
Setelah Dira mulai tenang, Tristan membawa Dira kembali ke dalam ruang pelatihan. Dira merasa senang karena sepanjang jalan menuju ruang latihan, Tristan terus menggandeng tangannya.
" Kalian berdua kek mau nyebrang jalan aja" ledek Gian.
Tristan melirik tangannya, benar saja tangannya dengan tidak tau malu menggandeng tangan Dira. Dengan cepat Tristan melepaskan tangannya.
" Cie yang udah baikan" ledek Melodi.
Dira tersenyum kearah Melodi dan Keyra. Tristan membawa Dira duduk untuk istirahat sejenak. Dira yakin bisa menaklukkan cowok seperti Tristan.
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, mereka pun memutuskan untuk pulang. Seperti saat pergi tadi. Kenzo sama Melodi, Gian sama Keyra, dan Tristan sama Dira.
Kenzo cs melajukan motor mereka ke rumah para gadis yang jadi penumpang hati mereka. Ya hari ini mereka jadi ojek pribadi ketiga cewek cantik itu.
Selama di perjalanan kerumahnya Dira hanya diam saja. Dia tidak banyak bicara seperti saat pergi tadi. Sikap Dira yang diam seperti itu membuat Tristan tidak tenang.
" Lo kenapa?" tanya Tristan.
" Nggak apa-apa"
" Tumben Lo diam aja"
" Lagi nggak ingin bicara aja"
Tristan menepikan motornya ke pinggir jalan. Dira kaget karena Tristan berhenti di jalan.
Dia nggak berniat meninggalkan gue di sini kan.
" Dira" panggil Tristan.
" Ah, ya"
" Tunggu bentar, gue mau ke toilet dulu"
" Hhhmm"
Tristan bergegas menuju toilet umum, karena dia tidak tahan untuk membuang air kecil. Dira tersenyum melihat Tristan yang setengah berlari menuju toilet.
Dira mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya. Kemudian dia meng-atifkan kamera ponselnya, kemudian dia mulai ber-selfie. Selesai berselfie Dira meng-upload nya ke dalam grupnya, dengan caption di ajak pacar ke tempat sepi.
Dira me-tag nama teman-temannya, setelah itu dia menyimpan ponselnya kembali, karena Tristan sudah kembali dari toilet.
" Sudah selesai?" tanya Dira.
" Hhhmm"
Tristan melajukan kembali motornya menuju rumah Dira. Sepanjang jalan senyum Dira, dia tidak bisa membayangkan reaksi para sahabatnya nanti.
Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, akhirnya Tristan sampe di depan pintu gerbang rumah Dira.
Dira turun dari motor Tristan, kemudian dia memberikan helm nya pada Tristan.
" Makasih" ucap Dira.
" Hhhmm"
" Kamu nggak mau mampir dulu"
" Lain waktu aja. Gue jalan dulu"
" Hati-hati di jalan"
__ADS_1
Tristan menganggukkan kepalanya, setelah berpamitan Tristan langsung melajukan motornya menuju rumahnya.
Setelah motor Tristan sudah tidak terlihat lagi, barulah Dira masuk kedalam rumahnya. Setelah Satpam membukakan pintu gerbang untuk dirinya.
Gian juga baru sampai di depan rumah Keyra. Keyra turun dari motor sport Gian, kemudian dia memberikan helm pada Gian.
" Kamu simpan aja dulu, besok aku jemput ke sekolah" kata Gian.
" Apa nggak merepotkan kamu"
" Buat kamu, aku nggak pernah merasa repot kok" kata Gian sambil tersenyum pada Keyra.
" Makasih" ucap Keyra.
" Hhhmm, masuk gih" kata Gian.
" Ntar setelah kamu pergi, baru aku masuk"
" Ya udah, pamit dulu ya"
" Hati-hati"
Gian menganggukkan kepalanya, Gian menghidupkan motornya, setelah itu dia melajukan motornya menuju rumahnya.
Keyra masuk kedalam rumah setelah motor Gian sudah tidak terlihat lagi. Senyum Keyra tidak pernah hilang sampai masuk kedalam rumah.
Melodi dan Kenzo kaget melihat papi Melodi sudah berada di depan pintu gerbang. Ya sang papi sedang menunggu kepulangan Melodi.
" Gimana ni sayang?" tanya Melodi.
" Kamu tenang ya, jangan panik gitu"
" Seperti apapun papi kamu, aku nggak pernah takut"
Melodi turun dari motor Kenzo, kemudian dia memberikan helm milik Kenzo. Keynan memasang tampang garangnya.
" Sore Om" sapa Kenzo.
" Kamu habis darimana, jam segini baru pulang?!" tanya Keynan pada putrinya.
" Kami dari tempat latihan memanah Om"
" Saya tidak tanya kamu. Saya tanya pada putri saya"
" Maaf Om" ucap Kenzo.
" Jangan kamu pikir, karena kamu putranya Vandy, kamu berhak membawa putri saya pergi sesuka kamu"
" Tentu saja saya berhak, karena Melodi kekasih saya"
" Saya tidak mengizinkan kamu pacaran sama putri saya, karena dia sudah saya jodohkan"
" Papi!" kata Melodi sambil menangis.
Kenzo sakit melihat kekasihnya bersedih. "Saya tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, karena Melodi hanya pantas menikah dengan saya"
Lucu juga melihat putra Vandy ini kalau lagi marah. Melodi maafkan daddy sayang, karena sudah membuat kamu bersedih. Papi melakukan ini untuk menguji seberapa besar cinta kalian, batin Keynan.
Melodi naik kembali ke atas motor Kenzo. Keynan kaget melihat putrinya kembali naik ke atas motor Kenzo.
" Kenapa kamu naik motor anak tengik itu lagi" kata sang papi.
__ADS_1
" Aku akan kawin lari sama Kenzo"
" Jangan sayang, nanti kamu capek" kata sang Papi.
" Papi!, aku nggak lagi becanda"
" Apa yang kamu suka dari cowok manja itu" kata sang papi.
Enak saja bilang manja, apa dia nggak lihat gue Maco kek gini. Untung calon mertua, kalau nggak udah gue karungin juga.
" Kenzo bukan anak manja" kata Melodi.
" Nggak manja gimana, dia itu hanya bisa menghambur-hamburkan uang orang tuanya"
" Siapa bilang Kenzo hanya bisa menghambur-hamburkan uang"
" Papi. Apa kamu nggak mendengarnya tadi" jawab sang papi
Hello Om, gue nggak pernah menghambur-hamburkan uang yang di berikan daddy. Sampai sekarang gue belum pernah memakai uang yang di berikan daddy gue. Karena gaji gue masih cukup untuk mencukupi kebutuhan gue, bahkan bisa membelikan putri Om mantion mewah.
Sayangnya Kenzo hanya bisa menyerukan semua itu di dalam hatinya. Dia tidak berani mengatakan itu secara langsung, karena kalau dia lakukan itu, restu dari papi sang kekasih tambah sulit di dapat.
" Pokoknya aku nggak mau di jodohkan!. Yuk Ken, kita pergi dari sini"
Kenzo tidak melajukan motornya, dia tidak ingin melarikan diri. Dia akan menghadapi semua masalah itu.
" Kenapa kamu belum melajukan motornya?"
" Yank dengarkan aku. Aku tidak mau melakukan hal ini. Karena kalau aku membawa kamu kabur itu sama saja kamu membenarkan ucapan papi kamu tadi"
" Maksud kamu?"
" Aku akan buktikan sama papi kamu, kalau aku bukan anak manja, tapi aku ini cowok yang bertanggung jawab. Jadi aku mohon kamu bersabar"
Melodi menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Melodi turun dari motor sang kekasih.
" Aku tau, kamu anak yang baik" kata Kenzo sambil mengelus lembut rambut sang kekasih.
Keynan terharu melihat perlakuan Kenzo pada putrinya. Tapi dengan cepat dia merubah ekspresinya. Karena kalau tidak semua rencana Vandy akan gagal.
" Cepat masuk!" kata sang papi.
" Pergilah, aku juga mau pulang" kata Kenzo.
" Aku mau melihat kamu pergi dulu, setelah itu baru aku masuk" kata Melodi.
" Pamit dulu Om" kata Kenzo sambil mencium tangan papi sang kekasih.
Aduh Van, putra kamu memang calon mantu idaman saya.
Papi Melodi hanya diam, dia tidak mau bicara. Kenzo tidak kecewa dia makin tertantang untuk menaklukkan hati sang calon mertua.
" Jalan dulu ya, Assalamualaikum" ucap Kenzo.
" Wa'alaikum salam"
Setelah motor sang kekasih menjauh dan tak terlihat lagi, barulah Melodi masuk kedalam rumahnya.
To be continue..
Happy Reading 😚😚
__ADS_1