Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Aldi dan Kiran masuk kedalam mobil yang sudah menunggu mereka di depan pintu masuk hotel. Mobil itu melaju meninggalkan hotel megah itu. Kemudian Kenzo cs mengikuti dengan mobil lain di belakang.


" Mereka mau kemana sih, kok jalannya sepi kek gini?" tanya Gian.


" Apa bokap Lo mau bawa adik gue ketemu sama wanita itu" kata Kenzo.


" Bisa jadi, karena melihat jalan yang mereka lewati sangat sepi" kata Gian.


" Tapi bagaimana bokap lo tau jalan seperti ini?" tanya Tristan.


" Lo lupa, siapa bokap kita" kata Gian.


" Ah, lo benar. Mereka itu kan seperti mafia-mafia sadis di luaran sana" kata Tristan.


" Tu tau" kata Kenzo dan Gian berbarengan.


" Tapi kenapa princess mau bertemu dengan wanita g*la itu?" tanya Tristan.


" Gue juga nggak tau. Sepertinya adek gue mau melakukan sesuatu pada wanita itu"


" Jangan bilang princess punya sisi iblis juga" kata Gian dan Tristan.


" Bisa jadi" kata Kenzo.


" Kalau bener, pasti bakalan seru nih" kata Gian.


Mobil Aldi berhenti di salah satu gudang. Kenzo cs juga memberhentikan mobilnya agak jauh dari mobil Aldi.


Aldi dan Kiran keluar dari mobil, kemudian mereka langsung masuk kedalam gudang tua itu. Kenzo cs pun mengikuti dari belakang, dengan jarak yang agak jauh.


Ceklek..


Suara pintu terbuka. Aldi dan Kiran masuk kedalam gudang itu. Gudang itu tampak gelap dan juga pengap. Aldi menekan tombol saklar lampu, seketika gudang itu menjadi terang.


Kiran melihat wanita dan juga pria, sedang tertidur dalam keadaan terikat. Kiran melemparkan kaleng chat kearah wanita itu.


" Awww" rintih wanita itu. Karena kaleng itu tepat mengenai kepala wanita itu.


Aldi cukup kaget melihat apa yang terjadi barusan. Dia tidak menyangka Kiran sangat pintar melemparkan kaleng itu, hingga tepat mengenai sasaran.


" Eh! anak kecil, berani sekali kau melempar ku dengan kaleng chat itu"


Kiran berjalan menghampiri Jennifer. Matanya memancarkan aura membunuh yang sangat kuat. Bulu kuduk Aldi saja sedikit berdiri merasakan aura di dalam gudang itu.


Gila, aura nya sama persis dengan Daddy-nya. Van, putri Lo benar-benar mewarisi aura iblis seperti lo .


Tidak hanya Aldi, Kenzo cs yang berada tidak jauh dari sana, juga merasakan aura yang menyeramkan dari seorang Zanna Kirania Dwipangga.


" Apa itu benar-benar princess" tanya Tristan.


Kenzo dan Gian menjawab hanya dengan menganggukkan kepalanya.


Tubuh Jennifer seketika mengeluarkan keringat, karena aura yang dimiliki Kiran sangat menakutkan.


Kenapa anak kecil ini bisa memiliki aura seperti ini?. Batin Jennifer.

__ADS_1


" Apa kaleng cat itu sangat menyakiti mu Tante?" tanya Kiran.


" Ck..serangan kecil seperti itu tidak akan membuatku takut. Apalagi serangan itu dari anak kecil seperti kamu!"


" Benarkah?, kalau begitu mari kita bermain agak ekstrim sedikit" kata Kiran sambil mengambil pisau kecil yang dia simpan di kaus kakinya.


Aldi kaget melihat gadis kecil yang ada di hadapannya itu sedang memegang pisau. Begitu juga dengan Kenzo cs.


Sejak kapan dia memiliki pisau di kaus kakinya?. Apa dia persiapkan dari hotel tadi. Batin Aldi.


" K-kau mau apa?!"


" Tentu saja mau bermain-main dengan Tante. Boleh kan Om Aldi?" tanya Kiran pada Aldi.


" Tentu saja boleh sayang" jawab Aldi.


" Kalau tubuh Tante ini tergores, gimana Om?" tanya Kiran lagi.


" Tidak apa-apa, Om akan melihat pertunjukan Kiran dari sini" kata Aldi sambil duduk di atas drum bekas yang ada di sana.


" Terima kasih Om" ucap Kiran antusias.


Aldi mengambil ponselnya, dia siap merekam pertunjukan Kiran. Kemudian nanti dia kirim ke ponselnya Vandy.


Kiran memutar-mutar pisau yang ada di tangannya, kemudian dia melemparkan kearah Jennifer.


Tak ( Anggap aja bunyi pisau yang nancap di kursi ya guys 😁😁).


" Ya meleset" kata Kiran.


Jennifer sudah takut setengah mati, karena pisau itu tepat berada di antara paha kiri dan kanan Jennifer. Keringat dingin kembali mengucur dari dahinya.


" Oh God, princess sukses membuat gue mati sejenak Ken" kata Gian.


" Betul, tapi gue suka" kata Tristan.


Kiran memang pintar memainkan emosi lawannya. Kiran mengambil kembali pisau yang menancap di kursi tadi.


" Kita coba lagi ya Tante, mudah-mudahan kali ini berhasil mengenai salah satu anggota tubuh Tante" kata Kiran sambil tersenyum. Senyuman yang membuat orang bergidik ngeri.


" Berhenti bermain-main denganku, anak kecil!"


" Sssttt Tante berisik sekali" kata Kiran sambil menempelkan jari telunjuk dibibirnya.


" Awas saja kalau aku sudah bebas dari ikatan tali ini, akan ku habisi kau!"


" Uh takut?!" kata Kiran sambil melempar pisau kecil itu lagi.


Tak.


Pisau tepat mengenai sandaran kursi. " Meleset lagi"


Kaki Jennifer bergetar, karena kalau dia tidak menghindar, bisa di pastikan pisau tadi mengenai kepalanya.


Aldi susah payah menahan tawanya melihat ekspresi ketakutan Jennifer. Dia memang mengagumi kepintaran putri kecil sahabatnya itu. Kiran benar-benar rubah kecil.

__ADS_1


" Om, sekarang sudah jam berapa?"


" Jam 5 sore sayang"


" Baiklah, kita sudahi aja main-mainnya ya Om, karena bentar lagi aku mau ke rumah sakit menemui mommy ku"


" Om ngikut Kiran aja"


Kiran melirik Jennifer yang masih ketakutan. Aura yang di keluarkan Kiran masih sama, bahkan sekarang semakin kuat.


Gleg.


Jennifer susah payah menelan ludahnya. Sorot mata Kiran begitu tajam. Kiran benar-benar terlihat seperti iblis yang haus darah.


Kiran melemparkan pisau kecil itu ke arah lengan kanan Jennifer.


"Aaaaakkk" teriak Jennifer.


Pisau kecil itu menancap dengan sempurna di lengan kanan itu. Darah segar mengalir dari lengan Jennifer.


Kiran tersenyum mendengar teriakkan kesakitan yang keluar dari mulut Jennifer. Kiran sebenarnya ingin membunuh wanita yang ada di hadapannya itu. Membunuh memberikan rasa sakit sekejap.


" Rasa sakit itu belum sebanding dengan apa yang dirasakan sama mommy ku" kata Kiran sambil menarik kasar pisau yang menancap di lengan Jennifer tadi.


" Aaaakk" teriakkan kesakitan kembali keluar dari mulut Jennifer.


Karena pertunjukkannya sudah selesai, Aldi menghentikan videonya. Kemudian Aldi langsung mengirim kesahabatnya. Setelah itu Aldi menyimpan ponselnya kembali kedalam saku celananya.


Gue nggak sabar ingin melihat ekspresi Vandy setelah menonton Video itu.


Prok.. prok..prok..


Ketiga cowok tampan yang bersembunyi tadi bertepuk tangan. Sontak Kiran dan Aldi melihat kearah ketiga cowok tampan itu.


" A-abang"


" Kalian!" kata Aldi.


Kenzo cs tersenyum melihat ekspresi Aldi dan Kiran. Kenzo berjalan menghampiri adik kesayangannya itu.


" Sejak kapan princess bisa bermain-main dengan pisau, hhmm?"


" S-sejak satu tahun yang lalu"


" Apa Daddy sama mommy tau"


" Tidak" jawab Kiran sambil menggelengkan kepalanya.


" Abang bangga pada princess"


Kiran mendongakkan kepalanya. " Apa Abang tidak marah?"


" Tentu saja tidak"


Kiran memeluk Abangnya, dengan senang hati Kenzo membalas pelukan adiknya itu. Kenzo membelai lembut rambut adiknya. Sebenarnya Kenzo penasaran darimana Kiran belajar beladiri. Tapi dia urungkan, dia akan menayangkan nanti setelah dari sini.

__ADS_1


To be continue..


Happy Reading 😚😚


__ADS_2