
Sisil kaget serta senang mendengar Gio menyatakan perasaannya.
" Aku.."
Huuuuh Gio pun menghela napas nya.
" Aku tau kamu nggak suka sama aku, maaf telah ngomong lancang sama kamu sil ucap Gio".
Sisil pun tersenyum mendengar ucapan Gio, bagaimana mungkin pria yang ada didepannya itu begitu polos dan tak bisa merasakan apa yang dia rasakan.
" Gio".
" Hhmmm".
" Coba tatap mata aku ucap Sisil".
Gio pun mencoba menatap mata Sisil, dan mata mereka saling bertemu satu sama lain.
Deg
Jantung Gio dan Sisil berdetak dengan cepat,
" Apa kamu nggak bisa melihat kedalam mata aku ucap Sisil".
" Jadi kamu terima cinta aku sil tanya Gio".
Sisil pun mecium bibir Gio sekilas.
Gio yang kaget dengan Sisil yang tiba-tiba mencium bibirnya.
" Aku rasa kamu udah tau jawabannya ucap Sisil".
Gio pun tersenyum dan mencium bibir Sisil, Gio tidak hanya sekedar mencium tapi juga sedikit melum*t bibir Sisil.
Setelah mereka rasa pasokan oksigen sudah menipis baru lah mereka melepaskan ciuman mereka.
Dengan nafas yang masih memburuh.
" Terimakasih kamu udah mau menerima cinta aku ucap Gio sambil mencium kening Sisil".
Ditempat lain.
Vandy dan Aldi dibuat pusing sama tingkah kekasih mereka yang mondar-mandir dari tadi.
" Sayang apa kamu nggak capek mondar-mandir kayak setrikaan gitu ucap Vandy".
Anggun pun berhenti dan menatap tajam kearah Vandy.
" Sssstt jangan berisik".
Vandy yang mendapatkan tatapan tajam dari Anggun pun memilih diam, dari pada singa betina nya ngamuk.
Aldi yang melihat Vandy takut dengan Anggun pun tertawa.
" Kenapa lo ketawa tanya Vandy".
" Lucu banget liat wajah lo yang habis kenak marah".
Sinta yang melihat Aldi ketawa pun merasa terganggu.
" Bee kalau kamu masih berisik aku sumpel mulut kamu pake kain ucap Sinta".
Aldi yang mendengar ucapan Sinta pun seketika diam, karena dia takut kalau nanti Sinta benar-benar menyumpal mulut nya.
Vandy yang melihat ekspresi Aldi pun tak tahan untuk membalas Aldi.
" Sukurin lo, ternyata lo lebih parah penakutnya ucap Vandy sambil tersenyum".
Anggun dan Sinta pun mendengar suara mobil berhenti, dengan cepat membuka pintu, dan benar saja Sisil keluar dari mobil dengan Gio yang membukakan pintu mobilnya.
" Oh so sweet banget ucap Anggun".
__ADS_1
" Aku kan juga sering bukain kamu pintu mobil sayang ucap Vandy".
"Apaan sih Bunny, mendingan diem yah ucap Anggun".
Vandy yang mendengar ucapan Anggun pun memilih diem daripada nanti Singa betina nya ngamuk lagi, mending cari aman gumam Vandy.
" Seperti nya mereka sudah jadian ucap Sinta".
" Bagus dong bearti Sisil udah nggak jomblo lagi ucap Anggun".
Sesampai Sisil didepan kedua sahabatnya, mereka berpelukan.
Ketiga cowok tampan yang melihat keakraban kekasih mereka pun ikut bahagia.
" Akhirnya status jomblo akut lo ilang juga, selamat ya bro ucap Vandy sambil memeluk Gio".
" Selamat ya bro ucap Aldi sambil memeluk Gio".
Ketiga cowok itu pun ikut berpelukan.
(Author juga ikut dong biar seperti teletubbies kita.... 😂😂😂).
Disaat mereka saling berpelukan, tiba-tiba ada mobil mewah yang berhenti didepan rumah Anggun.
Anggun yang melihat ada mobil yang tak asing untuknya pun melepaskan pelukannya dari kedua sahabatnya. Dengan cepat Anggun menghampiri mobil mewah itu.
Setelah sang empunya mobil keluar, dengan cepat Anggun memeluknya.
" Hallo kesayangan nya mama ucap mama Anggun sambil membalas pelukan anaknya".
Setelah lama berpelukan dengan mamanya, Anggun pun beralih memeluk papanya.
" Princes nya papa ucap papa Anggun sambil membalas pelukan anaknya".
" Sayang sampe kapan kamu akan memeluk papa kamu, apa kamu nggak mau mengenalkan mama sama cowo-cowok tampan disana? tanya mama Anggun".
Anggun pun tersadar karena dia sama teman-teman dan kekasih nya.
Kemudian Anggun memperkenalkan teman dan kekasih nya kepada mama dan papa nya.
" Kenalkan mah, pah ini Aldi sama Gio mereka cowok nya Sinta dan Sisil ucap Anggun".
Aldi dan Gio pun mengulurkan tangan secara bergantian kepada mama dan papa nya Anggun, mama dan papa Anggun pun membalas uluran tangan Aldi dan Gio kemudian tersenyum ramah.
Kemudian mama Anggun pun melihat Vandy dan tersenyum ke arah Vandy.
" Kalau ini siapa sayang tanya mama Anggun".
" I...ni Vandy mah jawab Anggun gugup".
Ya gimana nggak gugup setau mama dan papa nya Anggun belum punya pacar,rencananya mau dikenalin nanti pas mama dan papa nya pulang dari luar kota, eh tau nya mama pulang mendadak ya jadi Anggun sedikit takut dan gugup.
Vandy yang melihat kekasihnya gugup pun tersenyum, karena dia tau apa yang membuat Anggun gugup.
" Vandy tante, saya kekasihnya Anggun ucap Vandy sambil mengulurkan tangannya".
Mama Anggun tersenyum dan menyabut uluran tangan Vandy.
Kemudian Vandy melihat papa Anggun, Vandy agak sedikit takut karena papa Anggun merupakan rekan bisnisnya.
Wiguna yang melihat Vandy gugup pun memeluk Vandy.
" Tolong jaga anak Om dengan baik ya, tetapi jangan coba-coba buat dia menangis kalau kamu kedapatan membuat dia mengeluarkan air mata maka kamu akan tanggung akibatnya ucap Wiguna".
Vandy yang mendengar ucapan pak Wiguna pun menahan saliva nya.
" Tenang saja Om sayang tidak akan membuat Anggun menangis kecuali tangis bahagia ucap Vandy".
Anggun yang mendengar ucapan Vandy pun tersenyum.
" Papa sama mama nggak marah tanya Anggun".
__ADS_1
" Kenapa papa dan mama harus marah sayang, itu menandakan anak papa sudah besar jawab papa Anggun".
" Makasih papa, mama ucap Anggun sambil memeluk kedua orangtua nya".
Kemudian mereka masuk kedalam rumah dan melanjutkan ngobrol nya didalam.
" Sayang adek kemana tanya mama Anggun".
" Tidur mah, kecapean tadi habis main sama Vandy jawab Anggun".
" Waah bearti adek udah dekat dong sama Vandy ucap mama Anggun".
" Udah mah, malahan kalau lagi sama Vandy adek lupa sama Anggun".
Mendengar ucapan Anggun tadi membuat mama Anggun tersenyum, bearti Vandy emang sosok cowok yang penyayang.
" Kalian pulangnya nanti malam aja ya, kita makan malam disini dulu ucap mama Anggun".
" Baik tante jawab Vandy".
" Ya udah kalian lanjut lagi aja ngobrol nya tante dan om mau kedalam dulu ucap mama Anggun".
Setelah mama Anggun dan papa nya kedalam buat istirahat, mereka pun melanjutkan mengintrogasi Gio dan Sisil.
Waktu pun cepat berlalu sore pun telah berganti dengan malam, mereka pun sudah berkumpul dimeja makan kecuali Aska.
" Sayang tolong bangunin adek gih ucap mama Anggun".
" Biar aku aja yang bangunin Aska tante ucap Vandy".
" Apa nggak merepotin nak Vandy tanya mama Anggun".
" Nggak ngerepotin sama sekali tante, ucap Vandy".
" Makasih ya, kamar Aska disebelah kamar Anggun kamu liat nama yang ada dipintu kamar ucap mama Anggun".
" Baik tante ucap Vandy sambil berlalu kekamar Aska".
Sesampai didepan pintu kamar Aska, Vandy pun mengetuk pintu.
Tok tok
Aska yang mendengar pintunya diketuk pun membuka pintu.
Ceklek
" Abang ganteng ucap Aska".
Vandy yang melihat Aska pun tersenyum.
" Kita turun makan malam yuk ucap Vandy".
" Yuk, apa Abang nginap disini tanya Aska".
" Nggak boy, habis makan malam Abang pulang jawab Vandy".
Mereka pun menurini anak tangga turun kebawah.
Mama Anggun melihat anak nya turun bersama Vandy pun tersenyum.
Aska melihat mama dan papa nya ada disana kemudian berlari dan menghampiri mama dan papa nya.
" Mama papa sapa Aska sambil berlari".
" Hati-hati sayang ucap mama Anggun sambil memeluk putranya, adek sudah nakal yah?".
Vandy pun ikut bahagia melihat keharmonisan keluarga kekasihnya.
Jangan lupa dukungan nya buat Author yah, biar semangat nulis nya, tinggalkan jejak sayang kalian buat Author dengan cara Like, Komen dan Vote.
HAPPY READING 😉😉
__ADS_1