Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Bangun Dari Tidur Panjang


__ADS_3

Sore hari seperti biasa Anggun membersihkan tubuh suami nya. Anggun membersihkan seluruh tubuh suami nya dengan sangat hati-hati. Anggun melakukan pekerjaan nya dengan sangat telaten.


Anggun melihat tubuh suaminya sudah agak kurus, karena memang Vandy tidak mendapatkan asupan makanan seperti saat dia sehat dulu. Walaupun tubuh suaminya sudah kurus, tapi ketampanan nya tidak berkurang.


" Cepat bangun ya Mas, kami disini menunggu kamu. Terutama aku dan baby Kenzo " ucap Anggun sambil mengecup kening suaminya.


Vandy merespon ucapan Anggun dengan mengeluarkan air matanya. Anggun kaget karena melihat suaminya mengeluarkan air mata nya.


Anggun langsung menelpon Dokter. Tak berselang lama telepon pun tersambung.


" Hallo Dokter, cepat datang kerumah saya" ucap Anggun


Tanpa menunggu jawab dari sang Dokter, Anggun sudah mematikan telepon nya.


Dokter Erik sangat kesal karena Anggun mematikan telponnya begitu saja. Tapi mesti begitu, Dokter itu tetap saja menuruti titah nona muda itu.


Erik memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena kalau dia terlambat maka dia akan dipecat oleh nona muda dari keluarga Wiguna itu.


Perjalanan yang seharusnya ditempuh dengan waktu 25 menit, menjadi 15 menit. Erik memakirkan mobilnya. Dokter Erik bergegas masuk kedalam rumah Anggun.


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam, cepat periksa suami saya" titah Anggun


Dokter Erik masuk kedalam kamar tempat Vandy sekarang dirawat. Erik memeriksa kondisi Vandy. " Nona keadaan tuan masih sama" ucap Erik


" Apa kamu sudah periksa dengan baik?" tanya Anggun lagi


" Sudah nona" jawab Erik


" Tapi kenapa tadi suami saya menangis"


" Bagus itu nona" ucap Erik

__ADS_1


" Maksud kamu"


" Itu tanda nya ada kemajuan sedikit"


" Bearti ada kemungkinan suami saya akan segera sadar?" tanya Anggun


" Saya belum bisa memastikan itu, tapi setidaknya tuan merespon ucapan nona" jawab Erik


Anggun senang sekaligus bahagia. Dia akan sabar menunggu suaminya sadar. Dia nggak peduli berapa lama dia akan menunggu 1 bulan, 1 tahun atau 1 abad sekalipun dia akan menunggu. Tapi Anggun berharap mereka bisa berkumpul secepatnya.


" Kalau begitu saya pamit dulu nona. Sering-seringlah mengajak tuan berbicara"


" Iya Silakan Dok, dan terimakasih karena sudah mau datang"


" Sama-sama nona, itu sudah menjadi tugas saya, saya pamit dulu"


Dokter Erik pergi meninggal kan ruangan itu. Sepeninggal Erik, Anggun duduk dikursi yang ada disana. Anggun menggenggam tangan suaminya.


Anggun mengarahkan kepalanya ketelinga Vandy. Anggun membisik kan sesuatu ketelinga Vandy. " I love you my Hubby. Cepat bangun, aku dan Kenzo menunggu kamu Daddy"


Anggun kaget sekaligus bahagia melihat suaminya menggerakkan jari tangannya. " M-mas aku nggak salah liat kan, tadi aku lihat jari tangan kamu bergerak"


Vandy menggerakkan kembali jari tangannya. " Alhamdulillah, terimakasih ya Allah. Mas aku yakin kamu akan segera sadar dan kita akan berkumpul kembali. Jadi aku mohon berjuang lah, aku dan Kenzo menunggu kamu Mas"


Vandy menggerakkan kembali jarinya, bahkan Vandy sudah bisa menggerakkan beberapa jarinya. Anggun senang karena suami nya mendengar ucapannya. Anggun yakin sekarang suami nya juga lagi berjuang.


Tok


Tok


Tok


Anggun mendengar pintu diketuk. Anggun berjalan membukakan pintu, karena emang nggak boleh sembarangan orang yang masuk kedalam kamar itu.

__ADS_1


Ceklek


Tampak bik Mirna berdiri didepan pintu dengan menggendong anaknya.


" Maaf mengganggu non, Den Kenzo tadi nangis, tadi jadi Bibik membawa nya kesini"


" Nggak apa-apa kok Bik"


Anggun mengambil Kenzo dari bik Mirna. " Anak mommy kenapa nangis, laper ya"


" Bibik permisi kedapur dulu ya non"


" Iya Bik, makasih ya Bik"


" Sama-sama non"


Bik Mirna pun kembali kedapur. Anggun masuk kembali kedalam ruangan suaminya sambil menggendong baby Kenzo. Anggun duduk disofa yang ada dikamar itu. Anggun mulai menyusui baby nya.


Setelah perutnya kenyang Kenzo kembali terlelap. Anggun membaringkan Kenzo disamping suaminya. Karena size kasur itu cukup besar Anggun ikut berbaring disamping Kenzo. Sekarang posisi Kenzo berada ditengah-tengah mommy dan daddy nya.


Karena merasa lelah dan rasa kantuk juga mendera, Anggun pun terlelap. Saat Anggun sudah terlelap, Vandy dengan perlahan membuka matanya.


Vandy merasa tubuhnya sangat kaku sekali. Vandy mencoba menggerakkan kepala nya kekiri dan kekanan untuk melatih otot-otot nya. Saat melihat kekanan Vandy melihat pemandangan yang sangat indah.


Vandy melihat istri serta anaknya. Vandy sangat bahagia bisa melihat wajah anak dan istrinya. Vandy bersyukur karena Allah masih memberikan kesempatan untuk nya.


Vandy mencoba mencabut alat yang ada ditubuhnya. Saat mau mencabut alat yang ada ditubuhnya, tiba-tiba pintu kamar itu terbuka, sontak Vandy melihat kearah pintu.


Siapa kah yang datang? bagaimana reaksi orang itu melihat Vandy? tunggu next episode..😂😂😂


To be continue


Hai Readers ku tersayang masih setia nggak sama novel Author, jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian ya... 🙏🙏🙏

__ADS_1


Happy Reading Guys.. 😉😉


__ADS_2