Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Curhat Ala Mamah Dede


__ADS_3

Vandy baru selesai meeting dengan salah satu klien nya. Vandy melihat HP nya, ada beberapa kali panggilan tidak terjawab dari sang istri. Vandy pun langsung cemas dan menghubungi sang istri.


" Hallo, Assalamualaikum Mas" terdengar suara lembut sang istri.


" Wa'alaikum sayang, maaf tadi Mas nggak sempat ngangkat telpon nya. Soal nya Mas lagi meeting sama klien, jadi HP nya Mas pasang mode silent"


" Nggak apa-apa kok Mas, aku ngerti. Meeting nya sudah selesai?"


" Baru selesai sayang. O iya kenapa telpon Mas tadi? kamu sama dedek baik-baik aja kan sayang?"


" Alhamdulillah aku sama dedek baik-baik aja Mas. Tadi itu aku cuma mau minta izin sama Mas"


" Minta izin? emang mau kemana?"


" Iya, tadi aku mau pergi beli baju buat dedek sama Vanya"


" Terus nggak jadi"


" Jadi dong, malah beli nya kebanyakan"


Terdengar tawa sang istri dari seberang telpon.


" Sayang jangan bawa barang yang berat-berat. Sekarang udah pulang kan? "


" Sudah Mas, baru aja nyampe"


" Syukur deh, sekarang kamu istirahat ya, Mas mau lanjut kerja dulu"


" Iya Mas, ntar jangan lupa makan siang"


" Nanti Mas makan siang dirumah"


" Benarkah"


" Iya sayang. Sekarang kamu istirahat ya, Mas tutup dulu telpon nya, love you my Wife"


" Love you more Hubby"


Panggilan telpon pun berakhir.


Setelah selesai menelpon istrinya Vandy melanjutkan pekerjaan nya. Supaya nanti dia bisa cepat pulang dan makan siang bersama sang istri.


***


Anggun minta tolong sama bik Mirna untuk membawa barang belanjaan nya kedalam kamarnya. Karena Anggun belum menyiapkan kamar untuk calon bayi nya.


" Seru banget ya Kak belanja nya?" tanya Vanya


" Iya Dek, saking seru nya hampir saja kita memborong semua baju-baju yang ada ditoko itu" jawab Anggun


" Iya, habis baju nya lucu-lucu dan mengemas kan. Jadi nggak sabar nunggu ponaan aku lahir"

__ADS_1


" Sama, Kakak juga"


" Kira-kira baby nya mirip siapa ya Kak?" tanya Vanya


" Tentu saja mirip Kakak, soal nya yang mengandung kan kakak" jawab Anggun


" Iya juga ya, jadi pengen cepat nikah" ucap Vanya keceplosan


" Cie-cie pengen cepat ternyata" ejek Anggun


" Ng-nggak kok, kakak salah dengar kali"


" Nggak usah bohong Dek, kalau emang kamu mau cepat ntar kakak bantu bilang sama kak Marko"


" Jangan Kak" tolak Vanya


" Kenapa?" tanya Anggun


" Aku pengen nya kemauan dia sendiri" jawab Vanya


" Nggak ada salah nya Dek kalau bilang kamu mau cepat nikah nya"


" Emang nggak apa-apa Kak? apa dia nggak akan menilai aku cewek yang nakal?"


" Ya nggak lah Dek, justru bagus kalian pacaran dengan status sudah halal, jadi kalau mau ciuman, peluk-pelukan nggak dosa malah jadi ibadah" ucap Anggun


" Iya juga sih Kak"


" Emang kamu udah pernah ciuman Dek?" tanya Anggun


" Apa!" kaget Anggun


" Ciuman nya bukan kek kakak dan kak Vandy"


" Emang ciuman kamu kek mana?" tanya Anggun lagi


" I-itu cuma sebatas bibir aku sama bibir kak Marko menempel sekilas gitu" jawab Vanya


" Yakin cuma sekilas" selidik Anggun


" Sumpah Kak" jawab Vanya sambil mengakat cari nya membentuk huruf v


" Kakak percaya, lagian kakak tau kak Marko itu nggak akan berani melakukan lebih, nggak kayak suami kakak dulu"


" Emang kak Vandy dulu gimana?" tanya Vanya antusias


" Kakak kamu itu dulu mesum banget, sampe sekarang pun begitu" jawab Anggun


" Mesum gimana Kak"


" Setiap ketemu kakak, dia selalu nyosor"

__ADS_1


" Nyosor gimana maksud kakak, Vanya nggak ngerti"


" Itu loh Dek setiap ketemu, kakak kamu itu selalu cium kakak, ciuman pertama kakak diambil paksa lagi sama dia"


" Masa sih Kak"


" Iya, didepan toilet wanita lagi"


Anggun mengingat kembali masa dimana Vandy mengambil paksa ciuman pertama nya.


Seketika tawa Vanya pun pecah.


" Kayak nggak ada tempat lain aja Kak" ucap Vanya


" Itulah kakak kamu itu. Dia mah enak dapat ciuman pertama kakak, kalau kakak mah rugi yang ada"


" Terus kakak nyesel karena nggak jadi yang pertama?" tanya Vanya


" Nggak sih Dek, yang penting sekarang kakak jadi satu-satu nya wanita yang ada dihati kakak kamu" jawab Anggun


Vanya tersenyum sambil memeluk kakak iparnya itu.


" Vanya beruntung memiliki kakak ipar seperti kakak, sudah kaya, baik, nggak sombong lagi" puji Vanya


" Kamu itu terlalu memuji Dek, kakak nggak seperti itu"


" Tapi bagi Vanya kakak seperti yang Vanya bilang tadi. Kakak tau"


" Apa?"


" Kakak ingat waktu pertama kali bantuin Vanya dijalan saat Vanya diganggu sama preman?"


" Ingat"


" Nah saat itulah Vanya berharap kakak jadi kakak ipar nya Vanya. Alhamdulillah Allah mengabulkan doa Vanya itu"


" Masa sih Dek, kamu doa nya begitu? emang apa yang kamu suka dari kakak coba?"


" Vanya kan udah bilang juga tadi. Aku juga pengen pernikahan aku nanti sama kek kakak"


" Aamiin, kita sama-sama berdoa ya Dek"


" Iya Kak"


" Sekarang kita istirahat yuk, sebelum makan siang nanti"


" Siap bos"


Anggun dan Vanya pun masuk kekamar mereka masing-masing dan untuk beristirahat.


To be continue

__ADS_1


Up nya segitu dulu yak... 🙏🙏


Happy Reading Guys... 😉😉😉


__ADS_2