
Gian dan Tristan memberikan semangat untuk Kenzo. Gian yakin sahabatnya itu bisa mengatasi masalah perjodohan yang di atur daddy nya itu.
" Kadang gue ingin menjadi orang biasa-biasa aja" kata Kenzo.
" Kenapa?" tanya Gian.
" Karena kalau jadi orang biasa, gue bisa bebas memilih hidup gue" kata Kenzo.
" Tapi di luar sana banyak orang yang ingin seperti lo" kata Tristan.
" Itu karena mereka tidak tau, seberapa besar beban yang di pikul sama seorang ahli waris"
" Apa lo menyesal terlahir dari keluarga kaya"
" Tidak. Gue cuma tidak suka peraturan yang ada di keluarga kaya"
" Seperti perjodohan"
" Hhmm"
" Mommy dan daddy lo menikah kan bukan karena di jodohkan?" kata Gian.
" Benar, mereka menikah karena saling mencintai"
" Menurut lo ada yang aneh nggak sih?" tanya Gian.
" Aneh gimana?" tanya balik Kenzo.
" Gini, mommy lo paling nggak suka yang namanya perjodohan, tapi sekarang kenapa mommy lo setuju dengan yang namanya perjodohan" jelas Gian.
" Lo benar juga, kenapa gue nggak kepikiran kek gitu ya"
" Jangan-jangan" kata mereka bertiga.
" Sial, kenapa gue jadi bodoh seperti ini. Pantas aja daddy bilang gue nggak akan nolak cewek itu"
" Lo kadang emang bodoh dalam hal kek gitu Ken" kata Gian.
Pletak.
" Berani bilang gue bodoh lagi, bukan tas lagi yang melayang ke kepala lo, tapi helm ini" kata Kenzo.
" Ck..harusnya lo berterima kasih sama gue. Karena berkat otak gue yang cerdas ini, Lo jadi tau siapa calon tunangan lo itu"
" Terus lo berharap gue berterima kasih gitu"
" Hhmm"
" Berharap aja dalam mimpi Lo"
" Mending lo kasih tau Melodi" kata Tristan.
" Jangan!, biar jadi kejutan untuk dia" kata Gian.
Siang hari barulah mereka bertiga pergi dari danau. Kenzo merasa lega karena dia akan di jodohkan dengan orang yang dia cintai. Tiga motor sport mahal itu melaju meninggalkan danau.
Kenzo sampai di rumahnya. Setelah memasukkan motor kedalam garasi, barulah Kenzo masuk kedalam rumah.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam, Abang sudah pulang"
" Hhmm" kata Kenzo sambil mendudukkan pantatnya di sofa ruang tamu.
" Kalau Abang tidak mau ketemu sama calon tunangannya juga nggak apa-apa, biar mommy sama daddy aja yang ketemu sama dia"
" Walaupun Abang menolak, mommy dan daddy akan tetap memaksa Abang kan?"
" Tidak!, justru nanti mommy mau membatalkan perjodohan Abang"
Apa!, mana bisa begitu. Mommy paksa Abang lagi, batin Kenzo.
" Mommy juga tidak ingin melihat Abang selalu cuekin daddy. Jadi biarlah mommy batalkan perjodohan ini"
" Abang mau kok Mom di jodohkan" kata Kenzo.
Apa Abang sudah tau siapa cewek itu.
" Mommy tidak ingin Abang terpaksa menerima perjodohan ini"
" Nggak Mom, Abang ikhlas dunia akhirat"
__ADS_1
" Apa Abang sudah tau siapa cewek itu?" tanya Anggun penuh selidik.
" Sudah, tapi jangan kasih tau daddy"
" Kenapa?"
" Karena Abang mau kasih hukuman buat daddy dulu"
" Apa Abang nggak kasihan liat daddy?"
" Daddy juga tidak kasihan sama Abang"
" Baiklah, terserah Abang saja"
" Makasih mommy"
" Ya sudah, sekarang Abang mandi sana?!"
" Siap Mom"
Kenzo melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Kenzo langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sore hari.
Vandy baru pulang dari kantor. Seperti biasa dia di sambut sama istri dan putri kesayangannya.
" Abang sudah pulang?" tanya Vandy setelah duduk di sofa.
" Sudah"
" Apa dia masih menolak bertemu dengan calon tunangannya?"
" Sepertinya begitu"
" Dia pasti kecewa sekali sama aku" kata Vandy.
" Itu sudah jelas"
Vandy memejamkan matanya, kepalanya terasa pusing. " Mas mau mandi dulu"
" Aku siapkan airnya dulu" kata Anggun.
Anggun berjalan menuju kamar mandi. Dia menyiapkan air untuk mandi sang suami. Vandy membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya.
" Mas, airnya sudah siap"
" Ya sayang"
Vandy bangun dari tidurnya, kemudian berjalan menuju kamar mandi. " Makasih" ucap Vandy sambil mengecup bibir istrinya sekilas.
Setelah suaminya masuk kedalam kamar mandi, Anggun menyiapkan pakaian suaminya. Setelah semuanya selesai Anggun turun kebawah untuk melihat persiapan makan malam nanti.
Kediaman Agatha.
Melodi sedang mondar-mandir di kamarnya. Melodi sedang memikirkan cara supaya dia tidak datang ke acara makan malam itu.
Tok..
Tok..
Tok..
" Siapa?"
" Bibik non"
" Masuk aja Bik, pintunya nggak di kunci"
Bibik pun masuk kedalam kamar nona mudanya. " Bibik mau nganterin ini non"
" Apa ini Bik?"
" Baju yang harus nona pakai ke acara makan malam nanti"
" Makasih ya Bik"
" Sama-sama non. Bibik permisi ke bawah dulu"
Melodi menganggukkan kepalanya. Bibik pun keluar dari kamar Melodi. Sepeninggal sang bibik, Melodi langsung membuka kota yang di bawa bibik tadi.
Melodi mengambil dress yang ada di dalam kotak itu. Melodi terpesona melihat isi kotak itu. " Waaw dress nya cantik sekali"
__ADS_1
Seketika senyum Melodi hilang. Dia akan memakai dress itu untuk bertemu orang lain.
"Coba saja dress itu aku pakai untuk bertemu Kenzo"
Waktu cepat berlalu, matahari sudah kembali ke peraduan, dan berganti dengan malam. Keynan dan istrinya sudah bersiap untuk pergi ke rumah Vandy.
" Melodi lama sekali si Mih?"
" Sabar dong pih"
" Apa dia berniat kabur"
" Aku nggak ada niat untuk kabur ya Pih" kata Melodi sambil menuruni anak tangga.
" Kamu cantik sekali sayang" puji sang mami.
" Mami juga terlihat cantik" puji balik Melodi.
" Yuk berangkat, ntar kemalaman"
Keynan dan keluarga kecilnya masuk kedalam mobil. Mobil milik keluarga Agatha pun melaju menuju kediaman rumah Vandy.
Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit. Mobil milik keluarga Agatha sampai di kediaman Vandy.
Satpam membukakan pintu untuk tamu tuan dan nyonya nya. Setelah pintu gerbang terbuka mobil milik Agatha masuk kedalam.
Melodi merasa terpesona melihat halaman yang luas, serta kebun bunga yang cantik. Melodi belum tau ini rumah milik siapa.
Mobil keluarga Agatha berhenti di depan pintu utama. Melodi sangat takjub melihat bangunan yang ada di depan matanya. Rumah itu bak istana yang ada di film-film.
Anggun dan Vandy menyambut kedatangan keluarga Agatha. Melodi kaget melihat sosok perempuan cantik yang berdiri di depan pintu yang sedang tersenyum padanya.
Itu kan mommy Kenzo. Apa maksudnya semua ini?.
" Mami" panggil Melodi.
Tiara tersenyum pada putrinya itu. " Beri salam sama tante Anggun dan Om Vandy"
Melodi berjalan menghampiri Anggun dan Vandy, kemudian mencium tangan Anggun dan Vandy secara bergantian.
" Melodi cantik ya" puji Anggun.
" Terima kasih, Tante juga sangat cantik" puji balik Anggun.
" Mari masuk" ajak Vandy.
Mereka semua masuk kedalam rumah Vandy. Lagi-lagi Melodi di buat kagum sama rumah Kenzo. Rumah itu jelas lebih besar dan luas di banding rumahnya.
Anggun mengajak tamunya ke ruang makan. Keynan dan istrinya mengikuti Vandy ke ruang makan.
Melodi melihat pujaan hatinya, tapi dari tadi dia belum juga melihat kekasih hatinya itu.
" Cari siapa, nona?" tanya seseorang.
Melodi langsung menoleh kearah suara. Melodi tersenyum melihat cowok tampan yang dia cari dari tadi. Dia berdiri dengan gagahnya di dekat tangga.
" Apa anda salah masuk rumah putri?" goda Kenzo.
" Tidak, saya justru memasuki rumah yang benar"
Kenzo berjalan menghampiri kekasih hatinya itu.
" Apa kalian masih mau menolak perjodohan ini?" tanya Vandy dan juga Keynan.
" Tidak" jawab Kenzo dan Melodi berbarengan.
" Padahal mommy mau membatalkan pertunangannya tadi" goda Anggun.
" Mommy?!" rengek Kenzo.
Semua orang yang ada di sana pun tersenyum melihat tingkah Kenzo.
To be continue..
Hai Reader tersayang.. maaf up nya agak sore an..🙏🙏
Author mengucapkan Gomawo untuk kalian yang sudah memberi vote dan hadiah untuk karya Author yang receh ini..
Saranghaeeeee 😘😘😘
Happy Reading 😚😚
__ADS_1