
Setelah mengambil no antrian, Aldi dan Sinta pun duduk dikursi tunggu yang ada disana. Tak berselang lama nama Sinta pun terpanggil. Aldi dan Sinta masuk kedalam ruangan Dokter Linda.
" Selamat Pagi nona"
" Pagi Dok, kami mau cek kandungan" ucap Sinta dan Aldi
Dokter Linda menyuruh Sinta membaringkan tubuhnya diatas bed yang ada diruangan itu. Setelah Sinta berbaring, Dokter Linda mengoleskan gel keperut Sinta, dan mulai USG.
Sinta dan Aldi fokus melihat layar yang ada didepan mereka. Saat mata Aldi menatap layar yang ada didepannya itu, dia melihat ada titik kecil sebesar biji kacang disana.
" Dokter itu apa?" tanya Aldi.
Dokter itu tersenyum mendengar pertanyaan Aldi. Dokter Linda tau ini pengalaman pertama bagi sepasang suami-istri itu.
" Itu calon anak anda tuan" jawab Dokter Linda.
" Benarkah Dokter? tapi kok kecil sekali?"
" Iya tuan karena kehamilan nona baru tiga minggu"
Aldi merasa bahagia karena bisa melihat buah cinta mereka yang sudah berada dalam rahim istrinya. Begitu pun dengan Sinta dia sangat bahagia karena dia sudah bisa menjadi wanita yang sempurna.
Dokter Linda menghapus gel yang ada diperut Sinta, setelah itu mereka pun kembali duduk.
" Dok kenapa istri saya mual-mual? apa itu membahayakan?" tanya Aldi.
" Tidak tuan, itu emang sering terjadi sama ibu hamil di trimester pertama, dan itu tidak membahayakan."
" Ada nggak obat buat menghilangkan rasa mualnya?" tanya Aldi kembali.
" Ada tuan, nanti saya akan berikan obat sama vitaminnya buat nona"
Tidak jauh beda dari Vandy, Aldi menanyakan hal yang sama pada Dokter Linda.
" Apa kami masih bisa melakukan hubungan intim Dok?" tanya Aldi.
Sinta benar-benar malu mendengar pertanyaan suami nya tadi. Dia nggak menyangka suaminya itu berani menanyakan hal yang memalukan seperti itu.
" Boleh, tapi mengingat usia kandungan nona masih muda, lebih baik tuan menundanya selama 3 bulan" jawab Linda.
" Apaa!! kenapa lama sekali."
Sinta tersenyum geli melihat ekspresi kaget suaminya itu.
" Karena itu saat paling aman buat kandungan nona"
Gila banget nih Dokter, masa gue harus menunggu selama itu? gimana dengan junior gue?.
Dokter Linda menuliskan resep dan juga vitamin buat Sinta. Dokter Linda juga menyuruh Sinta untuk meminum vitamin secara teratur. Setelah semuanya selesai Aldi dan Sinta pun pamit undur diri.
" Terimakasih Dok" ucap Sinta.
" Sama-sama nona"
Mereka pun keluar dari ruangan Dokter Linda.
" Bee, kita ketempat Anggun dulu yuk"
Sinta dan Aldi pun berjalan menuju ruang rawat Anggun. Sepanjang jalan wajah Aldi terlihat murung.
Sampai didepan pintu ruangan Anggun, Sinta mengetuk pintu ruangan Anggun.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
Vandy yang mendengar pintu diketuk pun membukakan pintu.
Ceklek
" Assalamualaikum" ucap Sinta.
" Wa'alaikum salam, yuk masuk" ucap Vandy.
Mereka pun duduk dikursi sofa yang ada diruang rawat Anggun.
" Kenapa dengan suami kamu Sin?" tanya Vandy.
" Lagi bete Van" jawab Sinta
" Bete kenapa?" tanya Vandy lagi.
" Disuruh puasa sama Dokter" jawab Sinta
Sontak Vandy pun tertawa. Akhirnya Aldi merasakan hal yang sama dengan yang dia rasakan dulu.
" Sabar bro, gue juga gitu dulu." ucap Vandy.
" Gimana mau sabar, gue disuruh nunggu selama 2 bulan? gimana dengan junior gue?" kata Aldi.
" Kan lo masih bisa main solo bro. Lagian itu juga buat keamanan baby kalian" ucap Vandy.
" Iya sih bro, gue akan coba tahan."
Sinta hanya bisa menahan tawanya, sebenarnya Sinta juga kasihan, tapi mau gimana lagi itu demi kebaikan bersama.
" Lo kapan pulang Nggun?" tanya Sinta.
" Rencananya sih ntar Siang Sin" jawab Anggun.
" Bagus deh, jadi ntar malam kita bisa ngumpul dirumah gue" kata Sinta.
" Bikin acara barbeque aja" kata Anggun.
" Beneran Mas?" tanya Anggun.
" Benar sayang, lagian kan kita udah lama nggak pergi liburan bersama" jawab Vandy.
" Kalian udah sarapan?" tanya Anggun
" Belum Nggun" jawab Sinta
" Ya udah sarapan bareng aja" kata Vandy
" Kamu mau sarapan apa Honey?" tanya Aldi sama Sinta.
" Aku mau makan nasi goreng Bee" jawab Sinta
" Ya udah kalian tunggun disini, kita beliin dulu" kata Aldi.
" Mas jangan lupa buahnya juga"
" Siap sayang"
Vandy dan Aldi pun pergi meninggalkan istri mereka. Sepeninggal suami mereka, Anggun dan Sinta memutuskan untuk menonton drakor kesukaan mereka.
Setelah 10 menit, Vandy dan Aldi pun kembali dengan membawa sarapan dan buah untuk istri mereka. Vandy membuka pintu ruang rawat istrinya.
Anggun yang mendengar suara pintu terbuka pun, sontak melihat kearah pintu.
" Assalamualaikum " ucap Vandy dan Aldi.
" Wa'alaikum salam" jawab Sinta dan Anggun.
__ADS_1
Aldi dan Vandy memindahkan nasi gorengnya kepiring, setelah itu memberikan kepada istrinya mereka.
" Makasih Mas" ucap Anggun
" Sama-sama sayang."
Mereka pun menikmati sarapan mereka dengan hikmat. Baru dua suapan yang masuk kedalam perut Sinta, tiba-tiba mualnya datang lagi. Sinta pun bergegas pergi kekamar mandi.
Aldi yang melihat istrinya berlari kekamar mandi pun cemas. Aldi mengikuti istrinya kekamar mandi.
" Honey"
Aldi melihat istrinya sedang memuntahkan nasi goreng yang dia makan tadi. Aldi membantu istrinya dengan memijit tengkuk leher istrinya. Aldi sangat sedih melihat istrinya muntah-muntah seperti itu.
Setelah memuntahkan semua nasi goreng tadi, perut Sinta pun tidak mual lagi. Aldi membawa Sinta kembali ketempat Anggun dan Vandy.
" Apa dulu Anggun juga seperti ini Van?" tanya Aldi.
" Iya, malahan Anggun lebih parah dari Sinta" jawab Vandy.
" Makan buah dulu Sin, biar perut kamu enakan dikit" tutur Anggun.
Sinta pun memakan buah yang diberikan sama Anggun. Sinta sangat lahap memakan buah yang diberikan Anggun tadi. Aldi yang melihat istrinya sangat lahap memakan buah pun mulai lega.
" Stok buah yang banyak dirumah lo Al, ntar kalau Sinta mual, lo bisa kasih dia makan buah" ucap Vandy
" Iya Van."
Mereka pun melanjutkan sarapan mereka. Tapi Sinta sarapan dengan buah bukan sama nasi goreng lagi.
Ditempat lain.
Marko sedang menunggu Vanya disebuah taman. Ya mereka akan jogging bersama. Marko telihat tampan dengan memakai hoodie. Tak berselang lama Vanya pun datang.
Marko terpesona melihat kecantikan kekasihnya itu. Vanya terlihat manis memakai hoodie.
" Sorry telat Pookie" ucap Vanya.
" Nggak apa-apa Pinky"
Mereka pun memulai acara joggingnya. Mereka berlari mengitari taman. Setelah melakukan 2 putaran mereka memutuskan untuk beristirahat.
Mereka duduk dikursi yang ada ditaman itu. Marko melap keringat yang ada diwajahnya dengan tisu.
" Nih minum dulu Pookie" ucap Vanya sambil menyerahkan air mineral.
" Makasih Pinky"
Marko pun meneguk air mineral yang diberikan Vanya tadi. Dengan sekali teguk minuman itu pun langsung habis tak bersisa.
" Sarapan yuk" ajak Marko.
" Yuk"
Mereka pun berjalan menuju penjual bubur ayam yang ada disana. Sampai disana, Marko memesan dua porsi bubur ayam. Setelah memesan bubur ayam mereka mencari tempat duduk.
Tak berselang lama pesanan mereka pun datang. Vanya dan Marko menikmati sarapan mereka dengan lahap. Semangkok bubur ayam sekarang sudah berpindah keperut Vanya dan Marko.
Selesai sarapan Marko mengantarkan Vanya kerumahnya. Marko membukakan pintu buat kekasihnya itu. Setelah itu Marko melajukan mobilnya menuju rumah Vanya.
To be continue...
Ini style Bambang Marko pas jogging tadi
Ini style nya Vanya
__ADS_1
Happy Reading Guys.. 😉😉