Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Seperti permintaan suaminya tadi siang, kalau Anggun harus memakai lingerie. Anggun masih berada didalam kamar mandi. Anggun memandang lingerie yang tipis dan juga transparan itu.


" Sayang kok lama banget si" kata Vandy.


" Bentar Mas"


Anggun pun memakai lingerie itu. Anggun memandangi dirinya dicermin. Seketika Anggun menutup matanya. Anggun begitu malu memandangi wajahnya dicermin.


Kok gue seperti wanita penggoda gitu ya. Tapi yang aku godakan bukan pria hidung belang. Dia suami aku sendiri.


Anggun mengambil jubah handuk, kemudian Anggun memakai jubah handuk itu. Anggun membuka pintu kamar mandi.


Vandy yang mendengar pintu kamar mandi terbuka pun langsung melihat kearah kamar mandi. Vandy melihat istrinya keluar dengan memakai jubah handuk.


" Sayang kenapa kamu pakai jubah handuk? lingerie nya mana?" tanya Vandy.


" A-aku malu Mas"


" Sayang kenapa harus malu? Mas udah lihat semuanya sayang, jadi nggak perlu malu"


" Aku mau makenya, tapi Mas tutup mata dulu"


" Kenapa harus pake tutup mata segala" protes Vandy.


" Udah tutup aja, kalau Mas nggak mau ya udah"


Padahal aku sudah lihat semua bagian tubuh dia, tapi dia tetap aja masih malu-malu begitu.


" Mau nggak nih"


" Mau sayang"


" Makanya cepat tutup matanya"


Vandy pun menutup matanya. Anggun pun membuka jubah handuknya.


" Udah belum?" tanya Vandy


" Udah"


Perlahan Vandy membuka matanya. Vandy begitu terpesona melihat tubuh istrinya. Walaupun sedang hamil, tapi tubuh istrinya masih tetap indah. Vandy susah payah menelan salivanya.


Vandy menghampiri sang istri. " Kamu mau menggoda ku sayang" bisik Vandy ditelinga Anggun.


Ck.. tadi dia yang minta pakai lingerie. Sekarang dia malah bilang aku mau menggodanya.


" Tanpa aku goda pun, kamu juga udah tergoda Mas"


" Kamu benar sekali, baby udah pengen ditengok daddy tu" bisik Vandy


" Bilang aja kamu yang mau, pake alasan baby lagi"


" Tu kamu tau sayang"


Vandy pun langsung melancarkan aksi menengok baby nya. Anggun hanya pasrah dan menerima setiap kelembutan yang diberikan suaminya itu.


Vandy melakukannya dengan sangat lembut, karena dia tidak ingin menyakiti calon anaknya yang ada didalam perut sang istri. Setelah 30 menit lamanya, Vandy pun tumbang disamping sang istri.


" Makasih mommy"


" Sama-sama daddy"

__ADS_1


" Kalau kamu capek tidur aja"


" Hhhmm"


Anggun mulai memejamkan matanya, tak berselang lama Anggun pun terlelap dipelukan suaminya.


Vandy membelai rambut sang istri, dan sesekali mencium pucuk kepala istrinya. Vandy belum bisa memejamkan matanya. Tiba-tiba muncul ide jahilnya.


Vandy melepaskan pelukan sang istri. Vandy bangun dari tidurnya, kemudian Vandy memakai celana pendek dan kaos pendek yang dia pakai tadi. Vandy menarik selimut untuk menutupi tubuh sang istri.


Vandy keluar dari kamarnya, kemudian Vandy berjalan menuju kamar Aldi. Vandy tau Aldi pasti sedang melancarkan aksinya. Sampai dipintu kamar Aldi.


Tok


Tok


Tok


Aldi tidak menghiraukan suara ketukan pintu, karena saat ini junior Aldi dalam mode on, jadi dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan lagi.


Aldi pun mulai melancarkan aksinya. Saat sedang ditengah jalan, terdengar lagi suara ketukan pintu.


Tok


Tok


Tok


" Bee apa nggak sebaiknya dilihat dulu" kata Sinta.


" Nggak usah Honey, aku udah separuh jalan ni"


" Mana tau penting Bee"


Vandy tidak kehabisan akal, dia terus mengetuk pintu kamar Aldi. Tapi hasilnya tetap nihil, sang empunya kamar tidak mau keluar dari kamarnya.


Awas lo ya Al, berani mengabaikan gue.


Saat Vandy akan kembali kekamarnya, pintu kamar Aldi pun terbuka. Vandy melihat wajah Aldi yang tersenyum penuh kemenangan.


" Sepertinya rencana gue gagal" kata Vandy


" Emang, lagian lo kurang kerjaan banget. Apa jangan-jangan lo gagal" ledek Aldi


" Ck.. justru gue yang pertama selesai membobol" kata Vandy


" Tapi gue mencium aroma kebohongan" kata Aldi


" Terserah lo mau percaya atau nggak. Bagaimana kalau kita ganggu Gio" usul Vandy


" Yuk ah" kata Aldi


Mereka berdua pun pergi kekamar Gio. Sampai didepan kamar Gio. Aldi pun mengetuk pintu kamar Gio, Baru mau mengetuk pintu, tiba-tiba pintu sudah terbuka.


" Kalian ngapain disini?" tanya Gio


" Nggak ada, kita cuma mau ngajak lo ngobrol aja" kata Vandy


" Iya, soalnya kita nggak bisa tidur" kata Aldi


" Eleh alasan. Gue tau maksud kedatangan kalian kesini" kata Gio

__ADS_1


" Wah, ternyata teman gue yang satu ini emang cucu nya mak Erot" kata Aldi


" Tu lo tau, jadi lo nggak bisa bohong sama gue" kata Gio


" Iya dah kita nyerah. Kita kesini emang niat mau ganggu lo" kata Aldi


" Tukan bener, malah udah niat lagi" kata Gio


" Ya habis gue sama Vandy lagi pengangguran" kata Aldi


" Enak aja lo, gue itu masih punya kerjaan. Kalau mau pengangguran lo sendiri aja, jangan ngajak-ngajak gue" kata Vandy


" Ya elah Van sensi amat lo ama gue" kata Aldi


" Mungkin dia kurang dapat jatah" kata Gio


" Enak aja lo, justru gue kelebihan jatah" kata Vandy.


" Terus kita mau ngapain lagi nih?" tany Aldi


" Gue juga nggak tau" kata Vandy


" Gimana kalau kita nonton" usul Gio


" Nonton apaan jam segini" kata Vandy


" Kita nonton drakor aja" ajak Gio


Vandy menempelkan punggung tangannya dikening Gio. " Tidak panas" kata Vandy.


" Lo pikir gue sakit" kata Gio


" Ya siapa tau" kata Vandy


" Jadi nonton nggak nih?" tanya Vandy


" Jadi dong" kata Aldi dan Gio serentak


Mereka bertiga pun berjalan menuju ruang santai. Sampai diruang santai Vandy menyalakan tv nya. Mereka pun duduk disofa yang ada disana.


Vandy mencari-cari siaran yang akan mereka tonton. Dari tadi Vandy mencari siaran tv, tapi belum juga ada yang klik. Akhirnya mereka memutuskan untuk nonton film drakor yang berjudul Descendant of the Sun.


Mereka bertiga fokus menatap layar yang ada didepan mereka. Para pria tampan itu sangat serius menonton film drakor itu.


" Al ambil camilan gih" titah Vandy


" Yo ambil camilan" titah Aldi


" Terus gue nyuruh siapa?" tanya Gio


" Bearti lo yang ngambil " kata Vandy dan Aldi serentak


" Ck.. kalian ini selalu saja menindas ku" kata Gio


Walaupun kesal Gio tetap mengambil camilan. Gio mengambil camilan dan juga minuman, karena kalau tidak bisa-bisa dia bakal sisuruh balik lagi untuk ngambil minuman.


Gio pun kembali dengan membawa camilan dan juga minuman. Gio meletakkan camilan dan minumannya diatas meja. Mereka bertiga pun menonton ala-ala dibioskop.


To be continue..


Jangan lupa like, komen dan votenya ya.

__ADS_1


Happy Reading Guys.. 😉😉


__ADS_2