
Tiga cowok tampan itu sekarang sudah berada di sekolah. Semua siswa menyambut mereka dengan riang dan gembira. Akhirnya mereka bisa melihat lagi ketiga model tampan itu.
Kenzo cs dan pasangannya berjalan beriringan. Banyak pasang mata yang kagum melihat ketiga pasangan itu, namun tidak sedikit pula yang iri kepada ketiga cewek cantik itu. Tapi ketiga cewek cantik itu tidak menghiraukan tatapan orang-orang itu.
Mereka pun sampai di kelas. Kenzo cs langsung duduk di kursi mereka masing-masing, begitu juga dengan kekasih mereka.
" Kangen banget sama meja dan kursi ini" kata Tristan.
" Jadi kangennya sama kursi dan meja?" tanya Dira.
" Iya, sama kamu kan hampir tiap hari ketemunya" kata Tristan.
" Benar juga sih"
" Oh ya guys, pulang sekolah nanti makan bakso yang ada di blok C, yuk" ajak Dira.
" Boleh, denger-denger di sana baksonya enak" kata Melodi.
" Emang enak kok" jawab Kenzo cs.
" Kok kalian bertiga atau?" tanya Keyra.
" Taulah, itu kan tempat bakso langganan keluarga kami" kata Gian.
" Benarkah?" tanya Keyra.
" Hhmm, sejak mama sama papa aku masih pacaran, mereka sudah makan bakso di sana" kata Gian.
" Wah.. berarti udah lama juga ya" kata Keyra.
" Sepulang sekolah kita ke sana aja, gue juga penasaran sama rasa baksonya" kata Melodi.
" Setelah coba pasti kamu ketagihan, yank" kata Kenzo.
" Kita liat aja nanti, tempat bakso favorit keluarga Sultan" kata Melodi.
Teet..
Bel sekolah sudah berbunyi, semua murid duduk di tempat mereka masing-masing. Mereka menunggu guru di dalam kelas. Tak berselang lama guru pun datang.
" Selamat pagi anak-anak"
" Pagi Buk"
" Sepertinya sang idola sudah kembali ke sekolah ya" kata Buk guru.
Semua murid langsung menoleh kearah Kenzo cs. Tapi yang di lihat malah santai aja, tanpa menunjukkan reaksi yang berlebihan.
" Selamat datang kembali Kenzo, Gian dan Tristan"
" Terima kasih Buk" ucap ketiga cowok tampan itu.
" Baiklah sekarang kita mulai pembelajarannya. Tapi sebelum itu kita ambil absen dulu"
Guru mulai mengambil absen satu persatu muridnya. Setelah selesai, barulah sang guru memulai proses belajar mengajarnya. Semua murid mendengarkan penjelasan guru mereka di depan kelas.
Jam sudah menunjukkan pukul 11.30 siang. Para murid bersiap untuk pergi ke kantin sekolah, karena perut mereka sudah minta diisi. Mereka menunggu detik-detik bel berbunyi.
Teet.
Setelah mendengar bunyi bel, semua siswa langsung berhamburan keluar kelas. Mereka langsung menuju kantin. Begitu juga dengan Kenzo cs dan pasangannya.
Sesampainya di kantin, mereka langsung mencari tempat duduk di pojokan. Hari ini Dira dan Tristan lah yang bertugas untuk memesankan makanan dan juga minuman.
__ADS_1
Sedangkan Kenzo dan yang lain menunggu di meja sambil memainkan game di ponsel mereka masing-masing. Saat sedang asik bermain Kenzo dikagetkan sama bunyi ponselnya.
Kenzo tersenyum melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Dia langsung menggeser tombol hijau yang ada di ponselnya itu.
" Hallo, assalamualaikum Aunty"
" Wa'alaikum salam, Abang lagi dimana?"
" Sekarang lagi di kantin sekolah, Aunty. Kenapa?"
" Nanti sepulang sekolah bisa nggak jemput El di sekolahnya"
" Bukannya El lebih dulu pulang dari Abang ya, Aunty"
" Hari ini dia pulang agak siang, soalnya dia latihan karate dulu di sekolahnya"
" Ok, ntar Abang aja yang jemput. Mau diantarkan pulang atau ke rumah Abang?"
" Ke rumah Abang, ntar malam kan kita mau kumpul-kumpul juga"
" Oh iya, Abang lupa"
" Ck.. belum tua udah pikun aja ponakan tampan Aunty ini"
" Ya udah, Aunty tutup dulu ya Bang telponnya. Selamat makan siang"
" Makasih Aunty"
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam "
Panggilan pun berakhir. Kenzo melanjutkan kembali permainannya yang tertunda tadi.
" Hhmm"
" Dia bilang apa?" tanya Tristan.
" Suruh jemput El di sekolahnya" jawab Kenzo tanpa memalingkan matanya dari layar ponsel.
" Terus ntar Melodi pulangnya gimana?" tanya Gian.
" Pulang bareng gue lha"
" Emang bisa?" tanya Tristan lagi.
" Bisa, ntar El duduk di depan " jawab Kenzo.
" Berarti kita nggak jadi pergi beli bakso dong?" tanya Dira.
" Jadi, lagian Kenzo cuma jemput adik sepupunya" kata Tristan.
" Acara barbeque di rumah lo jadikan?" tanya Gian.
" Jadi. Kamu datang nggak, yank?" tanya Kenzo pada kekasihnya.
" Emang aku boleh ikut?" tanya balik Melodi.
" Bolehlah, kamu kan calon istri aku" kata Kenzo.
" Ck..calon istri, tunangan aja belum" kata Gian.
" Tau tu Roma, pikirannya nikah mulu" kata Tristan.
__ADS_1
" Itukan perlu di pikirkan juga Tian. Untuk kelangsungan hidup gue" kata Kenzo.
" Berasa kek belajar biologi gue kalau si Roma bilang kelangsungan hidup" kata Tristan.
" Sama, gue juga mikirnya gitu" kata Gian.
" Ya ilmu berkembang biak" kata Kenzo.
" Ayam kali berkembang" kata Gian dan Tristan.
Pesanan mereka pun datang. Pelayan menyajikan makanan yang sudah di pesan sama Tristan tadi. Setelah itu pelayan pamit undur diri. Mereka mulai menyantap makanan mereka masing-masing.
" Yank cicip punya kamu dong" kata Kenzo.
" Bukannya pesanan kita sama ya, yank" kata Melodi.
" Rasanya kan beda yank" kata Kenzo.
" Ck.. bilang aja minta di suapin" kata Gian.
" Ya itu maksud gue" kata Kenzo.
Melodi menyuapi mie goreng ke dalam mulut Kenzo. Dengan senang hati Kenzo membuka mulutnya supaya mie itu bisa masuk dalam mulutnya.
" Ciuman secara nggak langsung ya, Ken" kata Gian.
" Uhuk..uhuk" Tristan tersedak mendengar ucapan Gian tadi.
Dira segera memberikan jus jeruk pada kekasihnya. Tristan langsung menyeruput jus jeruk itu.
" Makanya pelan-pelan dong, Ay" kata Dira sambil menepuk pelan punggung Tristan.
" Tristan mungkin bayangin ciuman secara nggak langsungnya kali" kata Gian.
" Iya, atau jangan-jangan lo udah pernah nyoba?" tanya Kenzo penuh selidik.
Semua orang sontak melihat kearah Tristan. Mereka seperti meminta jawaban dari Tristan. Dira hanya santai saja, dia tau cepat atau lambat para sahabatnya itu akan tau.
" Ka-kagak, bibir gue masih bersegel" kata Tristan. Tapi bohong, gumam Tristan dalam hati.
" Tapi gue merasa bibir lo udah nggak bersegel" kata Kenzo.
" Gue rasa juga gitu" kata Gian.
" Itu cuma perasaan kalian berdua aja" kata Tristan.
" Sudah-sudah, cepat habiskan makanan kalian sebentar lagi bel berbunyi" kata Dira.
" Ini belum selesai sampai gue dan Kenzo tau kebenarannya" bisik Gian.
Gleg.
Tristan susah payah menelan ludahnya mendengar ucapan Gian tadi. Apa rahasia yang dia simpan harus secepat ini ketahuannya. Dia tidak ingin dibilang mesum sama kedua sahabatnya itu.
Mereka melanjutkan menyantap mie goreng yang sudah mereka pesan tadi. Kenzo masih di suapi sama Melodi. Gian dan yang lain hanya menggelengkan kepala mereka melihat tingkah Kenzo yang sok manja.
Para murid yang lain merasa sedih karena melihat adegan suap-suapan Melodi dan juga Kenzo. Mereka benar-benar tidak punya kesempatan lagi.
Melodi tidak menghiraukan tatapan cewek-cewek yang menatap iri dan juga benci padanya. Dia tidak butuh orang-orang bermuka dua seperti itu.
To be continue.
Happy Reading 😚😚
__ADS_1