Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Sore hari Vandy sudah pulang kerumahnya. Sampai dipintu utama, Vandy disambut sama istri dan anaknya, membuat rasa lelah Vandy hilang seketika.


" Daddy" paggil Kenzo


" Manja nya daddy"


" Abang nggak manja"


" Benarkah, tapi daddy lihat abang selalu bermanja sama istri daddy"


" Abang hanya bermanja bersama mommy abang, bukan sama istri daddy"


" Sama saja, lain kali abang tidak dibolehkan lagi bermanja-manja sama istri daddy"


" Tentu saja boleh, dia mommy ku!"


" Tapi dia istriku!, hanya daddy saja yang boleh bermanja sama mommy"


Anggun hanya mampu menggelengkan kepala nya melihat tingkah absurd suaminya. Mereka berdua tidak pernah mau mengalah kalau menyangkut soal Anggun.


" Sudah-sudah, sekarang kita masuk kedalam" kata Anggun.


Mereka masuk kedalam rumah, Vandy langsung berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Sampai dikamarnya Vandy menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Anggun dan Kenzo menunggu Vandy diruang keluarga. Kenzo menonton acara kartun favoritnya, sedangkan Anggun membaca majalah.


" Mommy"


" Hhhmm"


" Apa mommy pernah mendengar perusahaan lion entertainment?" tanya Kenzo.


" Pernah, itu salah satu perusahaan terbesar dikota ini" kata Anggun.


Bearti Om itu nggak bohong.


" Darimana abang tau perusahaan itu?" tanya Anggun.


" Da-dari majalah yang mommy baca, bukankah disana ada nama perusahaannya" jawab Kenzo gugup.


" Iya benar, bukannya abang tertarik dengan dunia modeling?" tanya Anggun lagi.


" Hhmmm"


Apa tampang bad boy kayak gitu bisa jadi model.


Anggun tersenyum sendiri membayangkan, kalau nanti putranya itu benar-benar jadi model. Anggun tidak bisa membayangkan wajah bad boy anaknya akan menghiasi majalah-majalah.


" Kamu kenapa sayang senyum-senyum sendiri" kata Vandy yang datang tiba-tiba.


" Astagfirullah!, kamu itu ngagetin aku aja Mas" kata Anggun sambil memegang dada nya.


" Maaf sayang, habisnya kamu senyum-senyum gitu. Emang lagi mikirin apa?" tanya Vandy.


" Nggak ada kok Mas. Aku cuma bayangin wajah bad boy nya abang, mirip banget dengan kamu" kata Anggun.


Vandy tersenyum mendengar ucapan istrinya. Vandy melirik putra nya itu, istrinya itu memang benar, Kenzo begitu mirip dengan dirinya.


" Nggak kebayang kalau dia benaran jadi model" kata Anggun.


" Kenapa?" tanya Vandy.


" Nggak apa-apa, terlihat lucu aja" kata Anggun.


" Lucu?"


" Iya lucu, dengan gaya nya yang bad boy seperti itu"


"Justru dia terlihat sangat tampan dengan gaya begitu. Coba kamu lihat cowok ini, bukankah gaya nya bagus" kata Vandy sambil menunjukkan salah satu model cowok yang ada dimajalah yang sedang dilihat Anggun.

__ADS_1


" Benar juga Mas"


" Yuk berangkat nanti kita kemalaman" kata Vandy.


Kenzo mematikan tv nya. Mereka bertiga pun berjalan menuju mobil. Vandy membukakan pintu mobil untuk istri dan putranya. Setelah itu barulah Vandy masuk dan duduk dikursi kemudi.


Vandy pun melajukan mobilnya meninggalkan kediamannya. Mobil Vandy sudah berada dijalan raya. Suasana jalan sore ini sangat ramai, karena bertepatan dengan jam pulang kantor.


" Huuh, macet lagi" kesal Vandy.


" Sabar Mas inikan jam pulang kantor, jadi wajar saja macet" kata Anggun.


Setelah melewati persimpangan, barulah mobil Vandy bisa berjalan dengan lancar. Akhirnya mereka pun sampai dirumah sakit. Anggun dan Kenzo turun dari mobil, sedangkan Vandy pergi memarkirkan mobilnya.


Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah sakit. Selama perjalanan menuju lift, semua mata tertuju pada mereka bertiga, tapi seperti biasa mereka tidak menghiraukan tatapan orang-orang itu.


Mereka masuk kedalam lift. Kenzo memencet tombol 3 yang ada didalam lift itu. Lift pun naik keatas menuju lantai 3.


Ting


Pintu lift terbuka. Mereka bertiga pun keluar dari lift, dan berjalan menuju ruang rawat Dwipangga. Sampai didepan pintu ruang rawat Dwipangga, Kenzo mengetuk pintu ruangan itu.


Tok


Tok


Tok


Vanya yang mendengar pintu diketuk pun membukakan pintu.


Ceklek


" Uh, keponakan tampan aunty datang" kata Vanya.


" Assalamualaikum aunty" ucap Kenzo


" Wa'alaikum salam sayang, yuk masuk" kata Vanya sambil menggandeng tangan Kenzo masuk kedalam.


" Dasar adek durhaka, kakak nya datang malah nggak disambut" omel Vandy.


" Kakak itu kan sudah besar, jadi bisa masuk sendiri, tapi tidak dengan keponakan kecilku ini" kata Vanya.


" Makanya cepat bikin, supaya kamu tidak nempelin anak kakak mulu" ledek Vandy.


" Ck.. baru punya satu saja sudah sombong" kata Vanya


" Siapa bilang satu, sudah mau dua kali" kata Vandy sambil mengelus perut istrinya.


" Iya juga ya, tapi aku nanti bikinnya langsung jadi dua sekaligus" kata Vanya.


" Mana bisa begitu, lagian dikeluarga kita tidak ada yang punya anak kembar" kata Vandy.


" Walaupun tidak ada, tapi aku akan jadi yang pertama punya anak kembar" kata Vanya.


" Coba saja kalau bisa" kata Vandy.


" Sudah-sudah, kalau kalian ribut lagi mama akan usir kalian" kata Diana yang datang dari kamar mandi.


" Mama ngagetin kita aja" kata Vandy


Diana tidak menghiraukan ucapan Vandy. Diana berjalan melewati Vandy.


" Eh cucu tampan nenek sudah datang"


Ah kalah pamor gue sama Kenzo.


Anggun menyalami kedua mertuanya itu, kemudian diikuti oleh Vandy dan Kenzo.


" Abang sini duduk dekat kakek" kata Dwipangga.

__ADS_1


Kenzo berjalan menghampiri bed kakeknya.Karena bed kakeknya tinggi, Kenzo agak kesusahan naik keatas bednya.


Semua orang yang ada disana tersenyum melihat Kenzo. Akhinya Kenzo pun bisa naik, dia pun duduk disamping kakeknya itu.


" Kakek udah sehat?" tanya Kenzo.


" Alhamdulillah berkat doa abang, kakek bisa cepat sembuh" kata Dwipangga.


Mereka pun menghabiskan waktu dengan mengobrol dan sesekali mereka juga tertawa karena mendengar cerita Kenzo selama disekolah.


Saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba terdengar bunyi ketukan pintu. Anggun membukakan pintu.


Ceklek


" Eh kak Marko, masuk Kak" kata Anggun.


" Assalamualaikum" ucap Marko


" Wa'alaikum salam" jawab mereka semua.


Vanya berjalan menghampiri suminya. Vanya mencium punggung tangan suaminya, kemudian mengambil tas kerja suaminya,


" Duduk dulu Kak" tawar Vanya.


Marko duduk disofa disebelah Vandy.


" Baru balik lo?" tanya Vandy


" Iya, kerjaan gue banyak banget tadi" kata Marko.


" Itu udah resiko, kalau jabatan kita sudah tinggi, otomatis kerjaan juga akan makin banyak" kata Vandy.


" Benar banget bro"


" Minum dulu Kak" kata Vanya sambil menyerahkan segelas air putih pada Marko.


" Makasih sayang"


" Hhhmm"


Vandy tersenyum melihat interaksi antara Vanya dan Marko. Vandy bisa melihat besarnya cinta mereka berdua. Vandy sempat meragukan cinta Marko untuk Vanya, tapi sekarang dia bisa melihat sendiri tatapan Marko kepada adiknya, tatapan yanga penuh dengan cinta.


" Kakak kok nggak dikasih minum juga Dek" goda Vandy.


" Kakak bisa ambil sendiri" kata Vanya.


" Ck.. benar-benar adek durhaka kamu. Masa kakak disuruh ambil sendiri" kata Vandy.


" Bentar aku ambilkan dulu" kesal Vanya.


Walaupun kesal, Vanya tetap mengambilkan minum untuk kakanya itu.


" Nih minumnya, bisa minum sendiri nggak?" tanya Vanya.


" Emang kamu pikir kakak anak kecil, pake nanya bisa apa nggak segala"


" Ya siapa tau kakak nggak bisa minum sendiri"


" Kalau kakak nggak bisa minum sendiri ada istri kakak yang mau bantu"


Anggun dan yang lainnya hanya menggelengkan kepala mereka mendengar perdebatan kakak beradik itu. Walaupun mereka sudah sama-sama menikah, tapi tingkah laku mereka masih saja seperti anak-anak remaja.


To be continue...


Marko



Vanya

__ADS_1



Happy Reading Guys.. 😉😉


__ADS_2