
Gilang makin geram mendengar ucapan Kenzo tadi. Dia semakin penasaran siapa Kenzo, Karena Kenzo tidak pernah takut pada dirinya dan juga kekuasaan yang dia miliki.
Kenzo cs sudah sampai di kelasnya, mereka mencari tempat duduk yang paling di belakang. Ya mereka bertiga tidak suka duduk di depan, karena akan menjadi pusat perhatian.
Cantika senang karena dia bisa satu kelas dengan Kenzo. Cantika melihat kursi di samping Kenzo kosong, alias belum ada penghuninya.
" Boleh aku duduk disini?" tanya Cantika.
" Tidak!" tolak Kenzo.
" Bukankah di sini kosong?"
" Siapa bilang kosong, kamu tidak melihat ada orang duduk di sampingku?" tanya Kenzo.
Cantika heran dengan sikap Kenzo, jelas-jelas kursi itu kosong, tapi dia malah bilang ada orang yang duduk di sana. Apa segitu jijiknya Kenzo melihatnya.
Cantika pun akhirnya mengalah dan duduk di depan Kenzo. Gian dan Tristan hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Kenzo. Ya Kenzo memang benci melihat cewek sok lemah lembut, tapi aslinya tidak seperti itu.
Kenzo melihat cewek dekil sedang mencari tempat duduk. Dia seperti kebingungan mencari tempat duduk, karena anak-anak lain menolak duduk bersamanya.
" Hei kamu!" panggil Kenzo pada cewek itu.
Cewek dekil itu pun menoleh kearah Kenzo.
Apa dia memanggilku.
" Apa kamu tidak capek berdiri di sana?" tanya Kenzo.
" Kamu bicara kepadaku?" tanya balik cewek itu.
" Tentu saja, karena hanya kau yang masih berdiri" kata Kenzo.
Cewek itu pun melirik ke kanan dan ke kiri, ternyata benar apa yang di bilang Kenzo, hanya dia sendiri yang masih berdiri di sana. Cewek itu berjalan menghampiri meja Kenzo.
" Duduklah" kata Kenzo.
" Eh!" kaget cewek itu.
" Kenapa?, kamu tidak mau duduk bersamaku?"
" Ti-tidak"
cewek itu pun duduk di samping Kenzo. Cantika merasa kesal karena Kenzo lebih memilih duduk bersama cewek dekil, daripada sama dirinya.
" Kenzo nggak lagi sakit kan?" tanya Gian pada Tristan.
" Sepertinya dia memang sakit" jawab Tristan.
" Benar, dia menolak cewek secantik cantika hanya demi cewek dekil itu" kata Gian.
" Mungkin cewek dekil lebih menarik" kata Tristan.
" Lo benar, cewek dekil lebih di depan" kata Gian sambil terkekeh.
" Kalau kalian berdua masih ingin hidup, berhentilah ghibah in orang" kata Kenzo.
" Anak sultan mulai aktif ya Tian" kata Gian pada Tristan.
" Iya, dan itu bikin gue nggak nyaman" kata Tristan.
Kenzo menatap tajam kedua sahabatnya itu. Tatapan mata Kenzo itu mengatakan kalau Gian dan Tristan masih bicara, maka dia akan mengirim mereka berdua ke neraka.
Teeett...
Bel sekolah pun berbunyi, para siswa dan siswi pun masuk kedalam kelas, mereka menunggu kedatangan guru mereka. Tidak berapa lama guru mereka pun masuk kedalam kelas.
" Selamat pagi anak-anak"
__ADS_1
" Pagi Buk "
" Perkenalan nama Ibuk Astika Murni. Kalian bisa memanggil Buk Tika. Ibuk mengajar biologi, sekaligus menjabat sebagai wali kelas kalian"
Para murid-murid pun senang mendapatkan wali kelas yang cantik dan juga ramah. Tika juga senang melihat sambutan murid baru untuk dirinya.
" Baiklah anak-anak, karena hari ini pertama kalian belajar. Jadi hari ini kita akan melakukan perkenalan dan memilih perangkat kelas"
" Baik Buk"
" Kita mulai perkenalannya dari depan dulu"
Para murid pun maju satu persatu untuk memperkenalkan diri mereka masing-masing. Murid-murid itu sangat antusias menunggu giliran mereka masing-masing.
Saat Cantika maju ke depan semua siswa cowok dan cewek memuji kecantikan Cantika, kecuali Kenzo cs.
" Nama saya Cantika Wijaya, teman-teman bisa memanggil saya Cantika"
Sekarang tibalah giliran Kenzo. Para siswi cewek pun riuh, karena cowok tertampan dan juga model itu akan lewat di samping mereka. Tapi harapan mereka pupus, karena Kenzo cuma berdiri di tempat duduknya.
" Perkenalan nama saya Ivander Kenzo D, teman-teman bisa memanggil saya Kenzo"
Sekarang Giliran cewek dekil untuk memperkenalkan diri. Kenzo cs sangat penasaran sama nama cewek dekil itu.
" Perkenalan nama saya Melodi Citra .A, teman-teman bisa memanggil saya Melodi"
Sekarang giliran Gian dan Tristan. Para siswi cewek berharap mereka akan maju ke depan. Tapi lagi-lagi harapan mereka pupus.
" Perkenalan nama saya Gian Putra. H, teman-teman bisa memanggil saya Gian"
" Perkenalan nama saya Tristan Putra. A, teman-teman bisa memanggil saya Tristan"
Akhirnya sesi perkenalan selesai juga. Mereka pun memilih perangkat kelas. Para siswa dan siswi menunjuk Kenzo menjadi ketua kelas, tapi Kenzo menolaknya, karena dia tidak ingin direpotkan dengan hal semacam itu. Begitu juga dengan Gian dan Tristan.
Saat mereka sedang memilih perangkat kelas, tiba-tiba mereka mendengar ketukan pintu. Mereka pun menoleh kearah pintu. Di depan pintu sudah berdiri Ibuk guru yang menurut mereka galak.
" Permisi Ibuk Tika, minta waktunya sebentar" kata Guru itu.
Buk Merri pun masuk kedalam kelas. " Selamat pagi anak-anak"
" Pagi Buk"
" Ibuk minta waktu kalian sebentar. Mungkin kalian semua bertanya-tanya siapa Ibuk bukan?"
" Iya Buk"
" Perkenalan nama Ibuk Merri Wijaya, kalian bisa memanggil Buk Merry. Ibuk menjabat sebagai wakil kepala sekolah"
Semua murid pun melihat kearah Cantika, mereka bertanya apa hubungan Cantika dengan Buk Merry.
" Baiklah, Ibuk mendengar ada keributan tadi malam. Kalian semua pasti sudah taukan?"
" Sudah Buk"
" Baiklah Ibuk minta Kenzo, Gian dan Tristan ikut Ibuk kekantor kepala sekolah"
Kenzo cs pun bangkit dari duduk mereka. Para siswa dan siswi pun berdoa semoga Kenzo cs tidak di keluarkan dari sekolah.
" Terima kasih waktu nya Buk Tika"
" Sama-sama Buk"
Buk Merry pergi meninggalkan kelas itu, kemudian di iikuti sama Kenzo cs di belakang. Kenzo cs berjalan dengan santai, mereka bertiga siap menghadapi kepala sekolah.
Mereka pun sampai di depan ruang kepala sekolah.
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
" Masuk! "
Buk Merri masuk terlebih dahulu, diikuti sama Kenzo, Gian dan Tristan di belakang. Di ruangan itu sudah ada Gilang dan orangtuanya. Gilang tersenyum sinis pada Kenzo.
" Silakan duduk" kata Anwar kepala sekolah.
Kenzo dan kedua sahabatnya duduk di sofa yang ada disana. Kenzo masih bersikap tenang, begitu juga dengan kedua sahabatnya.
" Kalian bertiga tau kenapa bapak Panggil kesini?" tanya Anwar.
" Tau Pak" jawab mereka bertiga.
" Siapa di antara kalian bertiga yang memukul Gilang?" tanya Anwar.
" Saya Pak" jawab Kenzo.
Plak
Satu tamparan mendarat di pipi Kenzo.
" Berani sekali kamu memukul anak kesayangan saya" kata mama Gilang.
Ya, yang menampar Kenzo tadi adalah mama Gilang. Gilang tersenyum karena mamanya menampar Kenzo.
" Tenang Nyonya " kata Anwar.
" Tenang anda bilang. Anak kurang ajar itu sudah berani memukul anak saya" kata mama Gilang.
" Nak Kenzo, bisa telepon orangtuanya?" kata Anwar.
" Bisa Pak"
Kenzo mengambil ponsel yang ada di dalam saku celananya. Kenzo menekan angka satu, dan panggilan pun langsung terhubung ke nomor mommy nya.
" Hallo, Assalamualaikum Bang"
" Wa'alaikum salam Mom"
" Tumben abang telepon mommy?"
" Mommy sama daddy bisa datang kesekolah abang nggak?"
" Kenapa?, apa abang membuat masalah?"
" Nanti abang jelaskan saat mommy dan daddy sudah di sini?, jangan lupa, ajak orangtua Gian dan Tristan juga ya Mom"
" Baiklah sayang"
" Abang tutup teleponnya ya. Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
Panggilan pun berakhir.
Kenzo menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
" Saya ingin tau, berasal dari keluarga mana kamu. Sehingga kamu berani mengganggu anak saya" kata mama Gilang.
" Pastinya tidak sekaya keluarga kita mih" kata papa Gilang.
Kenzo hanya diam mendengarkan ucapan orangtua Gilang.
Pantas saja anaknya bersikap seperti itu, ternyata orang tuanya juga sombong dan angkuh. Benar kata pepatah buah itu jatuh tidak jauh dari pohonnya.
__ADS_1
To be continue..
Happy Reading.. 😚😚