
Ketiga pasangan itu sudah sampai di hotel. Mereka tidak kembali ke rumah sakit lagi, karena mommy Kenzo sudah mau istirahat. Besok mereka akan kembali ke rumah sakit, untuk menjemput mommy Kenzo.
" Kita masuk dulu ya" pamit ketiga cewek cantik itu setelah mereka sampai di depan pintu kamar hotel tempat mereka menginap.
Kenzo cs hanya menganggukkan kepala mereka. Setelah pintu kamar di tutup, barulah Kenzo cs pergi ke kamar mereka.
" Ah, capeknya " kata Tristan setelah membaringkan tubuhnya di kasur empuk itu.
" Gosok gigi sama bersihkan wajah kamu dulu Tian, habis itu baru tidur" kata Kenzo.
" Iya, lagian jadi laki jorok banget lo" kata Gian.
" Enak aja lo bilang gue jorok, lagian kita itu mengantre. Jadi gue baring bentar"
" Pintar banget cari alasan"
Di saat Gian dan Tristan masih berdebat, Kenzo segera berlari masuk kedalam kamar mandi dan sedikit membanting pintu itu, supaya kedua sahabatnya berhenti berdebat. Sontak Gian dan Tristan menoleh kearah suara pintu kamar mandi.
" Kenapa tu si Roma?" tanya Tristan.
" Kesurupan kali" jawab Gian asal.
Selesai menggosok gigi dan membersihkan wajahnya, barulah Kenzo keluar dari kamar mandi. Gian segera beranjak dari tempat duduknya kemudian segera masuk kedalam kamar mandi.
Saat mau menutup pintu kamar mandi, Tristan menahan dengan tangannya.
" Kita bareng" kata Tristan sambil membuka pintu kamar mandi.
" Nggak muat Tian" kata Gian.
" Muat, lagian kamar mandinya gede kek gini kok"
" Lo yang keluar atau gue"
" Lo aja" kata Tristan.
" Eh, mana bisa begitu"
" Bisa " kata Tristan sambil mendorong tubuh Gian keluar kamar mandi.
Gian menahan tubuhnya dengan berpegangan dengan konsen pintu kamar mandi, jadi tubuh Gian tidak bisa di dorong oleh Tristan.
" Kalau kalian belum juga gosok gigi, gue matiin lampu kamarnya" ancam Kenzo.
" Tian nih, ngajak gue gelut mulu"
" Lo berdua sama aja, gue hitung sampe tiga, kalau lo berdua belum mulai gosok gigi siap-siap lampu gue matiin"
" Iya Mak tiriiiii!" teriak Gian dan Tristan berbarengan.
Kenzo tersenyum penuh kemenangan. Dia memang selalu bisa membuat kedua sahabatnya itu tidak bisa membantah, kalau dia sudah bersuara.
Saat pintu kamar mandi sudah terbuka, ketika kedua sahabatnya baru keluar dari kamar mandi, Kenzo langsung mematikan lampu kamar.
" Anak sultan kamvret!" teriak Gian dan Tristan.
Mereka segera berlari menuju tempat tidur. Karena gelap dan buru-buru kaki Gian dan Tristan tersandung sofa yang ada di sana.
" Aww" rintih mereka berdua.
" Hei, kalian berdua lagi ngapain itu?"
" Berisik!, ini gara-gara lo kamvret!" umpat Gian.
Tawa Kenzo akhirnya pecah juga. " Kalau mau gelut manja itu di atas ranjang sini, bukan dilantai gitu, sakit kan" ledak Kenzo.
__ADS_1
" Ian, bantu gue" pinta Tristan.
" Gue juga kesakitan" kata Gian.
Gian dan Tristan berjalan sambil bergandengan tangan. Mereka berdua yakin kaki mereka akan memar besok pagi. Semua gara-gara anak sultan yang nggak ada akhlak itu.
Kedua cowok malang itu langsung membaringkan tubuh mereka diatas kasur masing-masing.
" Apa Kenzo sudah tidur?" tanya Tristan.
" Sepertinya begitu"
" Cepat nyalakan lampunya" pinta Tristan.
" Siap"
Gian mengambil remote, kemudian lampu menyala kembali. Tristan mengambil spidol warna hitam, mereka akan membalas Kenzo dengan mencoret wajah tampan Kenzo dengan spidol.
Kedua sahabat Kenzo itu sangat antusias melakukan hal itu. Tristan memulai aksinya, dengan membuat lingkar mata Kenzo. Jadi pas bangun nanti, mata Kenzo udah seperti mata panda.
Gian membuat rona merah di wajah tampan Kenzo. Setelah semuanya selesai, Gian memotret Kenzo dengan ponselnya. Dia akan menjadikan foto itu sebagai alat untuk mengancam anak sultan, kalau dia mulai aktif nanti.
" Dengan adanya foto ini, lo nggak bisa macem-macem lagi sama kita berdua" kata Gian sambil tersenyum.
Kedua sahabat Kenzo itu sangat puas dengan hasil karya mereka. Gian dan Tristan pun memutuskan untuk tidur, karena hari juga sudah malam.
Setelah Gian dan Tristan sudah berada dalam mimpi, Kenzo membuka matanya. Sebenarnya Kenzo tadi tidak tidur, jadi dia membiarkan kedua sahabatnya itu melancarkan aksinya.
" Kalian berdua pikir bisa melawan gue"
Kenzo melakukan hal yang sama pada kedua sahabatnya itu. Setelah selesai, tak lupa dia mengabadikannya dengan kamera ponselnya. Kenzo mengambil ponsel Gian, dia akan menghapus fotonya yang ada di sana.
Kenzo sangat beruntung, karena ponsel Gian dikunci dengan menggunakan sidik jari. Jadi dengan mudah dia membuka kunci ponsel sahabatnya itu. Kenzo menghapus fotonya yang di ambil Gian tadi. Setelah itu dia meletakkan ponselnya Gian kembali.
Kenzo pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dari tinta spidol. Setelah itu barulah dia tidur. Tak butuh waktu lama Kenzo sudah masuk kedalam mimpi.
Pagi hari.
Gian sudah bangun dari tidurnya. Dia melihat Kenzo masih tertidur pulas dengan memunggunginya. Saat melihat kearah Tristan, Gian kaget bukan main.
" Astagfirullah" ucap Gian.
Tristan yang mendengar suara Gian, perlahan membuka matanya. Mata Tristan membulat sempurna karena kaget melihat wajah Gian.
" Aaa!, wajah lo kenapa jelek begitu?" tanya Tristan.
" Bukan wajah gue, tapi wajah Lo" kata Gian.
" Enak aja, orang gue liat wajah lo kok"
Kenzo membuka matanya karena mendengar suara ribut-ribut. Gian dan Tristan menoleh ke arah Kenzo.
" Astagfirullah, wajah kalian kenapa kek Vampire Cina gitu" kata Kenzo.
" Wajah lo kenapa bersih mulus kek begitu?" tanya Gian.
" Lah, emang kapan wajah gue berjerawat" kata Kenzo.
Aneh, bukannya semalam wajah Kenzo udah gue kasih tinta spidol, tapi sekarang kenapa wajahnya bersih dan wajah Tristan yang penuh dengan tinta spidol . Gumam Gian dalam hati.
Gian dan Tristan saling lirik, mereka benar-benar bingung dengan apa yang terjadi saat ini. Sedangkan Kenzo susah payah menahan tawanya.
" Bersihkan wajah kalian dulu deh, geli gue liatnya"
Gian berjalan menuju cermin yang ada di dekat lemari, diikuti oleh Tristan. Sampai didepan cermin, mereka berdua kaget melihat wajah yang semalam glow up berubah menjadi jelek.
__ADS_1
" Apa semalam kita cuma mimpi?" tanya Tristan.
" Maksud lo?"
" Jelas-jelas semalam wajah Kenzo yang kita kasih spidol, tapi kenapa jadi wajah kita yang kena spidol. Apa hotel ini ada menunggunya"
" Ngaco Lo, hotel mahal kek gini mana ada penunggunya"
" Emang demit bisa bedakan mana hotel mewah dan mana yang kagak?" tanya Tristan.
" Ya bisalah" jawab Gian asal.
" Baru tau gue kalau demit bisa bedakan hotel berkelas dengan kagak berkelas"
" Kalian berdua ngapain sih bisik-bisik di sana?" tanya Kenzo.
" Lo ngerasa ada yang aneh nggak sih?" tanya Gian pada Kenzo.
" Aneh gimana?" tanya balik Kenzo.
" Iya, semalam gue sama Tristan kan bikin maha karya di wajah Lo" kata Gian keceplosan.
" Maha karya gimana maksud lo?, ngomong yang jelas dikit napa?"
" Gue sama Tristan bikin wajah lo jelek pake tinta spidol"
" Apa!"
Tristan memukul kepala Gian. " Kenapa Lo bilang, bisa ngamuk dia sama kita " kata Tristan.
" Gue lupa"
" Lo bilang apa tadi, semalam lo bikin wajah gue jelek?"
" Kagak, becanda gue" kata Gian.
" Terus kenapa wajah lo berdua yang jelek begitu. Apa itu karma untuk kalian berdua?"
" Kayaknya begitu" jawab Gian.
Tawa Kenzo pun pecah, kedua sahabatnya itu benar-benar terlihat seperti orang bodoh. Gian dan Tristan saling lirik, kenapa Kenzo tidak marah sama mereka berdua. Malahan dia tertawa lepas gitu.
" Ken"
" Hhmm"
" Apa lo yang lakuin ini sama kita?" tanya Gian.
" Sepertinya begitu" jawab Kenzo yang masih dalam tawanya.
" Jadi semalam lo cuma pura-pura tidur?" tanya Tristan.
" Betul sekali"
Gian dan Tristan makin shock, dia tidak menyangka kalau semalam Kenzo hanya pura-pura tidur.
" Awas lo ya Ken, tunggu pembalasan duo Vampire Cina" kata Gian.
Tawa Kenzo makin pecah mendengar ucapan Gian barusan, sampai-sampai dia memegang perutnya yang sakit karena tertawa dari tadi.
Sedangkan Gian dan Tristan memasang wajah cemberutnya.
To be continue.
Happy Reading 😚😚
__ADS_1