Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Keesokan harinya, mereka semua kembali beraktivitas seperti biasa. Vandy pergi kekantor, Kenzo dan Kiran pergi ke sekolah.


Kenzo sedang menikmati sarapan bersama kedua orang tua dan adeknya. Anggun mengambilkan nasi goreng untuk suami dan kedua anaknya.


Ya pagi ini Kenzo sarapan dengan nasi goreng spesial yang di buat sendiri oleh sang mommy. Kenzo sangat menyukai masakan mommy nya. Karena itu Kenzo sangat jarang makan di luar.


Untuk apa makan di luar, kalau sang mommy bisa masak masakan enak.


Selesai sarapan, Kenzo berpamitan sama mommy dan daddy-nya. Kenzo mencium kedua tangan orang tuanya, secara bergantian.


" Abang berangkat dulu ya. Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam, hati-hati bawa motornya" pesan sang mommy.


" Siap Mom"


Kenzo melajukan motornya, meninggalkan kediaman orang tuanya. Hari ini Kenzo akan berangkat bersama kedua sahabatnya.


Di persimpangan Gian dan Tristan sudah menunggu Kenzo. Tak berselang lama yang di tunggu datang juga.


Mereka bertiga melajukan motornya menuju sekolah. Suasana jalan cukup padat dan menimbulkan kemacetan. Karena mereka berangkatnya pakai motor, jadi mereka bisa menyalip di antara mobil-mobil yang sedang mengantre untuk jalan.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, mereka pun sampai di pintu gerbang sekolah. Kenzo cs melajukan motornya menuju parkiran.


Sampai di parkiran, Tristan menangkap sosok cewek yang sangat dia kenal. Tristan melihat cewek itu tersenyum pada cowok yang ada di hadapannya.


Hati Tristan terasa sakit, tapi dia juga tidak tau kenapa hatinya merasa sakit melihat cewek itu tersenyum pada cowok lain. Padahal dia tidak ada hubungan apa-apa sama sang cewek.


" Bukankah itu Dira?" tanya Gian.


Kenzo melihat kearah cewek yang di maksud sama Gian.


" Benar, dia sama siapa tu" kata Kenzo.


" Sama cowoknya kali" kata Gian asal.


Kenzo melirik kearah Tristan, Tampak jelas sama Kenzo, kalau Tristan tidak suka melihat Dira dekat sama cowok lain. Ide jahil pun muncul di kepalanya. Kenzo tau kalau Tristan sudah mulai suka sama Dira, tapi rasa gengsi masih menyelimuti hatinya.


" Wah.. Dira bahagia banget ya sama cowok itu" kata Kenzo.


" Iya, sungguh pasangan yang serasi" kata Gian.


" Serasi apaan, cowoknya jelek begitu kok" ketus Tristan.


Kenzo dan Gian tersenyum mendengar ucapan Tristan. Gian makin semangat memanas-manasi Tristan.


" Mata lo buta kali, orang cowoknya tampan begitu, kok dibilang jelek" kata Gian.


" Tau Lo, akhirnya Dira tidak jomlo lagi" kata Kenzo.


" Tentu saja dia nggak jomlo, dia kan pacar gue" kata Tristan.


" Sejak kapan Dira itu jadi pacar Lo" kata Gian.


" Entah, ngaco banget ni si Tian" kata Kenzo.


" Sejak sekarang dan seterusnya, Dira itu pacar gue" kata Tristan sambil berlalu pergi meninggalkan kedua sahabatnya itu.


Tawa Kenzo dan Gian pun pecah melihat ekspresi Tristan yang sangat lucu menurut mereka berdua.


" Lo liat nggak sih Ken, wajah Tristan memerah kek singkong rebus" kata Gian masih dalam tawanya.


" Bukan singkong lagi, udah kek lahar gunung berapi" kata Kenzo.


Tristan berjalan menghampiri Dira dan cowok itu. Sesampainya di sana Tristan langsung menarik tangan Dira menjauhi cowok itu.


" Eh!" kaget Dira.


" Kamu siapa?" tanya cowok itu.


" Seharusnya gue yang tanya, Lo siapa?" kata Tristan dengan ketus.

__ADS_1


" Tian, dia.."


Belum sempat Dira melanjutkan ucapannya, Tristan sudah menarik tangannya pergi meninggalkan cowok itu. Dira hanya pasrah tangannya di tarik sama Tristan.


Dira kaget karena mereka sudah melewati kelas mereka. " Tian, kelasnya sudah lewat"


Tristan tidak mendengarkan ucapan Dira. Dia terus berjalan dengan tangannya masih memegang erat tangan Dira.


Dia mau bawa aku kemana sih?, jangan-jangan dia mau bawa aku ke KUA. Ya Allah hamba tidak menyangka akan secepat ini di halalkan sama pujaan hati.


Sampai di taman, Tristan menghentikan langkahnya. Karena melamun Dira menabrak tubuh Tristan yang berhenti mendadak di depannya.


" Aawww" ringis Dira sambil memegang hidungnya.


" Makanya jalan itu pake mata" kata Tristan.


" Kamu tu yang tiba-tiba berhenti. Eh!, tapi kok kita berhenti di taman?" tanya Dira.


" Terus kamu mau berhentinya dimana?" tanya Tristan.


" Di KUA"


Tristan menyentil kening Dira. " Kamu masih gadis di bawah umur, belum bisa di ajak ke KUA" kata Tristan.


" Ck.. kek kamu pria dewasa aja" kata Dira.


" Siapa cowok tadi?" tanya Tristan to the point.


Apakah dia cemburu?


" Kenapa?, 'Apa kamu cemburu?" tanya Dira.


" Ti-tidak"


Ck.. jelas-jelas dia cemburu, pake nggak ngaku lagi.


" Dia tunangan aku" bohong Dira.


" Apa!" kaget Tristan.


" Kenapa bisa?"


" Bisalah"


" Tapi lo kan pacar gue" kata Tristan.


Ada rasa senang di hati Dira saat mendengar ucapan Tristan. Walaupun Tristan mengucapkannya dengan tidak sadar.


" Kamu bukan pacar aku, cinta aku hanya bertepuk sebelah tangan" kata Dira.


" Tidak!, Gue mencintai Lo, Dira!"


Deg.


Jantung Fira berdegup kencang, mendengar ucapan Tristan. " Apa kamu sadar dengan ucapan kamu Tian?"


" Gue sadar, sesadar-sadarnya " kata Tristan.


" Becanda kamu nggak lucu Tian"


" Gue nggak bercanda Dir, gue serius. Gue cinta sama Lo, Anindira Maheswari" kata Tristan.


Dira seperti melihat ribuan kelopak bunga jatuh menimpanya. Akhirnya penantiannya selama ini membuahkan hasil. Bahagia?, tentu saja, karena Tristan sudah membalas perasaannya.


" Dir, kenapa Lo diam aja?"


" Ah, Maaf. Aku kaget mendengar ucapan kamu tadi"


" Terus gimana?" tanya Tristan.


" Apanya?" tanya balik Dira.

__ADS_1


Ck.. gadis ini, berani sekali dia melupakan ucapan gue tadi.


" Dira, maukah kamu menjadi kekasihku yang sesungguhnya?" tanya Tristan.


" Apa kamu nembak aku?" tanya Dira.


Ya Allah, berilah kesabaran yang berlimpah untuk hamba.


( Author: " Tahan emosi Tian, demi peluru tepat sasaran 😂😂).


" Iya, tapi aku nembak nya nggak pake timah panas, tapi pake love segede gunung Himalaya"


Dira tertawa mendengar ucapan Tristan, yang sangat lucu menurutnya. Di tambah wajah Tristan yang terlihat kesal gitu. Gemas banget pengen karungin.


" Kok kamu ketawa sih?, apa menurut kamu, ungkapan perasaan aku itu lelucon" kesal Tristan.


" Nggak, kamu lucu banget kalau lagi kesal gitu"


" Terus gimana?, apa kamu menerima cinta dan perasaan aku?"


" Terima aja Dir, nanti nangis dia kalau di tolak" kata Gian yang muncul tiba-tiba.


" Kalian kok bisa di sini?" tanya Tristan.


" Ya bisalah, kita kan punya kaki" kata Kenzo.


" Ck.. mengganggu saja" kesal Tristan.


" Kami disini ingin menyaksikan dua insa yang bersatu karena cinta" kata Gian.


" Bersatu apaan, diterima aja belum gue" kata Tristan.


" Oh belum di terima toh" kata Gian.


" Lo di tolak?" tanya Kenzo.


" Kagak, di gantungin gue" kata Tristan.


" Buruan jawab Dir, keburu Bel ni" kata Keyra.


" Tau lo Dir, kelamaan " kata Kenzo.


" Sabar Munaroh, kalau gagal nanti coba lagi" kata Gian.


" Punya teman kok sakit semua sih" kata Tristan.


Pletak


" Enak aja Lo bilang gue sakit" kata Kenzo setelah melayangkan pukulan ke kepala Tristan.


" Tian" panggil Dira.


" Hhhmm"


" Apa kamu masih butuh jawaban aku?" tanya Dira.


" Of course " jawab Tristan.


" Aku mau jadi pacar kamu, apalagi jadi calon istri kamu" kata Dira.


" Sabar, setelah cukup umur ntar baru aku aja ke KUA" kata Tristan.


" Ya elah, hapus ingus aja belum bisa udah ngomong KUA" kata Gian.


" Kalian berdua hutang pajak jadian sama gue" kata Kenzo.


" Kok Lo masih ingat aja Ken" kata Gian.


" Tentu saja, karena gue akan menguras dompet Lo berdua" kata Kenzo sambil tersenyum licik.


Beginilah jadinya kalau anak sultan sudah mulai aktif, sangat meresahkan.

__ADS_1


To be continue..


Happy Reading 😚😚


__ADS_2