
Aska tersenyum pada ponakan tampannya itu. Kenzo berlari menghampiri paman kecilnya, kemudian memeluknya. Aska pun membalas pelukan Kenzo.
" Abang sama siapa kesini?"
" Sama mommy dan daddy. Yuk kita turun" ajak Kenzo.
Mereka berdua pun turun kebawah untuk menemui Anggun dan Vandy. Sampai dibawah Aska dan Kenzo langsung menuju ruang keluarga.
" Adek" sapa Anggun.
Aska mencium tangan Anggun dan Vandy bergantian. Setelah itu Aska duduk disamping kakaknya.
" Gimana sekolah nya Dek?" tanya Vandy.
" Lancar-lancar aja Bang" jawab Aska.
" Bagus, ntar kalau nilai adek tinggi, abang kasih motor koleksi abang satu" kata Vandy pada Aska.
" Beneran Bang"
" Hhhmm"
" Daddy " panggil Kenzo
" Iya sayang"
" Abang mau main ini" kata Kenzo sambil memperlihatkan permainannya ke Vandy.
" Ludo?"
" Hhhmm"
" Apa abang bisa mainnya?" tanya Vandy.
" Bisa daddy" jawab Kenzo.
" Ya udah, ajak paman main ludo nya" kata Vandy.
" Daddy sama mommy juga harus ikut" kata Kenzo.
" Kenapa mommy sama daddy harus ikut main?" tanya Vandy.
" Biar rame" jawab Kenzo.
" Baiklah"
" Abang teman sama mommy, paman sama daddy" kata Kenzo.
" Nggak bisa, daddy sama mommy temenannya" kata Vandy.
" Nggak boleh, mommy harus sama abang" kata Kenzo tak mau kalah.
" Tapi mommy istrinya daddy" kata Vandy.
" Dia mommy nya abang!"
Anggun, Kiara dan Aska hanya bisa menghela napas, melihat perdebatan ayah dan anak itu. Mereka berdua sama-sama tidak mau mengalah.
" Mommy bertemannya sama paman aja" kata Anggun.
" Nggak boleh!" kata Vandy dan Kenzo berbarengan.
" Kompak banget, jadi abang sama daddy temanannya ya" kata Anggun.
Kenzo dan Vandy sama-sama memberikan tatapan tajam. Setelah itu mereka saling memalingkan wajah. Anggun dan Aska tersenyum melihat tingkah lucu ayah dan anak itu.
" Ayo kita mulai permainan nya" ajak Anggun.
" Abang mau warna apa?" tanya Aska.
" Warna merah " jawab Kenzo.
" Bearti daddy warna kuning" kata Vandy.
__ADS_1
" Siapa yang kalah, nanti kita coret pake spidol" kata Aska.
" Ok, abang sama daddy pasti menang" kata Kenzo.
" Sudah pasti, daddy kan jago main ludo" kata Vandy.
" Baiklah, kita buktikan saja" kata Anggun.
Mereka pun mulai memainkan permainan ludo nya. Kenzo dan Vandy sangat percaya diri kalau mereka pasti akan menang.
Putaran pertama Kenzo berhasil menyingkirkan 2 pion pamannya. Kenzo dan Vandy sangat senang.
Di putaran ketiga, Anggun berhasil memasukan 3 pion Vandy kedalam kandangnya, sehingga Vandy mendapatkan tatapan tajam dari sang anak.
" Kalau jagoan emang kalah di awal, dan menangnya diakhir" kata Vandy.
" Udah, persiapan aja tu wajah" kata Anggun
" Kamu juga sayang, jangan sampai lengah"
Sampai saat ini belum ada tanda-tanda siapa yang akan menang. Mereka masih bermain dengan imbang. Mereka tidak ada yang mau kalah. Mereka sama-sama ingin memasukkan pion lawan kedalam kandang.
Setelah bermain selama 30 menit, akhirnya Anggun dan Aska menang. Aska mengambil spidol yang ada dilaci meja yang ada diruang keluarga.
" Ini semua gara-gara daddy" kata Kenzo.
" Kok daddy sih?!"
" Iya, coba pion daddy nggak lambat jalannya, pasti mommy nggak akan bisa menang"
" Daddy jalankan pionnya kan berdasarkan angka yang ada didadu nya. Jadi yang harus disalahkan dadu nya dong, bukan daddy" kata Vandy.
" Sudah-sudah, sini wajah kalian berdua" kata Anggun.
Kenzo dan Vandy pun pasrah melihat wajah tampan mereka dicoret sama Anggun dan Aska.
" Bagaimana, mau lanjut mainnya" tawar Anggun.
" Lanjut dong, kali ini abang tidak akan kalah" kata Kenzo.
Mereka bermain kembali, dan hasilnya tetap sama. Lagi-lagi Kenzo dan Vandy mengalami kekalahan. Wajah mereka pun kembali mendapatkan coretan.
" Daddy nggak mau main lagi, nanti wajah daddy penuh dengan tinta spidol" kata Vandy.
" Tadi daddy bilang jago main ludo, tapi kok bisa kalah. Dua kali lagi" ledek Anggun.
" Aku nggak tega sama kamu sayang, makanya aku ngalah" kata Vandy.
" Ck.. alasan aja kamu Mas"
" Benaran sayang, Mas tadi ngalah mainnya"
" Udah, cuci wajah kalian sana! " kata Anggun.
Vandy dan Kenzo berlari kekamar mandi untuk segera membersihkan tinta spidol yang ada diwajah mereka berdua.
Wiguna baru pulang, dan dia mendengar suara putri kesayangannya. Wiguna mempercepat langkahnya.
" Assalamualaikum " ucap Wiguna.
" Wa'alaikum salam" balas Anggun dan Kiara.
Anggun mencium tangan papanya. Wiguna pun memeluk putri kesayangannya itu.
" Ehem!, jangan lama-lama meluk istri aku, Pah" kata Vandy yang baru datang.
Wiguna melepaskan pelukannya dari Anggun. " Ck.. dasar menantu durhaka kamu" kata Wiguna.
" Opa" panggil Kenzo yang baru datang dari kamar mandi.
" Eh! cucu tampan Opa " puji Wiguna sambil memeluk Kenzo.
" Opa kita duduk disana, ada yang mau abang bilang" kata Kenzo.
__ADS_1
" Cuma Opa aja ni yang di ajak, Oma nya nggak" protes Kiara.
" Oma juga, paman juga, mommy sama daddy juga" kata Kenzo.
Mereka semua pun mengikuti Kenzo duduk di karpet yang ada diruang keluarga. Mereka sudah mengambil tempat duduk masing-masing.
" Kita semua siap mendengarkan, abang mau bilang apa" kata Wiguna.
" Abang sama daddy sekarang jadi model" kata Kenzo.
" Apa!" kata Wiguna, Kiara dan Aska.
" Maksud abang model yang ada di majalah-majalah?" tanya Aska.
" Hhhmm" jawab Kenzo sambil menganggukkan kepalanya.
" Kamu jadi model, emang bisa?" tanya Wiguna pada Vandy.
" Bisa dong Pah, lagi pula apa yang nggak bisa dikerjakan sama menantu papa yang tampan ini" kata Vandy dengan sombongnya.
" Orang bod*h mana yang mau jadiin kamu modelnya" ledek Wiguna.
" Justru mereka pintar Pah, karena mereka sudah memilih aku jadi modelnya. Kalau mereka pilih papa, itu baru bahaya" kata Vandy.
" Bahaya gimana?" tanya Wiguna.
" Iya, bisa-bisa nanti perusahaan mereka gulung tikar karena pake model yang sudah tua"
Pletak..
Wiguna memukul lengan Vandy.
" Aww, sayang papa kamu melakukan KDRT nih" kata Vandy.
" Kamu itu jadi suami lembek amat, baru dipukul sedikit saja sudah kesakitan, katanya masih muda, tapi kok lembek gitu tenaganya" kata Wiguna.
" Enak aja papa bilang aku lembek. Saking kuat dan bertenaganya aku, sampe-sampe putri papa ini aku bikin lemas tak berdaya" kata Vandy.
Pletak..
Sekarang Anggun yang memukul lengan Vandy. " Sayang kok kamu mukul Mas sih"
" Kamu itu ya Mas, ngomong kok nggak di filter. Kamu nggak lihat disini ada anak dibawah umur" kata Anggun.
" Tenang aja sayang, mereka nggak akan ngerti apa yang Mas bilang tadi" kata Vandy.
Kenzo mengambil majalah yang ada diatas meja dekat sana. Kemudian dia membuka majalah itu.
" Coba paman lihat ini" kata Kenzo sambil memperlihatkan majalahnya.
" Wah benar, ponakan paman ada disini. Tampan sekali abang" puji Aska.
" Aku kan sudah tampan dari lahir paman" kata Kenzo.
Ah aku hampir lupa, bocah ini kan sama persis kek daddy nya. Sama-sama narsis.
Wiguna dan Kiara juga ikut melihat foto Kenzo yang ada dimajalah itu. Wiguna dan Kiara tidak menyangka cucu mereka yang masih kecil sudah bisa jadi model. Aura Kenzo sangat terlihat disini.
" Sejak kapan abang jadi model?" tanya Kiara pada Anggun.
" Udah mau 1 minggu si Ma, tapi aku sama Mas Vandy baru tau kemarin" kata Anggun.
" Jadi kalian juga baru tau" kata Wiguna
" Iya Pah"
Anggun pun menceritakan semuanya pada papa dan mamanya, tapi dia tidak menceritakan insiden Kenzo yang ditampar sama Kia. Karena kalau dia memberi tau, maka papanya akan bertindak, dan bisa-bisa Kia tidak ada lagi didunia ini.
To be continue..
Mommy..
__ADS_1
Happy Reading Guys.. 😉😉