Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Gara-gara Lee min Hoo


__ADS_3

Setelah mendengar cerita dari Kia, Bryan pun merasa geram, kenapa cowok itu tega sekali meninggalkan Kia setelah dia mengambil mahkota Kia.


" Sekarang kamu nggak boleh memikirkan kejadian itu lagi, kamu harus fokus kepada bayi yang ada dalam sini ucap Bryan sambil mengelus perut Kia."


Kia yang mendapatkan perlakuan lembut dari Bryan pun tersenyum bahagia.


" Terimakasih karena kamu masih mau menerima aku untuk jadi istri kamu."


" Aku tulus mencintai kamu Kia, jadi kamu nggak perlu berterimakasih sama aku."


" Mulai sekarang aku akan belajar mencintai kamu Bryan gumam Kia dalam hati."


Kediaman Dwipangga.


Selesai makan malam, Anggun membawa piring kotor kedapur saat Anggun akan memcuci piring terdengar suara bik Iyem.


" Non biar bibik aja yang nyuci piringnya."


" Makasih bik, kali ini biar Anggun aja ya bik yang cuci piring nya."


Bik Iyem pun membiarkan Anggun mencuci piring kotornya. " Beruntung sekali tuan muda mendapatkan calon istri seperti nona Anggun gumam bik Iyam."


Selesai mencuci piring Anggun pun menghampiri Vandy dan calon mertua nya yang sedang bercerita di ruang tamu. Sesampai diruang tamu Anggun pun duduk disamping Vanya.


" Sayang duduk nya disamping aku dong ucap Vandy dengan nada manja."


Vanya yang melihat Vandy bersikap manja pada Anggun pun tersenyum geli. Sejak kapan kakak nya yang terkenal kutub utara itu bisa bersikap manja fikir Vanya.


" Aku duduk sama Vanya aja ucap Anggun."


" Aku nggak terima penolakan ya sayang."


Anggun pun pasrah dan berpindah duduk disamping kekasih Arrogant nya itu.


" Kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian tanya Dwipangga."


" Kalau aku terserah Anggun aja pah, kapan Anggun mau aku siap jawab Vandy."


" Gimana dengan kamu sayang tanya Diana pada Anggun."


" Anggun juga terserah Vandy aja mah jawab Anggun."


" Ya udah, kalau gitu kita nikah nya besok pagi aja."


" Ngacok kamu, kita belum melamar Anggun secara resmi ucap Diana."


" Ya udah minggu depan kita adakan pertemuan keluarga untuk membahas masalah ini ucap Dwipangga."


" Kak Anggun kalau kakak udah menikah sama kak Vandy, kakak harus tinggal disina ya kata Vanya."


" Nggak, nanti kau akan merepotkan istri ku, lagi pula aku sudah menyiapkan rumah untuk keluarga kecilku nanti ucap Vandy."


Vanya pun mengerucutkan bibir nya mendengar ucapan Vandy tadi.


Anggun yang melihat Vanya cemberut pun tersenyum.


" Vanya kan bisa datang kerumah kakak nanti ucap Anggun sambil menghibur Vanya."


Mereka pun melanjutkan obrolan mereka, dan diselingi perdebatan kecil antara dua kakak beradik itu.


Malam pun semakin larut, Vandy pun undur diri untuk pergi mengantarkan Anggun pulang kerumahnya.

__ADS_1


" Mah, pah, Vandy nganterin Anggun pulang dulu ya."


" Kenapa nggak nginap disini aja ucap Diana."


" Nggak bisa mah, besok kita mau kerja kata Vandy."


" Ya udah kalian hati-hati dijalan ucap Dwipangga."


Anggun dan Vandy pun perpamitan secara bergantian. Vandy pun memacu mobil nya meninggalkan rumahnya.


Diperjalan pulang hanya ada keheningan, Vandy pun membuka pembicaraan agar suasana tidak sunyi.


" Sayang mau aku anterin kemana?, kerumah atau keapartement tanya Vandy."


" Keapartement aja Bunny."


" Siap laksanakan my princes."


Mobil Vandy pun melaju memecah jalanan menuju apartement pujaan hati nya. Tidak butuh waktu lama mobil Vandy pun sampai diapartement pujaan hati nya.


Vandy mendekat kearah Anggun itu mampu membuat pipi Anggun merona dan jantung Anggun pun berdetak dengan cepat.


"Bu.. bunny mau ngapain tanya Anggun gugup."


Vandy yang melihat Anggun gugup pun, tak tahan menggoda Anggun. Vandy lebih mendekatkan lagi tubuh nya ke Anggun. Refleks Anggun memejamkan matanya. Vandy yang melihat Anggun memejamkan matanya pun tersenyum.


Klik...


Vandy pun membuka seatbelt milik Anggun.


Pletak


Vandy menyentil kening Anggun.


" Habisnya fikiran kamu mesum sayang bisik Vandy."


Ucapan Vandy mampu membuat Anggun malu, dengan cepat menutup wajahnya dengan dompetnya.


" Bodoh, kenapa gue bisa berfikir kalau dia mau mencium bibir gue, aaarrrgg malu banget gumam Anggun."


" Sayang, kamu nggak mau turun nih, apa kita tidur didalam mobil aja?."


Anggun pun dengan perlahan menurunkan dompet yang dia pakai buat menutup wajah nya tadi. Anggun pun membuka pintu. Tapi sebelum tangan Anggun menyentuh handle pintu Vandy lebih dulu menarik tangan Anggun. Sontak Anggun pun tertarik kebelakang.


" Bunny, aku mau turun."


" Tunggu sebentar, Aku akan mengabulkan fikiran mesum kamu tadi bisik Vandy."


Belum sempat Anggun menjawab Vandy sudah menempelkan bibirnya ke bibir Anggun. Tidak ada perlawanan dari Anggun Vandy pun sedikit melum*t bibir Anggun. Anggun pun mulai memejamkan matanya dan mereka pun saling melum*t dan bertukar saliva. Anggun yang merasa pasokan oksigennya berkurang mencoba memukul dada Vandy. Vandy pun melepaskan cium*nnya.


Setelah Vandy melepaskan cium*nnya Anggun pun menghirup udara banyak-banyak, Vandy yang melihat tingkah Anggun pun terkekeh.


Setelah nafas Anggun mulai teratur, mereka pun keluar dari mobil. Vandy dan Anggun berjalan sambil bergandengan tangan.


Sesampai didepan pintu apartemen Anggun yang nggak membawa kunci cadangan pun terpaksa memencet bel.


Ting nong...


Sinta dan Sisil lagi asyik nonton drakor kesukaan mereka, tiba-tiba diganggu oleh suara bel.


" Sil bukain pintu sana ucap Sinta."

__ADS_1


" Lo aja yang buka ucap Sisil nggak mau ngalah."


Dengan langkah malas Sinta pun berjalan menuju arah pintu.


Ceklek..


Saat pintu terbuka betapa kesalnya Sinta, gimana tidak Anggun kan ada kunci cadangan kenapa nggak masuk aja kenapa harus memencet bel.


" Kenapa wajah lo cemberut gitu tanya Anggun."


" Habis lo resek banget sih, lo itu kan punya kunci cadangan kenapa pake pencet bel segala."


" Ya elah jadi karena itu, kuncinya tinggal dikamar gue sin, makanya pencet belnya."


Vandy yang dari tadi mendengar perdebatan antara dua sahabat itu pun berdehem.


" Eheem..!!."


" Eh..!?, ada Vandy ternyata, mau masuk dulu nggak tawar Sinta."


" Makasih, mungkin lain waktu aja deh sin, lagian ini juga udah malam. Sayang aku pamit dulu ya ucap Vandy."


" Ok, hati-hati dijalan Bunny."


Vandy hanya membalas dengan senyuman, dan berlalu meninggalkan apartemen kekasihnya.


Setelah Vandy pergi Anggun dan Sinta masuk kedalam, dan ikut bergabung dengan Sisil yang lagi asyik nonton drakor.


" Eh lo nggun, kapan datang nya tanya Sisil."


" Barusan sil jawab Anggun."


" Terus yang mencet bel tadi siapa sin tanya Sisil lagi."


" Tu tunjuk Sinta dengan bibir kearah Anggun."


" Loh bukannya Anggun punya kunci kenapa pencet bel?."


" Kunci nya tinggal dikamar gue sil kata Anggun."


Mereka pun melanjutkan nonton film drakor favorit mereka. Karena keasyik nonton sampai mereka lupa waktu, dan jarum jam pun sudah menunjukkan pukul 2 dini hari.


" Nggun, sin coba lihat jam ucap Sisil."


Sontak Anggun dan Sinta melihat jam yang berada didinding ruang tamu.


" Ya ampun, kita tidur yuk besok kita kan mau kekantor ucap Sinta."


Anggun dan Sisil pun menganggukkan kepala mereka. Akhirnya mereka pun menyudahi acara nonton mereka dan pergi kekamar masing-masing untuk tidur.


Waktu pun cepat berlalu malam yang gelap telah berganti dengan pagi yang cerah, tapi tidak bagi ketiga cewek cantik itu. Bagaimana tidak jarum jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi tapi ketiga cewek cantik itu masih asyik dengan mimpi mereka.


Tepat pukul 8 pagi Anggun pun terbangun dari mimpi indahnya dan di ikuti sama kedua sahabatnya. Mereka sama-sama melihat jam.


" Tidaaak...!!!!, Lee Min Hoo ini gara-gara kamu..!! teriak ketiga cewek cantik."


"( Author: Itu kesalahan kalian bertiga, jangan melemparkannya sama Oppa Lee Min Ho dong 😒😒)."


"( Ketiga cewek cantik: Berisiiik...!!!)."


To be continue

__ADS_1


Author udah UP 2 bab ya, jadi mohon dukungannya para Readers ku tersayang, dengan cara Like, Komen dan Vote... 🙏🙏🙏


HAPPY READING GUYS.. 😉😉


__ADS_2