Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Setelah perdebatan masalah Vampire Cina selesai. Kenzo segera pergi ke kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya. Karena bentar lagi dia akan pergi ke rumah sakit.


Sedangkan Gian dan Tristan menunggu sambil memainkan game yang ada di ponsel mereka masing-masing.


Sepuluh menit sudah berlalu, Kenzo keluar dari kamar mandi. Mendengar pintu kamar mandi terbuka, Gian segera meletakkan ponselnya. Dia bangkit dari duduknya, kemudian dia berjalan menuju kamar mandi.


" Ian!" panggil Tristan.


" Gue duluan mandinya"


" Mandi bareng aja"


" Ogah, ntar lo khilaf lagi liat tubuh molek gue"


" Najis!"


Gian menghilang di dalam kamar mandi, tak lupa dia mengunci pintu. Sedangkan Kenzo mengganti pakaiannya. Tristan melanjutkan permainannya kembali.


Kenzo sudah siap dengan baju t-shirt nya. Sambil menunggu para sahabatnya Kenzo menghubungi kekasihnya. Tak berselang lama panggilan pun tersambung.


" Hallo, assalamualaikum Yank" terdengar suara lembut dari seberang telepon.


" Wa'alaikum salam, kamu udah siap?"


" Udah, ni lagi nunggu Key sama Dira. Kamu?"


" Sama, aku lagi nunggu Gian sama Tristan"


" Ntar kita sarapan dulu atau langsung ke rumah sakit?"


" Langsung jalan deh, ntar sarapannya kita beli di jalan mau ke rumah sakit aja"


" Ok, buruan jemput aku ya"


" Hhmm, aku matikan dulu telponnya. Love you"


" Iya, love you more sayang"


Panggilan pun berakhir.


Kenzo memasukkan ponselnya kedalam saku celananya. Tak berselang lama pintu kamar mandi terbuka, Gian pun keluar dari kamar mandi.


Tristan bergegas menuju kamar mandi. Dia akan mandi kilat, karena kalau dia mandi cantik pasti kedua sahabatnya yang nggak ada akhlak itu akan meninggalkannya.


Hanya butuh waktu 5 menit untuk Tristan menyelesaikan acara mandinya. Setelah itu dia keluar dengan handuk melilit di pinggangnya. Gian yang baru selesai mandi, melihat Tristan cuma pake handuk ide jahilnya pun muncul.


Gian berjalan menghampiri Tristan. Tristan mencium aroma jahil Gian langsung waspada. Karena dia tau sekarang jahil Gian dalam mode on.


" Mau ngapain lo?" tanya Tristan.


" Nggak ngapa-ngapain"


" Bohong!, gue mencium niat terselubung lo"


" Ck.. kek cenayang aja lo"


" Gue bisa liat dari kening Lo"


" Lo pikir jidat gue papan iklan"


Gian melanjutkan langkahnya, tapi ketika Tristan lengah. Gian langsung menarik handuk yang melilit di pinggang Tristan. Alhasil tubuh Tristan polos tanpa sehelai benang pun.


Tawa Gian langsung pecah melihat Tristan yang ternoda tanpa di sentuh.


" Gian kamvret!, bener-bener teman nggak ada akhlak!" umpat Tristan.


" Kalian nga--"

__ADS_1


Ucapan Kenzo menggantung karena melihat pemandangan di depan matanya. Secepat mungkin Kenzo memalingkan wajahnya.


" Tian!, Lo kenapa nggak pake baju gitu?!" teriak Kenzo.


" Noh, si Ani mau perkosa gue"


Sontak Kenzo menatap tajam kearah Gian. Sedangkan yang di tatap hanya nyengir kuda.


" Lo berdua kalau mau mesum jangan di depan anak di bawa umur dong" kata Kenzo.


" Gue kagak nafsu melihat body kurus kek Maisaroh" kata Gian.


" Sembarangan lo kalau ngomong, body gue bagus begini lo bilang kurus. Gitar spanyol aja lewat, tau nggak Lo!" protes Tristan.


" Stop!, Tian cepat pake pakaian Lo?!"


" Ah iya hampir saja lupa"


" Tunggu!" kata Gian.


" Apaan sih Ian" kata Tristan.


" Izinkan aku memotret mu"


" Ogah"


Tristan cepat-cepat memakai pakaiannya, dia tidak ingin Gian melakukan hal bodoh lagi padanya. Kalau Gian benar-benar mengambil fotonya, hancur sudah masa depan dan cita-citanya.


Sekarang ketiga cowok tampan itu sudah selesai bersiap. Mereka akan menjemput kekasih mereka masing-masing. Kenzo cs keluar dari kamar tempat mereka menginap. Tak lupa mereka mengunci pintu kamar inap mereka.


Ketiga cowok tampan itu berjalan dengan gagahnya menuju kamar inap ketiga cewek cantik itu. Mereka pun sampai didepan pintu kamar inap ketiga cewek cantik itu.


Tok.


Tok.


Tok.


Pintu terbuka, Kenzo cs dibuat terpesona sama para pasangan mereka. Mata mereka sampai tidak berkedip melihat kecantikan kekasih mereka.


" Sudah siap berangkat ladies? " tanya Gian.


" Siap"


Kenzo cs langsung menggandeng tangan kekasih mereka masing-masing. Mereka berjalan menuju lift. Setelah mereka masuk, pintu lift pun tertutup. Lift bergerak turun kebawah menuju lantai satu.


Ting.


Pintu lift terbuka. Ketiga pasangan itu keluar dari lift, kemudian berjalan keluar hotel tempat mereka menginap. Mereka menunggu taxi di depan hotel.


Setelah menunggu beberapa menit taxi pun datang. Kenzo langsung menstop taxi itu, kemudian mereka semua masuk kedalam taxi. Taxi pun melaju meninggalkan hotel itu.


Di rumah sakit.


Vandy, istri dan putri kesayangannya sedang sarapan bersama. Kiran terlihat sangat senang karena hari ini mommy-nya sudah boleh pulang.


" Adek senang banget hari ini?" tanya Vandy.


" Iya, soalnya mommy udah boleh pulang" jawab Kiran.


Vandy dan Anggun tersenyum melihat putri kesayangannya itu. Anggun tidak menyangka kalau gadisnya yang manja dan lemah lembut itu, ternyata punya sisi yang menyeramkan juga.


" Adek" panggil Vandy.


" Iya Daddy"


" Apa adek mau ikut mommy menemui ayah dan anak itu"

__ADS_1


Kiran kaget sambil mulutnya terbuka, gadis kecil itu menghentikan makannya, kemudian dia menoleh kearah mommy-nya.



Setelah itu Kiran tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Gadis kecil itu ingin melihat seperti apa mommy-nya akan membalas kedua orang itu.


" Habiskan sarapan adek" kata Vandy.


" Siap Daddy"


Kiran melanjutkan lagi makannya. Vandy dan Anggun tersenyum melihat tingkah putri kecilnya. Princess mereka itu memang sangat manja dan juga menggemaskan.


Saat mereka sedang menikmati sarapan, tiba-tiba pintu ruangan Anggun di ketuk. Setelah itu tampaklah dokter perempuan dan juga perawat.


" Selamat pagi tuan, nyonya. Maaf mengganggu waktu sarapannya"


" Pagi, nggak apa-apa kok Dok"


" Mari nyonya, saya periksa dulu"


Vandy membantu istrinya berbaring di atas tempat tidur. Setelah itu dokter mulai melakukan pemeriksaan pada Anggun.


" Gimana Dok?" tanya Vandy.


" Nyonya sudah baik-baik saja tuan, cuma jahitan nona belum kering sempurna. Saya harap nona jangan melakukan pekerjaan yang berat dulu" saran sang dokter.


" Baik Dok, saya akan ingat pesan dokter"


" Kalau begitu, saya permisi dulu nyonya, tuan"


" Sekali lagi makasih Dok"


" Sama-sama tuan, itu sudah menjadi tugas kami sebagai dokter"


Setelah memeriksa Anggun, dokter dan suster itu pamit undur diri. Vandy mengantarkan dokter itu sampai kedepan pintu. Saat Vandy akan membuka pintu, ternyata Kenzo sudah lebih dulu membuka pintu itu.


" Abang!"


Kenzo hanya tersenyum pada daddy-nya itu. Kemudian mereka semua masuk kedalam ruang rawat Anggun.


" Kalian sudah datang" kata Anggun.


" Iya, gimana keadaan mommy?" tanya Kenzo sambil mencium tangan sang mommy, kemudian diikuti sama yang lainnya.


" Alhamdulillah udah membaik"


" Syukurlah Mom. Princess nggak mau peluk Abang nih?" tanya Kenzo.


Kiran langsung berlari memeluk abangnya. Dengan senang hati Kenzo membalas pelukan adik kecilnya itu.


" Boneka Pikachu adek mana?" tanya Kiran.


" Ada di hotel" jawab Kenzo.


" Abang Tian nggak dipeluk juga nih?" tanya Tristan.


Kiran pun melepaskan pelukannya dari Kenzo, kemudian beralih memeluk Tristan. Tristan membalas pelukan Kiran dan mengecup pipi gadis kecil itu.


" Abang juga belikan baju untuk princess" kata Tristan.


" Benarkah"


" Hhhmm"


" Bang Ian sedih nih, karena nggak ada yang meluk" kata Gian.


Kiran beralih memeluk Gian. Gian pun membalas pelukan Kiran. Vandy dan Anggun sangat bahagia, karena banyak yang menyayangi putri kecil mereka.

__ADS_1


To be continue.


Happy Reading 😚😚


__ADS_2