, udangnya di goreng crispy atau gimana nih?" tanya sang mami.
" Udangnya biar Melodi aja nanti Mih yang olah"
" Ok "
Melodi melanjutkan acara mengulek cabainya. para pelayan hanya membantu memotong sama mencuci sayuran dan juga membersihkan seafood yang di beli sama majikannya.
" Iya, walaupun mereka majikan kita, tapi masih mau turun ke dapur untuk memasak"
" Aku berdoa semoga keluarga Nyonya selalu sehat dan bahagia"
" Aamiin"
Melodi membuat udang saus Padang untuk sang kekasih. Dia sangat tau masakan favorit kekasihnya itu. Melodi mulai mengolah bahan-bahan yang ada di sana.
Wangi masakan yang dibuat oleh Melodi sudah memenuhi dapur itu. Dengan hanya mencium aromanya saja sudah membuat air liur menetes.
" Wangi sekali masakan nona"
" Makasih Bik, apa bibik mau mencobanya?"
" Apa nggak apa-apa Non bibik mencobanya"
" Nggak apa-apa Bik, biar Melodi tau apa yang kurang dari masakan Melodi nanti " kata Melodi sambil memberikan masakan buatannya.
Kepala pelayan itu mencicipi masakan buatan nona mudanya. Mata pelayan itu membulat dengan sempurna saat udang itu masuk kedalam mulutnya.
" Gimana Bik rasanya?" tanya Melodi antusias.
" Enak Non, udangnya lembut dan juga juicy"
" Ada yang kurang nggak Bik?"
" Nggak Non, semuanya pas. Masakan nona ini sungguh luar biasa enak"
" Bibik terlalu memuji, masakan Melodi biasa aja Bik"
" Beneran Non, masakan nona sangat enak"
" Makasih Bik"
__ADS_1
Setelah selesai memasak, Melodi dan sang mami menata makanannya di atas meja. Para pelayan juga turut membantu Nyonya dan nona muda mereka.
" Ma, Melodi pamit mandi dulu ya. Soalnya sudah lengket banget nih"
" Iya sayang, mami juga mau mandi"
Ibu dan anak itu langsung menuju kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri.
..
...
....
Kenzo dan Daddy-nya bersiap untuk pulang ke rumah. Setelah menyimpan semua data dan dokumen-dokumen penting, Ayah dan anak itu segera meninggalkan ruangan itu.
Kedua cowok tampan beda usia itu berjalan menuju lift. Sampai di depan pintu lift mereka berpapasan dengan Aldi.
" Lo mau pulang juga Al?" tanya Vandy.
" Iya, masa gue nginep di mari"
" Siapa tau lo lagi marahan ama istri lo"
" Walaupun dia marah, tapi dia nggak akan bisa tidur kalau nggak ada gue di sampingnya"
" Ck.. bohong banget. Justru istri lo lebih nyaman tidurnya kalau nggak ada Lo"
" Kok lo bisa tau sih bro?"
" Ya tau lha, wong istri lo sendiri yang ceritakan sama istri gue"
Bener-bener nih istri gue, masa masalah kek gitu di ceritakan sama orang lain. Bisa-bisa gue di bully habis-habisan sama singa jantan ini.
" Al, gimana kabar perusahaan Kiran?" tanya Vandy setelah mereka masuk kedalam lift.
" Lancar, kemarin mereka dapat proyek besar"
" Benarkah?"
" Hhhmm"
" Emang adek punya perusahaan sendiri Dad?" tanya Kenzo.
" Iya. Apa Abang keberatan?"
" Tentu saja tidak, Abang malah seneng. Apa adek udah tau?"
" Belum, rencananya daddy mau kasih tau saat ulang tahun adek yang ke 17 tahun"
" Bagus itu Dad, Abang setuju"
" Kamu kapan mau menggantikan daddy kamu, Ken?" tanya Aldi.
" Abang belum kepikiran ke sana, Om" jawab Kenzo.
" Cepatlah pikirkan, karena Om yakin di tangan kamu perusahaan ini akan tambah maju"
" Ntar Abang pikirkan lagi deh Om"
" Jangan lama-lama mikirnya Bang. Apa kamu nggak kasihan sama daddy?" kata Vandy.
" Abang masih perlu belajar lagi Dad"
" Ok daddy akan beri waktu kamu untuk belajar. Setelah itu kamu harus mau menggantikan daddy di sini"
" Hhmm"
Ting.
Pintu lift terbuka.
Ketiga cowok tampan itu keluar dari lift. Mereka berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobil. Sampai di parkiran mereka pun berpisah, karena Aldi membawa mobilnya sendiri. Kedua mobil mewah itu melaju meninggalkan area kantor.
To be continue.
__ADS_1
Mudah-mudahan hari ini bisa up 2 ya😉😉
Happy Reading 😚😚