
Semua murid-murid bergegas pergi ke lapangan sekolah. Karena pengumuman juara kelas akan di umumkan di lapangan nanti.
" Kenapa nggak di bilang dari tadi sih" gerutu Tristan.
" Tau nih, padahal kita udah duduk cantik didalam kelas" kata Gian.
" Udah nggak usah protes, cepat jalan sana?!"
Melodi bingung melihat sikap kekasihnya pagi ini, Kenzo berubah dingin. Padahal setiap pagi mereka akan bertegur sapa, tapi kali ini Kenzo mendiamkannya.
" Mel, lo kenapa?" tanya Keyra yang melihat temannya daritadi diam aja.
" Gue nggak apa-apa Key"
" Tapi lo dari tadi cuma diam aja?"
" Lagi nggak mood ngomong aja"
" Gue tau gimana lo. Apa lo ada masalah sama Kenzo?"
Melodi menghela nafasnya. " Gue nggak juga nggak tau Key, entah kenapa hari ini Kenzo bersikap dingin sama gue"
" Mungkin ada yang dia pikirkan kali"
" Nggak tau juga sih"
" Ntar lo coba tanya sama dia"
" Hhmm"
Semua murid kelas satu sampai tiga sudah berkumpul di lapangan. Di depan mereka sudah ada hadiah menurut tingkatannya. Mereka tidak sabar menunggu siapa yang akan mendapatkan peringkat pertama dan seterusnya.
Kepala sekolah dan para guru juga sudah sampai di lapangan. Para siswa juga sudah siap untuk mendengarkan peringkat kelas dari kelas satu sampai kelas tiga.
" Selamat pagi anak-anak" sapa kepala sekolah.
" Pagi Pak"
" Seperti yang kalian lihat, didepan ini sudah ada hadiah dari peringkat satu sampai tiga. Hadiah ini siap untuk mencari tuannya, dan apakah ada nama kalian di sana. Apa kalian siap untuk mendengarkan?!"
" Siap Pak"
" Kita silakan pada Buk Roza untuk mengumumkan siapa-siapa saja nama yang mendapatkan peringkat kelas"
" Terima kasih Pak atas waktunya" ucap Roza.
Kepala sekolah hanya menganggukkan kepalanya, kemudian dia memberikan mic pada Buk Roza.
" Selamat pagi anak-anak"
" Pagi Buk"
" Kalian siap untuk mendengarkan peringkat kelas"
" Siap Buk"
" Baiklah, kita mulai dari kelas X.A dan seterusnya"
Semua murid yang ada di X.A memasang telinga mereka dengan baik. Mereka benar-benar tidak sabar menunggu nama-nama yang akan di panggil.
" Baiklah, kita mulai dari peringkat tiga dulu ya. Kira-kira siapa ya? ada yang tau?"
" Nggak Buk"
__ADS_1
" Peringkat ketiga di raih oleh Tristan Putra A"
Semua murid bertepuk tangan, termasuk kedua sahabatnya dan yang paling heboh siapa lagi kalau bukan Dira. Tristan maju ke depan dan berdiri di tempat sesuai peringkat yang dia dapat.
" Sekarang kita masuk ke peringkat dua ya, kira-kira siapa ya orangnya? mari kita lihat"
Roza melihat nama yang ada di kertas yang di berikan wali kelas masing-masing.
" Wah.. diperingatkan kedua ada dua orang, siapa ya kira-kira namanya. Langsung saja, peringkat dua diraih oleh Melodi Citra A. dan juga Gian Putra H"
Melodi dan Gian maju ke depan dan berdiri di depan Tristan. Karena peringkat mereka lebih tinggi dari Tristan.
" Sorry bro, gue berdiri di depan lo" ucap Gian sambil tersenyum pada sahabatnya itu.
" Ck..tenang saja tahun depan gue yang ada di posisi lo" kata Tristan.
" Kita liat nanti, yang penting sekarang gue ada di atas lo" kata Gian.
" Sssstt.. kalian berdua berisik banget sih. Liat guru pada melihat kearah kalian" kata Melodi.
Gian dan Tristan menghentikan perdebatan mereka untuk sementara waktu.
" Kita masuk ke peringkat pertama, kira-kira didapat oleh siapa ya?"
Para murid kelas X. A sontak melihat kearah Kenzo. Sedangkan orang yang ditatap hanya cuek saja.
" Peringkat pertama di raih oleh-- nungguin ya"
" Buruan dong Buk, jangan bikin penasaran gitu"
" Ivander Kenzo D."
Suara tepuk tangan pun menggema di lapangan itu. Kedua sahabat Kenzo juga tidak kalah hebohnya. Bahkan murid-murid lain sudah berhenti bertepuk tangan, tapi kedua sahabat Kenzo masih setia bertepuk tangan untuk Kenzo.
" Selamat ya Yank" ucap Melodi.
" Hmm"
Wajah Melodi berubah menjadi murung, karena mendengar jawaban Kenzo. Dia sedih karena Kenzo berubah menjadi dingin.
Kamu kenapa berubah jadi dingin gitu yank sama aku.
Akhirnya acara pengumuman peringkat kelas dari kelas satu sampai kelas tiga sudah selesai dilaksanakan. Sekarang tiba saatnya untuk mengumumkan juara umum.
" Baiklah anak-anak, tiba saat untuk ibuk mengumumkan siapa di antara murid-murid yang berdiri didepan ini, yang mendapatkan juara umum"
Semua murid yang mendapatkan peringkat kelas tadi merasa deg-degan. Mereka penasaran siapa yang akan mendapatkan juara umum.
" Pasti gue lagi yang mendapatkan juara umum itu " kata salah satu murid kelas XII.
" Belum tentu "kata Rizky sang wakil Ketos yang kebetulan mendapatkan peringkat kedua.
" Bukankah tahun kemarin gue juga dapat juara umum itu?"
" Itukan dulu, tapi sekarang belum tentu" kata Rizky.
Anak murid yang satu kelas sama Rizky dan juga mantan juara umum tahun lalu itu langsung menatap Rizky dengan tajam.
" Juara umum untuk tahun ini jatuh kepada... Ivander Kenzo D"
Semua murid yang ada di sana bertepuk tangan untuk Kenzo. Sedangkan si mantan juara umum tahun lalu itu emosi. Dia tidak menyangka di singkirkan sama anak kelas satu.
" Lo lihatkan, siapa yang mendapatkan juara umum itu" kata Rizky dengan senyum mengejek.
__ADS_1
" Diam kau!"
Siswa itu menatap Kenzo dengan penuh kebencian. Sudah dua tahun dia mendapatkan juara umum itu, dan sekarang juara umum itu berpindah ke orang lain.
" Sekarang kita minta pada wali kelas masing-masing kelas untuk menyerahkan hadiah pada murid-murid yang berprestasi ini. Dan kepada Bapak kepala sekolah dengan segala hormat kita minta untuk menyerahkan hadiah pada murid yang mendapatkan juara umum tahun ini"
Para wali kelas tiap kelas mengucapkan selamat dan juga memberikan hadiah pada murid mereka masing-masing.
" Selamat ya Nak" ucap kepala sekolah sambil menyerahkan piala dan juga hadiah pada Kenzo.
" Terima kasih Pak" ucap Kenzo sambil mencium tangan Bapak kepala sekolah.
Setelah acara pembagian hadiah sudah selesai, semua murid kembali ke kelas masing-masing dan menunggu wali kelas mereka untuk berikan lapor mereka.
Keyra dan Dira tidak bersedih karena tidak mendapatkan peringkat kelas. Justru mereka menjadikan motivasi untuk kedepannya.
" Selamat ya Bee" ucap Keyra saat mereka sudah berada di dalam kelas.
" Terima kasih honey"
Dira juga mengucapkan selamat untuk kekasihnya itu. Sedangkan Melodi dan Kenzo hanya diam tanpa ada yang mau berbicara duluan. Tapi beberapa detik kemudian Melodi membuka suaranya.
" Yank" panggil Melodi.
" Hhmm"
" Kamu kenapa?"
" Nggak apa-apa"
" Aku ngerasa kamu dingin banget sama aku" kata Melodi sambil menahan tangisnya.
" Mungkin perasaan kamu aja kali"
" Apa aku ada melakukan salah, sehingga kamu bersikap dingin kek gitu sama aku" dan air mata yang di tahan sedari tadi akhirnya jatuh juga.
Kenzo merasa sakit melihat kekasihnya menangis karena dirinya. " Yank jangan nangis kek gitu, aku sakit melihatnya yank"
Bukannya meredah tangis Melodi malah bertambah keras. Kenzo langsung membawa kekasihnya itu dalam pelukannya.
Para murid lain dan para sahabat mereka juga melihat kearah dua sejoli yang sedang berpelukan itu.
" Yank, udah dong"
" Kamu tu jahat tau nggak!" kata Melodi yang masih berada dalam pelukan Kenzo.
" Sorry yank, aku nggak da maksud untuk cuekin ataupun bersikap dingin sama kamu"
" Terus kenapa?"
" Aku lagi banyak pikiran"
" Apa soal persyaratan yang diberikan papi"
" Nanti kita bicarakan lagi ya, sekarang kita masih berada di sekolah. Teman-teman yang lain juga melihat kearah kita, jadi aku mohon kamu jangan nangis lagi"
Melodi pun menghentikan tangisnya. Setelah kekasihnya itu tenang, barulah Kenzo melepaskan pelukannya. Kenzo menghapus jejak air mata yang ada di pipi kekasihnya itu.
" Aku cinta sama kamu yank, sangat.. sangat cinta" kata Kenzo sambil mengecup kening sang kekasih. Melodi memejamkan matanya, dia merasakan cinta yang begitu besar dari kekasihnya itu.
To be continue.
Segitu dulu ya😉😉
__ADS_1
Happy Reading 😚😚