Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Mr Arrogant Is Back


__ADS_3

Vandy memeluk istrinya dengan sangat erat. Vandy melepaskan rasa rindu nya kepada sang istri, cukup lama mereka berpelukan. Saling melepaskan rindu satu sama lain.


" Ehem! sampai kapan kalian akan berpelukan seperti itu" tutur Wiguna


Anggun pun tersadar kalau bukan cuma dia dan sang suami aja yang ada disana. Anggun pun menyembunyikan wajah nya didada bidang suami nya. Anggun malu untuk menatap orangtua dan mertua nya.


" Papa merusak suasana kita aja" ucap Vandy


" Kalau mau peluk-pelukan nanti aja, kamu itu baru aja bangun udah main sosor aja" kata Wiguna


" Papa ngeselin banget kan Yank" ucap Vandy


Erik kagum melihat interaksi antara tuan muda dan mertua nya. Walaupun mereka berdebat tapi ada kasih sayang yang besar satu sama yang lain.


" Rik, kamu udah boleh balik" usir Vandy


" Ck.. kumat lagi deh penyakit nya" kesal Erik


" Erik bilang kamu harus sering melatih otot-otot kaki dan tangan kamu, biar nggak kaku" kata Diana


" Iya Ma" ucap Vandy


" Coba tuan muda turun dan bawa berjalan" ucap Erik


Vandy turun dari tempat tidurnya. Vandy mencoba melangkahkan kakinya pelan-pelan. Vandy memang merasakan kaki nya agak kaku, tapi dia tetap berusaha agar otot-otot kaki nya kembali seperti biasa.


" Gimana? apa yang tuan muda rasakan?" tanya Erik


" Bener Rik, kaki gue emang agak sedikit berat untuk digerakin" jawab Vandy


" Itu wajar karena tuan muda sudah lama tertidur nya, jadi saraf-saraf dan otot-otot tuan baru berfungsi lagi" jelas Erik


" Apa Mas Vandy bisa berjalan normal seperti biasa lagi Rik?" tanya Anggun


" Bisa nona, asalkan tuan rajin melatih kaki nya untuk berjalan, jadi nona tidak perlu khawatir" jawab Erik

__ADS_1


" Makasih Rik untuk bantuan nya selama beberapa bulan ini" ucap Dwipangga


" Sama-sama tuan besar, itu sudah menjadi tugas saya. Kalau begitu saya permisi dulu semua nya"


" Iya, kamu tau jalan pulangkan?" tanya Vandy


" Tau dong tuan muda" jawab Erik


" Ya udah pulang sana! hati-hati dijalan" ucap Vandy


" Baik, terimakasih tuan muda"


Setelah berpamitan Erik pun keluar dari kamar itu. Erik memacu mobil nya kembali kerumah sakit.


Sekarang Anggun dan yang lainnya berada diruang keluarga.


" Kami bersyukur kamu sudah sadar Nak" ucap Dwipangga


" Makasih semuanya, terutama untuk istri aku karena selama ini sudah mau menunggu dan merawat aku" ucap Vandy


" Mana mau Anggun nikah sama yang lain Pa" kata Vandy


" Siapa bilang, kemarin ini ada yang mau melamar Anggun, coba kamu tanya sama istri kamu itu" Canda Wiguna


" Apa benar yang dibilang papa itu sayang?" tanya Vandy


" Nggak Mas, papa itu cuma becanda" jawab Anggun


" Papa becanda nya nggak lucu tau nggak?!" rajuk Vandy


Semua orang pun tertawa melihat Vandy merajuk. Mereka bersyukur karena Vandy sudah berkumpul kembali dengan mereka semua.


" Bagaimana kalau kita bikin acara syukuran" usul Kiara


" Setuju, kita undang anak yatim dan tetangga" ucap Diana

__ADS_1


" Kita bikin acaranya lusa aja" kata Kiara


" Bagus juga. Bagaimana pendapat kalian berdua? " tanya Diana


" Kita ngikut aja Ma" jawab Anggun


Mereka pun menghabiskan waktu dengan berbincang-bincang. Orangtua dan mertua Anggun memutuskan hari ini mereka akan menginap dirumah Anggun.


***


Sore hari Gio dan Sisil menghabiskan waktu santai mereka dengan menonton drakor. Walaupun Gio tidak terlalu suka drakor, tapi demi istrinya dia pun ikut nonton.


" Aku sabar deh nunggu anak kita lahir" ucap Gio sambil mengelus perut sang istri.


" Aku juga, kalau baby kita udah lahir kira-kira dia mirip siapa ya Oppa?" tanya Sinta


" Tentu saja mirip kita berdua Sweety" jawab Gio


" Oppa tolong ambilkan buah dong"


" Tunggu ya"


Gio pergi kedapur mengambil buah untuk istrinya. Gio membuka kulkas, didalam kulkas cuma ada buah melon dan apel. Gio memotong dadu buah-buah tersebut.


Gio kembali dengan membawa semangkok buah yang sudah dipotong-potong tadi.


"Sweety dikulkas cuma ada dua macam buah"


" Nggak apa-apa Oppa"


Sisil menikmati buah nya sambil menonton drakor kesukaannya. Gio senang melihat istrinya yang lahap memakan buah. Tak berselang lama semua buah tadi sudah pindah kedalam perut Sisil.


To be continue...


Up nya segini dulu ya, udah ngantuk soalnya.. 🙏🙏

__ADS_1


Happy Reading Guys... 😉😉😉


__ADS_2