Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Bersinar


__ADS_3

Akhirnya Vandy dan Anggun berbaikan, mereka pun menghabiskan waktu dengan bercerita tak lupa diselingi canda dan tawa.


" Bunny mau makan siang sama apa ntar aku masakin?".


" Apa aja sayang, apapun yang kamu masak aku pasti memakannya, walau racun sekalipun kata Vandy".


" Nggak mungkin lah aku kasih Bunny racun, aku nggak sejahat itu".


" Iya sayang aku tau".


Anggun pun pergi kedapur untuk memasak beberapa masakan untuk makan siang mereka nanti.


Setelah Anggun pergi kedapur Vandy pun menelpon seseorang untuk mengambil cincin yang telah dia pesan beberapa hari yang lalu.


Sedangkan didapur Anggun Dengan lihai nya memotong sayur, bawang dan beberapa bahan lainnya. Setelah bahan-bahan itu terpotong Anggun pun memukai acara masaknya.


Vandy yang mulai bosan karena tidak ada yang dia kerjakan. Vandy pun pergi kedapur untuk melihat Anggun memasak. Sesampai didapur Vandy melihat Anggun yang begitu lihai nya memasak.


"Sungguh pemandangan yang indah gumam Vandy".


Vandy pun menghampiri Anggun.


" Serius amat masaknya? ".


Karena kaget sontak Anggun memukul kepala Vandy dengan spatula.


" Awwwww... sakit sayang".


" Aduh maaf Bunny aku nggak sengaja, lagian Bunny sih bikin aku kaget".


" Aku kan cuma mau liat calon istri lagi masak".


Blushing...


Seketika Anggun pun memalingkan wajah nya kearah lain karena takut Vandy akan melihat wajahnya.


Vandy yang melihat wajah Anggun yang merah merona pun tersenyum licik.


" Sayang kok kamu melihat kearah sana sih, apa aku nggak menarik lagi buat diliat goda Vandy".


" Bu...bukan aku lagi pengen liat pemandangan kota aja dari sini kata Anggun asal".


Vandy yang mendengar ucapan Anggun tadi tidak tahan lagi untuk menahan tawanya.


😂😂😂 Akhirnya tawa Vandy pun pecah..


" Sayang kamu itu ngemesin banget sih kata Vandy sambil mencium bibir Anggun sekilas".


" Bunny..!!! teriak Anggun".


" Iya sayang, aku disini kamu nggak usah teriak-triak kayak tarzan gitu dong ucap Vandy menutup kedua kupingnya".


" Kamu samain aku kayak tarzan ucap Anggun kesal".


" Bukan nyamain sayang, coba deh kamu fikir yang suka teriak-triak itu siapa? tanya Vandy".


" Tarzan jawab Anggun".


" Pinter banget, dan jawaban kamu tepat sekali sayang ucap Vandy sambil mengacak-acak rambut Anggun dan berlalu pergi".


" bunny...!!! teriak Anggun."


Vandy yang mendengar teriakan Anggun dari dapur pun terkekeh.


Ditempat lain.


Sinta dan Sisil sedang sibuk menyelesaikan kerjaan yang ditinggalkan Anggun tadi. Tiba-tiba HP Sinta bergetar.


Sinta melihat pesan yang masuk dan dia pun tersenyum melihat nama sang pengirim pesan. Ya siapa lagi yang berani mengganggu Sinta saat bekerja kalau bukan pujaan hatinya.


Isi pesan Aldi.


" Honey pas jam makan siang nanti kita pergi ke Apartemen Vandy, kita akan ganggu acara kencan mereka."

__ADS_1


Sinta pun membalas pesan Aldi.


" Ok Bee...😘😘😘."


Aldi yang mendapatkan balasan pesan dari Sinta pun tersenyum bahagia.


" Beraninya cuma di HP coba kalau deket malah nggak berani gumam Aldi."


Setelah mendapatkan balasan pesan dari Sinta, Aldi pun melanjutkan kerjaannya.


Waktu sudah menujukan jam makan siang, seperti kata Aldi tadi bahwa mereka akan mengganggu acara kencan Anggun dan Vandy.


Aldi dan Gio sedang menunggu kekasih mereka di parkiran, tak berapa lama Sinta dan Sisil pun datang.


Mereka berempat pun masuk kedalam mobil, dengan Gio sebagai pengemudi nya, mobil itu pun melaju meninggalkan parkiran kantor.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, akhirnya mereka sampai di Apartemen Vandy.


Sesampainya didepan pintu Apartemen Vandy, mereka pun menekan bel yang ada disana.


Anggun yang lagi menata masakannya dimeja tiba-tiba mendengar suara bel berbunyi.


Ting nong.


" Bunny ada tamu tuh, coba Bunny liat ucap Anggun. "


Vandy yang sedang nonton pun merasa terganggu, dengan langkah malas Vandy membukakan pintu.


Ceklek


Saat pintu terbuka Vandy langsung kaget melihat tamu tak diundang datang.


Aldi yang melihat ekspresi Vandy pun tersenyum. Mereka pun menerobos masuk kedalam dan meninggalkan Vandy yang masih mematung kayak manekin yang ada ditoko.


Mereka langsung menuju meja makan dan sesampai disana.


Surprise ucap mereka bersama.


" Kalian..!?."


Vandy yang baru tersadar mendengar suara heboh didapur pun langsung mengambil langkah seribu.


" Ngapain kalian kesini tanya Vandy."


" Mau makan dong ucap Aldi, Gio, Sinta dan Sisil serentak."


" Enak aja mau makan disini, emang kalian fikir ini warteg ucap Vandy kesal".


" Nggak apa-apa Bunny lagian aku masaknya banyak kok ucap Anggun".


Mendengar ucapan Anggun mereka pun mengambil tempat duduk.


Vandy yang melihat empat ekor lalat pengganggu pun hanya bisa menghela nafas.


" Huuuhh.... mengganggu saja gumam Vandy."


Setelah mereka duduk Anggun pun mengambilkan nasi dan lauk buat Vandy begitu pun dengan Sisil dan Sinta.


" Berasa kayak dilayani sama istri sendiri ya ucap Gio."


" Benar bro, jadi pengen cepat nikah ucap Aldi."


Vandy yang mendengar ucapan dua sahabatnya pun hanya diam aja, karena dia madih kesal.


Aldi yang melihat wajah Vandy yang lagi kesal pun tersenyum licik.


" Nggun tolong ambilin udang nya dong ucap Aldi."


Vandy yang mendengar Aldi menyebut nama Anggun pun menatap tajam kearah Vandy.


Aldi yang melihat tatapan tajam dari Vandy pun tertawa.


" Santai bro gue cuma becanda lagian disini kan ada Sinta yang mau melayani gue ucap Aldi sambil ketawa."

__ADS_1


Gio dan yang lain yang melihat tingkah Vandy dan Aldi pun hanya menggeleng-geleng kan kepala.


Mereka pun menikmati makanan mereka dengan lahap tanpa ada yang bersuara.


Selesai makan cewek-cewek membawa piring kotor dan mencucinya. Sedangkan yang cowok-cowok pergi keruang tamu.


Setelah menyuci piring dan membersihkan meja makan ketiga cewek cantik itu membawa buah yang sudah dipotong-potong ketempat kekasih mereka.


Mereka pun mengobrol dan diselingi dengan canda tawa.


" Besok udah acara ulang tahun kantor nih, apa kamu nggak mau beli gaun sayang tanya Vandy ke Anggun."


" O iya, aku hampir aja lupa Bunny jawab Anggun."


" Kalian pergi beli sekarang aja, mumpung masih siang ucap Aldi."


" Benar juga tuh ucap Sinta."


" Ya udah kita pergi belanja dulu ucap Sisil."


" Apa nggak kami temanin aja Sweety ucap Gio."


" Nggak usah, lagian kalian nggak bakal kuat nungguin kami belanja ucap Sisi."


Ketiga cewek itu pun pergi kemall untuk membeli gaun yang akan mereka pakai diacara ulang tahun kantor nanti.


Karena jarak Apartemen Vandy tidak jauh dari mall, maka mereka pun memutuskan untuk berjalan kaki.


Tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai juga disebuah mall terbesar dikota itu.


Mereka pun masuk kedalam mall, dan seperti biasanya mereka bertiga pun selalu jadi pusat perhatian para pengunjung terutama kaum adam.


Mereka pun sampai disalah satu butik ternama.


"Selamat datang kebutik kami mbak sapa Pramuniaga ramah"


Mereka bertiga pun masuk kedalam butik, sesampai didalam butik mata Sinta dan Sisil dimanjakan sama gaun-gaun yang indah.


"Waah... gue bingung nih mau pilih yang mana ucap Sinta".


Mereka pun berpencar untuk mencari gaun yang cocok untuk mereka pakai di acara ulang tahun kantor nanti.


Sinta dan Sisil sudah mendapatkan gaun yang mereka cari, sedangkan Anggun masih mencari yang cocok dan disaat Anggun akan mengambil gaun yang dia rasa cocok, tiba-tiba ada tangan yang lain memagang gaun yang sama.


" Maaf mbak gaun ini saya yang dapat dulua ucap Anggun".


Kia yang mendengar suara Anggun pun menoleh ke arah Anggun.


" Ternyata kamu cewek kampung ucap Kia".


" Ketemu parasit lagi gumam Anggun."


" Lo fikir mampu beli gaun mahal disini ucap Kia."


Anggun yang mendengar ucapan Kia pun tersenyum.


" Saya memang nggak mampu membeli gaun ini mbak, tapi pacar saya kan kaya dan pastinya dia bisa membeli dong ucap Anggun".


Kia yang mendengar ucapan Anggun pun tersenyum licik.


" Waaah ternyata lo cuma mau morotin harta Vandy ucap Kia."


" Ya mungki bisa dibilang begitu ucap Anggun."


Setelah mendengar ucapan Anggun Kia pun mematikan alat rekaman yang ada di HP nya. Ya Kia sengaja memancing Anggun tadi.


"Gue bakal kasih ke Vandy rekaman suara ini dan setelah Vandy mendengar pesan suara ini, pasti dia akan mencampakkan lo gumam Kia dalam hati."


To be continue.


Jangan lupa tinggalin jejak sayang kalian buat Author ya guys, dengan cara Like, Komen dan Vote nya.. 😉😉


HAPPY READING GUYS.. 😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2