Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Vandy sudah selesai memakai pakaiannya. Dia terlihat semakin tampan dengan memakai t-shirt. Tidak lupa dia menyemprotkan parfum untuk sentuhan akhirnya.


" Mas jangan pergi" pinta Anggun.


" Kenapa?"


" Na-nanti Abang marah sama kamu"


Ck..bilang aja kamu cemburu sayang, pake alasan Abang marah lagi.


" Tidak bisa, aku harus pergi" kata Vandy yang sudah sampai di depan pintu kamar.


Anggun memeluk tubuh suaminya dari belakang. " Aku mohon jangan pergi"


Vandy tidak tega melihat istrinya memohon seperti itu. Tapi mau gimana lagi, dia ingin istrinya juga bisa menghargai perasaannya. Vandy benar-benar cemburu karena istrinya memuji laki-laki lain.


Dengan berat hati Vandy melepaskan pelukan sang istri. Anggun sedih, karena suaminya melepaskan pelukannya.


" Aku pergi dulu" pamit Vandy sambil memutar handle pintu.


Vandy keluar dari kamar, tapi dia tidak langsung pergi, dia masih berdiri di depan pintu kamar inapnya. Vandy bisa mendengar suara tangis sang istri.


Maafkan Mas sayang, Mas tidak bermaksud untuk membuat kamu bersedih. Tapi Mas cuma ingin kamu juga merasakan cemburu saat Mas ngobrol sama wanita lain.


Aldi dan Gio juga merasakan hal yang sama dengan Vandy. Mereka berdua juga tidak tega melihat istri mereka menangis, tapi mereka juga ingin sang istri cemburu ketika melihat mereka dengan wanita lain.


Ketiga suami tampan itu sudah berada di lobi hotel. Mereka bertiga sedang menunggu putra mereka yang juga akan ikut dengan mereka.


Kenzo cs, Kiran dan Daffin sampai di lobi hotel. Mereka langsung menghampiri orang tua masing-masing.


" Sudah siap berangkat?" tanya Vandy pada kedua anaknya.


" Siap Daddy"


Mereka semua pergi ke Everland. Ya Kiran ingin sekali pergi ke sana, Vandy dan Kenzo memenuhi permintaan princess kecil itu.


Mereka semua naik ke dalam mobil yang sudah menunggu di depan hotel. Kiran dan Daffin masuk terlebih dahulu, kemudian di susul sama Kenzo cs, setelah itu baru orang tua mereka.


Mobil melaju menuju Everland. Kiran dan Daffin sangat senang karena bisa pergi ke Everland. Mereka berdua akan menceritakan pada teman-temannya nanti.


Setelah menempuh perjalanan selama 25 menit, mereka sampai di Everland. Kiran dan Daffin sangat antusias. Mereka berdua sudah tidak sabar ingin memainkan wahana yang ada di sana.


Mereka pergi ke loket untuk membeli tiket. Setelah tiket di dapat, mereka semua masuk kedalam. Mata Kiran dan Daffin berbinar melihat permainan yang ada di sana.


" Adek mainnya di temani Abang ya, Daddy nunggu di sana" tunjuk Vandy ke salah satu cafe yang ada di sana.


" Baik daddy"

__ADS_1


" Selamat bersenang-senang princess"


" Terima kasih Daddy" ucap Kiran sambil mencium pipi Daddy-nya.


Setelah anak-anak mereka pergi menuju wahana permainan yang ada di sana, Vandy dan kedua sahabatnya pergi ke cafe yang ada di sana.


Sampai di cafe, Vandy dan kedua sahabatnya langsung masuk kedalam cafe. Mata para cewek-cewek yang ada di sana terpesona melihat ketampanan ketiga cowok itu.


Para wanita yang ada di cafe tidak tau kalau ketiga pria tampan yang baru masuk itu sudah punya istri dan juga anak. Karena Vandy dan kedua sahabatnya itu masih terlihat muda.


Mereka bertiga duduk di kursi pojok dekat jendela. Pelayan menghampiri meja Vandy, kemudian memberikan buku menu. Karena Vandy dan kedua sahabatnya sudah kenyang, jadi mereka hanya memesan minuman.


Setelah mencatat pesanan ketiga pria tampan itu, pelayan pamit undur diri dari meja Vandy. Setelah pelayan pergi, ada tiga orang wanita menghampiri meja ketiga cowok tampan itu.


" Boleh kita duduk disini?" kata salah satu wanita itu.


" Boleh" kata Aldi.


Kalau mereka tidak dalam menjalankan misi untuk membuat para istri mereka cemburu, Vandy tidak akan suka ada wanita lain mendekatinya.


Demi misi berjalan dengan lancar, Vandy dan kedua sahabatnya menahan rasa jijik mereka. Apalagi ketiga wanita itu memakai pakaian yang agak terbuka, jadi memperlihatkan sedikit gunung kembar mereka.


Oh God, kalau tidak demi misi membuat istri. cemburu sudah kutendang ketiga wanita ini. Menjijikkan!. Gerutu Vandy dalam hati.


Di hotel.


Anggun sudah bersiap, begitu juga dengan kedua sahabatnya. Mereka bertiga sedang menunggu calon mantu mereka di lobi hotel.


Tak berapa lama yang di tunggu datang juga. Mereka memesan 2 taxi.


Para wanita cantik beda usia itu masuk ke dalam taxi. Mereka siap melakukan misi-misi untuk menjauhkan para rumput liar diluar sana. Mereka tidak ingin kecolongan sama rumput liar itu.


Taxi melaju meninggalkan hotel. Untung Kiran memberi tau mereka akan pergi kemana, kalau nggak Anggun dan yang lain tidak akan bisa menjalankan misi ini. Ya sebelum menemui Daddy-nya Kiran sempat menemui sang mommy.


Para cewek cantik itu sampai di Everland. Mereka turun dari dalam taxi, setelah membayar ongkos, mereka semua pergi ke loket untuk membeli tiket.


Setelah tiket di dapat, mereka masuk kedalam Everland. Para cewek cantik itu mencari keberadaan para lelaki mereka. Mata mereka mengitari semua sudut Everland.


Mata Anggun tertuju ke dalam sebuah cafe. Ya Anggun melihat singa jantannya sedang mengobrol dengan wanita, tanpa di temani kedua anaknya.


" Mas, berani kamu ganjen-ganjen sama wanita lain" kesal Anggun.


Sontak kedua sahabat Anggun mengikuti arah mata Anggun. Alangkah kagetnya Sinta dan Sisil melihat suami mereka duduk dengan wanita lain.


" Dasar rumput liar" gerutu Sinta dan Sisil.


" Mel, kamu dan kedua sahabat kamu cari abang ke tempat wahana ya" saran Anggun.

__ADS_1


" Siap Tante" kata Melodi.


Melodi cs pun meninggalkan ketiga wanita cantik itu. Melodi tau kalau ketiga wanita cantik itu sedang dalam mode on. Jadi tanpa menunggu lama Melodi pun pergi mencari kekasih mereka.


Anggun dan kedua sahabatnya berjalan menuju cafe. Ketiga istri cantik itu, tidak dapat menahan emosi mereka.


Dari dalam cafe, Vandy melihat istri cantiknya sedang menuju ke cafe. Vandy pun memberi kode pada kedua sahabatnya.


" Ikan sudah makan umpan" kata Vandy.


" Siap lanjutkan misi" kata Aldi dan Gio.


Vandy dan kedua sahabatnya, memberanikan diri untuk memegang tangan wanita yang ada di sebelah mereka. Vandy menahan rasa jijiknya, demi misi berjalan lancar mereka harus bisa.


Ketiga istri cantik itu kaget melihat suami mereka memegang tangan rumput liar itu. Wajah ketiga istri cantik itu memerah seperti lahar gunung berapi.


" Mas, berani sekali kamu memegang tangan rumput liar itu" kata Anggun.


Vandy menahan tawanya, mendengar julukan yang diberikan istrinya pada wanita itu. Begitu juga dengan Aldi dan Gio mereka sampai menggigit bibir bawah mereka supaya tawa mereka tidak pecah.


Ketiga istri cantik itu melepaskan tangan rumput liar itu dari suami mereka. Setelah itu mereka menatap tajam para rumput liar itu.


" Berani sekali tangan liar kalian memegang tangan singa jantan saya" kata Anggun.


" Sorry, kalian ini siapa?" tanya salah satu rumput liar itu.


" Wah..rumput liar ini emang minta di cabut sampe ke akarnya Nggun" kata Sinta.


" Benar itu Nggun"


" Kamu mau tau siapa kami bertiga. Kami itu istri ketiga lelaki tampan ini" kata Anggun.


Ketiga cewek itu tertawa mendengar ucapan Anggun. Anggun dan kedua sahabatnya mengerutkan kening mereka melihat ketiga rumput liar itu tertawa.


" Kamu pikir saya percaya dengan omongan kamu" kata cewek itu.


" Betul itu, bisa saja kalian hanya mengaku-ngaku" kata teman cewek itu.


" Jangan-jangan kalian bertiga sedang mencari mangsa" kata cewek itu.


Anggun bertambah emosi mendengar ucapan ketiga rumput liar itu. Begitu juga dengan Sinta dan Sisil. Vandy dan kedua sahabatnya juga emosi mendengar ucapan wanita itu. Tapi Vandy ingin melihat, bagaimana cara istrinya menghadapi ketiga wanita itu.


To be continue..


Segitu dulu ya..🤭


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2