Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Kedua cowok tampan itu sampai di kantor. Setelah Vandy memarkirkan mobilnya, barulah mereka masuk kedalam lobi kantor. Saat mereka sudah memasuki lobi, semua mata karyawan tertuju pada kedua cowok tampan itu.


" Bukankah itu salah satu model itu?"


" Iya, kenapa pagi-pagi begini dia sudah di sini?"


" Apa dia akan menjadi model produk terbaru perusahaan"


" Sepertinya begitu"


Kedua lelaki tampan itu terus saja berjalan menuju lift. Ayah dan anak itu tidak menghiraukan ucapan para karyawan wanita yang sibuk memuji mereka berdua.


" Apa karyawan Daddy sering bergosip seperti itu?" tanya Kenzo setelah mereka berada di dalam lift.


" Hhmm, mereka semua pengagum lelaki tampan"


" Berarti mereka sering dong ngomongin Daddy"


" Ya begitulah"


Ting.


Pintu lift terbuka, kedua lelaki tampan itu keluar dari lift, Mereka berjalan dengan penuh wibawa menuju ruangan CEO.


" Pagi Pak" sapa sang sekretaris.


Vandy hanya menganggukkan kepalanya. Sekretaris Vandy terus memandangi Ayah dan anak itu, sehingga mereka menghilang ke dalam ruang CEO.


" Tampannya pemuda itu, sayang masih kecil" kata sang sekretaris.


" Apa yang masih kecil?" tanya Aldi yang tiba-tiba datang entah darimana.


" Astagfirullah! Pak Aldi ngagetin aja sih"


" Makanya pagi-pagi jangan bayangin yang aneh-aneh"


" Aneh-aneh?"


" Iya, saya tau kamu lagi bayangin yang jorok kan?"


" Ck.. bapak sok tau deh"


" Udah ngaku aja, saya dengar kok tadi kamu bilang masih kecil" cicit Aldi.


" Iya emang masih kecil Pak"


" Emang kamu pernah liat?" tanya Aldi.


" Barusan saya liat Pak" jawab Sekretaris Vandy.


" Apa! kamu liat punya CEO tadi"


" Iya"


" Wah.. lancang sekali kamu?!"


" Kenapa Pak?"


" Masih bertanya kenapa?!"


Sang sekretaris bingung, dia tidak mengerti yang apa yang dimaksud lancang oleh asisten CEO itu.


" Kamu mau di pecat dari sini?!"


" E-enggak Pak"


" Kamu itu di gaji untuk bekerja, bukan untuk melihat hal yang tidak-tidak!"


Semakin bingung aja sekretaris itu. emang dia melihat yang tidak-tidak seperti apa?.


" Ma-maaf sebelumnya Pak, maksud Bapak lihat yang tidak-tidak itu apa ya?"


" Kamu lihat milik CEO kan tadi?"

__ADS_1


" Milik?"


" Hmm"


" Milik apa ya Pak, saya benar-benar nggak ngerti?"


" Tadi kamu bilang kecil itu apa?" tanya balik Aldi.


" Pemuda yang datang bareng CEO, Pak"


" Pemuda?"


" Iya Pak"


Jadi maksud dia tadi itu anak kecil. Ah sepertinya gue yang kurang fokus.


" Ya sudah, lanjutkan pekerjaan kamu" titah Aldi.


" Ba-baik Pak"


Aldi langsung pergi meninggalkan meja sekretaris itu. Dia pergi menemui bos sekaligus sahabatnya itu.


Akhirnya sang sekretaris bisa bernafas lega, karena asisten CEO itu sudah pergi. Tapi ada yang mengganjal di pikirannya. Kesalahan apa yang sudah dia lakukan, sehingga asisten CEO itu marah-marah padanya.


Vandy dan putranya kaget, karena tiba-tiba Aldi masuk kedalam ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


" Bisa nggak kalau masuk itu ketuk pintu dulu?"


" Sorry bro, lagi darurat tadi" kata Aldi yang langsung duduk di sofa yang ada di sana.


" Darurat apaan coba?"


" Noh sekretaris lo"


" Kenapa sekretaris gue?"


" Bikin gue nggak fokus"


Vandy mengeyitkan alisnya mendengar ucapan asisten sekaligus sahabatnya itu.


Karena nggak fokus lagi, Aldi menganggukkan kepalanya.


" Apa! lo beneran suka sekretaris gue?!"


" Kagak"


" Tadi lo mengangguk "


" Lo nggak jelas ngomongnya tadi, mangkanya gue manggut-manggut aja"


" Ck.. alasan!"


" Beneran"


Kenzo yang dari tadi cuma diam saja akhirnya buka suara. " Minum dulu Om"


" Eh, ada Abang ternyata. Sejak kapan Abang disini? kok Om nggak liat Abang masuk?" tanya Aldi sambil menyesap minuman yang diberikan Kenzo.


" Bukan telinga lo aja yang nggak berfungsi, tapi mata lo juga sudah mulai rabun" kata Vandy.


" Enak aja lo bilang mata gue rabun"


" Emang, masa anak gue se gede itu lo nggak liat"


" Ini gue liat"


" Ck.. asal lo tau ya, Kenzo udah dari tadi disini"


" Benarkah?"


" Hhmm"


" Berarti yang dibilang kecil sama sekretaris lo tadi, Kenzo ya"

__ADS_1


" Mana gue tau, yang ngobrol sama dia kan lo" kata Vandy.


" Iya, gue emang nggak pernah benar Dimata lo"


" Nggak usah sok mendramatisir keadaan"


" Ken, jangan contoh sifat Daddy kamu yang Arrogant dan yang suka menindas rakyat biasa itu ya"


" Gue nggak akan menindas kalau orang-orang itu nggak mengusik gue"


Kenzo tersenyum melihat berdebat kedua pria dewasa didepannya itu. Dia teringat akan kedua sahabatnya yang sering ngajak dia ribut. Mungkin itu karena orang tua mereka juga seperti itu kalau bertemu satu sama lain.


Walaupun sering berdebat dan sesekali berantem juga, tapi mereka tidak pernah yang marahan sampai berhari-hari. Mungkin itulah cara mereka memupuk rasa persaudaraan.


Ditempat lain.


Melodi sedang menemani mamanya belanja ke supermarket yang ada dekat dengan kompleks perumahan mereka. Ya hari ini mami Melodi akan berbelanja bahan masakan agak banyak dari biasanya. Karena nanti malam mereka akan kedatangan tamu spesial.


" Kenzo sukanya apa Mel?" tanya sang mami ketika mereka sudah sampai di tempat seafood.


" Udang Mih"


" Terus apalagi?"


" Cumi sama kepiting"


" Kalau daddy-nya Kenzo suka apa ya?"


" Kalau kesukaan Om Vandy, Tante Anggun yang tau Mih"


" Hehe, benar juga kamu"


" Beneran nih Kenzo suka sama udang, cumi dan kepiting"


" Iya Mih, lagian Kenzo bukan cowok yang pemilih soal makanan. Tapi dia lebih suka sama ketiga seafood tadi"


" Ternyata putri mami, sudah hafal makanan kesukaan calon suaminya"


Setelah selesai membeli aneka seafood. Ibu dan anak itu berpindah ke tempat sayuran. Sampai di sana mami Melodi kalap, karena sayuran di sana baru datang, jadi masih segar-segar.


" Coba lihat sayuran ini, mereka seperti memanggil mami. Mereka berebut minta dipilih"


" Emang mereka bilang apa Mih"


" Pilih aku..jangan aku saja"


" Mami ada-ada saja" kata Melodi sambil menggelengkan kepalanya.


Tiara memilih beberapa sayuran yang ada di sana. Selesai memilih sayuran, mereka pindah buah. Dan terakhir mereka pergi ketempat bumbu dapur. Setelah itu barulah mereka pergi ke kasir untuk membayar barang belanjaannya.


" Kamu nggak mau beli sesuatu sayang?" tanya sang mami saat mereka akan menuju kasir.


" Nggak Mih"


" Yakin nih nggak mau beli sesuatu?"


Melodi memikirkan ucapan sang mami. Setelah itu dia berjalan menuju tempat Snack. Ya Melodi memutuskan untuk membeli Snack. Kiara melanjutkan perjalanan menuju kasir.


Tak berapa lama Melodi menyusul sang mami ke tempat kasir, dengan membawa beberapa Snack ditangannya.


" Yuk kita bayar"


Petugas kasir mengeluarkan belanjaan Tiara satu persatu dari dalam troli. Setelah itu dia menghitung dan men-total semua belanjaan itu.


Tiara membayar semua belanjaannya yang sudah ditotalkan oleh petugas kasir itu. Setelah selesai membayar, barulah ibu dan anak itu keluar dari supermarket dengan menenteng kantong kresek ditangan mereka.


Melodi memasukkan semua barang belanjaannya ke dalam mobil. Setelah selesai, barulah dia masuk kedalam mobil. Tiara melajukan mobilnya meninggalkan supermarket itu.


To be continue.


Abang Kenzo


__ADS_1


Happy Reading 😚😚


__ADS_2