Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Setelah mendapatkan telepon dari putranya, Anggun dan suaminya bersiap untuk pergi kesekolah anaknya. Anggun juga sudah menghubungi kedua sahabatnya.


Vandy mengambil kunci mobilnya, mereka pun turun kebawah. Sampai di bawah, Anggun meminta tolong sama kang Tito untuk menjemput Kiran di sekolahnya.


Setelah itu Anggun dan suaminya pergi kemobil. Vandy membukakan pintu untuk sang istri, setelah itu barulah dia masuk kedalam mobil.


Vandy pun melajukan mobilnya menuju sekolah Kenzo. Saat keluar pintu gerbang, Aldi dan Gio juga sudah siap berangkat. Iring-iringan ketiga mobil mewah itu pun melaju membelah jalanan ibu kota.


" Abang tidak melakukan kesalahan kan Mas? " tanya Anggun.


" Apa kamu meragukan putra kita sayang?"


" Tentu saja tidak, aku cuma tidak ingin dia terluka" kata Anggun.


Mereka pun sampai di sekolah Kenzo. Vandy memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang sudah di sediakan pihak sekolah. Begitu juga dengan kedua sahabatnya.


Beruntung murid-murid sedang melakukan proses belajar mengajar, jadi mereka tidak menyadari kedatang Vandy dan para sahabatnya.


Vandy, istri dan para sahabatnya, tidak tau dimana ruang kepala sekolah, mereka pun bertanya pada guru yang kebetulan lewat dekat mereka.


Guru itu pun kaget melihat orang yang paling berkuasa di ASIA datang kesekolah mereka. Tapi ibuk guru itu langsung tersadar dan mengantarkan Vandy dan yang lainnya kekantor kepala sekolah.


Tok..


Tok..


Tok..


" Masuk!"


" Permisi Pak, saya mau mengantarkan Bapak Vandy" kata guru itu.


Orangtua Gilang kaget mendengar nama yang baru saja di sebut sama guru itu. Mereka berpikir, apakah Vandy yang dimaksud guru itu Vandy anaknya si macan ASIA.


Kenzo dan kedua sahabatnya tersenyum melihat wajah kedua orangtua Gilang.


Pertunjukan akan di mulai, gumam Kenzo.


" Persilakan masuk Buk" kata Pak Anwar.


Guru itu pun mempersilakan Vandy dan yang lain masuk. Kedua orangtua Gilang kaget melihat orang yang baru saja masuk kedalam ruangan itu.


" Silakan duduk tuan-tuan dan nyonya-nyonya" kata Anwar.


Vandy, istri dan para sahabatnya duduk di sofa yang ada diruangan itu.


" Tu-tuan Vandy" sapa papa Gilang.


" Pak Sigit" kata Vandy.


" Apa tuan mau berinvestasi juga di sini?" tanya Sigit.


" Tidak, saya kesini karena putra saya yang meminta saya datang kesini" kata Vandy.


" Putra?" tanya Sigit lagi.


" Ya, Pak Sigit sendiri ?" tanya Vandy.


" Saya mau memberi pelajaran pada anak kurang ajar itu" tunjuk Sigit pada Kenzo.


" Oh, emang apa yang dilakukan anak itu?" tanya Vandy lagi.


" Dia sudah berani memukul putra saya" jawab Sigit.


Vandy pun melirik anak Sigit. Vandy cukup kaget melihat wajah anak Sigit yang penuh luka lebam.


" Terus anda mau melakukan apa pada anak itu?"


" Saya akan meminta dia dan orangtuanya bersujud minta maaf pada anak saya"


" Wah.. benarkah?"


" Benar, saya ingin tau siapa orangtua anak itu. Saya yakin dia berasal dari keluarga rendahan!, anda tau tuan kata anak saya ibunya seorang jal*ng" kata Sigit.


Wajah Vandy seketika merah padam, Vandy mengepal tangannya menahan emosi.

__ADS_1


" Wah cari mati Pak Sigit" bisik Aldi ke telinga Gio.


" Betul banget, lihatlah singa jantan sudah mode on" kata Gio.


" Apa kau tau siapa orangtua anak itu?!"


" Tidak, ini saya lagi menunggu orang tua anak itu datang. Oh iya, tuan bilang tadi kesini untuk menemui putra tuan"


" Benar?!"


" Siapa?, dan di kelas berapa?. Siapa tau anak kita satu kelas "


" Anda yakin mau tau putra saya?"


" Yakin tuan"


" Itu yang duduk di sana putra saya" kata Vandy.


" Mereka kan bertiga tuan, yang mana putra tuan"


" Apa kau tidak melihat salah satu dari mereka mirip dengan ku"


Sigit melirik lagi ketiga anak itu. Alangkah kagetnya Sigit melihat wajah anak yang mereka hina tadi.


Ini tidak mungkin!. Dia tidak mungkin putra tuan Vandy, gumam Sigit.


" Abang sini" panggil Vandy.


Kenzo pun bangkit dari duduknya, kemudian berjalan menghampiri daddynya.


Duaarrr.


Bagai disambar petir Sigit dengan istrinya. Mereka tidak menyangka, kalau mereka dari tadi sudah menghina putra orang yang berkuasa di ASIA.


" Kau ingin tau siapa orangtua anak ini kan?, sekarang kau sudah tau siapa orangtuanya?!"


Sigit bangkit dari tempat duduknya dan bersujud di kaki Vandy. Gilang kaget melihat papanya bersimpuh di kaki orangtua Kenzo.


Siapa sebenarnya orangtua Kenzo?, dan kenapa papa bersujud di hadapan orang itu.


" Tu-tuan maafkan saya "


" Kau tentu tau sifatku kan Sigit" kata Vandy.


" Saya tidak tau kalau dia putra tuan"


" Oh jadi kalau dia bukan putraku, kau boleh menghinanya begitu?!"


" Ti-dak tuan"


" Kesalahan kau bukan cuma menghina putraku, tapi kau juga merendahkan istriku!"


" A-ampuni saya Tuan"


" Papa apa-apaan si Pah, kenapa papa bersujud di kaki orang itu!" kata Gilang.


" Diam kau anak bod*h!" hardik Sigit.


" Apa kau yang sudah di pukuli sama putra saya?" tanya Vandy sambil tersenyum.


Senyum yang Vandy tunjukkan, bukanlah senyum manis yang selalu dia tunjukkan pada sang istri, tapi senyumannya yang sekarang itu senyum yang mengerikan.


" Benar, dan kau harus membayar semua itu!" kata Gilang.


" Benarkah?, kau ingin aku membayar dengan apa?!"


" Aku ingin kau bersujud di kakiku, dan itu harus kau lakukan di depan semua murid-murid di sekolah ini" kata Gilang.


" Hentikan Gilang!" hardik Sigit.


" Kenapa papa menghentikanku!"


" Kau tidak tau siapa orang yang ada di depanmu sekarang" kata Sigit.


" Emang siapa dia. Dia tidak lebih kaya dari keluarga kita kan" kata Gilang.

__ADS_1


" Dasar bod*h!, dia itu orang yang paling berkuasa, dan kekayaanya jauh berada di atas keluarga kita!" kata Sigit.


" Tidak mungkin!" teriak Gilang.


" Cukup!, aku akan memperlihatkan arti kekuasaan yang sesungguhnya pada kau anak tengil. Al, lo tau apa yang harus lo lakukan kan? " kata Vandy pada Aldi.


" Tentu saja" kata Aldi.


" Ja-jangan tuan, saya mohon jangan hancurkan perusahaan saya?" pinta Sigit.


" Al tahan dulu, sekarang saya ingin putramu bersujud di kaki putraku, dan itu harus di lakukan di depan semua anak-anak di sekolah ini" pinta Vandy.


" Ba-baik tuan saya akan lakukan, tapi saya mohon jangan hancurkan perusahaan saya"


" Papa apa-apaan sih, aku nggak mau melakukan itu" kata Gilang.


Plak..


Satu tamparan mendarat di pipi Gilang.


" Kenapa papa menampar ku"


" Diam kau!, cepat lakukan perintah tuan Vandy" kata Sigit.


" Baiklah mari kita keluar sekarang, Pak kepala sekolah tolong kumpulkan semua murid dan juga guru di lapangan" pinta Vandy.


" Ba-baik tuan" kata Pak Anwar.


Vandy dan istrinya keluar dari ruangan kepala sekolah, diikuti sama yang lain. Gilang belum mau keluar dari ruangan itu, Kenzo pun berjalan menghampiri Gilang.


" Bukankah gue sudah pernah mengatakan pada lo. Kalau lo tidak akan pernah bisa melawan gue, baik dari segi harta dan juga kekuatan. Apa lo sudah lupa" bisik Kenzo di telinga Gilang.


Semua murid-murid pun sudah berkumpul di lapangan. Mereka semua bertanya-tanya, kenapa mereka di kumpulkan di lapangan.


Kenzo, Gilang dan Gian baru sampai di lapangan, dan diikuti sama Gilang di belakang. Para siswa dan siswi itu pun berbisik-bisik, mereka bertanya-tanya apa yang akan mereka berempat lakukan.


" Cepat lakukan!" titah Kenzo.


Gilang maju kedepan. Sekarang dia sudah berada di tengah-tengah lapangan. Gilang pun mulai berlutut di hadapan semua orang. Para siswa dan siswi pun kaget melihat Gilang berlutut di depan mereka semua.


" Saya Gilang, saya ingin meminta maaf pada kalian semua, atas perlakuan saya sama kalian selama ini. Saya janji tidak akan berbuat semau saya lagi" kata Gilang.


" Ini tidak prank kan?"


" Sepertinya tidak"


" Iya, gue nggak nyangka dia akan minta maaf pada kita"


Dari jauh Vandy tersenyum melihat putranya. Dia yakin Kenzo akan melakukan itu, karena putranya itu tidak mungkin menyuruh seseorang bersujud padanya.


" Kau lihat tuan Sigit, putraku tidak menyuruh putramu bersujud melainkan berlutut" kata Vandy.


" I-iya tuan"


" Itu hanya hukuman kecil yang di berikan putraku, tapi aku tidak sebaik putraku, aku akan membuat perusahaanmu hancur, karena kau telah merendahkan istriku!"


" Ta-tapi tuan, bukankah tuan tadi bilang tidak akan melakukan itu"


" Saya tidak pernah mengatakan itu"


" Sa-ya mohon tuan kasihanilah keluarga saya"


" Kau itu terlalu sombong, dan sifat itu menurun pada putramu"


" Saya berjanji akan memperbaiki sikap dan sifat saya tuan, jadi saya mohon jangan hancurkan perusahaan saya"


" Kau tenang saja, saya tidak akan menghancurkan perusahaanmu, tapi saya akan membuat bangrut saja" kata Vandy sambil pergi meninggalkan Sigit.


( Author: " Itu sama saja Vandy")


(Vandy: " Sama ya Thor..😁😁).


To be continue..


Happy Reading.. 😚😚

__ADS_1


__ADS_2