
Pagi hari.
Kenzo sudah rapi dengan memakai seragam sekolahnya. Kenzo menyisir rambutnya dengan rapi, tak lupa dia memberi sedikit pomade di rambutnya.
Setelah semuanya selesai, Kenzo pun turun kebawah untuk sarapan bersama kedua orangtua dan adiknya.
" Morning Mom, Dad, adek" sapa Kenzo.
" Morning " balas Anggun dan Kiran.
Seperti hari-hari biasanya, Anggun mengambilkan nasi dan juga lauk untuk suami dan kedua anaknya. Setelah itu baru untuk dirinya sendiri.
Mereka pun mulai menyantap sarapan mereka masing-masing. Tentu saja sesudah mereka baca doa. Mereka menikmati sarapan mereka dengan hikmat.
Selesai sarapan Anggun mengantarkan suami dan juga kedua anaknya kedepan rumah. Kenzo dan Kiran mencium tangan Anggun secara bergantian.
Sekarang giliran Anggun yang mencium tangan suaminya, kemudian Vandy mengecup kening sang istri.
" Kita berangkat dulu ya Mommy. Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam, hati-hati di jalan"
Kenzo pun melajukan motornya, diikuti sama mobil Vandy di belakang. Setelah motor dan mobil sudah tidak terlihat lagi, Anggun masuk kedalam rumah.
Kenzo cs mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Kali ini Gian memimpin perjalanan mereka, sedangkan Kenzo berada di urutan ketiga.
Saat melewati halte bus, Kenzo melihat gadis yang di bilang dekil sama teman-temannya sedang menunggu bus.
Kenzo merasa kasihan melihat gadis itu.Kenzo menghentikan motornya tepat didepan gadis itu. Sang gadis pun kaget melihat Kenzo berhenti tepat di depannya.
" Yuk naik" ajak Kenzo.
" Eh!" kaget gadis itu.
" Kenapa bengong"
" Ka-kamu ngomong sama aku"
" Kalau bukan sama lo, sama siapa lagi"
Sang gadis pun melirik kekiri dan kanan. Benar ternyata cuma ada dia di sana.
" Buruan, ntar kita telat" kata Kenzo.
" I-iya"
" Tunggu!"
Sang gadis pun berhenti mematung di samping motor Kenzo.
Ni cowok maunya apa sih?!, tadi di suruh naik.
Kenzo membuka helm yang dia pakai dan memberikan pada gadis itu. Karena dia hanya membawa satu helm.
" Pake nih" kata Kenzo sambil memberikan helmnya.
" Te-terus kamu gimana?"
" Gue nggak terbiasa pake helm, jadi lo aja yang pake"
__ADS_1
Gadis itu pun tak bertanya lagi. Dia langsung memakai helm yang diberikan Kenzo tadi. Selesai memakai helmnya, gadis itu pun naik ke atas motor Kenzo.
Kenzo pun melajukan motornya kembali kesekolahnya. Sampai di gerbang sekolah, semua mata siswi cewek terpana melihat Kenzo tidak memakai helm. Kenzo terlihat lebih Waaw di mata mereka.
Seperkian menit mata mereka menjadi merah karena menahan emosi. Gimana nggak emosi, cewek yang jelek dan juga dekil bisa boncengan sama cowok setampan Kenzo.
" Berani sekali si dekil itu naik motor Kenzo "
" Iya, kita harus kasih pelajaran sama si dekil itu"
" Merusak pemandangan kita aja"
Banyak lagi hinaan yang di dengar sama gadis itu, tapi dia tidak menghiraukannya. Mereka pun sampai di parkiran. Gadis itupun turun dari atas motor Kenzo.
Dia membuka helm yang ada di atas kepalanya. Kemudian memberikan kembali kepada Kenzo.
" Terima kasih"
" Sama-sama "
Setelah itu gadis itu pun pergi meninggalkan Kenzo. Gian dan Tristan pun menghampiri Kenzo.
" Pantasan tadi menghilang gitu aja, ternyata eh ternyata" kata Gian.
" Ternyata apaan?!" kata Kenzo.
" Lo pacaran" kata Gian dan Tristan.
Pletak.. pletak..
Kenzo memukul kepala Gian dan Tristan dengan tas sekolahnya.
" Makanya kalau ngomong jangan asal" kata Kenzo sambil meninggalkan Gian dan Tristan.
" Ken jangan kabur?!" teriak Tristan dan Gian sambil mengejar Kenzo.
Kenzo terus berjalan, dan tidak menghiraukan kedua sahabatnya itu. Sampai di depan pintu kelas barulah Gian dan Tristan bisa mengejar Kenzo.
" Parah lo, siap menganiaya kita berdua lo kabur" kata Gian.
" Iya, kita berdua hampir geger otak ringan karena lo pukul tadi" kata Tristan.
" Untung nggak gue bikin geger otak berat" kata Kenzo.
" Lo harus bayar pengobatan kita" kata Gian.
" Oh ya"
" Hhmm"
" Berapa yang harus gue bayar?" tanya Kenzo
" 5 juta" kata Gian dan Tristan kompak.
" Ok gue bayar, tapi lo berdua juga harus ganti rugi" kata Kenzo.
" Ganti rugi apaan?!" kata Gian.
" Lo berdua sudah memfitnah gue, mencemarkan nama baik gue" kata Kenzo pura-pura sedih.
__ADS_1
" Uluh.. uluh anak sultan pinter banget aktingnya" kata Gian.
" Emang kapan kita memfitnah lo" kata Tristan.
" Wah.. wah, gampang kali lo ngelupainnya" kata Kenzo.
" Udah bilang aja, kapan" kata Gian.
" Tadi di parkiran sekolah" kata Kenzo.
" Di parkiran, perasaan nggak ada deh" kata Tristan dan Gian.
" Apa perlu gue pukul lagi kepala lo, supaya lo berdua ingat" kata Kenzo sambil mengayunkan tasnya kembali.
" Stop!, kita berdua ingat" kata Gian dan Kenzo.
" Kita berdua ngomong gitu karena ada buktinya" kata Gian.
" Apa buktinya?!" tanya Kenzo.
" Lo boncengan sama tu cewek" jawab Gian.
" Boncengan bukan berarti pacaran Munaroh" kata Kenzo.
" Iya Ian. Lagian kita nggak pernah melihat Kenzo nembak tu cewek" kata Tristan.
" Lo kok jadi berpihak pada Kenzo, lo kan sekutu sama gue tadi" kata Gian.
" Gue memilih sekutu yang akan membuat gue untung" kata Tristan.
" Dasar teman penghianat lo" kata Gian sambil menendang kaki Tristan.
" Ken, Ian nendang gue" kata Tristan dengan nada sok manja.
" Nggak usah sok manja, geli gue mendengarnya" kata Kenzo.
" Sukurin lo " ledek Gian.
" Kalian berdua benar-benar kejam" rengek Tristan.
" Diam!" teriak Kenzo dan Gian.
Tristan pun memilih untuk diam, dari pada kedua sahabatnya ngamuk lagi.
Teeeeeeet...
Bel sekolah pun berbunyi. Semua siswa dan siswi pun masuk kedalam kelas dan duduk di kursi mereka masing-masing. Indira dan Gilang masuk kedalam kelas.
" Selamat pagi semuanya" sapa Indira.
" Pagi Kak"
" Semuanya hari ini kita mengadakan kegiatan olahraga, jadi semuanya silakan pergi kelapangan sekolah. Kecuali mereka bertiga!" kata Gilang sambil menunjuk Kenzo cs.
Semua yang ada di kelas pun keluar, kecuali Kenzo, Gian dan Tristan. Setelah yang lain keluar bersama dengan indira. Gilang membawa 10 orang temannya masuk kedalam kelas.
" Bawa mereka bertiga kegudang belakang!" titah Gilang.
To be continue..
__ADS_1
Happy Reading.. 😚😚