
Anggun merasa ada sesuatu yang di sembunyikan putranya itu. Karena semenjak meninggalkan kediaman Agatha tadi, Kenzo hanya melamun.
" Bang" panggil sang mommy.
" Hhmm"
" Kalau boleh tau, tadi papi Melodi bilang apa?"
" Nggak ada Mom"
" Abang nggak bohong kan?"
" Tidak"
" Abang nggak usah pikirkan tentang persyaratan Om Keynan tadi. Lagipula mereka belum menjawab soal pernikahan kalian kan?"
" Hhmm"
" Mungkin Om Keynan belum siap melepaskan putrinya. Kalau masalah persyaratan itu, Daddy yakin Abang bisa melakukannya" kata Vandy.
" Apa kalian menikahnya setelah lulus SMA aja?" usul Anggun.
" Iya, daripada ntar Abang puasa makan, karena mikirin masalah pernikahan" kata Vandy lagi.
" Kalau Abang takut Melodi diambil cowok lain, kita bisa melakukan pertunangan dulu" kata Anggun lagi.
" Iya Mom"
" Sekarang kita tunggu keputusan dari Om Keynan, dan keluarganya"
Anggukan kepala Kenzo bertepatan dengan tibanya mereka di rumah utama. Vandy meminta tolong Kang Tito untuk memasukkan mobilnya ke dalam garasi.
Anggun dan Kenzo masuk terlebih dahulu kedalam rumah. Setelah itu barulah Vandy menyusul dengan membawa Kiran dalam gendongannya.
" Langsung bawa ke kamar Mas"
" Ya sayang"
Vandy menaiki tangga menuju kamar putri kesayangan itu. Diikuti sama Anggun dan juga Kenzo, mereka akan beristirahat di kamar mereka masing-masing.
Sesampai di dalam kamarnya, Kenzo tidak langsung tidur. Dia pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan membersihkan wajahnya. Setelah selesai barulah dia berbaring di atas kasur empuk miliknya.
Kenzo menatap langit-langit kamar miliknya. Dia teringat akan kata-kata papi Melodi tadi. Dia tidak tau kenapa papi Melodi mengancam akan membawa Melodi pergi darinya kalau seandainya Melodi hamil.
" Apa keputusan aku untuk menikah muda tepat ya. Kenapa kesannya papi Melodi nggak setuju kami menikah muda"
Kenzo mulai mematikan lampu kamarnya. Dia mencoba memejamkan matanya, tapi sangat sulit. Matanya tidak mau diajak kompromi, sang mata seperti enggan terpejam.
Kediaman Agatha.
Melodi juga penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh papinya bersama sang kekasih.
" Pih"
" Iya sayang"
" Papi ngomongin soal apa tadi sama Kenzo.
" cuma bicara soal persyaratan tadi aja"
" Papi nggak bohong kan?"
" Nggak"
" Tapi kenapa papi mengajukan persyaratan segala tadi?"
__ADS_1
" Papi cuma mau memastikan Kenzo sudah bisa bertanggung jawab atas kamu atau belum. Karena pernikahan itu bukan untuk main-main. Pernikahan itu hanya satu kali seumur hidup"
" Persyaratan papi sangat berat untuk Kenzo"
" Tapi Papi liat dia bisa menerima persyaratan yang papi berikan"
" Terus gimana keputusan papi, apa kami bisa secepatnya menikah?" tanya Melodi.
" Sebenarnya papi ingin kalian bertunangan saja dulu, setelah kalian lulus sekolah barulah kalian menikah"
" Kenapa papi nggak bilang itu tadi. Apa papi nggak memikirkan perasaan Kenzo. Dia sangat ingin menikah muda Pih, begitu juga dengan aku"
" Menikah itu tidak semudah yang kalian banyangkan. Apa kalian berdua sudah siap menghadapi setiap masalah yang muncul dalam pernikahan kalian nanti. Karena di usia kalian yang masih muda, emosi sangat sulit di kontrol"
" Tapi Melodi ingin secepatnya bersama Kenzo Pih"
Keynan menghela nafas, dia tidak bisa menolak keinginan putri kesayangannya itu. " Apa kamu yakin mau menikah muda?"
" Iya Pih, sepertinya akan menyenangkan"
" Baiklah, tapi papi ingin Kenzo memenuhi syarat yang pertama dulu"
" Apa itu nggak terkesan papi seperti menjual anak sendiri?"
" Tentu saja tidak. Dari situ papi bisa melihat seberapa berharganya kamu dimata Kenzo. Karena kalau dia menganggap kamu berharga maka syarat apapun yang papi berikan dia akan menyanggupinya"
Melodi menganggukkan kepalanya. Karena apa yang di bilang sama papinya itu ada benarnya.
" Sekarang waktunya istirahat, karena besok papi mau pergi ke kantor"
" Baiklah, besok Melodi juga mau ke sekolah"
Ayah dan anak itu pergi menuju kamar mereka masing-masing untuk beristirahat. Sedangkan sang mami sudah sampai di alam mimpi.
Kenzo sudah rapi dengan memakai seragam sekolahnya. Hari ini dia akan menerima hasil belajarnya selama satu semester. Walaupun sekarang ini dia lagi malas untuk ke sekolah, karena memikirkan masalah pernikahan.
Sebelum keluar dari kamarnya, Kenzo menghubungi nomor Gian. Karena dia akan berangkat ke sekolah bareng dengan Gian. Dia tidak semangat membawa motornya.
Saat ke luar dari kamarnya, Kenzo berpapasan dengan Kiran. Mereka berjalan menuruni tangga menuju ruang makan. Karena mereka berdua akan sarapan bersama mommy dan daddy-nya.
" Morning mommy, Daddy" sapa Kiran.
" Morning princess"
Vandy melirik putrinya yang tidak bersemangat pagi itu. " Abang baik-baik aja?"
" Hhmm"
Anggun mengambilkan nasi beserta lauk untuk suami dan kedua anaknya. Setelah itu barulah dia mengambil untuk dirinya sendiri. Mereka mulai menyantap sarapan mereka masing-masing.
" Assalamualaikum"
Terdengar suara lantang yang sedang mengucapkan salam. Kenzo sudah tau siapa pemilik suara itu.
" Wa'alaikum salam" terdengar jawaban dari dalam rumah.
" Kenzo ada Bik?" tanya Gian.
" Ada di ruang makan Den"
" Makasih ya Bik"
Gian langsung melangkahkan kakinya menuju ruang makan. Kapan lagi bisa menikmati sarapan bersama keluarga sultan.
" Selamat pagi semuanya" sapa Gian setelah sampai di ruang makan.
__ADS_1
" Lo udah datang?"
" Hhmm"
" Tumben Ian pagi-pagi datang kesini?" tanya Anggun.
" Iya, mau numpang sarapan boleh nggak Tan?"
" Emang mama kamu nggak masak?" tanya Vandy.
" Masak Om"
" Terus kenapa kamu sarapannya di sini?" tanya Vandy lagi.
" Pengen ngerasain sarapan keluarga sultan Om"
" Emang apa bedanya sarapan di sini sama di rumah kamu?"
" Beda aja Om, kalau di rumah Om bahannya premium semua"
" Tentu saja harus premium" kata Vandy.
" Maka dari itu Om saya mau sarapan di sini? apalagi kalau diizinkan makan tiap hari disini, alangkah bahagianya saya Om"
" Nggak, enak banget kamu mau makan gratis disini"
" Kata pak ustadz nggak boleh pelit Om, ntar kuburan Om bisa sempit"
" Kalau pelit sama kamu nggak bakal sempit"
" Sudah-sudah, nih Ian sarapan untuk kamu" kata Anggun sambil memberikan sepiring nasi yang sudah lengkap dengan lauknya.
" Makasih Tante"
" Sama-sama"
Gian melirik sahabatnya yang seperti mayat hidup. Tidak sepertinya Kenzo akan diam seperti itu. Biasanya Kenzo akan berdebat dulu dengannya.
" Bro lo baik-baik aja kan?"
" Hhmm"
Gian melanjutkan menyantap sarapannya. Selesai sarapan Kenzo dan Gian berpamitan sama Vandy dan juga Anggun.
" Mom, Dad berangkat dulu ya" pamit Kenzo sambil mencium tangan kedua orang tuanya. Kemudian di ikuti oleh Gian.
" Abang berangkatnya bareng Gian?" tanya Vandy.
" Hhhmm"
" Kenapa nggak bawa motor sendiri?"
" Nggak apa-apa Dad, Abang lagi pengen nebeng sama Ian"
" Ya sudah, kalian hati-hati ya " pesan Anggun.
" Siap mommy, berangkat dulu. Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
Gian melajukan motornya meninggalkan kediaman orang tua Kenzo. Gian tau ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu. Dia akan bertanya nanti, setelah mereka sampai di sekolah.
To be continue.
Happy Reading 😚😚
__ADS_1