
Aldi, Gio dan para istrinya sampai dibandara internasional Maldives. Para pelayan yang disiapkan Anggun untuk menjemput para pasutri itu sudah datang. Pelayan itu membawa para pasutri itu kehotel tempat mereka menginap selama honeymoon.
Sesampainya mereka dihotel tempat mereka menginap Sinta dan Sisil dibuat takjub dengan semua yang ada disana. Hotel tempat menginap ada dilaut. Saat mereka bangun pagi maka yang akan mereka lihat adalah laut yang sangat luas. Air laut disana juga sangat jernih dengan pasir yang putih.
" Sil ini beneran kita akan nginap disini?" tanya Sinta.
" Iya Honey" jawab Aldi sambil memeluk Sinta.
" Eh" kaget Sinta.
Kenapa suaminya yang menjawab. Sinta melihat kekiri dan kekanan mencari keberadaan Sisil dan juga Gio.
" Kamu cari siapa Honey?."
" Gio sama Sisil."
" Mereka sudah pergi dari tadi."
" Apa! sejak kapan mereka pergi kok aku nggak tau? tanya Sinta panjang lebar."
" Gimana mau tau kamu asik mengagumi keindahan laut disini. Saking asiknya teman pergi kamu nggak tau" jawab Aldi.
" Maaf Bee habis aku belum pernah kesini. Biasanya aku melihat keindahan pantai ini di internet. Sekarang aku melihatnya langsung bahkan akan menginap dan itu bersama suami aku orang yang sangat aku cintai."
Aldi merasa senang sekaligus bahagia mendengar ucapan istrinya itu. Aldi membawa Sinta kedalam pelukannya. Sinta pun membalas pelukan dari suaminya itu.
" Masuk yuk ntar kamu masuk angin lagi."
Sinta dan Aldi masuk kedalam hotel. Mereka mulai menata pakaian mereka kedalam lemari yang sudah tersedia dihotel itu.
" Bee kamu yang mandi duluan atau aku?."
" Kamu duluan Honey. Aku mau baring sebentar."
Sinta pun masuk kedalam kamar mandi dan membiarkan suaminya itu istirahat. Sinta mengisi air kedalam bathtub. Setelah bathtub itu terisi air tak lupa Sinta memasukan aroma terapi kedalamnya. Sinta masuk kedalam bathtub dan mulai merendam tubuhnya.
Sinta keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi tubuhnya. Sinta melihat suaminya tertidur dengan nyenyak nya. Sinta berjalan menghampiri ranjang tempat suaminya tidur. Sinta duduk dipinggir tempat tidur. Sinta memandangi wajah tampan suaminya itu. Perlahan tangan Sinta membelai wajah suaminya.
Aldi yang merasa tidurnya terganggu karena sentuhan Sinta pun mulai membuka matanya. Sinta melihat suaminya terbangun karena ulahnya pun hanya tersenyum tanpa dosa.
" Kamu udah bangun Bee."
" Iya soalnya diganggu sama tangan-tangan jahil."
Aldi melihat istrinya hanya memakai handuk pun susah payah menahan salivanya. Aldi bangun dari tidurnya dan duduk disamping istrinya. Aldi menatap istrinya dengan intens.
Sinta menundukkan kepalanya karena tidak kuat melihat tatapan suaminya. Aldi mengangkat dagu istrinya dan mata mereka pun saling bertemu dan mengunci satu sama lain. Jantung Sinta berdetak sangat cepat dari biasanya.
Aldi menatap kedalam manik coklat itu. Aldi membelai wajah istrinya itu. Aldi mendaratkan kecupan dikening istrinya. Setelah itu turun ke mata, hidung dan kedua pipi istrinya itu. Aldi mencium bibir istrinya dengan lembut memang*t dan menyes*p bibir istrinya yang terasa manis itu.
Aldi melepaskan ciumannya setelah pasokan oksigennya berkurang. Aldi menempelkan keningnya dengan kening sang istri. Mereka masih mengatur nafas mereka.
" Honey bolehkah aku melakukannya sekarang?."
__ADS_1
Sinta menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
Aldi melanjutkan mencium istrinya. Memberikan sentuhan-sentuhan lembut untuk istrinya itu. Perlahan Aldi membuka handuk yang dipakai istrinya. Dengan satu tarikan handuk yang dipakai istrinya pun terbuka. Setelah handuk itu terbuka terpampang dengan jelas tubuh putih mulus istrinya. Aldi mencium setiap inci tubuh putih mulus milik istrinya itu.
Sinta menikmati setiap sentuhan yang diberikan suaminya itu. Tangan Aldi mulai memaikan gunung kembar milik istrinya memberi stempel kepemilikan disana. Aldi membuka baju yang dia pakai dan membuangnya kesembarang tempat. Aldi mulai menyatukan miliknya dengan sang istri. Aldi sangat kesusahan memasukan juniornya.
" Bee sa-sakit."
Aldi tak tega melihat istrinya kesakitan seperti itu. Tapi mau gimana lagi dia juga sudah tidak bisa menahan hasratnya. Perlahan tapi pasti akhirnya junior Aldi pun berhasil membobol milik sang istri walaupun mendapat cakaran dari sang istri. Suara desah*n dan lenguhan keluar dari mulut Sinta membuat hasrat Aldi bertambah. Akhirnya Aldi pun tumbang dan ikut membaring tubuhnya disamping sang istri.
" Makasih Honey."
Aldi mulai memejamkan matanya. Tak butuh waktu lama Aldi pun terlelap dan menyusul istrinya kealam mimpi.
Dikamar lain.
Tidak jauh beda dengan Aldi. Gio pun sedang berusaha membobol milik istrinya. Sisil sudah mulai menangis tapi entah apa yang membuat dia menangis.
" Sweety jangan nangis dong."
" Sakit Oppa."
" Sakit gimana masuk aja belum Sweety?."
" Oh belum ya" tersenyum tanpa dosa.
Gio memulai kembali yang sempat tertunda tadi. Perlahan Gio memasukan juniornya dan berhasil walaupun mendapatkan gigitan dari sang istri. Sisil sudah mulai kelelahan karena Gio tidak ngasih kendor seditpun tadi alhasil Sisil tepar duluan. Setelah itu Gio juga tumbang dan ikut membaringkan tubuhnya disamping sang istri.
Gio mulai memejamkan matanya dan menyusul sang istri kealam mimpi dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.
Ditempat lain.
Anggun yang sedang asik nonton film drakor kesukaannya ditemani suaminya. Vandy yang pasrah dari tadi karena setiap ada adegan berantemnya rambut Vandy selalu jadi sasaran sama istrinya itu.
" Mas kenapa si suaminya itu jahat banget suka memukul istrinya. Apa kamu juga suka mukul istri?" tanya Anggun.
" Ya nggaklah mana berani Mas mukul istri Mas yang ada dia yang mukul Mas."
" Oh jadi maksud Mas aku suka mukul begitu" mulai emosi.
" Nggak sayang kamu itu istri yang sangat baik jadi mana pernah kamu mukul Mas. Tapi jambak iya."
" Kapan aku jambak Mas."
" Emang kamu nggak liat rambut Mas udah banyak ditangan kamu."
Anggun melihat tangannya dan memang benar rambut suaminya itu ada ditangannya.
" Kok rambut Mas bisa ada ditangan aku."
" Huuuh. Dia yang nyabut, dia juga yang nggak ingat. Sabar" batin Vandy.
" Mas."
__ADS_1
" Iya sayang."
" Mau kekorea."
" Ngapain kesana?."
" Liat Oppa-Oppa glowing."
" Nanti kalau usia kandungannya udah 4 atau 5 bulan ya sayang."
" Kok lama banget. Aku maunya sekarang" mulai sedih.
" Nggak boleh kandungan kamu masih baru sayang."
" Mas jahat sama aku."
Vandy tidak menghiraukan tangisan sang istri. Vandy tidak mau mengabulkan permintaan istrinya kali ini. Karena Vandy takut terjadi sesuatu dengan calon bayi dan istrinya.
" Mas sudah nggak cinta lagi sama aku."
" Siapa bilang Mas nggak cinta."
" Aku yang bilang."
" Bukan Mas kan" tanya Vandy.
" Bukan" jawab Anggun.
Vandy berusaha menahan tawanya. Istrinya menangis tapi masih mau menjawab pertanyaannya.
" Aku mau cari suami baru yang baik dan sayang sama aku."
" Nggak perlu cari suami baru Mas sudah paket komplit sayang."
" Benarkah?."
" Hhhmmm."
" Kalau gitu kita kekorea ya Mas?."
" Nggak."
Anggun mulai menangis kembali berharap suaminya mengabulkan permintaannya itu. Tapi usahanya sia-sia kali ini Vandy tidak mau mengabulkan permintaan istrinya itu.
To be continue..
Tempat Honeymoon para pasutri baru
Jangan lupa Vote nya ya Readers... 😉😉
Happy Reading guys.. 😉😉
__ADS_1