
Vandy baru selesai meeting dengan salah satu klien nya. Vandy melihat HP nya, ada beberapa kali panggilan tidak terjawab dari sang istri. Vandy pun langsung cemas dan menghubungi sang istri.
" Hallo, Assalamualaikum Mas" terdengar suara lembut sang istri.
" Wa'alaikum sayang, maaf tadi Mas nggak sempat ngangkat telpon nya. Soal nya Mas lagi meeting sama klien, jadi HP nya Mas pasang mode silent"
" Nggak apa-apa kok Mas, aku ngerti. Meeting nya sudah selesai?"
" Baru selesai sayang. O iya kenapa telpon Mas tadi? kamu sama dedek baik-baik aja kan sayang?"
" Alhamdulillah aku sama dedek baik-baik aja Mas. Tadi itu aku cuma mau minta izin sama Mas"
" Minta izin? emang mau kemana?"
" Iya, tadi aku mau pergi beli baju buat dedek sama Vanya"
" Terus nggak jadi"
" Jadi dong, malah beli nya kebanyakan"
Terdengar tawa sang istri dari seberang telpon.
" Sayang jangan bawa barang yang berat-berat. Sekarang udah pulang kan? "
" Sudah Mas, baru aja nyampe"
" Syukur deh, sekarang kamu istirahat ya, Mas mau lanjut kerja dulu"
" Iya Mas, ntar jangan lupa makan siang"
" Nanti Mas makan siang dirumah"
" Benarkah"
" Iya sayang. Sekarang kamu istirahat ya, Mas tutup dulu telpon nya, love you my Wife"
" Love you more Hubby"
Panggilan telpon pun berakhir.
Setelah selesai menelpon istrinya Vandy melanjutkan pekerjaan nya. Supaya nanti dia bisa cepat pulang dan makan siang bersama sang istri.
***
Anggun minta tolong sama bik Mirna untuk membawa barang belanjaan nya kedalam kamarnya. Karena Anggun belum menyiapkan kamar untuk calon bayi nya.
" Seru banget ya Kak belanja nya?" tanya Vanya
" Iya Dek, saking seru nya hampir saja kita memborong semua baju-baju yang ada ditoko itu" jawab Anggun
" Iya, habis baju nya lucu-lucu dan mengemas kan. Jadi nggak sabar nunggu ponaan aku lahir"
__ADS_1
" Sama, Kakak juga"
" Kira-kira baby nya mirip siapa ya Kak?" tanya Vanya
" Tentu saja mirip Kakak, soal nya yang mengandung kan kakak" jawab Anggun
" Iya juga ya, jadi pengen cepat nikah" ucap Vanya keceplosan
" Cie-cie pengen cepat ternyata" ejek Anggun
" Ng-nggak kok, kakak salah dengar kali"
" Nggak usah bohong Dek, kalau emang kamu mau cepat ntar kakak bantu bilang sama kak Marko"
" Jangan Kak" tolak Vanya
" Kenapa?" tanya Anggun
" Aku pengen nya kemauan dia sendiri" jawab Vanya
" Nggak ada salah nya Dek kalau bilang kamu mau cepat nikah nya"
" Emang nggak apa-apa Kak? apa dia nggak akan menilai aku cewek yang nakal?"
" Ya nggak lah Dek, justru bagus kalian pacaran dengan status sudah halal, jadi kalau mau ciuman, peluk-pelukan nggak dosa malah jadi ibadah" ucap Anggun
" Iya juga sih Kak"
" Emang kamu udah pernah ciuman Dek?" tanya Anggun
" Apa!" kaget Anggun
" Ciuman nya bukan kek kakak dan kak Vandy"
" Emang ciuman kamu kek mana?" tanya Anggun lagi
" I-itu cuma sebatas bibir aku sama bibir kak Marko menempel sekilas gitu" jawab Vanya
" Yakin cuma sekilas" selidik Anggun
" Sumpah Kak" jawab Vanya sambil mengakat cari nya membentuk huruf v
" Kakak percaya, lagian kakak tau kak Marko itu nggak akan berani melakukan lebih, nggak kayak suami kakak dulu"
" Emang kak Vandy dulu gimana?" tanya Vanya antusias
" Kakak kamu itu dulu mesum banget, sampe sekarang pun begitu" jawab Anggun
" Mesum gimana Kak"
" Setiap ketemu kakak, dia selalu nyosor"
__ADS_1
" Nyosor gimana maksud kakak, Vanya nggak ngerti"
" Itu loh Dek setiap ketemu, kakak kamu itu selalu cium kakak, ciuman pertama kakak diambil paksa lagi sama dia"
" Masa sih Kak"
" Iya, didepan toilet wanita lagi"
Anggun mengingat kembali masa dimana Vandy mengambil paksa ciuman pertama nya.
Seketika tawa Vanya pun pecah.
" Kayak nggak ada tempat lain aja Kak" ucap Vanya
" Itulah kakak kamu itu. Dia mah enak dapat ciuman pertama kakak, kalau kakak mah rugi yang ada"
" Terus kakak nyesel karena nggak jadi yang pertama?" tanya Vanya
" Nggak sih Dek, yang penting sekarang kakak jadi satu-satu nya wanita yang ada dihati kakak kamu" jawab Anggun
Vanya tersenyum sambil memeluk kakak iparnya itu.
" Vanya beruntung memiliki kakak ipar seperti kakak, sudah kaya, baik, nggak sombong lagi" puji Vanya
" Kamu itu terlalu memuji Dek, kakak nggak seperti itu"
" Tapi bagi Vanya kakak seperti yang Vanya bilang tadi. Kakak tau"
" Apa?"
" Kakak ingat waktu pertama kali bantuin Vanya dijalan saat Vanya diganggu sama preman?"
" Ingat"
" Nah saat itulah Vanya berharap kakak jadi kakak ipar nya Vanya. Alhamdulillah Allah mengabulkan doa Vanya itu"
" Masa sih Dek, kamu doa nya begitu? emang apa yang kamu suka dari kakak coba?"
" Vanya kan udah bilang juga tadi. Aku juga pengen pernikahan aku nanti sama kek kakak"
" Aamiin, kita sama-sama berdoa ya Dek"
" Iya Kak"
" Sekarang kita istirahat yuk, sebelum makan siang nanti"
" Siap bos"
Anggun dan Vanya pun masuk kekamar mereka masing-masing dan untuk beristirahat.
To be continue
__ADS_1
Up nya segitu dulu yak... 🙏🙏
Happy Reading Guys... 😉😉😉